Tuesday, May 19, 2020

Ikan Wader Pari Atau Seluang (Rasbora Argyrotaenia); Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Seluang atau Wader Pari merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi, karena cita rasa dagingnya yang gurih dan disukai oleh masyarakat. Ikan seluang (Rasbora argyrotaenia) termasuk ikan endemik dan bersifat pelagis. Jenisikan seluang ini dapat dijumpai di sepanjang sungai Batanghari. Makanan kelompok Rasbora beragam khususnya, crustasea kecil dan larva akan lebih disukai. Menurut Zahid 2008, makanan ikan seluang (Rasbora argyrotaenia) adalah fitoplankton (Navicula, Nitzschia dan Fragillaria) dan zooplankton (Calanus, Diaoptomus dan Cyclops). Anak ikan jenis Rasbora sumatra cendrung memakan alga dalam bentuk sel tunggal karena ukuran lebih kecil dibandingkan dengan bentuk koloni atau filament (Lisna, 2013).

KLASIFIKASI IKAN WADER PARI (RASBORA ARGYROTAENIA)
Klasifikasi ikan Wader Pari (Rasbora argyrotaenia) menurut Zipcodezoo (2013) dalam Pratiwi (2014), sbagai berikut :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Osteichtyes     
Sub kelas : Actinopterygii
Ordo : Cypriniformes
Family : Cyprinidae
Genus : Rasbora
Spesies : Rasbora argyrotaenia
        
MORFOLOGI IKAN WADER PARI (RASBORA ARGYROTAENIA)
Ikan Wader Pari merupakan ikan berukuran kecil yang sering ditemukan di selokan atau sungai kecil dan sawah. Ukuran ikan rata-rata berkisar dari 7 sampai dengan 20 cm. ikan ini mempunyai batang ekor yang tertutup oleh 14 spina caudal dengan ukuran 1 sampai dengan 1,5 cm, sisi antara media lateralis dan awal pinna ventralis, garis warna gelap memanjang berawal dari operculum samapai pangkal sirip ekor dan membatasi bagian dorsal dan ventral ikan (Wooton, 1992 dalam Pratiwi,2014).

Secara morfologi, ikan Wader Pari mudah dikenal dari bentuk badan yang panjang dan agak pipih pada bagian perutnya, sedangkan bagian punggungnya menggembung. Mulutnya menengadah dengan celah yang tidak terlalu panjang. Ikan Wader jantan lebih ringan daripada ikan Wader betina sebelum pemijahan di musim hujan terjadi karena gonad ikan betina penuh dengan telur yang segera dikeluarkan (Ahmad dan Nofrizal, 2011 dalam Pratiwi, 2014).

HABITAT IKAN WADER PARI (RASBORA ARGYROTAENIA)
Ikan Wader Pari merupakan ikan yang tergolong ikan air tawar, dengan habitat yang memiliki tingkat keasaman optimumnya pada pH 6,5 - 7,0 sedangkan suhu optimum yang cocok untuk ikan Wader Pari ini yaitu pada  suhu 200C-260C, hidup pada perairan beriklim tropis. Ikan Wader Pari ini dapat digunakan sebagai ikan yang dipelihara di dalam akuarium atau digunakan secara komersial (Budiharjo,2001 dalam Pratiwi,2014). Distribusi di Asia adalah di Mekong, Chao Praya, dan sungai Mae Khong, Paninsula Melayu sampai Kalimantan, Jawa, dan Sumatra di Indonesia(Alderton,1997 dalam Pratiwi,2014).

Ikan Wader Pari merupakan ikan yang hidup dan beraktifitas dipermukaan air. Ikan ini termasuk ikan diurnal yang aktif beraktifitas di siang hari, hidup berkoloni, tidak pernah menyendiri, dan hidup di air yang jernih dengan arus yang tidak terlalu deras. Ikan Wader Pari berada disekitar tumbuhan perairan yang digunakan sebagai tempat berlindung, mempertahankan suhu tubuhnya pada siang hari serta untuk peletakan telur-telurnya pada bagian tumbuhan yang terndam air. Ikan ini termasuk detritus feeder yaitu pemakan kumpulan dari bagian hewan atau tumbuhan yang mati atau bahan organik yang terdapat di dasar perairan, pada umumnya merupakan hewan omnivora (Nelson,1984 dalam Pratiwi,2014).

TINGKAH LAKU IKAN WADER PARI (RASBORA ARGYROTAENIA)
Ikan Wader merupakan jenis ikan omnivora yaitu pemakan segala. Di habitat alaminya  ikan Wader memakan berbagai pakan alami, namun ikan ini cenderung lebih banyak makan bahan-bahan dari tumbuhan termasuk daun-daunan, algae, dan lumut (Budiharjo,2003 dalam Rani,2014). Menurut Diana (2007) dalam Rani (2014), ikan Wader merupakan ikan berukuran kecil yang sering ada di selokan, sungai kecil, dan sawah, biasanya hidup dalam koloni.

