Friday, October 9, 2020

Bentos Atau Benthos; Definisi, Ciri-Ciri, Jenis, Peranan di Perairan Kelimpahan + Rumus

 


Definisi Bentos Atau Benthos

Bentos merupakan organisme air yang hidup pada substrat dasar suatu perairan, baik yang bersifat sesil (melekat) maupun vagil (bergerak bebas). Berdasarkan siklus hidupnya bentos dapat di bagi menjadi holobentos, yaitu kelompok bentos yang seluruh siklus hidupnya bersifat bentos. Merobentos, yaitu kelompok bentos yang hanya bersifat bentos pada fase- fase tertentu dari siklus hidupnya. Berdasarkan sifat hidupnya , bentos di bedakan antara lain fitobentos, yaitu organisme bentos yang bersifat tumbuhan. Zoobentos, yaitu organisme bentos yang bersifat hewan (Simarmata, 2014).

 

Kawasan estuaria khususnya pada ekosistem mangrove sangat kompleks dengan kehidupan biota – biota yang hidup pada dasar sedimen, diantaranya adalah makrobenthos sebagai grup hewan bentik yang mempunyai ciri atau sifat khas yang dikenal sebagai komunitas dasar dengan kondisi lingkungan hidup yang lebih spesifik. Contohnya pada substrat berpasir, lingkungan ini lebih didominasi oleh hewan seperti molluska, bivalvia dan lain – lain. Makrobenthos merupakan organisme yang hidup melata, menempel, memendam baik di dasar perairan maupun di permukaan perairan (Marpaung,2013).

 

Ciri-Ciri Bentos Atau Benthos

Menurut Nurcahyanto (2012), ciri ciri yang dimiliki oleh organisme benthos adalah hidup pada permukaan atau di dalam substrat dasar perairan yang meliputi organisme nabati (fitobenthos)  dan  organisme  hewani  (zoobenthos). Benthos  hidup  di  lingkungan  yang  dipengaruhi  eutrofikasi, polusi, kegiatan perikanan,  dan substrat. Komposisi benthos sangat  dipengaruhi  oleh  karakteristik  substrat. Substrat  keras cenderung didominasi  oleh  benthos  yang  hidup  di  permukaan,  sedangkan  substrat  halus  didominasi oleh benthos penggali.

 

Menurut Sinyo dan Idris (2013),  benthos hidup di dasar  perairan  dan  mendiami  kedalaman tertentu. organisme  bentos mendiami  daerah intertidal dengan kedalaman yang bervariasi. Suhu  perairan yang cocok untuk kehidupan organisme di laut yakni terutama organisme benthos yaitu antara  27-370C. Organisme  bentos  umumnya memerlukan  pH antara  6,5-8,5  untuk  kelangsungan  hidup  dan reproduksi.

 

Peranan Bentos Atau Benthos di Perairan

Menurut Putra et.al (2014), Bentos mempunyai peranan penting dalam ekosistem suatu perairan. Salah satunya sebagai komponen dalam rantai makanan yakni sebagai konsumen pertama dan kedua, atau sebagai sumber makanan dari level trofik yang lebih tinggi seperti ikan. Selain itu obentos dapat membantu proses awal dekomposisi material organik di dasar perairan yang dapat mengubah material organik berukuran besar menjadi potongan yang lebih kecil sehingga mikroba lebih mudah untuk menguraikannya.

 

Menurut Ul Rochmana (2015), Makrozoobentos memegang beberapa peran penting di suatu perairan seperti dalam proses mineralisasi material organik yang memasuki perairan. Dan keberadaan makrozoobentos merupakan komponen biotik pada ekosistem perairan yang berpotensi mengindikasikan kondisi fisik, kimia dan biologi suatu perairan, sehingga digunakan sebagai indikator kualitas air. Status kualitas air adalah tingkat kondisi kualitas air yang menunjukkan kondisi cemar atau kondisi baik pada suatu sumber air dalam waktu tertentu dengan membandingkan dengan baku mutu air yang ditetapkan.

Jenis Bentos Atau Benthos di Perairan + Gambar

Menurut Wibisono (2015) dalam Nugraheni (2011), organisme benthos dapat dibagi menjadi 3 kelompok menurut ukuran tubuhnya. Pertama makrobenthos, organisme ini berukuran antara 0,2-2,0 mm yang hanya bisa tertahan dalam saringan berukuran tersebut. Kedua meiobenthos, organisme ini dapat tertahan pada sringan dengan ukuran 0,04-0,1 mm. Yang terakhir adalah mikrobenthos yaitu organisme benthos paling kecil yang hanya dapat lolos pada sringan berukuran kurang dari 0,04 mm.

 

Menurut Habeba et al. (2012) dalam Shoalihat (2015), terdapat berbagai macam benthos, salah satunya adalah makrobenthos. Makrobenthos sangat berperan penting dalam bioindikator dalam perairan. Beberapa jenis makrobenthos yang sering digunakan adalah Ephemeroptera, Plecoptera dan Trichoptera (EPT). Kelompok serangga ini sering digunakan karena sifatnya realtif menetap atau berpindah pindah dan sering dijumpai pada perairan.

 

 

(Campbell, 2004)

 

Kelimpahan Bentos Atau Benthos + Rumus

Menurut Jaspe et al. (2011) dalam Budihastuti (2015), komposisi dan kelimpahan jenis bentos dalam tambak merupakan faktor penting dalam kegiatan budidaya. Semakin beragam dan berlimpah jenis bentos yang ditemukan, maka daya dukungnya terhadap kegiatan budidaya akan semakin baik. Hal ini dikarenakan bentos merupakan pakan alami bagi kultivan budidaya seperti udang dan ikan. Pengamatan bentos dilakukan dengan pengumpulan sampel dan kemudian dianalisis di laboratorium. Pengamatan meliputi jenis bentos dan kelimpahan bentos. Analisis dilakukan untuk mengetahui indeks keanekaragaman dan indeks keseragaman bentos. Formulasi analisis data tersebut adalah sebagai berikut:

 


Dimana:

H’      = indeks keanekaragaman

ni       = kelimpahan spesies i

N       = kelimpahan seluruh spesies.   


 
                 



Dimana:

e       = indeks keseragaman

H’      = indeks keanekaragaman

S       = jumlah spesies

         

Menurut Pagora et al. (2015), kepadatan bentos dapat dihitung menggunakan rumus :

 


Keterangan :

K = Kepadatan benthos (ind/m2)

a = jumlah bentos

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

 

Daftar Pustaka

Budihastuti, R. 2015. Variasi periodik komposisi bentos pada tambak Wanamina dengan jenis mangrove berbeda. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah. 13(2): 135-142.

Marpaung, A. A. F. 2013. Keanekaragaman makrozoobenthos di ekosistem mangrove silvofishery dan mangrove alami kawasan ekowisata pantai Boe Kecamatan Galesong kabupaten Takalar. Skipsi. Universitas Hassanudin Makassar.

Nugraheni, A. D. 2011. Hubungan antara distribusi ikan demersal, makrozoobenthos dan subtrat di perairan Selat Malaka. Skripsi. Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan FPIK. IPB. Bogor.

Nurcahyanto, A. 2012. Komunitas benthos di Selat Bali bagian selatan. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. IPB: Bogor.

Pagora, H., Ghitarina dan D. Udayana. 2015. Kualitas plankton pada kolam pasca tambang batu bara yang dimanfaatkan untuk budidaya perairan. Zira’ah. 40(2) : 108-113.

Putra, H., Izmiarti dan Afrizal. 2014. Komunitas makrozoobentos di sungai Batang Ombilin Sumatera Barat. Jurnal Biologi Universitas Andalas. 3(3) : 175-182.

Simarmata, M. 2014. Keanekaragaman makrozoobentos di aliran sumber air panas sipoholon kecamatan Sipoholon kabupaten Tapanuli Utara. Skripsi. Progam studi Sarjana Biologi Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sumatra Utara. 53 hlm.

Sinyo, Y. dan J. Idris. 2013. Studi kepadatan dan kenekaragaman jenis organisme bentos pada daerah Padang Lamun di perairan pantai kelurahan Kastela kecamatan pulau Ternate. Jurnal Bioedukasi. 2(1): 154-162.

Ul Rochmana, A. 2015. Keanekaragaman makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas perairan di sungai Kaliputih kabupaten Jember dan pemanfaatannya sebagai buku nonteks. Skripsi : Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan pendidikan Mipa Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Jember.

No comments:

Post a Comment