Saturday, April 18, 2020

Ikan Pelangi Merah; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Pelangi Merah (Glossolepis incisus) termasuk kedalam kelas ikan air tawar yang hidup endemik di Danau Sentani Papua. Di luar negeri ikan ini dikenal dengan nama Red rainbowfish, Irian Jaya rainbowfish ataupun Salmon redrainbowfish. Ikan ini sudah terkenal di Eropa untuk ikan hias akuarium, Ikan ini pertama kali diperkenalkan oleh Max Weber yang melakukan ekspedisi Papua Barat antara tahun 1890 sampai 1900. (Weber, 1908 dalam Mustahal).

Ikan pelangi merah (Glossolepis incisus) adalah ikan hias air tawar yang memiliki daya tarik pada warnanya. Ikan ini tersusun dari tulang keras, memiliki rahang, memiliki paru-paru, memiliki jantung beruang 2, serta sisik berupa sikloid, tersusun tidak teratur, 30-36 sisik didepan sirip punggung, 26-38 sisik pada pipi, 50-60 sisik mulai dari tutup insang sampai pangkal ekor, 16-20 sisik melintang antara awal sirip dubur dan pangkal sirip punggung, 26-32 gerigi insang. (Weber, 1908 dalam Irsyah Afini)

Ciri khas dari ikan ini adalah tubuhnya berwarna merah pada ikan jantan dewasa dan kuning zaitun dengan warna dasar perak pada betina. Bentuk tubuh pipih dan lebih lebar pada individu jantan, bentuk kepala relatif kecil dengan mata yang besar, warna mulai muncul pada ukuran 4 cm-5cm. Sirip punggung terpisah menjadi dua bagian dan sirip punggung kedua memanjang ke belakang mendekati sirip ekor pada individu jantan. Sirip punggung, siirp ekor, dan sirip anal berwarna merah pada individu jantan dan warna hijau keperakan pada individu betina. (Weber, 1908 dalam BSN)

Anakan pada ikan pelangi merah bentuk tubuhnya sudah menyerupai induknya dengan ukuran maksimum 2,5 cm, sedangkan larva anakan ikan ini bentuk tubuhnya belum menyerupai induknya dengan ukuran maksimal 1 cm atau berumur kurang lebih 1,5 bulan (Weber, 1908 dalam BSN)

Perbedaan ikan jantan dan betina bisa terlihat dari tabel dibawah ini:
Parameter
Jantan
Betina
Warna Tubuh
Didominnasi oleh warna oranye kemerahan dengan bintik putih menghiasi bagian tengah linea literalisnya.
Berwarna perak kehijauan gelap yang lebih pudar, dan ada pula berwarna kecoklatan pudar dengan bintik putih menghiasi bagian tengah sepanjang linea lateralisnya
Sirip
Sirip berwarna oranye kemerahan. Sirip punggung memanjang dan mencapai pangkal sirip ekor.
Sirip berwarna perak kehijauan. Sirip punggung ke dua lebih pendek dibandingkan induk jantan.
Bentuk Tubuh
Lebar dan lebih besar, Bentuk perut proporsional
Ramping dan relative lebih kecil. Bagian perut lebih besar (buncit) dan membulat.

KLASIFIKASI IKAN PELANGI MERAH
Menurut Nelson (1994) dalam Nugraha (2004), klasifikasi ikan pelangi merah adalah sebagai berikut :
Kingdom
: Animalia
Filum
: Chordata
Kelas        
: Actinopterygii
Divisi
: Teleostei
Superordo
: Acanthopterygii
Ordo
: Atheriniformes
Sub ordo
: Melanotaetaenioidei
Famili
: Melanotaeniidae
Genus
: Glossolepis
Spesies
: Glossolepis incises
Nama Umum
: Red Rainbowfish,Pelangi Merah Irian (Inggris, Indonesia)
Nama Daerah
: Ikan Kaskado, heuw (Papua, Sentani)
                  
FISIOLOGI IKAN PELANGI MERAH
Menurut Said et al (2005), Di antarabetina dan pejantan Ikan Pelangi Merah terdapat perbedaan warna yang terlihat, hal ini terjadi setelah ikan ini menjelang dewasa, betina memiliki warna jauh lebih sedikit dan sirip transparan lebih memanjang dan memiliki warna kuning zaitun. Sedangkan pejantan akan berubah menjadi warna merah terang setelah mencapai ukuran 5 cm. Panjang ikan ini masksimal dapat mencapai 15 cm meski ukuran tadi jarang ditemui di alam bebas, ukuran yang paling sering ditemui adalah sekitar 10 cm.

MORFOLOGI IKAN PELANGI MERAH
Menurut Said, Supyawati dan Noortiningsih (2005), induk jantan ikan pelangi merah berukuran relatif besar, tubuh pipih dan berwarna merah menyala disekujur tubuhnya, sedangkan pada induk betina berwarna berwarna hijau kekuningan (olive) kecoklatan, bentuk tubuh memanjang dan ukuran relatif kecil. Ikan pelangi merah memiliki panjang tubuh pada ikan jantan 12 cm sedangkan betina 10 cm.

CIRI-CIRI IKAN PELANGI MERAH
Ikan pelangi merah memiliki ciri khusus yakni jika pada ikan jantan warna tubuhnya merah seperti darah sedangkan pada ikan betina kuning keperakan, sirip anal yang panjang dan lineal lateralis yang tidak beraturan (siby, 2009).

REPRODUKSI IKAN PELANGI MERAH
Menurut Siby et al (2009), pemijahan ikan pelangi merah terjadi pada musim hujan dengan puncak pemijahan. Pada musim hujan memberi keuntungan sendiri dengan tersedianya makanan di alam bagi larva ikan. Ikan pelangi merah tergolong ikan pemijahan bertahap (Partial spawner) dan iteroparus.

PERAN IKAN PELANGI MERAH DI PERAIRAN
Ikan pelangi merah termasuk ikan omnivore yaitu ikan pemakan segala. Dihabitat aslinya ikan ini menkonsumsi hampir 100% makanan hidup, seperti krustasea, larva serangga, fitoplangton, zooplankton, tanaman air, denritus ikan lain yang lebih kecil dan cacing, sehingga dapat dikatakan sebagai pengendali ekosisitem (Tappin, 2010).

HABITAT IKAN PELANGI MERAH
Ikan pelangi merah ditemukan di Danau Sentano Papua. Danau ini terletak di sekitar 10 kilometer sebelah barat Jayapura, Papua Barat. Ikan pelangi merah ini ditemukan disekitar pinggiran danau. Ikan ini bisa hidup di cabang-cabang pohon tumbang (Tappin, 2010).

TINGKAH LAKU IKAN PELANGI MERAH
Ikan pelangi merah adalah ikan yang bisa hidup di perairan yang deras maupun perairan yang tenang karena itu ikan ini termasuk ikan reotaksisi positif, dan ikan ini juga beraktivitas di siang hari dan bersifat fototaksis positif (Tappin, 2010).

MANFAAT IKAN PELANGI MERAH
Ikan pelangi merah  merupakan  jenis  ikan  hias  air  tawar yang  diminati  masyarakat,  karena warnanya yang menarik dan sedap dipandang mata. Ikan  tersebut  merupakan  ikan endemik  yang  berasal  dari  Irian  Jaya  dan  termasuk  kelompok  ikan  yang  terancam  punah. Tingginya  minat  masyarakat  terhadap  ikan  pelangi  menyebabkan  breeder  melakukan  usaha budidaya  dengan  cara  persilangan.  Ikan  hasil  persilangan  memiliki  karakter  fenotip  yang  khas meliputi,  warna,  bentuk,  morfometrik  dan meristik.

PENULIS
Lukman Hakim
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Afini, I., D. Elfidasari., T. Kadarini dan S. Z. Musthofa. 2014. Analisis Morfometrik dan Meristik Hasil Persilangan Ikan Pelangi Boesemani (Melanotaenia boesemani) dan Ikan Pelangi Merah Abnormal (Glossolepis incisus). Journal of Life Science. (2): 112-123.
Afini, Irsyah., Dewi Elfidasari, dkk. 2014. Analisis Morfometrik Dan MeristikHasil Persilangan Ikan Pelangi Boesemani (Melanotaenia Boesemani) DanIkan Pelangi Merah Abnormal (Glossolepis Incisus). Jurusan Biologi,Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Al Azhar, Indonesia. BalaiPenelitian Dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias (BP2BIH). http://journal. Unnes.Ac.Id.
Antony. J.W and K. Murice, 1993.Freshwater Fishes of Westerm Indonesia and Sulawesi. HK : Periplus Edition. 377 pp.
BSN (Buku Standadisasi Nasional) : Produksi Ikan Hias Rainbow Merah(Glossolepis incisus,Weber, 1908) tahun 2014 : Jakarta. www.bsn.go.id
Evan, D. H. 1993. The Physiology of Fishes. CCR Press. London.
Gambar Ikan Pelangi Merah: https://aquariumfish.ecwid.com/Premium-Irian-Red-Rainbowfish-Size-1-5-to-2-p40117398
Mustahal, Dodi Hermawan, Gugum Gumilar. Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol.4 No. 4 : 243-250 : Produksi Larva Ikan Rainbow Merah Parrot (Glossolepis Incisus) dengan Jumlah Substrat Tali Rafia Yang Berbeda.
Said, J.S.; Carman, O. & Tanjung, L.R. 2005. Keanekaragaman genetik beberapa spesies ikan pelangi irian melalui mitokondria DNA (mt-DNA) dengan teknik PCR. Limnotek 12 (2) : 73-80
Siby LS. 2009. Biologi Reproduksi Ikan Pelangi Merah (Glossolepis incisus, Weber 1907) di Danau Sentani [Tesis]. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Tappin AR. 2010. Rainbowfishes: Their Care and Keeping in Capativity. rainbowfishes@optusnet.com.au. Copyright. Art Publications. Australia.

No comments:

Post a Comment