Monday, March 16, 2020

Ikan Gabus; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Gabus adalah sejenis ikan predator yang hidup di air tawar. Ikan ini dikenal dengan banyak nama di berbagai daerah: bocek dari riau, aruan, haruan (Mly.,Bjn), kocolan (Btw.), bogo (Sd.), bayong, bogo, licingan (Bms.), kutuk (Jw.), kabos (Mhs.) dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakehead dan juga aruan. Nama ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793).

KLASIFIKASI IKAN GABUS
Menurut Bloch (1793), Ikan Gabus (Channa striata) dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Chordata
Class
: Actinopterygii
Order
: Perciformes
Family
: Channidae
Genus
: Channa
Species
: Channa striata

MORFOLOGI IKAN GABUS
Ikan Gabus (Channa striata)  dikelompokkan ke dalam ordo Perciformes. Ikan ini mempunyai ciri-ciri bagian tubuh dan kepala ditutupi sisik sikloid dan stenoid. Badan berbentuk hampir bundar bagian depan dan memipih tegak ke arah belakang sehingga ikan ini dikenal pula dengan sebutan ikan berkepala ular atau snakehead.

Ikan Gabus (Channa striata) mempunyai bentuk tubuh agak bulat, panjang dan makin ke ekor makin gepeng. Bagian punggungnya cembung sedangkan bagian ventralnya rata. Sirip punggung mempunyai jari-jari lemah lebih panjang dan lebih lebar dari dubur dengan 38-47 jari-jari lemah. Sedangkan linealiteralisnya sempurna dengan 52-57 sisik dan ikan ini mempunyai panjang sampai 100cm (Djuhanda, 1981).

Ikan Gabus (Channa striata) mempunyai bentuk badan silindris yang memipih pada bagian ekor. Bagian kepala agak melebar dengan celah mulut yang dalam sehingga menyerupai bentuk ular (Bloch, 1753).

FISIOLOGI IKAN GABUS
Ikan Gabus (Channa striata) sangat kaya akan albumin, yaitu salah satu jenis protein penting. Albumin merupakan jenis protein terbanyak di dalam plasma yang mencapai kadar 60 persen. Menurut Astuti (2008), albumin berada di dalam darah untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengatur keseimbangan air dalam sel, mengeluarkan produk buangan, dan memberi gizi pada sel untuk pembentukan jaringan sel baru sehingga mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah pasca operasi atau pembedahan dan luka.

HABITAT IKAN GABUS
Ikan Gabus (Channa striata) dapat hidup diberbagai ekosistem. Penyebaran ikan gabus meliputi Cina, India, Srilangka, Filipina, Nepal, Burma, Pakistan, Banglades, Singapura, Malayasia dan Indonesia (FAO, 2000; Allington, 2002). Selain di perairan tawar (sungai, rawa-rawa, selokan, sawah), ikan gabus juga ditemukan di perairan payau/agak asin. Ikan gabus dapat ditemukan di perairan dataran rendah dan juga di dataran tinggi. Hal ini menunjukan bahwa ikan gabus memiliki toleransi terhadap lingkungan, bahkan dalam kondisi yang sangat ekstrim (rawa-rawa kering) ikan ini dapat mempertahankan diri dengan cara mengubur diri dalam lumpur (Muslim, 2012).

CIRI-CIRI IKAN GABUS
Secara biologi, Ikan Gabus (Channa striata) masih tahan terhadap kondisi lingkungan perairan yang kurang baik. Dalam kondisi kekurangan air, Ikan Gabus (Channa striata) masih mampu bertahan hidup karena Ikan Gabus (Channa striata) memiliki alat bantu pernafasan sehingga dapat memanfaatkan oksigen bebas di udara untuk proses pernafasannya. Sifat ini sangat menguntungkan dalam usaha membudidayakan Ikan Gabus (Channa striata), karena Ikan Gabus (Channa striata) memiliki ketahanan hidup lebih tinggi (Muslim, 2007).

Ikan Gabus (Channa striata) termasuk golongan ikan yang mempunyai alat bantu pernafasan (breating organ) (Chandra dan Tarun, 2004). Sama seperti pada Ikan Lele (Clarias sp.), ikan betook (Anabas testudineus), Ikan Sepat (Trichogaster sp) yang tergolong jenis-jenis ikan labirintchy  yang punya alat bantu pernafasan (Muslim, 2007). Dengan adanya alat bantu pernafasan ini, maka Ikan Gabus (Channa striata) mampu memanfaatkan oksigen yang ada di atmosfer sebagai sumber gas pernafasan, sehingga Ikan Gabus (Channa striata) mampu mempertahankan hidupnya lebih dari 8 jam tanpa air (Chandra dan Tanun, 2004).

REPRODUKSI IKAN GABUS
Sistem reproduksi pada Ikan Gabus (Channa striata) menggunakan alat kelamin jantan (testes), bentuk testis pada ikan berwarna putih susu, lembek dan terletak pada bagian internal dan berbentuk longitudinal. Umumnya berpasangan tergantung rongga tubuh.

Di beberapa lokasi, pemijahan alami Ikan Gabus (Channa striata) terjadi di awal musim penghujan sampai pertengahan musim penghujan. Setelah melewati kondisi “air bangai” dan ketinggian air berangsur naik biasanya terjadi pemijahan dengan membuat sarang di sekitar tumbuhan air enceng gondok atau di pinggiran perairan yang dangkal yang berarus lemah, dapat memijah dengan umur induk sekitar 9 bulan pada ukuran sekitar 21 cm (Haniffa et al., 1996). Pemijahan Ikan Gabus (Channa striata) dapat berlangsung 2-3 kali dalam satu musim pemijahan bahkan masih terjadi pemijahna di akhir musim penghujan. Dari beberapa parameter status reproduksi yang diamati maka perubahan ketinggian air erat berhubungan dengan diameter telur (Bijaksana, 2012).

Kelenjar kelamin pada ikan disebut gonat, pada jantan testes dan pada betina disebut ovarium. Testes bersifat internal dan berbentuk longitudinal, pada umumnya sepasang, bergantung pada bagian atas rongga tubuh dengan mesorchia, dibawah atau diatas gelembung gas, berwarna putih susu dan halus (Mahardono, 1979).

TINGKAH LAKU IKAN GABUS
Syafei et al, (1995) dalam Allington (2002), menyatakan bahwa perkembangan larva Ikan Gabus (Channa striata) lengkap atau sempurna setelah Ikan Gabus (Channa striata) berumur 9 minggu. Pada fase benih perairan serta memperlihatkan tingkah laku ikan dewasa. akan mulai bergerak aktif naik turun dari dasar kepermukaan perairan serta memperlihatkan tingkah laku ikan dewasa.

PERAN IKAN GABUS DI PERAIRAN
Ikan Gabus termasuk salah satu jenis ikan konsumsi yang cukup digemari oleh masyarakat yang bernilai ekonomis dan bersifat predator.Ketersediaan ikan ini dialam masih mencukupi untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.Ikan gabus ini termasuk jenis ikan yang mempunyai laju perkembangan tinggi,oleh sebab itu ikan ini mudah diperoleh sepanjang tahun.(Ahmad,1984).

MANFAAT IKAN GABUS
Meski ikan lain juga dikenal sebagai sumber protein yang baik untuk tubuh, namun ikan gabus dikenal memiliki jenis kandungan gizi yang lebih tinggi. Kandungan protein ikan gabus sebesar 25,5%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan kadar protein dari ikan bandeng (20,0%), ikan mas (16,0%), ikan kakap (20,0%), maupun ikan sarden (21,1%).

Hebatnya, ikan gabus ini sangat kaya akan albumin, salah satu jenis protein penting bagi tubuh manusia. Albumin diperlukan tubuh manusia, terutama dalam proses penyembuhan luka-luka. Pemberian daging ikan gabus atau ekstrak proteinnya telah dicoba untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit seperti kanker, stroke, gagal ginjal, diabetes mellitus hingga pengobatan pasca operasi.

Kekurangan albumin dalam tubuh manusia (hypoalbumin) menyebabkan nutrisi tidak bisa diedarkan dengan baik ke seluruh tubuh. Bagi anak, kekurangan albumin  akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan, perkembangan otak yang tidak maksimal, penurunan kekebalan tubuh hingga menyebabkan anak mudah sakit.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Prof. Nurpudji dari Universitas Hasanuddin, Makassar, pemberian 2 kg ikan gabus masak setiap hari kepada pasien pasca operasi akan meningkatkan albumin mereka menjadi normal. Pemberian ekstrak ikan gabus selama 10-14 hari menunjukkan peningkatan albumin hingga 0,6 hingga 0,8 g/dl. Kandungan albumin plus mineral zinc (Zn) dalam tubuh ikan gabus yang sebesar 1,7412 mg/100 g daging inilah yang membantu proses penyembuhan luka lebih cepat.

PENULIS
Ellen Madiyana
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Adawiyah, R. Djuhanda, T., 1981.Dunia Ikan. Amico. Bandung. 191 halaman
Allington N.L. 2002. Channa Striatus.Fish Capsule Report for Biology of Fishes.
Astuti, 2008. Ikan Gabus dan Albumin. http://www.Fajarqimi.com/Kaltim-post. Diakses 20 Oktober 2010).
Bijaksana, Untung. 2012. Dosmestikasi Ikan Gabus, Channa Striata Blkr, Upaya Optimalisasi Perairan Rawa Di Provinsi Kalimantan Selatan. Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Lambung Mangkurat.
Chandra. S dan Tarun. K.B. 2004. Histopathological Analysis of the Respiratory Organ of Channa striata Subjected to Air Exposure. Journal Veterinarski Arhiv 74 (1) : 37-52
http://www.umich.edu/-bio440/fishcapsule96/channa html. (di akses tgl 4 April 2002).
https://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_gabus
https://www.mongabay.co.id/2015/03/18/manfaat-ikan-gabus-sumber-protein-tinggi-penyembuh-penyakit/
Mohardono (1979), Ichtiology. Institut Pertanian Bogor, Bogor. 110 halaman
Muslim. 2012. Perikanan Rawa Lebak Lebung Sumatera Selatan. Penerbit Unsri Press. Palembang.
Muslim. Potensi, Peluang dan Tantangan Budidaya Ikan Gabus (Channa sriata) di Propinsi sumatera Selatan. Prosiding Forum Perairan Umum lndonesia lV.

No comments:

Post a Comment