Saturday, November 2, 2019

Dampak Akuakultur (Dasar Akuakultur Atau Aquaculture)




TERDAPAT 4 KOMPONEN LIMBAH PAKAN:

Ò Uneaten feed

Ò Undigested feed

Ò Indigestible compound

Ò Excreta

 

Dampak Akuakultur

1. Budidaya Perikanan Darat

    Ini mencakup budidaya di wilayah pesisir. Dampak lingkungan 

    dr sistem budidaya ekstensif adl minimal. Namun, bila  

    intensitas operasional meningkat mk akan berdampak pd

    peningkatan potensi thd kerusakan lingkungan.

Dampak utama meliputi:

      Eutrofikasi dan sedimentasi

      Kerusakan fisik hutan habitat alami (bakau)

      Penggunaan sumber daya berlebihan - air, bahan makanan, listrik

      Efek negatif terhadap perikanan asli dan keanekaragaman hayati (genetik, spesies eksotik dan invasif)

 

Budidaya Perikanan Darat

Limbah cair dr akuakultur à eutrofikasi: masalah yg terus & msh terjadi

         Dampak dari limbah cair : tergantung pd spesies yg dibudidayakan, metode budidaya, padat tebar, komposisi pakan & pemberian pakan, kondisi hydrografi

         Akibat eutrofikasi: kebutuhan oksigen meningkat (BOD), mengurangi DO ("Titik kritis" di daerah hilir); padatan tersuspensi (kekeruhan), P, dan N meningkat

         Penurunan parameter kualitas air :kurangi kualitas habitat untuk hewan dan tanaman, misal: beban sedimen yang tinggi membunuh bakau, mempengaruhi spesies benthik; kekeruhan meningkat mempengaruhi rumput laut, terumbu karang; kebutuhan oksigen tinggi menyebabkan kondisi anaerobik dalam sedimen dengan produksi sulfida beracun, dsb

         Sumber partikel: sisa pakan dan feses dlm aliran air; perangkat dlm sistem budidaya. Misal pengolah air pd sistem resirkulasi

         Sumber N dan P: sampah pakan (sisa pakan FCR tdk efisien), feses, pernapasan, ekskresi - tergantung pada spesies dan teknik budidaya, sampai dengan 85% dari P dan 50-95% dari N yg masuk ke dlm sistem budidaya bisa hilang dalam lingkungan.

 

Dampak Akuakultur

Kerusakan habitat alam:

         Konversi hutan mangrove mjd usaha budidaya scr besar-besaran & perusakan hutan akibat konversi mjd usaha perikanan darat/air tawar telah banyak didokumentasikan.

         Di beberapa negara, isu-isu lingkungan mjd prioritas kedua dlm produksi pangan. Pentingnya habitat alami bagi pemeliharaan sumber daya alam hrs dipertimbangkan.

         Mangrove, misalnya, adalah sumber alam utama produktivitas pesisir dan pembenihan dasar (nursery ground) penting bagi banyak spesies perikanan penting

         Degradasi scr berkelanjutan dalam jangka panjang berakibat konsekuensi lingkungan dan sosial yang serius

 

Dampak Akuakultur

2. Budidaya sistem terbuka

Operasi yang menjadi perhatian utama termasuk budidaya ikan di karamba, dan perikanan dekat pantai : budidaya tiram & rumput laut. Dampak lingkungan dari operasi ini meliputi:


a. KJA (karamba)
Eutrofikasi dan sedimentasi (sulit untuk diatasi)

      Efek budidaya karamba bersifat lokal. Sampah menumpuk di bagian bawah bawah sangkar/jaring dan mempengaruhi kualitas sedimen dan biota bentik

      Ekspansi budidaya karamba yg cepat, misal upaya pengembangan dg penggunaan bahan kimia (pestisida, antibiotik), yang menambah limbah kimia yang dihasilkan

      Budaya KJA juga mempengaruhi status populasi ikan liar (pakan dan ketersediaan substrat)

 

Dampak Akuakultur

Sistem budidaya terbuka

Misal: KJA (karamba jaring apung) dan perikanan 

          dekat pantai misal budidaya kerang-kerangan   

          dan rumput laut, dll.

