Tuesday, October 29, 2019

Dasar Manajemen Kepemimpinan PPT

 


Apa itu KEPEMIMPINAN?

 

PENGERTIAN KEPEMIMPINAN

      Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

 

α Ada tiga implikasi penting dari definisi tersebut:

         Pertama, kepemimpinan menyangkut orang lain-bawahan atau pengikut.

   Kedua, kepemimpinan menyangkut suatu pembagian kekuasaan yang tidak seimbang diantara para pemimpin dan anggota kelompok

      Ketiga, selain dapat memberikan pengarahan kepada para bawahan atau pengikut, pemimpin dapat juga mempergunakan  pengaruh

 

Kepemimpinan adalah bagian penting manajemen, tetapi tidak sama dengan manajemen.

 


Kekuasaan Posisi

      Kekuasaan yang sah. Kekuasaan datang dari posisi manajemen formal dalam organisasi dan kekuasaan yang diberikan.

  Kekuasaan penghargaan. Jenis kekuasaan yang lain, kekuasaan penghargaan (reward power),

  Kekuasaan Koersif. Kebalikan dari kekuasaan penghargaan adalah kekuasaan koersif (coercive power).

 

Kekuasaan Pribadi

      Kekuasaan ahli. Kekuasaan yang berasal dari pengetahuan khusus atau keterampilan seorang.

  Kekuasaan pengacu. Jenis kekuasaan terakhir, kekuasaan pengacu (referent power)

 

Pemberian Kekuasaan

      Membeikan kekuasaan kepada para karyawan berhasil karena kekuasaan total dalam organisasi tampak meningkat.

 

PENDEKATAN PERILAKU

 

Studi-studi Ohio State

      Pertimbangan (consideration) adalah tingkat dimana pemimpin sadar akan para bawahan.

 Struktur awal (initiating structure) adalah tingkat dimana pemimpin berorientasi pada tugas.

 

Dimensi Kepemimpinan

  Manajemen tim sering dianggap sebagai gaya yang paling efektif dan direkomendasikan untuk para manajer karena anggota organisasi bekerja bersama untuk menyelesaikan tugas.

  Gaya kepemimpinan Golisano dicirikan dengan adanya perhatian yang tinggi terhadap tugas-tugas dan produksi, serta perhatian yang rendah sampai sedang terhadap orang-orang.

 

PENDEKATAN KONTIJENSI

      Beberapa model kepemimpinan yang menjelaskan hubungan antara gaya-gaya kepemimpinan dan situasi-situasi tertentu telah dikembangkan. Model-model ini diberi istilah pendekatan-pendekan kontijensi (contingency approach)

 

Teori Fiedler

     Gaya kepemimpinan. Landasan teori kontijensi Fiedler adalah sejauh mana gaya pemimpin berorientasi pada hubungan atau pada tugas.

      Gaya kepemimpinan diukur dengan kuesioner yang dikenal sebagai skala teman sekerja yang paling tidak disukai (least preferred coworker-LPC).

      Skala LPC (LPC scale) terdiri atas 16 kata sifat bipolar dan skala nilai dari 1 sampai 8.

 

      Contoh kata-kata sifat bipolar yang digunakan oleh Fiedler dalam skala LPC adalah sebagai berikut:

      Terbuka              - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - tertutup

      Suka bertengkar   - - - - - - - - - - - - - - - - - -  harmonis

      Efisien                - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  tidak efisien

      Percaya diri       - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  ragu-ragu

      Murung             - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  ceria

 

      Situasi. Situasi-situasi kepemimpinan dapat dianalisis dalam bentuk tiga elemen :

          -Hubungan pemimpin-anggota

          -Struktur tugas

          -Kekuasaan posisi

 Teori kontijensi. Ketika Fiedler meneliti hubungan antara gaya kepemimpinan, keuntungan situasional, dan kinerja tugas kelompok.

  Pemimpin yang berorientasi pada tugas unggul dalam situasi yang menguntungkan karena semua orang berhasil, tugas jelas, dan pemimpin mempunyai kekuasaan.

 


Teori Situasional Hersey dan Blanchard

      adalah memilih gaya pemimpin yang cocok untuk tingkat kesiapan para bawahan- tingkat pendidikan dan keterampilan, pengalaman, kepercayaan diri, dan sikap kerja mereka.

      Para pengikut mungkin berada pada tingkat kesiapan yang rendah, sedang tinggi, atau sangat tinggi.

 


      Tingkat kesiapan Rendah. Gaya memerintah cocok ketika pengikut berada pada tingkat kesiapan yang rendah.

      Tingkat kesiapan Sedang. Gaya menjual sangat cocok bagi para pengikut yang memiliki tingkat kesiapan sedang.

      Tingkat Kesiapan Tinggi. Ketika para bawahan mendemonstrasikan tingkat kesiapan yang tinggi, gaya berpartisipasi menjadi sangat efektif.

  Tingkat Kesiapan Sangat Tinggi. Ketika para pengikut memiliki tingkat pendidikan, pengalaman, dan kesiapan yang sangat tinggi.

 

Teori Alur-Tujuan

      Pendekatan kontijensi kepemimpinan yang lain disebut dengan teori alur-tujuan. Menurut teori alur-tujuan (path-goal theory), tanggung jawab pemimpin adalah meningkatkan motivasi para bawahan untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi dan organisasional.

 

Empat perilaku-perilaku pemimpin:

  Kepemimpinan suportif melibatkan perilaku pemimpin yang menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan dan kebutuhan pribadi para bawahan.

 Kepemimpinan direktif muncul ketika pemimpin member tahu para bawahan apa yang harus mereka kerjakan.

 Kepemimpinan partisipatif berarti pemimpin berkonsultasi dengan para bawahannya tentang keputusan-keputusan.

 Kepemimpinan yang berorientasi pada pencapaian muncul ketika pemimpin menentukan tujuan yang jelas dan menantang bagi para bawahan.

 

   Kontijensi-kontijensi Situasional. Dua kontijensi situasional yang penting dalam teori alur-tujuan adalah 1) karakteristik-karakteristik pribadi anggota-anggota kelompok dan 2) lingkungan kerja.

      Kegunaan penghargaan. Ingatlah bahwa tanggung jawab pemimpin adalah mengklarifikasi alur menuju penghargaan kepada para bawahan atau meningkatkan nilai penghargaan untuk meninggikan kepuasan dan kinerja pada pekerjaan.

 

MENGUBAH KEPEMIMPINAN

      Ada dua tipe kepemimpinan yang bisa menimbulkan pengaruh substansial adalah kepemimpinan karismatik dan kepemimpinan transformasional.

 

Kepemimpinan Kharismatik dan Visioner

 Kepemimpinan karismatik melampaui teknik-teknik kepemimpinan transaksional. Karisma dideskripsikan sebagai “api yang membakar energy dan komitmen para pengikut, mengeluarkan hasil-hasil diatas dan diluar kewajiban”.

  Pemimpin karismatik (charismatic leader) memiliki kemampuan untuk menginspirasi dan memotivasi orang-orang untuk melakukan lebih dari yang biasa mereka lakukan, tanpa terpengaruh oleh rintangan-rintangan dan pengorbanan pribadi.

 

Pengaruh para pemimpin karismatik biasanya berasal dari:

-Menyatakan visi yang tinggi akan masa depan khayalan yang diidentifikasikan oleh para karyawan

-Membentuk system nilai korporasi yang disetujui semua orang

-Mempercayai para bawahan dan mendapatkan kepercayaan penuh dari mereka sebagai balasan.

 

Pemimpin Transformasional

 Pemimpin-pemimpin transformasional (transformasional leader) mirip dengan pemimpin-pemimpin karismatik, tetapi dibedakan oleh kemampuan khusus mereka untuk mendatangkan inovasi dan perubahan.

  Pemimpin-pemimpin transformasional menciptakan perubahan signifikan dalam diri para pengikut dan dalam tubuh organisasi.

  Pemimpin-pemimpin transformasional tidak semata-mata mengandalkan peraturan dan insentif nyata untuk mengontrol transaksi-transaksi khusus dengan para pengikut.

 

Memimpin Lingkungan Kerja yang Baru

   Empat area minat khusus kepemimpinan dilingkungan kerja yang baru merupakan konsep baru yang disebut dengan kepemimpinan Tingkat 5; cara memimpin wanita; kepemimpinan virtual;dan kepemimpinan pelayan.

 

Kepemimpinan Tingkat 5:

      Ramah,Rendah Hati,Memberi pujian atas keberhasilan orang lain.

 

Cara Memimpin wanita:

  Kemampuan Motivasi,Komunikasi, kepemimpinan interaktif (interactive leadership)

 

Kepemimpinan virtual:

   Lingkungan kerja virtual, dimana para karyawan bekerja jauh dari satu sama lain dan dari para pemimpin.

 

Kepemimpinan pelayan:

  (servan leaders)pemenuhan tujuan dan kebutuhan para bawahan dan realisasi tujuan atau misi yang lebih besar organisasi mereka.


PENULIS

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Zulfatun Nadlifa

Fitri Ari

No comments:

Post a Comment