Ikan Wader merupakan ikan yang aktif. Suhu perairan yang sesuai untuk kelompok ikan ini adalah sekitar 24-250C. Makanan kelompok ikan Wader beragam khusunya crustacean kecil dan larva akan lebih disukai. Telur ikan yang sudah dibuahi akan menetas setelah 24-30 jam dan akan menempel pada tumbuhan air. Setelah menetas anak ikan dapat berenang bebas setelah 3-5 hari(Rani,2014).

REPRODUKSI IKAN WADER PARI (RASBORA ARGYROTAENIA)
Reproduksi pada ikan merupakan suatu tahapan penting dalam siklus hidupnya untuk menjamin kelangsungan hidup suatu spesies. Pada umumnya proses reproduksi ikan dibagi dalam tiga periode yaitu periode pre-spawning, periode spawning, dan periode post spawning. Pada periode pre-spawning, berlangsung persiapan gonad untuk menghasilkan telur dan sperma, peningkatan kematangan gonad dan perisapan telur dan sperma yang akan dikeluarkan. Periode pre-spawning merupakan bagian dari proses reproduksi yang paling panjang dibandingkan dengan periode lainnya(Sjafei et al., 1991 dalam Pratiwi,2014).

Aspek-aspek reproduksi berupa faktor kondisi, nisbah kelamin, ukuran ikan pertama kali matang gonad, indeks kematangan gonad, fekunditas, dan diameter telur diperlukan untuk kepentingan pengelolaan perikanan dan kelestarian spesies. Karakter reproduksi ikan merupakan informasi biologi yang penting sebagai acuan untuk konservasi dan domestikasi. Berbagai aspek dari karakter reproduksi yang dapat memberikan gambaran tentang kapasitas reproduksi spesies ikan antara lain adalah  perbandingan jenis kelamin, tingkat perkembangan gonad, indeks kematangan gonad, ukuran pertama kali matang gonad, fekunditas, dan sebaran diameter oosit(Nikolsky,1963 dalam Pratiwi,2014).

CIRI-CIRI IKAN WADER PARI (RASBORA ARGYROTAENIA)
Ikan Wader Pari mudah dikenal dari bentuk badan yang panjang dan agak pipih pada bagian perutnya, sedangkan bagian punggungnya menggembung. Bentuk mulutnya menengadaha dengan celah yang tidak terlalu panjang (Ahmad dan Nofrizal,2011 dalam Pratiwi,2014).

PERAN IKAN WADER PARI (RASBORA ARGYROTAENIA) DI PERAIRAN
Di perairan ikan Wader Pari dapat berperan sebagai predator bagi tumbuhan seperti lumut, dan lain-lain. Ikan Wader Pari termasuk ikan yang rakus dalam makan memakan. Bahkan ikan Wader Pari dapat langsung memakan telur Wader Pari lainnya.

FISIOLOGI IKAN WADER PARI (RASBORA ARGYROTAENIA)

a. Sistem ekskresi
Alat ekskresi pada ikan berupa sepasang ginjal mesonefros yang terikat disisi dorsal rongga tubuh. Bentuk ginjal mesonefros sempit memanjang, berwarna coklat, dan pada ujung anteriornya berhubungan dengan sistem reproduksi. Tubulus ginjal mengalami modifikasi menjadi duktus eferen yang menghubungkan testis dengan duktus mesonefridikus. Selanjutnya duktus mesonefridikus menjadi duktus deferen yang berfungsi untuk mengangkut sperma dan urin yang bermuara di kloaka. Mekanisme ekskresi pada ikan yang hidup di air tawar berbeda dengan mekanisme ikan yang hidup di air laut. Cairan tubuh ikan air tawar bersifat hiperosmotik dibandingkan dengan air tawar, sehingga air cenderung masuk ke tubuh ikan. Di saat yang bersamaan, ion tubuh cenderung keluar ke air. Untuk mengatasi masalah kelebihan air dan kekurangan ion, ikan air tawar biasanya tidak banyak minum. Tubuhnya diselimuti lendir untuk mencegah masuknya air secara berlebihan. Ikan aktif menyerap ion anorganik melalui insang dan banyak mengeluarkan air melalui urin yang encer(Suntoro etal.,1993).

Osmoregulasi adalah pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh yang dilakukan oleh organisme air untuk mengatur kehidupannya sehingga proses-proses fisiologis berjalan normal. Ikan mempunyai tekanan osmotik yang berebeda dengan lingkungannya, oleh karena itu ikan harus mencegah kelebihan air atau kekurangan air, agar proses-proses fisiologis di dalam tubuhnya dapat berlangsung dengan normal. Proses osmoregulasi terjadi karena adanya pengaturan konsentrasi ion-ion konsentrasi cairan tubuh dimana dalam proses ini juga membutuhkan energi. Bila ikan air tawar dimasukkan dalam medium air laut, maka yang terjadi adalah pemasukan air dalam tubuh ikan dari medium dan juga berusaha mengeluarkan sebagian dari garam-garam dari dalam tubuhnya. Bila ikan tidak dapat melakukan proses ini maka sel-sel ikan akan pecah (turgor) dan jika terjadi sebaliknya, ikan akan kekurangan cairan atau biasa disebut dehidrasi. Tujuan utama dari osmoregulasi adalah untuk mengontrol konsentrasi larutan dalam tubuh ikan. Apabila ikan tidak mampu mengontrol proses osmosis yang terjadi, ikan yang bersangkutan akan mati, karena akan terjadi ketidakseimbangan konsentrasi larutan tubuh yang akan berada diluar batas toleransinya(Fujaya,2004).

