Thursday, April 9, 2020

Budidaya Rumput Laut Gracilaria Sp (Dasar Akuakultur Atau Aquaculture)



BUDIDAYA RUMPUT LAUT GRACILARIA  SP
Selain dapat digunakan sebagai tempat budidaya ikan dan udang,tambak juga dapat digunakan untuk tempat pembudidayaan rumput laut,salah satunya yaitu rumput laut gracilaria.Gracilaria merupakan jenis rumput laut  penghasil agar-agar atau bisa disebut dengan agarophyte. Gracilaria sendiri tergolong dalam kelas alga merah atau Rhodophyta. Selain gracilaria,ada jenis rumput laut penghasil agar-agar lainnya seperti Gelidium, Pterocladia dan gelidiela.

Gracilaria banyak dibudidayakan sendiri secara monokultur ataupun dibudidayakan dengan ikan atau udang secara polikultur.Untuk memperoleh hasil yang maksimal ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan budidaya rumput laut Gracilaria, antara lain

PEMILIHAN LAHAN BUDIDAYA
Pemilihan tempat budidaya rumput laut gracilaria sangat penting dilakukan,karena hal ini sangat menentukan keberhasilan bubidaya rumput laut tersebut.Adapun lokasi atau lahan budidaya memiliki kriteria sebagai berikut :

KUALITAS AIR
-Dasar tambak pasir berlumpur.
-Lahan tambak bebas dari limbah pencemaran
-Perairannya cukup jernih
-Memiliki salinitas atau kadar garam berkisar antara 15 hingga 30 ppt.
-Suhu air antara 20-28 derajat celcius.
-Derajat keasaman atau PH antara 6-9
-Persiapan tambak.
-Setiap petakan tambak,sebaiknya memiliki lubang sirkulasi air untuk menjaga kualitas air dalam tambak,atau dapat dibantu menggunakan pompa air.
-Pematang tambak harus kuat,rapi dan tidak bocor.
-Tambak selanjutnya diangkat lumpurnya ke atas sekitar 10 cm,kemudian tambak dikeringkan selama 3-5 hari.
-Kemudian tambahkan kapur pada dasar tambak untuk memperoleh PH optimal yang dibutuhkan.
-Kemudian air dimasukkan kedalam tambak melalui saringan yang dipasang pada lubang masuknya air dengan kedalaman 50 cm.
-Apabila masih terdapat hama,bisa ditambahkan saponin sebanyak 20 ppm.

PERSIAPAN BIBIT RUMPUT LAUT BIBIT YANG BAGUS DAN UNGGUL ANTARA LAIN MEMILIKI CIRI-CIRI SEBAGAI BERIKUT
-Thallus elastis.
-Mempunyai banyak cabang.
-Pangkalnya lebih besar dari bagian ujung cabangnya.
-Ujung thallus berbentuk lurus.
-Warna cerah dan berbau segar,serta tidak terdapat bercak.
-Bersih dari hama,tanaman pengganggu(epifit), kotoran.

PERSIAPAN DAN PEMELIHARAAN BIBIT
Tahapan yang dilakukan dalam penanaman bibit rumput laut adalah sebagai berikut :
-Tancapkan balok kayu atau bambu dengan diameter 3-5 cm sepanjang 2,0 m disetiap sudut petakan tambak untuk membentangkan tali bentang bibit gracilaria.
-Jarak antar tali rumpun yang dipasang pada tali bentang antara 15-25 cm,dengan panjang tali bentang sekitar 30-50 m.Setiap tali bentangan memuat 200-330 titik rumpun bibit.
-Ikat bibit rumput laut pada simpul-simpul tali lalu bentangkan dibawah permukaan air tambak pada kedalaman 10-20 cm.
-Bibit yang sudah terikat pada tali dibentangkan memanjang dari satu sisi tambak dengan mengikatkan pada patok-patok kayu atau bambu.
-Lakukan pembersihan kotoran dan amati pertumbuhan gracilaria setiap minggu.Dan ganti air 75% setiap minggu untuk mendapatkan kondisi optimum.
-Amati setiap pertumbuhan bibit dan tandai bibit yang pertumbuhannya bagus.
-Ambil rumpun yang telah ditandai tersebut pada akhir minggu ke III-IV.

PENGANGKUTAN BIBIT
-Pada saat pengangkutan,hindarkan bibit dari panas sinar matahari.
-Bibit tidak boleh terkena air tawar
-Bila bibit dingkut dari jarak jauh bisa dimasukkan ke dalam karung dan setelah sampai ditambak perlu dilakukan adaptasi dengan cara merendam bibit dengan air tambak.

PENANAMAN  RUMPUT LAUT KE DALAM TAMBAK
-Setelah tambak siap,pilih bibit gracilaria yang masih muda,lalu petik bagian rumpun(thallus) 5-10 cm panjangnya dari ujung rumpun gracilaria.
-Tebarkan secara merata bibit rumput laut pada pagi atau sore hari.

PERAWATAN RUMPUT LAUT
-Jaga kebersihan tambak dari hama,serta kotoran agar gracilaria dapat tumbuh optimal.
-Lakukan pergantian air minimal 3 hari sekali.
-Lakukan pemantauan pada salinitas,suhu,PH dan kekeruhan tambak minimal 3 hari sekali
-Jika terjadi penumpukan gracilaria maka dilakukan perataan agar tidak terjadi pembusukan.
-Pemupukan dilakukan setelah gracilaria berumur 1-30 hari dengan pupuk anorganik seperti phospat sesuai dosisnya yang dibutuhkan.Selain itu bisa juga dengan pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos.
-Pemupukan dilakukan dengan melarutkan terlebih dahulu pupuk yang digunakan selanjutnya ditebar dipermukaan tambak.

PEMANENAN
-Pemanenan dilakukan setelah rumput laut berumur 45-60 hari.
-Kemudian rumput laut diangkat dari dasar tambak,lalu dicuci dengan air tambak sebelum  diangkut ke atas perahu .
-Sebaiknya pemanenan dilakukan pada pagi hari agar bisa langsung dilakukan penjemuran.
-Hindari pemanenan saat terjadi hujan karena bisa menurunkan kualitas rumput laut.

PENANGANAN PASCA PANEN

PENGERINGAN
-Pengeringan dilakukan dilahan yang luas atau dipematang tambak.
-Tempat pengeringan harus bersih.Bagian bawah diberi alas seperti anyaman bambu,jaring dan lain-lain.
-Jagalah lokasi dari binatang ternak
-Penjemuran dilakukan selama 1,5 sampai 2 hari.
-Perlu dilakukan pembalikan pada rumput laut agar kering secara merata.
-Pada malam hari rumput laut sebaiknya digulung dan disimpan agar tidak terkena hujan.
-Ketika sudah kering,akan ada butir-butir garam,bersihkan butir-butir garam tersebut dengan cara dikibas-kibaskan pada saringan.
-Tingkat kekeringan antara 13-15%.
-Gracilaria yang sudah kering dipisahkan dari kotoran secara manual.
-Kualitas gracilaria kering yang baik kadar kandungan kotoran sebesar 2-4%.

PENGEPAKAN DAN PEMASARAN
-Gracilaria yang sudah disortir,kemudian dipress secara manual menggunakan tangan atau dengan mesin press lalu dikemas kedalam karung dengan berat sesuai permintaan.
-Setelah itu,rumput laut dapat dipasarkan kepada pedagang lokal atau pabrik agar-agar.
-Pengiriman gracilaria kering dapat menggunakan truk atau container dengan kondisi lantai kontainer kering dan bersih serta bebas dari bahan kimia untuk pengiriman ekspor.

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment