Wednesday, April 15, 2020

Ilmu Filsafat

Angka, Statistika, Uang, Dunia, Benua, Bumi, Matematika

MELEKPERIKANAN.COM - Ilmu filsafat dapat didefinisikan sebagai ilmu yang bersifat radikal atau mendasar. Biasanya  berhubungan dengan masalah-masalah hakiki tentang Tuhan, alam, dan manusia. . Kata filsafat tidak muncul begitu saja. Kata filsafat berasal dari bahasa inggris, yaitu, philosophy. Sementara dari bahasa Yunani, filsafat  diartikan philosophia yang manada terdiri atas dua kata: philos (cinta) atau philia (persahabatan, rasa ketertarikan) dan sophos (‘hikmah’, kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalamn praktis, inteligensi). Maka, bisa didefinisikan secara etimologi, yaitu, filsafat ialah cinta kebijaksanaan atau kebenaran (love of wisdom).

Namun, menurut Harum Nasution, hingga saat ini ia masih mempertanyakan asal kata filsafat. Karena, jika ditimbang menggunakan bahasa arab falsafa, yaitu berupa, fa ‘lala, fa ‘lalah, fi ‘lal, maka seharusnya objek dari falsafa adalah falsafah dan filsaf, bukan filsafat. Disisi lain, beliau juga beranggapan, jika filsafat berasal dari gabungan kata dari bahasa inggris, yaitu, fil dan safah dari bahasa arab. Tapi, “rumus” ini pun tidak bisa dibuktikan ke konkretannya.

Disisi lain, filsafat memiliki pengertian secara etimologi yang sangat beragam, baik dalam bentuk ungkapan maupun penekanan pada titiknya. Menurut Moh. Hatta dan Langeved, setiap orang tidak perlu memantapkan definisi filsafat, karena setiap orang memiliki sudut pandang sendiri dalam mendefinisikannya.

Filsafat tercipta oleh adanya sikap berfilsafat. Maka bisa disimpulkan jika berfilsafat adalah sikap dalam mencari keberanan. Kebenaran dari segala sesuatu yang dipermasalahkan dengan menggunakan pemikiran secara universal dan sistematis radikal. Filsafat bisa juga diartikan sebagai sisitem keberan yang mencakup segala masalsah yang dipersoalkan sebagai hasil dari cara berpikir radikal, sistematis, serta universal.

Menurut Professor Langeveld, filsof maupun ahli filsafat adalah dua hal yang berbeda. Jika filsof merupakan orang yang mampu menghasilkan suatu karya filsafat, maka ahli filsafat ialah orang yang memahami dan paham betul tentang filsafat, tapi ia tidak bisa menghasilkan suatu karya filsafat.

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Drs. H. Burhanuddin Salam, Filsafat Pancasilaisme (Jakarta: Rineka Cipta, 1996), halaman: 25
Drs. H. Burhanuddin Salam, Filsafat Pancasilaisme (Jakarta: Rineka Cipta, 1996), halaman: 25
L. Andriani dan Rukiyati, Pendidikan Pancasila (Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta, 2006), halaman: 15
Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, M.A., Filsafat Ilmu edisi revisi (Jakarta: RajaGrifindo Persada, 2013), halaman: 6
Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, M.A., Filsafat Ilmu edisi revisi (Jakarta: RajaGrifindo Persada, 2013), halaman: 9

No comments:

Post a Comment