Saturday, November 2, 2019

Budidaya Rumput Laut Gracilaria Sp (Dasar Akuakultur Atau Aquaculture)



  Gracilaria merupakan jenis rumput laut  penghasil agar-agar atau bisa disebut dengan agarophyte.Gracilaria sendiri tergolong dalam kelas alga merah atau Rhodophyta.Selain gracilaria,ada jenis rumput laut penghasil agar-agar lainnya seperti Gelidium,Pterocladia dan gelidiela.


 

1.Budidaya.

  Pembudidayaannya sendiri bisa secara monokultur ataupun dibudidayakan dengan ikan udang secara polikultur.

 


Yang perlu diperhatikan!

  1.Kualitas Air

  Dasar tambak pasir berlumpur.

  Lahan tambak bebas dari limbah pencemaran

  Perairannya cukup jernih

  Memiliki salinitas atau kadar garam berkisar antara 15 hingga 30 ppt.

  Suhu air antara 20-28 derajat celcius.

  Derajat keasaman atau PH antara 6-9

 

Lanjutan...

  2.Persiapan tambak.

  Setiap petakan tambak,sebaiknya memiliki lubang sirkulasi air untuk menjaga kualitas air dalam tambak,atau dapat dibantu menggunakan pompa air.

  Pematang tambak harus kuat,rapi dan tidak bocor.

  Tambak selanjutnya diangkat lumpurnya ke atas sekitar 10 cm,kemudian tambak dikeringkan selama 3-5 hari.

  Kemudian tambahkan kapur pada dasar tambak untuk memperoleh PH optimal yang dibutuhkan.

  Kemudian air dimasukkan kedalam tambak melalui saringan yang dipasang pada lubang masuknya air dengan kedalaman 50 cm.

  Apabila masih terdapat hama,bisa ditambahkan saponin sebanyak 20 ppm.

 

  3.Persiapan bibit rumput laut.

  Bibit yang bagus dan unggul antara lain memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  Thallus elastis.

  Mempunyai banyak cabang.

  Pangkalnya lebih besar dari bagian ujung cabangnya.

  Ujung thallus berbentuk lurus.

  Warna cerah dan berbau segar,serta tidak terdapat bercak.

  Bersih dari hama,tanaman pengganggu(epifit),kotoran.

 

2.Tahapan Budidaya

  1.Persiapan dan pemeliharaan bibit.

  Tancapkan balok kayu atau bambu dengan diameter 3-5 cm sepanjang 2,0 m disetiap sudut petakan tambak untuk membentangkan tali bentang bibit gracilaria.

  Jarak antar tali rumpun yang dipasang pada tali bentang antara 15-25 cm,dengan panjang tali bentang sekitar 30-50 m.Setiap tali bentangan memuat 200-330 titik rumpun bibit.

  Ikat bibit rumput laut pada simpul-simpul tali lalu bentangkan dibawah permukaan air tambak pada kedalaman 10-20 cm.

  Bibit yang sudah terikat pada tali dibentangkan memanjang dari satu sisi tambak dengan mengikatkan pada patok-patok kayu atau bambu.

  Lakukan pembersihan kotoran dan amati pertumbuhan gracilaria setiap minggu.Dan ganti air 75% setiap minggu untuk mendapatkan kondisi optimum.

  Amati setiap pertumbuhan bibit dan tandai bibit yang pertumbuhannya bagus.

  Ambil rumpun yang telah ditandai tersebut pada akhir minggu ke III-IV.

 

Lanjutan...

  2.Pengangkutan Bibit.

  Pada saat pengangkutan,hindarkan bibit dari panas sinar matahari.

  Bibit tidak boleh terkena air tawar

  Bila bibit dingkut dari jarak jauh bisa dimasukkan ke dalam karung dan setelah sampai ditambak perlu dilakukan adaptasi dengan cara merendam bibit dengan air tambak.

 

3.Penanaman  rumput laut

  Setelah tambak siap,pilih bibit gracilaria yang masih muda,lalu petik bagian rumpun(thallus) 5-10 cm panjangnya dari ujung rumpun gracilaria.

  Tebarkan secara merata bibit rumput laut pada pagi atau sore hari.

 


4.Perawatan rumput laut.

  Jaga kebersihan tambak dari hama,serta kotoran agar gracilaria dapat tumbuh optimal.

  Lakukan pergantian air minimal 3 hari sekali.

  Lakukan pemantauan pada salinitas,suhu,PH dan kekeruhan tambak minimal 3 hari sekali

  Jika terjadi penumpukan gracilaria maka dilakukan perataan agar tidak terjadi pembusukan.

  Pemupukan dilakukan setelah gracilaria berumur 1-30 hari dengan pupuk anorganik seperti phospat sesuai dosisnya yang dibutuhkan.Selain itu bisa juga dengan pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos.

  Pemupukan dilakukan dengan melarutkan terlebih dahulu pupuk yang digunakan selanjutnya ditebar dipermukaan tambak.

 

5.Pemanenan.

  Pemanenan dilakukan setelah rumput laut berumur 45-60 hari.

  Kemudian rumput laut diangkat dari dasar tambak,lalu dicuci dengan air tambak sebelum  diangkut ke atas perahu .

  Sebaiknya pemanenan dilakukan pada pagi hari agar bisa langsung dilakukan penjemuran.

  Hindari pemanenan saat terjadi hujan karena bisa menurunkan kualitas rumput laut.

 

Lanjutan...

  1. Pengeringan

  Pengeringan dilakukan dilahan yang luas atau dipematang tambak.

  Tempat pengeringan harus bersih.Bagian bawah diberi alas seperti anyaman bambu,jaring dan lain-lain.

  Jagalah lokasi dari binatang ternak

  Penjemuran dilakukan selama 1,5 sampai 2 hari.

  Perlu dilakukan pembalikan pada rumput laut agar kering secara merata.

  Pada malam hari rumput laut sebaiknya digulung dan disimpan agar tidak terkena hujan.

  Ketika sudah kering,akan ada butir-butir garam,bersihkan butir-butir garam tersebut dengan cara dikibas-kibaskan pada saringan.

  Tingkat kekeringan antara 13-15%.

  Gracilaria yang sudah kering dipisahkan dari kotoran secara manual.

  Kualitas gracilaria kering yang baik kadar kandungan kotoran sebesar 2-4%.

 

Lanjutan...

  2.Pengepakan dan pemasaran.

  Gracilaria yang sudah disortir,kemudian dipress secara manual menggunakan tangan atau dengan mesin press lalu dikemas kedalam karung dengan berat sesuai permintaan.

  Setelah itu,rumput laut dapat dipasarkan kepada pedagang lokal atau pabrik agar-agar.

  Pengiriman gracilaria kering dapat menggunakan truk atau container dengan kondisi lantai kontainer kering dan bersih serta bebas dari bahan kimia untuk pengiriman ekspor.

 


Penulis

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Tutut Ma’rufah

Zulfa

Hendra Lesmana

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment