Saturday, October 26, 2019

Perkembangan Perikanan Lampu (Metode Penangkapan Ikan (MPI))



PERKEMBANGAN METODE PENANGKAPAN IKAN

Jepang Tahun 1900

Norwegia Tahun  1930

Uni Soviet Tahun  1948

Indonesia Tahun  1950

Purse Seine, Payang,

Gill Net Lingkar, Lift Net, Pancing  

 

Perkembangan penggunaan jenis-jenis cahaya pemikat ikan (fishing lamp) di Indonesia






Proses tertangkapnya ikan oleh jenis alat tangkap

menyangkut sejumlah interaksi yang cukup pelik.

Berkaitan dengan mekanisme alat tangkap dan

dengan tingkah laku ikan.

 

Sering dijumpai berbagai kegagalan penangkapan

dikarenakan kurangnya pengetahuan yang cukup

tentang tingkah laku ikan yang menjadi

tujuan penangkapan

 

Dengan memahami pengetahuan tentang

tingkah laku ikan diharapkan akan diperoleh

berbagai hal yang berguna, yang dapat

mengoptimalkan efisiensi suatu alat tangkap

 

SIFAT IKAN :

FOTOTAXIS POSITIF

 

 Penggunaan cahaya dalam proses penangkapan ikan sangat

  terkait dengan sifat fototaksis,

 Ikan-ikan akan terkumpul dalam bentuk gerombolan

  (schooling) dan berada pada jarak tertentu dari sumber cahaya.

 

\Pendekatan respon mata ikan terhadap iluminasi cahaya

   dalam proses penangkapan ikan, akan dapat diketahui

   tingkat ketertarikan ikan terhadap cahaya yang dapat

   membantu dalam keberhasilan penangkapan ikan.

 

RETINA MATA IKAN

Retina merupakan proyeksi dari otak dan terdiri dari berbagai tipe sel yang meliputi 8 lapisan dan 2 membran.

Retina ini terdapat pada salah satu lapisan pada mata ikan dengan ketebalan berkisar 90-500 µm, sedangkan lapisan sel penglihatannya mempunyai ketebalan 30-200 µm


 

RETINA MATA IKAN



Keterangan :

1.  Inner limiting membrane  6.   Outer plexiform layer

2.  Nerve fiber layer              7.   Outer nuclear layer

3.  Ganglion cell layer           8.   Outer limiting membrane

4.  Inner plexiform layer        9.   Cone and rod layer

5.  Inner nuclear layer          10. Retinal pigment epithelium

 

STRUKTUR DAN FUNGSI RETINA MATA IKAN

Ikan bertulang keras memiliki jenis retina duplek, dimana pada retina terdapat sel rod dan sel kon.

Kontraksi dan ekspansi pada sel kon dan rod sebagai respon terhadap perubahan cahaya disebut dengan retinomotor response.

Sel kon berhubungan dengan adanya

cahaya (photopic) dan sel rod

berhubungan dengan kondisi gelap

(scotopic). Pada saat ada cahaya

maka sel-sel kon akan bergerak ke

limiting membrane dan sebaliknya

dalam kondisi gelap akan digantikan

oleh sel rod.

 


CONE INDEX RETINA MATA IKAN

Adaptasi mata ikan dihitung dengan menggunakan Cone Index dan Pigment Index (Arimoto et al., 1988; Baskoro, 1999)

 


CI= Cone Index,

PI=  Pigment Index;

A=  jarak dari dasar lapisan pigmen ke lapisan terluar membrane;

C=  jarak dari dasar lapisan pigmen ke pusat elipsoid cone;

P=  jarak dari dasar lapisan pigmen ke lapisan tip pigment

 


Nilai iluminasi (lux) akan menurun dengan semakin meningkatnva jarak dari sumber cahaya karena mengalami pemudaran

Pemudaran intensitas cahaya di air terjadi secara eksponensial

Pemudaran energi secara vertikal berbeda untuk setiap panjang gelombang. Pemudaran energi cahaya dirumuskan dengan hukum eksponensial (Pickard dan Emery, 1990) :

 


I(z) = intensitas cahaya pada kedalaman z (candela)

Io   = intensitas radiasi yang masuk ke permukaan air

k    = koefisien pemudaran vertikal di dalam air

z     = kedalaman air (m)

 

Respon ikan terhadap cahaya

         Kemampuan ikan mendeteksi cahaya dalam air, 2x mata manusia

         Ikan mampu membedakan warna

         Bersifat phototaxis positif vs negatif

          + : teri, layang muda, petek

         Keberadaan cahaya asosiasi ikan indikasi makanan

         Intensitas optimum - spesifik species ikan

         Distribusi vertikal harian berbagai jenis ikan

 


TYPES  OF LIGHT FISHING  IN INDONESIA

 


While, the types of light fishing in Indonesia are: lift-net (called bagan in Indonesia), purse seine, encircling gillnet, guiding barrier (called sero) and hand line ( called pancing kulit air or cigi-cigi ).

Among of these types, Bagan is the most popular for light fishing in Indonesia and it is also the true light fishing, due to it is never operated without attracting lamp 

 



There are 2 types of bagan; one is the fixed bagan in the shallower coastal area and another one is the floated bagan

And then floated bagan can be further classified into 4 types, that is: raft bagan, one-boat bagan, two-boat bagan, and engine-boat bagan

 


 

This figure shows the general fishing method of bagan, which represented by the boat bagan

The fishing operation is started by turning-on of the lamps.  Then, setting of the net is begun with lowering the net.

When the lamps have attracted enough amounts of the target species, so, the box-shaped net is ready to lifted. 

Before it is lifted, the light intensity of fishing lamps are reduced.

The net is pulled and the fish school are collected from the box-shaped net by using the long-handle scoop net.

This method is conducted repeatedly until the dawn came.

 

Jenis Lampu Pemikat di Perikanan Bagan

 


Therefore, in order to compare the output performance among the different types of light sources, the simple method to estimate the total luminous flux or lumen was examined with the Rousseau diagram analysis through the illuminance measurement by Lux-meter.

 

CONTOH PENGUKURAN CAHAYA DI UDARA

 


Pengukuran sebaran iluminasi cahaya di bawah air

 


Therefore, in order to compare the output performance among the different types of light sources, the simple method to estimate the total luminous flux or lumen was examined with the Rousseau diagram analysis through the illuminance measurement by Lux-meter.

 


CONTOH POLA SEBARAN CAHAYA DALAM AIR

LAMPU PETROMAK PADA BAGAN RAKIT

 


When the output performance of fishing lamp was clearly known, it would facilitate for optimizing the catchability of light fishing, by means of the power output arrangement of the light sources.

Thus, the output performance of kerosene lamp should be examined and compared for controlling the distribution pattern of underwater light intensity for attracting target species.

 


Contoh Pola Sebaran Cahaya Dalam Air

Lampu Mercuri 16,4 Kw Pada Bagan Rambo

(Sudirman 2003)

 




Jenis Bahan Reflektor Lampu yang Digunakan Pada Bagan Perahu

 

PERKEMBANGAN  LIGHT FISHING  DI JEPANG

 


Perkembangan penggunaan jenis-jenis cahaya pemikat ikan (fishing lamp) di Jepang

 


Sejarah Singkat Perkembangan Alat Tangkap Cumi-cumi (Squid Jigging) di Jepang

 


Penulis

Mulyono S. Baskoro

Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Ipb, Bogor, 2009

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

1 comment: