Monday, June 8, 2020

Penium Margaritaceum Adalah; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Penium margaritaceum adalah organisme model bersel baru dan berharga untuk mempelajari struktur dinding sel tanaman dan dinamika perkembangan. Charophyte ini memiliki komposisi dinding sel sangat mirip dengan dinding sel primer dari banyak tanaman yang lebih tinggi dan zona inklusif yang jelas mengandung polimer tertentu. Penium memiliki fenotip silindris sederhana dengan wilayah berbeda dari sintesis dinding terfokus. Polimer spesifik, terutama pektin, dapat diidentifikasi menggunakan antibodi monoklonal yang ditumbuhkan terhadap polimer dari dinding sel tanaman yang lebih tinggi. Pelabelan berbasis imunofluoresensi mudah dilakukan dengan menggunakan sel hidup yang selanjutnya dapat dikembalikan ke kultur dan dipantau. Fitur ini memungkinkan penilaian cepat tingkat ekspansi dinding dan identifikasi beberapa jenis polimer dalam mikroarsitektur dinding selama siklus sel. Cryofixation dengan cara pembekuan semprot memberikan pencitraan mikroskop elektron transmisi yang sangat baik dari sel, termasuk endomembran yang rumit dan sistem sitoskeletal, keduanya integral untuk pengembangan dinding sel. Laju pertumbuhan yang cepat di Penium memungkinkan penyaringan mikroarray yang nyaman dari berbagai agen yang mengubah biosintesis dan metabolisme dinding. Akhirnya, pengembangan sukses baru-baru ini dari garis sel yang ditransformasi memungkinkan untuk pencitraan protein non-invasif dalam sel dan untuk genetika balik RNAi yang dapat digunakan untuk studi biosintesis dinding sel (David S. Domozych, 2014).

KLASIFIKASI PENIUM MARGARITACEUM
Divisi : Chlorophyta
Class : Chlorophyceae
Ordo : Zygnematales
Genus : Desmidiaceae
Marga : Penium
Spesies : Penium margaritaceum

MORFOLOGI PENIUM MARGARITACEUM
Ciri-ciri dari Penium margaritaceum adalah alga hijau uniseluler charophycea yang memiliki dinding sel polimer mirip dengan tanah tanaman. Beberapa dinding makromolekul dari alga ini diakui oleh antibodi monoklonal spesifik untuk dinding

epitopes polimer tanah tanaman, Penium margaritaceum ini termasuk desmid bersel satu yang bentuknya adalah sederhana silinder memanjang dengan tiang-tiang bulat, bentuknya seperti pita, Silinder Placoderm, ujung tumpul, unicell, Dinding Laterl dalam berbagai spesies adalah datar atau nodular. Setiap sel langkah-langkah sekitar 17 μm diameter di pusat sel atau tanah genting dan mencapai panjang 12 μm 0 0-24. Inti diposisikan untuk sebagian besar siklus sel di tanah genting dan dikelilingi oleh dua kloroplas d memanjang.

HABITAT PENIUM MARGARITACEUM
Habitat  kelas Chlorophyta  biasanya  hidup di air tawar, air laut , air payau tanah-tanah yang basah , ada pula yang hidup di tempat tempat kering. Chlorophyta memiliki spesies air tawar lebih dari spesies laut. Spesies air tawar lebih kecil dalam ukuran. Pada umumnya melekat pada batuan, dan seringkali muncul kepermukaan apabila air surut. Sebagian lainnya hidup bersimbiosis dengan lichenes, dan ada yang intraseluler pada binatang rendah. Sebagian yang hidup di laut merupakan makroalga seperti Ulvales dan siphonales. Chlorophyta yang hidup di air tawar memiliki sifat kosmopolit, terutama yang hidup di tempat yang terkena cahaya matahari langsung seperti kolam, danau dan genangan air hujan, sungai atau selokan. Beberapa jenis ada yang hidup melekat pada tumbuhan atau hewan. Penium sendiri habitatnya di air tawar di perairan tergenang.

FISIOLOGI PENIUM MARGARITACEUM
Penium termasuk kelas Chlorophyceae (ganggang hijau) adalah salah satu kelas dari ganggang yang sel-selnya bersifat eukariotin (materi inti dibungkus oleh membran inti), pigmen korofil terdapat dalam jumlah terbanyak sehingga ganggang ini berwarna hijau. Klorofil dalam alga hijau terkumpul dalam suatu organel sel yang disebut kloroplas.Pigmen lain yang dimiliki adalah Karoten dan Xantofil. Chlorophyta atau alga hijau terdiri dari ± 7.000 jenis yang hidup di perairan maupun di darat. Sejumlah alga hijau hidup di air laut, namun sebagian besar hidup di air tawar. Alga hijau ada yang hidup soliter dan ada yang berkoloni. Ciri-ciri Chlorophyta bewarna hijau terang, meiliki banyak anggota, eutoriot ,ada yang koloni,uni sel dan filamen.

PERAN PENIUM MARGARITACEUM DI PERAIRAN
Cholophyta mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, yaitu Peran menguntungkan untuk produsen primer (penyedia oksigen)  di air, sebagai alternatif bahan pangan bagi astronot, terutama spesies chlorella (karena kandungan chlorelinnya banyak mengandung vitamin E) Sumber pakan alami bagi ikan dan organism air lain (terutama benih). Beberapa diantaranya dibudidayakan sebagai sumber pakan di panti pembenihan ikan, contoh: chlorella, dunaliella, tetraselmis, dan scenedesmus (Soegiarto, 1986.)

MANFAAT PENIUM MARGARITACEUM
Jenis tertentu dimanfatkan sebagai suplemen makanan bagi manusia dan sebagai  pengawet makanan Twtraselmis dan chlorella dikenal sebagai probiotik dan perkembangan  bidang kedokteran dan pendidikan (Sulistijo, 2009). Pigmen beta karoten digunakan sebagai zat pewarna makanan. Hal ini juga diduga mengandung sifat anti-kanker.

REPRODUKSI PENIUM MARGARITACEUM
Secara vegetative perkembangbiakan dilakukan dengan cara fragmentasi tubuhnya dan  pembelahan sel, serta pembentukan sporik yaitu dengan membentuk: Aplanospora, yaitu spora yang tidak dapat bergerak, contoh: chlamydomonas Planospora, yaitu spora yang dapat bergerak. Autospora yang berasal dari aplanospora, contoh: chlorella, chlamydomonas.  Autokoloni yang berasal dari aplanospora, contoh: scenedesmus, pediastrum, dan crucigenia. - Secara aseksual Secara aseksual yaitu dengan pembentukan zoospora, aplanospora, hipnospora, autospora, dan konjugasi. Konjugasi, yaitu sel protoplas tumbuhan I ke tumbuhan II. Contoh: spyrogira. Prosesnya, filament saling mendekat kemudian sama-sama membentuk tonjolan kecil, selanjutnya membentuk papilla, kemudian ke dua dinding papilla melebur hingga membentuk saluran, dilanjutkan dengan gamet jantan masuk ke sel betina melalui saluran itu. Konjugasi ada 3, yaitu: 1.

a.
Konjugasi bentuk tangga (skalariform), yaitu pertemuan 2 protoplas di saluran konjugasi. Contoh: spyrogira. 2.
b.
Konjugasi bentuk lateral, yaitu perkawinan antara 2 protoplas yang saling berlekatan yang  berasal dari satu filament. Contoh: zygnema 3. Konjugasi silang yaitu perkawinan antara 2 protoplas yang tanpa saluran konjugasi. Contoh: mougeotia dan zygnema -
c.
Secara seksual secara seksual: isogami, Anisogami, oogami, aplanogami.
d.
Isogami yaitu: gamet yang bentuk dan ukurannya sama (belum dapat dibedakan mana jantan dan  betina).Contoh: gonium, ulva.
e.
Anisogami : gamet yang bentuk dan ukurannya tidak sama (gamet yang bentuk dan ukurannya tidak sama).Contoh: codium, bryopsis.
f.
Oogami yaitu jenis anisogami dengan gamet jantan yang aktif (gametangium oogonium, dan gametangium spermatid).Contoh: volvox dan oedogonium.


Berdasarkan sel gamet, perkembangbiakan dibedakan menjadi:
1.
Heterotalik, yaitu perkembangbiakan yang berasal dari dua talus yang berbeda. Contoh: spyrogira
2.
Homotalik, yaitu perkembangbiakan yang berasal dari satu talus. Contoh: zygnema

PENULIS
Ana Alifah Rahayu
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2014

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015
DAFTAR PUSTAKA
Alvyanto.2009.  http://alvyanto.blogspot.com/2009/02/divisi-chrysophyta.
David S. Domozych. 2014.Penium margaritaceum: A Unicellular Model Organism for Studying Plant Cell Wall Architecture and Dynamics. Plants 2014, 3, 543-558
David.2011.Cell Wall Growth and Modulation Dynamic in a model Unicellular Green Alga – Penium margaritaceum Live Cell Labeling With Monoclonal Antibodies
David.2014.Penium margaritaceum : A Unicelullar Model Organisme for Studying Plant Cell Wall Architecture and Dinamic. Rina.2009. http://rinaagustinapanjaitan.blogspot.com/2009/04/chrysophyta_30.html
Soegiarto. 1986. Rumput Laut (Algae) Manfaat, Potensi dan Usaha Budidaya. Lembaga Osceanologi Nasional LIPI
Sulistijo. 2009. Pelayaran Kebangsaan Ilmuwan Muda. Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta

No comments:

Post a Comment