Tuesday, April 21, 2020

Ikan Hiu Gergaji Atau Pari Gergaji; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Hiu Gergaji atau Pari Gergaji merupakan salah satu predator dan ikan laut yang sudah beradaptasi dengan perairan tawar. Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang “pengawetan tumbuhan dan satwa” yang merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang “konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya” merupakan salah satu regulasi nasional yang menetapkan status perlindungan terhadap jenis sumberdaya yang rentan mengalami ancaman kepunahan. Salah satu spesies pari yaitu Pristis microdon atau juga dikenal dengan sebutan “Hiu Gergaji”. Karena bentuknya mirip ikan hiu banyak orang beranggapan pari gergaji ini sebagai ikan hiu. Salah satu perbedaan ikan hiu dan ikan pari adalah letak posisi insang, insang hiu terletak di bagian sisi bagian kepala sedangkan insang ikan pari terletak di bagian bawah bagian kepalanya. (Dharmadi, 2013).

KLASIFIKASI IKAN HIU GERGAJI ATAU PARI GERGAJI
Menurut Dermawan (2010), klasifikasi ikan Hiu Gergaji atau Pari Gergaji sebagai berikut :
Class
: chondrichthyes
Ordo
: rajiformes
Family
: pristidae
Genus
: pristis
Species
: pristis microdon
Inggris
: sawfish
Local
: Hiu Gergaji
Ilmiah
: Pristis microdon

HABITAT IKAN HIU GERGAJI ATAU PARI GERGAJI
Ikan Hiu Gergaji atau Pari Gergaji ini hidup di air tawar dan menyukai daerah tropis. Biasanya ikan ini hanya hidup di danau- danau besar, sungai besar dan rawa- rawa tertentu. Jika di Indonesia populasi nya di danau Sentai, sungai Digul, sungai Mahakam, sungai Siak dan Sungai Sepih. Jika di luar negeri Australia, India, Papua Nugini, Afrika Selatan dan Thailand (Dermawan, 2010).

FISIOLOGI IKAN HIU GERGAJI ATAU PARI GERGAJI
Fisiologi ikan Hiu Gergaji atau Pari Gergaji dari bentuk kulit terdiri atas dua lapisan, epidermis luar dan epidermis dalam. Dermis juga merupakan landasan dermal denticles yang menutupi kulit hiu. Dentikel ialah gigi kecil yang menyerupai sisik yang mencuat ke permukaan kulit melalui jaringan epidermis dan bagian luar dari dentrikel di tempati oleh email. Sama seperti gigi hiu, dentikel ini juga tanggal dan terus berganti selama masa hidupnya.

Dari organ pernafasannya ikan Hiu memiliki celah 5-7 celah insang. Setiap lengkung insang berisi filament, terdiri dari lamellae yang seperti daun kecil. Sistem ini dioptimalkakn oleh prinsip arus berlawanan, air masuk melalui insang dari depan ke belakang, darah mengalir di dalam insang dari belakang ke depan.

Dari sistem otot, ikan hiu memiliki otot  cardiac, viscerical dan otot rangka ( merah dan otot putih). Dari sistem darah, ikan hiu  memiliki plasma darah 55 %. Kekebalan ikan Hiu terdiri atas 2 jenis kekebalan yaitu imunitas alamiah dan imunitas spesifik (Alis, 2008).

MORFOLOGI IKAN HIU GERGAJI ATAU PARI GERGAJI
Ikan Hiu Gergaji atau Pari Gergaji memiliki bentuk torpedo. Ikan ini termasuk ikan bertulang rawan atau chondrities. Tubuh ikan ini mempunyai warna polos dengan coklat keabu-abuan menutupi semua bagian tubuhnya, sedangkan bagian perut berwarna putih pucat. Ikan ini mempunyai rostral teeth yang lebih besar dibanding saw fish. Jumlah rostral teeth persisi roturem pada ikan ini berjumlah 14-23 buah. Ikan ini mempunyai gigi mulut yang sangat kecil dengan ujung yang tumpul. Rahang atas terdiri dari 70-72 deret gigi dengan jumlah item gigi per deret adalah 115-127 buah.sedangkan rahang bawah terdiri dari 64-68 dengan jumlah item per deret adalah 122-140. Sirip dada berukuran cukup lebar dan bersifat agak melengkung. Sirip punggung berada lebih depan disbanding sirip panggul. Spesies ini dapat tumbuh dengan ukuran sekitar 6m (19ft), bahkan beberapa sumber menyebutkan panjang maksimal adalah 7m (23ft). Namun masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut (Bagas, 2001).

CIRI- CIRI IKAN HIU GERGAJI ATAU PARI GERGAJI
Hiu Gergaji atau Pari Gergaji jenis ini warnanya beragam, tergantung pada habitat dimana jenis ini hidup. Rata- rata berwarna hitam keabu-abuan dan bagian bawah tubuhnya berwarna lebih pucat atau keputih- putihan. Didepan mulutnya dilengkapi dengan alat yang menyerupai gerjadi dan terdapat 2 buah detector di ujung moncongnya. Mempunyai 20 pasang gigi. Mulut, hidung, insang di sisi bawah (Dermawan ,2010).

