Saturday, November 2, 2019

Dasar-Dasar Akuakultur (Dasar Akuakultur Atau Aquaculture)



I. Definisi  Akuakultur

Referensi bacaan

 

ELEMENTARY GUIDE TO FISH CULTURE IN NEPAL

COMMERCIAL FISH FARMING

PRINCIPAL AND PRACTICES OF POND AQUACULTURE

PRINCIPALS OF WARMWATER AQUACULTURE

INTEGRATED FISH FARMING IN TROPICAL COUNTRIES

TEXTBOOK OF FISH CULTURE

 

Aquaculture (Akuakultur): Menurut FAO, akuakultur(Aquaculture) "diartikan pertanian organisme akuatik termasuk ikan, moluska, krustasea dan tanaman air. Pertanian menyiratkan beberapa bentuk intervensi dalam proses pemeliharaan untuk meningkatkan produksi, seperti pengaturan stok, makan, perlindungan dari predator dan lainnya. Pertanian juga menyiratkan kepemilikan individu atau perusahaan dari objek yang dibudidayakan

 

Pembudidayaan ikan adalah kegiatan untuk memelihara, membesarkan, dan/atau membiakkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol.

 

 (UU no. 31 th. 2004 tentang Perikanan)

 

      Akuakultur adl. Budidaya organisme air dlm kondisi yg terkontrol atau semi terkontrol dalam rangka mendapatkan keuntungan (profit)




ž Akuakultur – “UNDERWATER AGRICULTURE”

      Budidaya organisme air meliputi:

1.   Pengadaan/penyediaan benih

2.   Penebaran (stocking)

3.   Meningkatkan produksi makanan alami (manuring & fertilization)

4.   Pemberian makanan (artificial feeding)

5.   Pengendalian parasit dan penyakit

6.   Pemberantasan hama

7.   Harvesting

8.   Marketing , dll

 

Persyaratan jenis ikan yang dibudidaya

  Tahan terhadap lingkungan hidup baru

  Laju pertumbuhannya cukup tinggi

  Maampu berkembang biak daalam keadaan tertangkap

  Mampu menyesuaikan diri terhadap makanan buatan yg diberikan

  Dapat dibudidayakan dengan kepaadatan tinggi

  Tahan terhadap penyakit dan parasit

  Memenuhi selera konsumen

 

Jenis-jenis ikan yang dibudidaya

1.   Ikan air tawar

  Gurami (Osphyronemus gouramy)

  Mujair (Tilapia mossambica)

  Nila (Tilapia nilotica)

  Tawes (Puntius javanicus)

  Patin (Pangasius pangasius)

  Lele (Clarias batracus)

2. Ikan air payau

  Bandeng (Chanos chanos)

  Udang windu (Penaeus monodon)

3. Ikan air laut

  Kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus)

  Cakalang (Katsuwonus pelamis)

  Lobster

 

Klasifikasi budidaya


 

ž Suhu : -  Ikan perairan dingin / coldwater  fish

                  - Ikan perairan menengah / mid-range fish

                  - Ikan perairan panas / warmwater fish

ž Cara budidaya ekstensif  vs intensif



Macrophytes : tumbuhan air yang muncul dari permukaan air

ž Target produksi & kondisi lingk à “METODE MANAJEMEN”  yg dipakai. Derajat pengontrolan thdp kondisi lingkungan air kolam/tambak

ž Ekstensif à bergantung pd kondisi lingk alamiah serta produktivitas alamiah

ž Intensif à padat penebaran sgt tinggi & kualitas lingk hidup air dikontrol sgt ketat

 

MONOKULTURE VS POLYKULTUR

  Monokultur : memelihara/stocking satu species ikan dlm sebuah kolam

  Biasanya digunakan pd bddy ikan/udang scr INTENSIF

  co.: Ikan karper di kolam air deras, Nila merah di karamba (di waduk), Udang windu di tambak

  Sifat :

  Padat penebaran sgt tinggi

  Sgt tergantung pd makanan buatan

  Perlu aerasi tambahan

  Perlu pergantian & sirkulasi scr teratur

  Jenis/mcm monokultur

Ø Monosize stocking : menebar ikan dg ukuran yg sama & dipanen dg ukrn konsumsi

Ø Multi-stage stocking : menebar ikan dg ukuran yg berbeda pd kolam dg luas yg berbeda

Ø Multi-size stocking : menebar ikan dg ukuran yg berbeda pada kolam yg sama

Ø Mono-sex stocking : menebar dg jenis kelamin yg sama

Ø Double cropping : satu kolam ditebar dg dua jenis ikan pada waktu berlainan (bergantian)

Ø Polikultur : memelihara > 1 jenis species pd kolam yg sama

Ø Berasal dr China : CHINESE POLYCULTURE SYSTEM

Ø Konsep:

Ø           Menebar (stocking) bbrp spc ikan yg mempy kebiasaan makan yg berbeda atau mencari makan di daerah yg berbeda dan menempati ruanghidup yg berbeda

Ø Tujuan : meningkatkan produksi dg pemanfaatan mknan alami

Ø Keuntungan : memanfaatkan ruang & mknan yg tersedia di kolam scr maximal

Ø CHINESE CARP :

Ø Grass carp : Ctenopharyngodon idellus (koan), Menempati semua badan air & mkn “aquatic macrophytes”, bahkan tanaman air tk tinggi

Ø Silver carp : Hypothalmichthys molitrix (mola), Menempati kolom badan air & menyukai phytoplankton

Ø Bighead carp : Aristischthys nobilis, Menempati kolom badan air & menyukai  zooplankton

Ø Black carp : Molypharyngodon piceus à carnivore, Menempati dasar olam & menyukai molluska

Ø Mud carp : Cirrhinus motilorella à omnivore, Menempati dasar kolam & menyukai hwn benthos & detritus





Freshwater aquaculture vs mariculture

     Jenis budidaya dalam toleransi terhadap salinitas. Baik spc yg bsifat STENOHALINE maupun EURYHALINE  tlh berhsl di budidayakan  

    

     Ikan Euryhaline adalah Ikan yang bersifat bias mentoleransi terhadap perbedaan salinitas yang luas. Pada umumnya organisme laut yang hidupnya di daerah estuaria dengan distribusi dari laut sampai ke pusat estuaria

     salin

     Ikan Stenohaline adalah Ikan yang memiliki sifat tidak bisa bertoleransi dengan perbedaan salinitas yang luas

ž EURYHALINE : bandeng, kakap, nila merah, udang windu

ž STENOHALINE : karper, tawes, ekor kuning (yellow tail), red sea bream, kakap merah

 Jenis spesies yang beruaya pada salinitas berbeda

ž ANADROMOUS : besar & dewasa di laut, memijah di air tawar à salmon

ž CATADROMOUS : besar & dewasa di air tawar, kembali ke laut utk memijah à sidat, udang galah



  Mariculture adalah kegiatan budidaya fauna dan flora yang menggunakan air laut atau air payau sebagai sarana dan dengan kepemilikan yang jelas. Mariculture bisa berupa proses penangkaran dari flora dan fauna secara alamiah atau pengembangan flora dan fauna dengan campur tangan manusia maupun rekayasa tehnologi.

  Mariculture dilakukan karena untuk memenuhi kebutuhan komoditas yang tidak cukup tersedia secara alamiah dalam jumlah yang banyak dan berkelanjutan atau dalam rangka mencegah kepunahan species tertentu.

  Faktor penentu keberhasilan dari kegiatan Mariculture sangat dipengaruhi oleh:

  Pasar

  Infrastruktur

  Sumber Daya Manusia

  Tehnologi

  Permodalan

  Sumber Daya Alam

  Lingkungan

  Budaya

  Kebijakan pemerintah

 

Penulis

Maheno Sri Widodo

Rinda Puspasari

Dosen FPIK Universitas Brawijaya

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment