Monday, May 31, 2021

Tidur Selama Delapan (8) Jam Setiap Hari Sudah Tidak Relevan Atau Tidak Bagus

 


Tidur selama delapan jam setiap hari atau hampir setiap hari, sudah lama diangggap sebagai rentang waktu tidur yang ideal sebagai waktu yang diperlukan oleh tubuh manusia. Tetapi penelitian baru mengatakan, bila tidur selama itu jika dilakukan setiap hari atau hampir setiap hari, justru lebih dapat mempersingkat masa hidup. Sebuah studi yang dilakukan atas lebih dari satu juta orang yang tidur delapan jam atau lebih dalam sehari menunjukkan mereka meninggal di usia yang lebih muda dari rekan-rekan mereka yang tidur jam lebih sedikit.

 

Profesor Jim Horne dari Sleep Research Centre di University of Loughborough mengatakan bahwa mereka yang berpendapat tidur lama, itu tidak benar. Kami dapat mengkonfirmasi bahwa tidur enam atau tujuh jam satu hari sudah cukup lama. Jarak waktu atau jam tidur yang dibutuhkan oleh tubuh adalah jika Anda dalam kondisi terjaga lalu merasa ingin untuk tidur di siang hari.

 

Telah ditegaskan dalam Al Quran di banyak ayat-ayatnya saat menerangkan tentang salah satu kebiasaan orang-orang yang bertakwa:

 

(كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ * وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ)

[الذاريات: 17-18]

Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz Dzariyat : 17-18)

Seperti itu juga Allah swt memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk tidak banyak tidur, dan mengganti apa yang telah dikurangi dari waktu tidur di malam, pada waktu siang. Allah swt berfirman :

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ * قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا * نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا * أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآَنَ تَرْتِيلًا * إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا * إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا * إِنَّ لَكَ فِي اَلنَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا [المزمل: 1-7]

Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu´) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).” (QS. Al Muzzammil : 1-7)

Dalam ayat ini dijelaskan perintah untuk tidak banyak tidur di waktu malam, dan menggantikannya di waktu siang. Ini juga menegaskan apa yang telah ditemukan para peneliti saat sekarang. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa serangan jantung umumnya datang setelah pagi hari sampai terbitnya matahari. Kita jadi mengerti kenapa Nabi yang mulia itu melewati waktu paginya hingga matahari terbit, dengan berdzikir, bertasbih dan tilawah Al Quran.

Ada lagi penelitian lain yang menjelaskan bahwa bangun di tengah malam itu bermanfaat bagi kesehatan, khususnya bagi jantung. Tidur yang panjang akan merusak dan membahayakan jantung. Jantung terkadang kekurangan oksigen akibat tidur yang terlalu lama, dan karenanya para ilmuwan mengatakan: ”Bangun di malam hari, meski hanya satu kali, itu bermanfaat bagi jantung untuk memasok pasokan oksigen yang memadai dan untuk menghindari kematian mendadak.

 

Subhanallah. Ini juga telah dikonfirmasikan oleh Al-Quran dan Rasulullah saw, ketika ia bangun di malam hari untuk tafakkur terhadap penciptaan Allah swt, dan melakukan shalat malam.

Tidur di Siang hari, Sama Pentingnya dengan Tidur di Malam Hari

Para peneliti mengatakan tidur siang hari sebentar --yang disebut dalam Islam dengan istilah qailulah--  itu sangat berguna, sama seperti tidur di malam hari. Mereka mengatakan, bahwa dari perspektif perbaikan sikap dan perilaku, tidur siang berguna, sama sebagaimana tidur malam, terkait dengan fungsi kognitif seseorang. Sebuah tim peneliti dari  Universitas Lübeck, Jerman, melakukan tes diagnostik pada 52 sukarelawan. Para sukarelawan diminta untuk tidur dalam rentang waktu tertentu, tanpa membedakan waktu siang ataupun malam. Dan hasilnya, kondisi mereka sama dan tidak berbeda.

Di sini kita diingatkan kembali ingat dengan apa yang disampaikan oleh Al Quranul Karim, untuk tidur di malam dan siang hari. hari Bahkan tidur siang sebentar itu tidak kalah pentingnya sebagaimana tidur malam.

 (وَمِنْ آَيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ)

Dan di antara ayat-ayat-Nya tidur di malam hari dan siang hari.”

Ini adalah tanda keajaiban Al Qur'an sebagai kitab yang diturunkan dari Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Karena informasi ini baru bagi para ilmuwan, bahkan mereka tidak tahu pentingnya tidur siang kecuali di abad ke dua puluh satu. Sedangkan Al Quran telah menekankan pentingnya tidur malam da siang, sebagai suatu keajaiban dan tanda kekuasaaan Allah, sejak empat belas abad lalu!

Subhanallah. Apakah setelah semua fakta ini masih ada yang mengatakan bahwa Al Quran adalah karangan manusia?

 

Memori Otak Lemah, Saat Seseorang Baru Saja Bangun Tidur

Para ilmuwan Universitas Harvard melakukan penelitian terkait hubungan antara memori ingatan dan tidur. Mereka menggunakan alat scan resonansi MRI fungsional magnet, hingga mereka mendapati adanya aktivitas otak di kawasan yang spesifik. Kemudian aktifitas itu bergerak ke wilayah kedua dan begitulah seterusnya bahwa otak melakukan penataan informasi, berkoordinasi, dan menyimpan informasi sehingga mudah diambil kembali setelah seseorang bangun dari tidur. Namun studi selanjutnya menunjukkan bahwa fokus otak seseorang ada pada tahap minimum ketika ia baru saja bangun tidur. Dibutuhkan waktu antara 15-30 menit untuk dapat mengembalikan kemampuan pikiran. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar seseorang segera setelah bangun tidur melakukan beberapa latihan ringan untuk memulihkan aktivitas otak.

Di sini, kita juga bisa memahami mengapa Nabi saw banyak mengingat Allah langsung setelah bangun dari tidur. Beliau kemudian berwudhu, berdo’a, lalu shalat. Jadi beliau menggunakan bagian waktunya setelah tidur untuk berdo’a dan berdzikir, sebelum melakukan aktifitas lain atau menentukan keputusan. Jika kita kaji pandangan para ilmuwan dewasa ini, mereka menegaskan bahwa memori manusia berada pada posisi terendah setelah baru saja bangun dari tidur. 

Para peneliti memperingatkan dokter yang berjaga malam, juga petugas pemadam kebakaran dan pekerja di malam hari yang pekerjaannya membutuhkan pengambilan keputusan penting setelah bangun. Disarankan mereka untuk tidak mengambil keputusan atau tidak mengambil tindakan apapun sampai setelah seperempat jam setelah bangun tidur.

Itu sebabnya Allah swt berfirman:

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

  [الزمر: 42]

Ayat ini menjelaskan tentang pentingnya tidur dan kaitan antara tidur dengan mati. Karena itu, kita harus perhatikan kondisi tidur kita, dengan berdzikir kepada Allah swt sebelum tidur dan setelah bangun dari tidur. Bercermin pada apa yang dilakukan Rasulullah saw.

Apa Pelajaran yang Kita Petik dari Studi ini?

1. Jangan terlalu banyak tidur, dan bangunlah di saat shalat subuh. Ini akan menambah kekuatan jantung dan meningkatkan kesehatan serta menambah kegairahan untuk beraktifitas. Gantilah sebagian kekurangan tidur kita di waktu malam dengan tidur sejenak di waktu siang.

2. Manfaatkan waktu tidur kita dengan mendengarkan tilawah Al Qur'an murattal. otak akan bekerja menyimpan ayat-ayat yang dibacakan itu saat kita tidur. Ini adalah slah satu cara untuk membantu kita menghafal Kitabullah. Saya menerapkan cara ini dan saya telah mampu menghafal Al Quran tanpa kesulitan yang berarti. Alhamdulillah.

3. Hal pertama yang harus dilakukan setelah bangun langsung adalah berdo’a sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah saw,

الحمد لله الذي أحيانا بعدما أماتنا وإليه النشور

Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nyalah kami dikumpulkan

Lalu berwudhulah, shalat dan bacalah Al Quranul karim selama sekitar 15 menit minimal. Aktifitas seperti ini akan menambah kemampuan kita untuk bisa tepat mengambil keputusan penting dalam hidup.

Akhirnya, saya memohon kepada Allah swt agar mengokohkan kita di atas kebenaran ini. Menjadikan seluruh kemukjizatan ini sebagai sarana yang bisa meyakinkan hati siapapun yang ragu terhadap hakikat Islam. Agar mereka mengetahui kemuliaan agama ini. Agar mereka tahu kasih sayang yang telah dibawa Rasulullah saw.

Saya tutup artikel ini, dengan firman Allah swt:

 (وَمِنْ آَيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ) [الروم: 23]

 

Penulis

Abduldaem Al-Kaheel

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

AbduldaemAlKaheel.2021.http://kaheel7.com/id/index.php?option=com_content&view=article&id=169:sedikit-tidur-itu-lebih-baik&catid=39:rahasia-al-quran-dan-al-sunnah&Itemid=58. Diakses pada tanggal 1 Juni 2021.

Ikan Kerapu, Kerapu Macan Atau Blue and Brownmarbled Grouper (Epinephelus fuscoguttatus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Kerapu, Kerapu Macan Atau Blue and Brownmarbled Grouper (Epinephelus fuscoguttatus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Serranidae, Hidup di Terumbu karang dan berbatu, kedalaman 0–60 m; kepala kokoh, 11 duri sirip punggung, sirip ekor membulat, 52–58 sisik gurat sisi, coklat kekuningan seperti marmer dengan 5 baris tidak teratur seperti patahan bunga, kepala tertutup padat oleh bintik-bintik gelap coklat kecil; Indo–Pasifik Barat; sampai 100 cm.

 

Grouper, Tiger or Blue and Brown Marbled Grouper (Epinephelus fuscoguttatus); Morphology, Habitat, Characteristics, Classification

Enter the Serranidae family, Live on Coral and rocky reefs, to 60 m depth; head robust, 11 dorsal-fin spines, caudal fin rounded, 52–58 lateral-line scales, marbled yellowish brown with 5 irregular broken flower-like bars, head densely covered with many small dark-brown spots; Indo–W. Pacific; to 100 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Sunday, May 30, 2021

Ikan Kerapu, Geurape Kuneng Atau Blue and Yellow Grouper (Epinephelus flavocaeruleus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Kerapu, Geurape Kuneng Atau Blue and Yellow Grouper (Epinephelus flavocaeruleus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Serranidae, Hidup di Terumbu karang dalam, kedalaman 0–150 m; sirip punggung dengan 11 duri dan 15–17 jari lunak, sirip ekor tegak lurus atau emarginate tunggal, membran antara duri sirip punggung tidak terlalu berkelar, biru tua atau abu-abu, sirip dan bibir atas kuning terang, umumnya ujung sirip hitam; Samudera Hindia; sampai 80 cm.

 

Grouper Fish, Geurape Kuneng or Blue and Yellow Grouper (Epinephelus flavocaeruleus); Morphology, Habitat, Characteristics, Classification

Enter the Serranidae family, Live on Deep coral reefs, to 150 m depth; dorsal fin with 11 spines and 15–17 soft rays, caudal fin truncate or emarginate, membranes between dorsal-fin spines not deeply incised, dark blue or greyish, fins and upper lip bright yellow, most fins black tipped; Indian Ocean; to 80 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Saturday, May 29, 2021

Ikan Kerapu Atau Indian Grouper (Epinephelus faveatus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Kerapu Atau Indian Grouper (Epinephelus faveatus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Serranidae, Hidup di Terumbu karang dan berbatu, kedalaman 0–30 m; sirip punggung dengan 11 duri dan 16–18 jari lunak, sirip ekor membulat, 48–52 sisik gurat sisi, seluruhnya tertutup jaringan bintik-bintik kecoklatan berjarak rapat berukuran tidak sama, sirip kebanyakan kekuningan di antara bintik-bintik; Samudera Hindia; sampai 32 cm.

 

Grouper or Indian Grouper (Epinephelus faveatus); Morphology, Habitat, Characteristics, Classification

Enter the Serranidae family, Live on Coral and rocky reefs, to 30 m depth; dorsal fin with 11 spines and 16–18 soft rays, caudal fin rounded, 48–52 lateral-line scales, entirely covered with a network of close-set brownish spots of unequal size, most fins yellowish between spots; Indian Ocean; to 32 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Friday, May 28, 2021

Ikan Kerapu, Sunu Karet Atau Blacktip Grouper (Epinephelus fasciatus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Kerapu, Sunu Karet Atau Blacktip Grouper (Epinephelus fasciatus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Serranidae, Hidup di Terumbu karang dan berbatu, kedalaman 0–160 m; sirip punggung dengan 11 duri dan 15–17 jari lunak, sirip ekor membulat, tubuh merah muda pucat sampai kuning kehijauan (umumnya kemerahan saat mati) dengan 5 atau 6 baris kemerahan gelap, ujung lapisan sirip punggung hitam berduri; Indo–Pasifik Barat; sampai 36 cm.

 

Grouper, Rubber Sunu or Blacktip Grouper (Epinephelus fasciatus); Morphology, Habitat, Characteristics, Classification

Enter the Serranidae family, Live on Coral and rocky reefs, to 160 m depth; dorsal fin with 11 spines and 15–17 soft rays, caudal fin rounded, body pale pinkish to greenish yellow (often reddish on death) with 5 or 6 darker reddish bars, tips of membranes of spinous dorsal fin black; Indo–W. Pacific; to 36 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Thursday, May 27, 2021

Ikan Kerapu, Kerong-kerong Atau Dotted Grouper (Epinephelus epistictus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Kerapu, Kerong-kerong Atau Dotted Grouper (Epinephelus epistictus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Serranidae, Hidup di Dasar bersubstrat lunak dan berbatu, 70–290 m; sirip punggung dengan 11 duri dan 14 atau 15 jari lunak, mirip dengan 51.33 tetapi berbeda karena memiliki bintik-bintik hitam kecil tersebar pada tubuh dan garis hitam tunggal samar membentang dari mata ke tepi tutup insang (sering lebih); Indo–Pasifik Barat; sampai 80 cm.

 

Grouper, Kerong-Kerong or Dotted Grouper (Epinephelus epistictus); Morphology, Habitat, Characteristics, Classification

Enter the Serranidae family, Live on Soft and rocky bottoms, 70–290 m depth; dorsal fin with 11 spines and 14 or 15 soft rays, similar to 51.33 but differs in having small dark spots scattered on body, and a single faint dark stripe extending from eye to edge of operculum (often beyond); Indo–W. Pacific; to 80 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Wednesday, May 26, 2021

Ikan Kerapu, Lumpur Cina, Geurape Bungong Kala Atau Speckled Grouper (Epinephelus cyanopodus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Kerapu, Lumpur Cina, Geurape Bungong Kala Atau Speckled Grouper (Epinephelus cyanopodus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Serranidae, Hidup di Terumbu karang, kedalaman 0–150 m; tubuh lebar, sirip punggung dengan 11 duri dan 16 atau 17 jari lunak, sirip ekor tegak lurus, lapisan sirip punggung sedikit berkelar, dewasa abu-abu kebiruan pucat dengan banyak bintik dan garis hitam tidak teratur (kebanyakan kecil); Pasifik Barat; sampai 100 cm.