REPRODUKSI IKAN HIU GERGAJI ATAU PARI GERGAJI
Hiu Gergaji atau Pari Gergaji ini memiliki 2 cara reproduksinya yaitu aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual disebut juga parthenogenesis, yakni perkembangan embrio tanpa fertilisasi oleh penjantan. Pengamatan pada ikan hiu gergaji mengenai reproduksi ini dimulai dari 2004 sampai 2013. Para peneliti mengambil sampel DNA dari 190 ikan hiu gergaji. Sekitar 3 % dari ikan Hiu Gergaji yang diteliti, memiliki kemampuan reproduksi secara parthenogenesis (Syafputri, 2015).

PERAN IKAN HIU GERGAJI ATAU PARI GERGAJI DI PERAIRAN
Hasil penelitian Balitbang Kelautan dan Perikanan tahun 2005 menunjukan bahwa ikan yang banyak di pulau Sentani ialah  ikan karnivor berdasarkan pengamatan kebiasaan mencari makanannya (Syafputri, 2015).

TINGKAH LAKU IKAN HIU GERGAJI ATAU PARI GERGAJI
Ikan Hiu gergaji atau Pari Gergaji hidup di Lautan Indopasifik namun juga hidup di sungai, untuk melakukan siklus hidup. Di lautan, mereka ditemukan pada garis geografis antara 11 derajat N dan 39 derajat S , spesies ini dikenal dapat tinggal jauh di bagian dalam sungai termasuk danau dan kolam, sementara di Australia bagian utara. Pada musim hujan (Desember-Maret) ikan akan hidup di sungai air tawar sedangkan pada musim kering (Mei- Oktober) ikan akan lebih suka tinggal di teluk yang menyerupai habitat air laut.

Dia merupakan tipe pengumpul makanan menggunakan rostrumnya yang digerakkan ke samping kiri dan kanan secara cepat untuk memperoileh mangsa. ikan ini dapat mengetahui letak lokasi mangsa karena mempunyai moncong yang memiliki ribuan elektroreseptor. Habitat yang berbeda dapat memicu perbedaan pada pola makannya (Bagas, 2001).

MANFAAT IKAN HIU GERGAJI ATAU PARI GERGAJI
Daging ikan pari selain digunakan sebagai bahan makanan manusia dan ternak, minyaknya dapat digunakan sebagai obatobatan, tetapi eksploitasinya belum dilakukan secara intensif karena sampai saat ini belum merupakan ikan target utama di dalam usaha perikanan tangkap Indonesia. Ikan pari yang dijual di pasar-pasar ikan biasanya dalam keadaan segar atau sudah dikeringkan, adalah hasil tangkapan sampingan dari jaring trawl dasar, jaring insang dasar, pancing tonda dan pancing dasar dari kapal-kapal perusahaan perikanan dan nelayan-nelayan tradisional (M ANSOR et al, 1998). Selain sebagai sumber pangan, jenis ikan pari tertentu dapat pula menjadi sumber malapetaka bagi manusia, karena pada bagian ekornya terdapat duri berbisa yang apabila tubuh manusia tertusuk duri ini dapat mengakibatkan kelumpuhan otototot jantung bahkan kematian (HALSTEAD, 1959; NELSON, 1976; DJAMALI et al. 1994).

PENULIS
Nandika Mareta
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Alis, W.T. 2008. Fisiologi Ikan Hiu Gergaji (Pristis microdon).Http://academica.edu/4070033/Fisiologi_ikan_hiu_gergaji_Pritis_microdon_di_danau_sentani. Diakses pada 23 Desember 2015 pukul 15.37 WIB.
Andi, S. 2015. Peran di Dalam Perairan. www.pengertianku.net//2015//03/pengertian-rantai-makanan-dan-contohnya- lengkap.html. Diakses Pada 27 Desember 2015 pukul 15.20 WIB.
Axelrod, R.H., Burges, E.W., Pronek, N. 1989. Axelrod’s Atlas Of Freshwater Aquarium Fishes 3rd Edition. TFII Publication. Inc. 992 hlm
Bagas. 2001. Morfologi Ikan Hiu Gergaji (Pristis microdon).http:// mbagaskara2001 .wordpress.com. diakses pada 23 Desember 2015 15.40 WIB.
Dermawan, A. 2010. Jenis Ikan yang Dilindungi dan Masuk Dalam Appendiks CITIES. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan : Jakarta.
Dharmadi, F. 2013. Tinjauan Status Perikanan Hiu dan Upaya Konservasinya di Indonesia. Direktorat Knservasi Kawasan dan Jenis Ikan Kementrian Kelautan dan perikanan. 191 Halaman.
Jobling, M. 1995. Environmental biology of fishes. London : Chapman and Hall.
Manik. 2003. Beberapa Catatan Mengenai Ikan Pari. Oseana. (4): 17-23.
Syafputri, E. 2015. Kehidupan ikan Hiu Gergaji di Danau Sentani. http:// www.antaranews.com. Diakses pada tanggal 24 desember  2015 pukul 08.00 WIB

No comments:

Post a Comment