Tuesday, October 29, 2019

Dasar Manajemen Sejarah Teori Manajemen



1. PENDAHULUAN

1.1 Pengantar

• Revolusi industri pada abad ke 19 menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan suatu pendekatan manajemen yang sistematik, sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut para teoritis mengembangkan manajemen.

• Teori membantu manajer untuk memutuskan yang harus dilakukan sehingga efektif dalam menjalankan fungsinya. Tanpa suatu teori, maka pembahasan hanya menjadi intuisi, dugaan atau harapan yang akan membatasi penggunaannya dalam organisasi yang semakin kompleks.

 

Tabel 1. Sejarah Perkembangan Manajemen

 


• Perkembangan awal teori manajemen adalah tokoh Robert Owen dan Charles Babbage. Robert Owen (1771-1858) sebagai manajer pabrik pemintalan di New Lanark Skotlandia memberikan pemikiran bahwa unsur manusia penting dalam suatu produksi. Sehingga memperbaiki kondisi kerja yang meliputi : hari kerja standar, usia kerja, perumahan karyawan, dan mengoperasikan toko perusahaan dengan harga jual barang yang murah. Charles Babbage (1792-1871) menganjurkan prisnip pembagian kerja melalui spesialisasi. Kontribusi Babbage yang lain adalah membuat alat hitung (kalkulator) mekanis pertama, mengembangkan program permainan untuk komputer, pembagian keuntungan, kerjasama yang menguntungkan dalam manajemen.

• Manajemen ilmiah memikirkan cara meningkatkan produktivitas dari pabrik dan pekerja. Teori organisasi klasik memberikan pemikiran untuk pedoman pengelolaan organisasi. Setelah itu hubungan manusiawi melengkapi teori organisasi klasik dari pandangan sosiologi dan psikologi. Aliran manajemen modern mempermudah manajer dalam melaksanakan manajemen melalui pendekatan perilaku organisasi dan riset operasi.

 

1.2 Tujuan

Penguasaan materi dalam modul ini, yang dirancang sebagai landasan sejarah teori manajemen, akan dapat

• Menjelaskan sejarah perkembangan teori manajemen

• Menjelaskan teori-teori dari masing-masing aliran manajemen

 

1.2 Definisi

• Teori adalah perspektif yang digunakan oleh manusia untuk membuat dunia pengalamannya masuk akal. Secara formal, sebuah teori adalah sekelompok asumsi yang erat berkaitan, dikemukakan untuk menjelaskan hubungan antara dua fakta atau lebih yang dapat diamati.

 

2. Aliran Manajemen Ilmiah

• Pada awal abad kedua puluh kebutuhan peningkatan produktivitas dalam suatu pekerjaan karena kurangnya tenaga kerja yang terampil. Cara meningkatkan produktifitas tersebut melalui meningkatkan efisiensi para pekerja.

• Tokoh yang memikirkan permasalahan kebutuhan tersebut adalah Frederick W. Taylor, Henry L. Gantt, Frank, dan Lilian Gillberth. Teori yang dihasilkan dikenal sebagai Teori Manajemen Ilmiah

• Teori Frederick W. Taylor (1856-1915) menghasilkan empat prinsip dasar sebagai berikut :

a) Penentuan metode terbaik dalam melaksanakan tugas

b) Seleksi secara ilmiah terhadap pekerjaan sehingga dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan kemampuannya

c) Pendidikan dan pengembangan ilmiah tenaga kerja

d) Kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja 

Taylor melaksanakan studi waktu lini produksi dengan menganalisis dan mengukur waktu gerakan pekerja baja. Metode yang dilakukan adalah membagi pekerjaan menjadi komponen-komponen dan menggunakan cara yang tercepat dengan material serta peralatan yang dibawa untuk melaksanakan setiap komponen tersebut. Selain itu Taylor merekomendasikan agar pemilik usaha memberikan upah yang lebih tinggi dengan perhitungan ilmiah sehingga pekerja lebih produktif yang disebut sebagai sistem tarif berbeda.

Kontribusi dari studi ini adalah menghasilkan produksi yang lebih cepat, sehingga banyak yang menerapkan dalam organisasi non-industri, jasa makanan siap sajidan pelatihan dokter bedah. Keterbatasan metode Taylor adalah menggunakan fisik secara paksa dan penekanan terhadap peningkatan produktivitas.

• Harrington Emerson (1853-1931), menggemukakan bahwa pemborosan dan ketidak efisienan dalam industri merupakan masalah yang harus diselesaikan dengan 12 (dua belas) prinsip efisiensi, yaitu :

1. Perumusan tujuan yang jelas

2. Kegiatan yang realistis

3. Kecakapan staf

4. Disiplin

5. Keadilan balas jasa

6. Laporan yang terpercaya, cepat, akurat dan tidak berubah dalam hal sistem informasi dan akuntasi.

7. Pemberian perintah

8. Standar dan penjadwalan

9. Standarisasi kondisi

10. Standarisasi operasi

11. Standar instruksi praktis

12. Efisiensi balas jasa (perencanaan insentif)

• Henry L. Gantt (1861-19-19) mempertimbangkan sistem insentif dari Taylor karena dianggap memberikan dampak motivasional terlalu kecil. Gantt memberikan pemikiran agar setiap pekerja yang dapat menyelesaikan tugas diberikan bonus. Cara penilaian kemajuan pekerja dinilai secara terbuka dan dicatat pada bagan balok individu apabila mencapai standar. Gantt merupakan pelopor sistem pencatatan dengan bagan untuk jadwal produksi yang disebut bagan gantt. Tahun 1920-an bagan ini digunakan di Jepang, Spanyol, dan Uni Soviet. Bagan tersebut dikembangkan untuk membantu perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian organisasi yang kompleks, meliputi : Du Pont mengembangkan Critical Path Method (CPM) dan Angkatan Laut mengembangkan Program Evaluation and Review Technique (PERT). Sedangkan aplikasi kreatif dari Bagan Gantt adalah Lotus 1-2-3.

• Frank B. dan Lilian M. Gilberth (1868-1924 dan 1878-1972) sebagai suami dan istri memberikan pemikiran dengan fokus mempelajari pada gerakan dan kelelahan. Konsep mereka berikan adalah setiap gerakan yang dihilangkan dapat mengurangi kelelahan dari pekerja. 

 

3. Aliran Teori Organisasi Klasik

• Henri Fayol (1841-1925) diakui sebagai penemu aliran manajemen klasik karena sebagai orang pertama yang membuat sistematik dari tingkah laku manajemen. Fayol meyakinkan bahwa manajemen adalah suatu ketrampilan dan dapat diajarkan, bukan pemikiran sebelumnya yang menganggap “manajer dilahirkan, bukan dibentuk”. Pemikiaran Fayol adalah 14 Prinsip, sebagai berikut :

1) Pembagian Tugas, tugas akan lebih efisien apabila terdapat spesialisasi dalam pekerjaan.

2) Wewenang, manajer selalu memberikan perintah dalam penyelesaian pekerjaan.

3) Disiplin, setiap anggota harus mematuhi peraturan dan persetujuan yang berlaku.

4) Kesatuan Komando, instruksi diperoleh dari satu orang untuk menghindari konflik.

5) Kesatuan Dalam Pengarahan, organisasi diarahkan oleh satu orang manajer dengan menggunakan satu rencana.

6) Kepentingan Individual Dibawah Kepentingan Umum, mendahulukan kepentingan organisasi diatas kepentingan individu.

7) Imbalan, keadilan dalam pemberian kompensasi sebagai penghargaan.

8) Sentralisasi, mengurangi peran bawahan dalam pembuatan keputusan.

9) Hirarki, tingkatan yang menunjukan garis wewenang dalam organisasi.

10) Susunan, penempatan material dan orang harus pada tempat dan waktu yang tepat dalam menjalankan organisasi

11) Keadilan, manajer adil terhadap bawahan dalam melaksanakan organisasi.

12) Stabilitas Staf, perputaran tenaga kerja yang terlalu tinggi mengakibatkan ketidakstabilan dalam menjalankan fungsi-fungsi organisasi.

13) Inisiatif, bawahan diberikan kebebasan dalam melaksanakan rencana.

14) Semangat Korps, memberikan rasa kesatuan/ semangat tim dalam organisasi.

• James D. Mooney mendefinisikan organisasi sebagai sekelompok, dua atau lebih, orang yang bersatu untuk mencapai tujuan tertentu. Empat kaidah dalam merancang organisasi adalah

1) Koordinasi, terdapat syarat wewenang, saling memberikan pelayanan, perumusan tujuan dan disiplin.

2) Prinsip Skalar, tercermin dari kepemimpinan, delegasi, dan definsi fungsional

3) Prinsip Fungsional, perbedaan tugas sesuai dengan fungsinya

4) Prinsip Staf, kejelasan antara staf dan lini 

• Max Weber (1864-1920), mengembangkan teori tentang manajemen birokasi pada penekanan kebutuhan hirarki dengan penetapan yang ketat agar mengatur peraturan dan wewenang dengan jelas.

• Mary Parker Follet (1868-1933), menerapkan psikologi pada perusahaan, industri, dan pemerintah. Kontribusi dalam manajemen adalah administrasi perusahaan, kretifitas, kerjasama, koordinasi dan pemecahan konflik. Follet percaya bahwa tidak seorang seorang pun dapat menjadi seorang yang utuh kecuali sebagai anggota sebuah kelompok, manusia tumbuh lewat hubungan mereka dengan manusia yang lain dalam organisasi. Sebenarnya, menurut dia manajemen adalah “seni melaksanakan pekerjaan lewat orang lain”.

• Chaster I. Barnard (1886-1961), menurut pandangan Barnard fungsi-fungsi utama dalam manajemen adalah perumusan tujuan dan pengadaan sumberdaya-sumberdaya yang dibutuhkan. Selain itu Barnard menekankan bahwa peralatan komunikasi penting dalam pencapaian tujuan, dan mengemukakan tentang teori penerimaan pada wewenang.

 

4. Aliran Hubungan Manusiawi

• Hugo Munsterberg (1863-1916), Dalam meningkatkan produktifitas dapat dilakukan melalui tiga cara :

1) Penemuan Best Possible Person

2) Penciptaan Best Possible Work

3) Penggunaan Best Possible Effect untuk memotivasi karyawan

• Elton Mayo (1880-1949) dan percobaan Hawthorne, untuk menciptakan hubungan manusiawi yang baik maka manajer harus memahami persoalan tenaga kerja sehingga mereka bertindak seperti yang mereka lakukan dan faktor sosial serta psikologi apa yang memotivasi mereka.

Mayo dan asisten risetnya Fritz serta William J. Dickson, melaksanakan studi perilaku tenaga kerja dalam berbagai jenis kondisi kerja. Percobaan yang dilakukan adalah kondisi penerangan terhadap produktifitas, hasilnya tidak ada permasalahan meskipun kondisi penerangan yang baik hingga menggunakan sinar matahari. Selain itu juga melaksanakan percobaan dengan menempatkan dua kelompok terdiri enam orang. Pada satu kelompok dilakukan pengubahan kondisi ruangan, upah dinaikkan, periode istirahat, lama jam makan siang, hari kerja dan minggu kerja diperpendek. Hasil dari percobaan ini juga menghasilkan keluaran yang sama-sama meningkat. 

Kesimpulan dari percobaan tersebut adalah rantai reaksi emosional yang kompleks telah mempengaruhi peningktan produktifitas. Hubungan manusiawi di antara anggota kelompok terpilih, maupun dengan peneliti (pengawas) lebih penting dalam menentukan produktivitas daripada perubahan kondisi kerja. Perhatian simpatik dari pengawas yang mereka terima telah mendorong peningkatan motivasi. Penemuan lainnya bahwa kelompok kerja informal dalam lingkungan sosial karyawan juga mempunyai pengaruh besar produktifitas. 

• Hubungan manusiawi melengkapi pendekatan klasik dengan memenuhi kebutuhan sosial (perhatian) dapat meningkatkan produktifitas. Keterbatasan dari teori hubungan manusiawi adalah konsep “makhluk sosial” tidak menggambarkan secara lengkap individu dalam tempat bekerja. Selain itu perbaikan kondisi kerja dan kepuasan tidak menghasilkan pengaruh terhadadp produktifitas.  

 

5. Aliran Manajemen Modern

• Manajemen modern mengalami perkembangan melalui dua jalur yang berbeda. Jalur pertama melalui aliran hubungan manusiawi yang dikenal sebagai perilaku organisasi. Sedangkan jalur kedua melalui aliran manajemen ilmiah adalah aliran kuantitatif (riset operasi).

• Tokoh-tokoh dan teori dalam perilaku organisasi, meliputi :

a) Abraham Maslow, mengemukakan adanya “hirarki kebutuhan”

b) Douglas McGregor, mengemukakan tentang teori X dan Y

c) Frederik Herzberg, menguraikan teori dua faktor (teori motivasi higienis)

d) Robert Blake dan Jane Mouton, membahas lima gaya kepemimpinan

e) Rensis Likert, telah mengidentifikasi dan penelitian secara ekstensif mengenai empat sistem manajemen

f) Fred Fiedler, menyarankan pendekatan kontegensi pada studi kepemimpinan

g) Chris Argyris, memandang organisasi sebagai system sosial

h) Edgar Schein, meneliti tentang dinamika kelompok dalam organisasi

• Prinsip dasar dalam perilaku organisasi berdasarkan pendapat para tokoh modern, antara lain :

1) Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat

2) Manajemen harus sistematik dan pendekatan yang digunakan harus dgn pertimbangan secara hati-hati

3) Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai situasi

4) Pendekatan motivasional yg menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan

Gagasan khusus dari hasil riset perilaku adalah

1) Faktor penentu sukses atau kegagalan dalam mencapai tujuan adalah unsur manusia

2) Pelatihan bagi manajer tentang prinsip dan konsep manajemen

3) Organisasi menyediakan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan karyawan

4) Pengembangan komitmen melalui partisipasi dan keterlibatan karyawan

5) Memberikan pekerjaan yang dapat memuaskan karyawan

6) Pola dan manajemen pengawasan yang bersifat positif

• Aliran Kuantitatif berkembang atas keberhasilan team riset operasi dalam menyelesaikan masalah industri yang berdasar pada keberhasilan riset operasi Inggris dalam Perang Dunia ke II. Teknik riset operasi digunakan dalam kegiatan penganggaran modal, manajemen aliran kas, jadwal produksi, pengembangan strategi produk, pengembangan sumberdaya manusia, perhitungan persediaan yang optimal dan sebagainya. Langkah-langkah pendekatan riset operasi secara umum, sebagai berikut :

1) Perumusan masalah

2) Penyusunan model matematis

3) Penyelesaian dari model

4) Pengujian model

5) Pengawasan atas hasil-hasil

6) Pelaksanaan hasil

• Pendekatan Sistem, memandang organisasi sebagai suatu kesatuan, yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan. Sebuah sistem berinteraksi dengan lingkungannya disebut sebagai sistem terbuka dan sebaliknya disebut sebagai sistem tertutup, apabila tidak berinteraksi dengan lingkungannya.

Sebuah sistem mempunyai arus informasi, material, dan energi (termasuk energi manusia). Arus ini memasuki sistem lingkungan sebagai input (misalnya : bahan baku), melewati proses trasformasi di dalam sistem (operasi yang mengubah bahan baku), dan keluar dari sistem sebagai output (barang dan jasa). Setelah itu terdapat umpan balik sebagai kunci untuk pengendalian sistem.

• Pendekatan Kotegensi, dikembangkan oleh para manajer, konsultan, dan peneliti yang mencoba menerapkan konsep dari berbagai aliran manajemen dalam situasi kehidupan nyata. Manajer mempunyai tugas untuk mengidentifikasi teknik yang terbaik dalam mencapai tujuan manajemen pada situasi/ keadaan dan waktu tertentu. Sebagai contoh : karyawan industri perikanan membutuhkan dorongan untuk meningkatkan produktifitas, pendekatan klasik menerapkan penyerderhanaan kerja, tetapi pendekatan hubungan manusiawi menciptakan iklim yang dapat memotivasi dan mengusulkan perluasan kerja. Solusi yang terbaik harus disesuaikan dengan situasi karyawan, apabila karyawan tidak terdidik (unskilled), kesempatan latihan dan sumberdaya terbatas maka penyelesaian masalah tersebut dengan penyederhanaan kerja. Apabila karyawan mempunyai kemampuan/ terlatih dan kepuasan kerja maka penyelesaian masalah tersebut dengan perluasan kerja yang lebih efektif. Selain itu pada situasi tertentu dapat mengkombinasikan keduannya.

• Perkembangan manajemen di masa mendatang, meliputi :

1) Dominan, salah satu dari aliran utama menghasilkan manfaat dalam suatu manajemen

2) Divergence, setiap aliran berkembang melalui jalurnya sendiri

3) Covergence, semua aliran dapat menjadi sepaham dengan batasan yang kurang jelas

4) Sintesa, masing-masing aliran beritegrasi

5) Proliferation, kemungkinan akan muncul banyak aliran. Contoh : Harold Koontz “The Manajemen Theory Jungle” menjelaskan enam aliran utama manajemen, setelah merevisi artikelnya menjadi sebelas aliran. Waren Haynes dan Joseph L. Massie “Manajemen Analysis : Concept and Cases” membedakan enam aliran. Jhon G. Hutchinson “Management Strategy and Tactics” membagi enam aliran. Namun pendekatan atau aliran yang baru hanya merupakan pembicaraan khusus dari serangkaian masalah belum menjadi aliran baru.

 

PENULIS

Dr. Ir. Pudji Purwanti, MP

Mochammad Fattah, S.Pi, M.Si

Dosen Fpik Universitas Brawijaya

 

EDITOR

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

 

REFERENSI

Handoko T.H. 2003. Manajemen Edisi 2. BPFE. Yogyakarta

Stoner, Freeman, dan Gilbert. 1996. Manajemen. PT. Prenhallindo. Jakarta

 

PROPAGASI

A. Latihan dan Diskusi (Propagasi vertical dan Horizontal)

1. Faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan teori manajemen?

2. Apa yang membedakan teori aliran manajemen ilmiah, aliran teori organisasi klasik, aliran hubungan manusiawi dan aliran modern?

 

B. Pertanyaan (Evaluasi mandiri)

1. Mengapa mempelajari teori itu penting?

2. Prinsip manajemen Fayol yang mana, menurut Pengamatan anda dipergunakan dalam organisasi sekarang?

3. Apa tugas utama dari manajer menurut pendekatan kotegensi?


C. QUIZ -mutiple choice (Evaluasi)

 

D. PROYEK (Eksplorasi entrepreneurship, penerapan topic bahasan pada dunia nyata)

No comments:

Post a Comment