 

Grouper Fish, Chinese Mud, Geurape Bungong Kala or Speckled Grouper (Epinephelus cyanopodus); Morphology, Habitat, Characteristics, Classification

Enter the Serranidae family, Live on Coral reefs, to 150 m depth; deep-bodied, dorsal fin with 11 spines and 16 or 17 soft rays, caudal fin truncate, membranes of spinous dorsal fin barely incised, adults pale bluish grey with numerous irregular black spots and streaks (mostly small); W. Pacific; to 100 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Tuesday, May 25, 2021

Ikan Kerapu Macan, Kerapu Belosoh Atau Coral Grouper (Epinephelus corallicola); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Kerapu Macan, Kerapu Belosoh Atau Coral Grouper (Epinephelus corallicola); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Serranidae, Hidup di Muara sungai dan karang berlumpur, kedalaman 0–30 m; 11 duri sirip punggung, sirip ekor membulat, bagian atas kepala hampir rata, keabu-abuan dengan bintik-bintik hitam tersebar rata (lebih kecil dari pupil), beberapa bercak gelap samar di sepanjang dasar sirip punggung bagian belakang; Pasifik Barat; sampai 49 cm.

 

Tiger Grouper, Belosoh Grouper or Coral Grouper (Epinephelus corallicola); Morphology, Habitat, Characteristics, Classification

Masuk kedalam famili Serranidae, Hidup di Estuaries and silty reefs, to 30 m depth; 11 dorsal-fin spines, caudal fin rounded, dorsal profile of head almost straight, greyish with well-separated black spots (smaller than pupil), several faint dark blotches along posterior base of dorsal fin; W. Pacific; to 49 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Monday, May 24, 2021

Ikan Kerapu, Geurape Kuneng Atau Orangespotted Grouper (Epinephelus coioides); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Kerapu, Geurape Kuneng Atau Orangespotted Grouper (Epinephelus coioides); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Serranidae, Hidup di Muara sungai dan lepas pantai, kedalaman 0–100 m; 11 duri sirip punggung, sirip ekor membulat, 58–65 sisik gurat sisi, kepala dan tubuh pucat bercoreng coklat dengan banyak bintik kecil oranye-coklat, umumnya sirip berbintik, tubuh dengan 5 baris mencuat gelap samar; Indo–Pasifik Barat; sampai 95 cm.

 

Grouper Fish, Geurape Kuneng or Orangespotted Grouper (Epinephelus coioides); Morphology, Habitat, Characteristics, Classification

Enter the Serranidae family, Live on Estuaries and offshore, to 100 m depth; 11 dorsal-fin spines, caudal fin rounded, 58–65 lateral-line scales, head and body pale mottled brown with many small orange–brown spots, most fins similarly spotted, body with 5 faint oblique dark bars; Indo–W. Pacific; to 95 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Sunday, May 23, 2021

Ikan Kerapu, Geurape Karet Atau Whitespotted Grouper (Epinephelus coeruleopunctatus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Kerapu, Geurape Karet Atau Whitespotted Grouper (Epinephelus coeruleopunctatus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Serranidae, Hidup di Terumbu karang, biasanya dekat gua, kedalaman 0–65 m; sirip punggung dengan 11 duri dan 15–17 jari lunak, sirip ekor membulat, coklat keabu-abuan ditutupi bintik-bintik pucat atau bercak lebih besar, garis hitam di atas mulut, sirip dada dan ekor sebagian besar abu-abu tua; Indo–Pasifik Barat; sampai 76 cm.

 

Grouper Fish, Rubber Geurape or Whitespotted Grouper (Epinephelus coeruleopunctatus); Morphology, Habitat, Characteristics, Classification

Enter the Serranidae family, Live on Coral reefs, usually near caves, to 65 m depth; dorsal fin with 11 spines and 15–17 soft rays, caudal fin rounded, greyish brown with dense covering of pale spots and larger blotches, black stripe over mouth, pectoral and caudal fins mostly darker grey; Indo–W. Pacific; to 76 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Saturday, May 22, 2021

Ikan Kerapu, Babunjai Atau Bleeker’s Grouper (Epinephelus bleekeri); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Kerapu, Babunjai Atau Bleeker’s Grouper (Epinephelus bleekeri); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Serranidae, Hidup di Terumbu berbatu, kedalaman 1–50 m; sirip punggung dengan 11 duri dan 16–18 jari lunak, sirip ekor agak bulat, mirip dengan 51.22 tetapi berbeda karena memiliki bintik pada sepertiga sirip ekor dan dua pertiga bagian bawahnya kehitaman, dubur dan sepasang sirip tanpa bintik; Indo–Pasifik Barat; sampai 76 cm.

 

Grouper, Babunjai or Bleeker's Grouper (Epinephelus bleekeri); Morphology, Habitat, Characteristics, Classification

Enter the Serranidae family, Live on Rocky reefs, 1–50 m depth; dorsal fin with 11 spines and 16–18 soft rays, caudal fin slightly rounded, similar to 51.22 but differs in having upper third of caudal fin spotted and lower two-thirds uniformly dusky, and anal and paired fins not spotted; Indo–W. Pacific; to 76 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Friday, May 21, 2021

Ikan Kerapu Macan, Gerape Bandi Atau Areolate Grouper (Epinephelus areolatus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Kerapu Macan, Gerape Bandi Atau Areolate Grouper (Epinephelus areolatus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Serranidae, Hidup di Dasar lunak dekat terumbu, 0–200 m; sirip punggung terdapat 11 duri dan 15–17 jari lunak, sirip ekor tegak lurus, 47–52 sisik gurat sisi, seluruhnya tertutup dengan bintik-bintik coklat kekuningan yang tersusun rapat (kira-kira seukuran pupil mata), sirip ekor terlihat berbintik merata; Indo–Pasifik Barat; sampai 40 cm.

 

Tiger Grouper Fish, Gerape Bandi or Areolate Grouper (Epinephelus areolatus); Morphology, Habitat, Characteristics, Classification

Enter the Serranidae family, Live on Soft bottoms near reefs, to 200 m depth; dorsal fin with 11 spines and 15–17 soft rays, caudal fin truncate, 47–52 lateral-line scales, entirely covered with close-set yellowish brown spots (about size of pupil of eye), caudal fin uniformly spotted; Indo–W. Pacific; to 40 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Thursday, May 20, 2021

Ikan Kerapu Lumpur Atau Banded Grouper (Epinephelus amblycephalus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Kerapu Lumpur Atau Banded Grouper (Epinephelus amblycephalus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Serranidae, Hidup di Terumbu karang dalam, kedalaman 80–130 m; 11duri sirip punggung, sirip ekor bulat, tubuh pucat coklat hingga keputihan dengan 5 baris coklat gelap, pelana coklat tua pada tengkuk dan dua baris gelap mencuat di kepala, bintik-bintik hitam kecil di sepanjang tepi garis, sirip tanpa bintik; Indo–Pasifik Barat; sampai 50 cm.

 

Mud Grouper or Band Grouper (Epinephelus amblycephalus); Morphology, Habitat, Characteristics, Classification

Enter the Serranidae family, Live on Deep coral reefs, 80–130 m depth; 11 dorsal-fin spines, caudal fin rounded, body pale brown to whitish with 5 dark brownish bars, dark-brown saddle on nape and 2 oblique dark bars on head, small black spots along edges of most bars, fins not spotted; Indo–W. Pacific; to 50 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Wednesday, May 19, 2021

Ikan Sabun Atau Doublebanded Soapfish (Diploprion bifasciatum); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi



Ikan Sabun Atau Doublebanded Soapfish (Diploprion bifasciatum); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Serranidae, Hidup di Terumbu karang, kedalaman 0–50 m; tubuh lebar dan sangat pipih, sirip punggung dengan 8 duri dan 14–16 jari lunak, kepala dan badan kuning dengan baris kehitaman melalui mata dan baris gelap lebih luas di tengah tubuh, sirip punggung pertama gelap, sirip lainnya kekuningan; Indo–Pasifik Barat; sampai 25 cm.

 

Soap Fish or Double Soap Fish (Diploprion bifasciatum); Morphology, Habitat, Characteristics, Classification

Enter the Serranidae family, Live on Coral reefs, to 50 m depth; body deep and very compressed, dorsal fin with 8 spines and 14–16 soft rays, head and body yellow with a blackish bar through eye and a broader dark bar on middle of body, 1st dorsal fin dark, other fins yellowish; Indo–W. Pacific; to 25 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Tuesday, May 18, 2021

Ikan Keyapu, Kerapu Tikus, Kko, Kerapu Bebek Atau Humpback Grouper (Chromileptes altivelis); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Keyapu, Kerapu Tikus, Kko, Kerapu Bebek Atau Humpback Grouper (Chromileptes altivelis); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Serranidae, Hidup di Terumbu karang dan tide pools, kedalaman 0–40 m; tubuh lebar, bentuk kepala sangat cekung, 10 duri sirip punggung, sirip ekor bulat, lubang hidung belakang seperti celah, coklat kehijauan pucat dengan bintik hitam kecil tersebar di kepala, tubuh dan sirip; Pasifik Tengah Barat; sampai 70 cm.

 

Keyapu, Rat Grouper, Kko, Grouper Duck or Humpback Grouper (Chromileptes altivelis); Morphology, Habitat, Characteristics, Classification

Enter the Serranidae family, Live on Coral reefs and tide pools, to 40 m depth; body deep, dorsal profile of head strongly concave, 10 dorsal-fin spines, caudal fin rounded, posterior nostril slit-like, pale greenish brown with widely spaced small black spots on head, body and fins; W. Central Pacific; to 70 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Monday, May 17, 2021

Ikan Keyapu Atau Arafura Perchlet (Chelidoperca pleurospilus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Keyapu Atau Arafura Perchlet (Chelidoperca pleurospilus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Serranidae, Hidup di Terumbu karang dalam; tubuh memanjang, mata besar dan dorsolateral, rahang bawah menonjol, sirip punggung dengan 10 duri dan 9 atau 10 jari lunak, maksila tidak bersisik, tubuh oranye sampai merah muda dengan 5 baris hitam pendek di sisi dan serangkaian baris putih di bagian perut; Pasifik Barat; sampai 16 cm.

 

Keyapu or Arafura Perchlet Fish (Chelidoperca pleurospilus); Morphology, Habitat, Characteristics, Classification

Enter the Serranidae family, Live on Deep coral reefs; body elongate, eyes large and dorsolateral, lower jaw projecting, dorsal fin with 10 spines and 9 or 10 soft rays, maxilla not scaled, body orange to pink with 5 short dark streaks on side and a series of white bars ventrally; W. Pacific; to 16 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Sunday, May 16, 2021

Ikan Keyapu, Kerapu Atau Darkfin Grouper (Cephalopholis urodeta); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi



Ikan Keyapu, Kerapu Atau Darkfin Grouper (Cephalopholis urodeta); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Serranidae, Hidup di Terumbu karang, kedalaman 0–60 m; 9 duri sirip punggung, sirip ekor membulat, 9 jari lunak sirip dubur, 54–68 sisik gurat sisi, cokelat kemerahan tua terkadang dengan bintik-bintik samar dan/atau garis-garis gelap, 2 garis putih pada sirip ekor yang menyatu di bagian belakang; Indo–Pasifik Barat; sampai 28 cm.

 

Keyapu, Grouper or Darkfin Grouper (Cephalopholis urodeta); Morphology, Habitat, Characteristics, Classification

Enter the Serranidae family, Live on Coral reefs, to 60 m depth; 9 dorsal-fin spines, caudal fin rounded, 9 soft anal-fin rays, 54–68 lateral-line scales, dark reddish brown sometimes with faint spots and/or dark bars, 2 white lines on caudal fin that converge posteriorly; Indo–W. Pacific; to 28 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.