v Budidaya kerang-kerangan

      Struktur budidaya dpt mempengaruhi hidrografi dan sbg penyedia substrat utk epibiota lain

      Dampak pd peningkatan BOD dan nutrien di sekitar tempat/struktur budidaya

      Secara keseluruhan dampaknya hampir sama dg yg ditemui di KJA

 


Dampak Akuakultur

3. Umum (Perikanan darat dan terbuka)

         Transfer Penyakit: dr spesies budidaya ke alam atau sebaliknya

ü Patogen: obligate (butuh inang yg sesuai) dan oportunistik (setiap saat dpt berpotensi mjd patogen saat inang daya tahannya berkurang)

ü Kepadatan tinggi (budidaya intensif) sering berakibat tumbuhnya bakteri patogen oportunistik secara cepat, terutama saat ikan mengalami stress kronis

ü Perlu tindakan utk mengurangi laju transfer penyakit

         Polusi genetik dari spesies budidaya ke alam

ü Terjadinya kawin silang antara strain inbreed/sekerabat dg spesies alami/asli di alam

ü Hilangnya keanekaragaman genetik (berguna utk genotip: resistensi penyakit, steril/infertil)

 

Dampak Akuakultur

KONFLIK UMUM (General concerns Land-based and Open)

         Introduksi spesies eksotik

ü Budidaya spesies non-asli beresiko masuknya spesies eksotis ke lingkungan

ü Dampak terkait dg kompetisi sumberdaya dan pergeseran spesies asli oleh spesies introduksi, transfer penyakit, perubahan struktur tropik/rantai makanan, modifikasi habitat

         Penambahan bahan kimia

ü Chemotherapeutics (misal; antibiotik yg digunakan secara luas), vaksin, hormon, aditif makanan, disinfektan, obat cair, antifoulants (TBT), aditif utk konstruksi

         Konflik predator

ü Predasi adl. masalah sehari-hari dlm budidaya –mangsa yg banyak akan menarik pemangsa yg banyak

 

Dampak Akuakultur

 

KONFLIK UMUM (General concerns Land-based and Open)

         Konflik lainnya: Hubungan antara budidaya/akuakultur dg perikanan tangkap

ü Penurunan stok di alam dpt tjd krn adanya penangkapan benih di alam (msl: benih udang atau ikan) ditangkap utk budidaya

ü Dg menurunnya hasil tangkap, budidaya akan meningkat, kompetisi dlm harga dan kualitas produk dpt meningkat

ü Penggunaan ‘ikan rucah’ sbg sumber tepung ikan utk pakan budidaya dipandang sbg pemborosan dan tdk efisien. Tren saat ini adalah dg memakai sumber protein nabati dlm jumlah yg lbh banyak, (<100% not yet for nutritional perspective)

ü Budidaya dpt berdampak positif pd perikanan tangkap – bila produksi benih utk restocking. Namun hal ini perlu penerapan pertimbangan genetik

 

Cara Mengurangi Dampak Budidaya

Integrated wastewater treatment and aquaculture

         Akuakultur terpadu telah lama diterapkan di Asia

ü Dengan sistem yg berkelanjutan dan mnim pencemaran

ü Integrasi pengolahan limbah dan perikanan budidaya merupakan perkembangan baru

ü Semakin diakui bahwa limbah organik dalam limbah domestik tidak selalu "buruk," & dpt dapat dipertimbangkan sebagai sumber gizi

ü Teknologi untuk daur ulang limbah domestik melalui praktek-praktek pertanian (termasuk akuakultur) telah dikembangkan

ü Praktik ini dikenal sebagai “waste-fed aquaculture“ -- telah dilakukan di beberapa negara seperti Jerman (ikan mas), Hungaria (silver carp, common carp), India (beberapa carper), Vietnam (tilapias), ikan Mas Cina , Indonesia

ü Kekhawatiran tentang adanya polusi dalam air limbah harus diatasi, terutama bila limbah domestik yang dicampur dengan air limbah industri.

 



Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment