Thursday, November 7, 2019

Kingdom Animalia Annelida (Avertebrata)



Annelida adalah cacing dengan tubuh bersegmen, tripoblastik dengan rongga tubuh sejati (hewan selomata) dan bernapas melalui kulitnya. Terdapat sekitar 15.000 spesies annelida dengan panjang tubuh mulai dari 1 mm-3 m. Filum Annelida hidup di air tawar, air laut, dan di tanah. Umumnya annelida hidup secara bebas, meskipun ada yang bersifat parasit.


CIRI-CIRI ANNELIDA
Berbentuk gilik, memanjang, tersusun atas ruas-ruas atau segmen. Pada setiap segmen terdapat alat-alat tubuh, misalnya alat pengeluaran,alat reproduksi, dan serabut saraf. Tergolong triploblastik selomata. Tempat hidup atau habitat: di darat, di air tawar, dan di laut. Ada pula yang hidup parasit. Memiliki sistem saraf tangga tali, sistem pembuluh darah tertutup, sistem pencernaan makanan, ekskresi dan reproduksi. Bersifat hermafrodit. Cacing ini beruas-ruas yang setiap ruasnya terdapat rambut atau duri(seta), yang digunakan untuk pergerakan

KELAS POLYCHAETA

CIRI-CIRI:
Merupakan kelas annelida yang paling banyak anggotanya Hampir semuanya hidup di laut. Sebagian besar berukuran 5-10 cm,ada yang kurang dari 1 mm dan ada yang juga mencapai 3 m. Badannya beruas-ruas dan setiap ruas mempunyai parapodia dan set. Tidak mempunyai sadel(kliteum). Berada dalam bentuk atoke,yaitu hewan yang belum masak secara seksual(dewasa). Pada musim kawin, bagian tubuh tertentu membentuk gonad Pembuahannya terjadi di luar tubuh.

CONTOH POLYCHAETA
Cacing palolo, Cacing wawo, Cacing kipas, phyllodoce maculata, Trypanosyllis zebra

KELAS OLIGOCHAETA

CIRI-CIRI:
Mempunyai sedikit seta (disebut cacing berambut sedikit), Tubuhya lunak dan berlendir, Jika cacing terganggu mengeluarkan cairan selom,gunanya mempertahankan diri.

SISTEM PENCERNAAN
Sistem pencernaan terdiri dari mulut di bagian anterior, tenggorokan(faring), kerongkongan(esofagus), perut besar(ventrikulus), usus, dan lubang anus di bagian posterior.

SISTEM REPRODUKSI
Sistem reproduksi cacing tanah dengan melakukan perkawinan silang. Tanda bahwa cacing itu siap kawin, di bawah klitelum terdapat beberapa pasang tonjolan kecil yang mempunyai lubang kelamin. Kelenjar kelaminnya terletak di bawah esofagus.

SISTEM TRANSPORTASI
Cacing tanah mempunyai alat peredaran darah yang terdiri atas pembuluh darah punggung, pembuluh darah perut, dan lima pasang lengkung aorta. Lengkung aorta berfungsi sebagai jantung

SISTEM SARAF
Cacing tanah memiliki sistem syaraf sederhana namun sensitif. ganglion otak, atau otak, terhubung ke kabel saraf perut, yang menjalankan panjang tubuhnya. Pada setiap segmen, cabang segmental ganglion off dari tali saraf perut, sehingga menghubungkan setiap segmen cacing's otak. Setiap ganglion segmental harus terkoordinasi satu sama lain karena mereka harus berinteraksi dalam rangka untuk mengontrol setiap kontraksi otot di segmen yang bertanggung jawab untuk bergerak. Berkat sistem saraf responsif, cacing tanah adalah sensitif terhadap sentuhan, cahaya dari depan atau di belakang, kelembaban, bahan kimia, suhu, dan getaran (Loretto).

SISTEM EKSKRESI
Sistem ekskretoris cacing tanah terdiri dari satu pasang nephridia untuk tiap segmen. Setiap nephridium terdiri dari convolted, tubulus panjang yang dimulai dengan membuka saluran silia ke rongga selom dari anterior segmen yang berdekatan.Selom fluida dilakukan ke dalam saluran oleh pemukulan dari silia dan dikeluarkan melalui pori luar.

PERANAN CACING TANAH BAGI MANUSIA
Dapat menyuburkan tanah. Tanah hasil pencernaan cacing kaya nitrogen hasil dari metabolisme cacing. Tanah yang dihuni cacing menjadi subur dan berongga sehingga memiliki aliran udara yang baik. Cacing tanah dapat digunakan untuk makanan ternak dan ikan. Dengan beternak cacing tanah,pencemaran lingkungan dapat dikurangi.

KELAS HIRUDINEA

CIRI-CIRI HIRUDINEA:
Hidupnya di air dan ada pula yang di darat. Tubuhnya berbuku-buku, pipih, namun jika terisi darah ukurannya membesar jadi bulat gilik. Warnanya hitam kecoklatan,memiliki dua alat pengisap darah. Jika melekat dan mengisap darah,cacing ini mengeluarkan zat anestesi. Bersifat hermafrodit dan melakukan perkawinan silang Memiliki klitelum yang ada selama musim kawin.

PENULIS
M. Supradicto .
Maesa .M. P
Monika .F

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment