Wednesday, June 24, 2020

Stauroneis Adalah; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Stauroneis adalah fitoplankton yang termasuk kingdom Chromista kelas Bacillariophyceae.

KLASIFIKASI STAURONEIS      
Kingdom : chromista
Phylum : Ochrophyta
Class : Bacillariophyceae
Ordo : Naviculales
Family : stauroneidaceae
Genus :Stauroneis
Spesies :Stauroneis acuta

MORFOLOGI STAURONEIS      
Ditemukan dalam sel tunggal atau koloni digaris katub dapat ellips atau linier dengan bulat kutub terbuka. Permukaan katub datar dengan dua rusuk longitudinal dan bagian tengah membentuk sebuah pusat menebal nodul yang dapat muncul dalam bentuk menyerupai dasi kupu-kupu. Dalam beberapa sel striations yang terlihat dan bentuk staurus dipusat sel.

Leghth range :121-175µm
width range: 21-29µm
striae in 10µm : 12-15

HABITAT STAURONEIS
Ditemukan padaair tawar dan air laut.

CIRI-CIRI STAURONEIS    
a. Dinding sel terdiri dari silikat dan sel terdiri dari 2 bagian yaitu atas dan bawah dimana bentuk pinggirnya seperti bentuk sisir
b. Makanan cadangan berupa karbohidrat dalam bentuk leucosin dan lemak dalam bentuk minyak
c. Tersusun dari pigmen carotine dan xanthophyl yang keduanya berwarna kuning , oleh karena itu algae ini dikenal dengan nama algae kuning.
d. Sel generatif berflagel dengan panjang dan bentuk yang tidak selalu sama, karena itu flagel chrysophytaini juga disebut heterokontae, yaitu mempunyai flagel yang tidak sama panjangnya

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEANEKARAGAMAN FITOPLANKTON ADALAH:

1. Cahaya
Fitoplankton menggunakan cahaya untuk fotosintesis.  Laju fotosintesis akan tinggi bila intensitas cahaya tinggi dan menurun bila intensitas cahaya berkurang. Kelimpahan fitoplankton dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan suhu.  Intensitas cahaya yang terlalu kuat dan suhu yang terlalu tinggi akan merusak enzim fito-oksidatif fitoplankton akibatnya fitoplankton yang tidak tahan akan mati.

2. Kelimpahan Zooplankton
Fitoplankton adalah sumber pakan alami bagi zooplankton.  Dalam suatu ekosistem yang stabil biasanya fitoplankton tersedia dalam jumlah yang melimpah dibandingkan  zooplankton sehingga apabila terjadi booming oleh zooplankton maka keseimbangan ekosistem tetap terkendali. Penurunan kelimpahan fitoplankton akan sangat drastis apabila kelimpahan zooplankton tinggi.

3. Nutrien
Keberadaan fitoplankton berkaitan erat dengan nutrien yang tersedia, terutama karbon, nitrogen, phosfor, dan kalium, serta silica untuk kelompok diatom.

a. Karbon
Sumber karbon yang dapat dimanfaatkan fitoplankton sebagian besar  adalah karbon anorganik  dalam bentuk CO2 dan bicarbonat. CO2 di perairan tambak berasal dari difusi dari udara dan proses respirasi organisme heterotrof dan dekomposer  (bakteri pengurai) maka biasanya CO2 tersedia dalam konsentrasi yang mencukupi dan bukan sebagai faktor pembatas bagi pertumbuhan fitoplankton. Karbon anorganik tersebut akan diubah menjadi karbohidrat dalam proses fotosintesis.

b. Nitrogen dan Phosphor
Nitrogen dan Phosphor merupakan faktor pembatas bagi pertumbuhan fitoplankton. Jenis nitrogen yang dapat dimanfaatkan secara langsung adalah ammonia bebas (NH3) dan nitrat (NO3-) sedangkan bentuk phosphor adalah ortophosphate (HPO4-).

c. Kalium dan Silica
Kalium dan Silica merupakan nutrien yang banyak dimanfaatkan oleh fitoplankton jenis Bacillariophyceae (diatom) sebagai salah satu sumber elemen untuk membentuk komposisi frustula pada lapisan sel Bacillariophyceae dalam proses assimilasi.

PENULIS
Nifta Idza Nur Alfi
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2014

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Gambarstauroneishttp://Protist.I.Hosei.Ac.Jp/PDB/Images/Heterokontophyta/Raphidineae/Stauroneis/Sp_02b.Html

No comments:

Post a Comment