b. Sistem Pencernaan
Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakkan serta banyak menghasilkan lendir, tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang. Esophagus berbentuk kerucut , pendek, terdapat dibelakang insang, dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan didorong masuk ke lambung, lambung pada umumnya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus. Pada beberapa jenis ikan, terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan. Dari lambung, makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. Lalu usus akan bermuara pada anus. Kelenjar pencernaan pada ikan meliputi hati dan penkreas. Hati merupakan kelenjar yang berukuran besar, berwarna merah kecoklatan, terletak dibagian depan rongga badan dan mengelilingi usus, bentuknya tidak tegas, terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri, serta bagian yang menuju kea rah punggung. Fungsi hati menghasilkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu untuk membantu proses pencernaan lemak. Kantung empedu berbentuk bulat, berwarna kehijauan, terletak disebelah kanan hati dan salurannya bermuara pada lambung. Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan empedu dan disalurkan ke usus bila diperlukan. Pankreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga suka dikenali. Fungsi pankreas antara lain menghasilkan enzim-enzim pencernaan dan hormon insulin(Raharjo dkk, 2011).

c. Sistem Reproduksi
Sirkulasi reproduksi ikan berhubungan erat dengan perkembangan gonad, terutama pada jenis ikan betina. Secara umum, tahap-tahap perkembangan gonad ikan jantan adalah spermatogonia, spermatosit primer, spermatosit sekunder, spermatid, metamorphose dan spermatozoa. Faktor yang mempengaruhi komponen reproduksi atau kemtangan gonad diantaranya umur dan fisiologis induk ikan itu sendiri. Secara umum spesies ikan dari ukuran, maksimum terkecil dan mempunyai siklus hidup yang pendek, mencapai kematangan gonad pada usia lebih muda daripada spesies ikan maksimum besar. Pada proses reproduksi sebelum terjadi pemijahan sebagian besar hasil dari metabolisme tertuju untuk perkembangan gonad, gonad semakin bertambah berat diimbangi dengan bertambah ukurannya. Perkembangan gonad ikan secara garis besar dibagi atas dua tahap perkembangan utama yaitu pertumbuhan gonad sehingga ikan mencapai tingkat dewasa kelamin (sexually mature) dan tahap pematangan produk seksual atau gamet (Pratiwi, 2014).
                                                                    
MANFAAT IKAN WADER PARI (RASBORA ARGYROTAENIA)
Ikan Wader banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai protein hewani. Ikan Wader termasuk ikan yang digemari banyak orang karena rasanya yang gurih dan dapat dimasak dengan berbagai cara pengolahan seperti Wader krispi dan berbagai olahan lain yang dapat dikonsumsi sebagai lauk. Menurut Budiharjo (2002), permintaan pasar terhadap ikan Wader terus meningkat namun keberadaan Wader di alam saat ini semakin hari semakin sulit untuk ditemukan. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat eksploitasi yang berlebihan terhadap ikan Wader di alam. Eksploitasi yang dilakukan antara lain adalah dengan menggunakan sengatan listrik dan potassium untuk menangkap Wader, dengan demikian dapat merusak keberlangsungan hidup Wader. Oleh sebab itu, saat ini mulai dilakukan adanya pembudidayaan ikan Wader untuk melestarikan keberadaannya (Budiharjo, 2002).

PENULIS
Sofi Ayu Andini
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
https://www.youtube.com/watch?v=u5hML7JGClg
Lisna. 2013. Seksualitas, Nisbah Kelamin Dan hubungan Panjang-Berat (Rasbora argyrotaenia) Di Sungai Kumpeh Kabupaten muaro Jambi. Volume 15, Nomor 2, Hal. 07-14
Pratiwi, T.Y. 2014. “Gambaran Reproduksi Ikan Wader pari (Rasbora argyrotaenia) pada Bulan Desember-Januari Tahun 2013-2014 di Sungai Kaporan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo”. Skripsi. Malang : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya.
Raharjo, M.F. 1980. Ichthyologi. Depatemen Biologi Perairan, Fakultas Perikanan,IPB
Raharjo, M.F.,dkk.2011.Ikhtiologi.Lubuk Agung:Bandung.
Rani, C.V.K.L. 2014. “Pengaruh Pemberian Pakan Alami yang Berbeda Terhadap Kelulushidupan  dan Laju Pertumbuhan Benih Ikan Wader Pari (Rasbora argyrotenia) Ukuran 2-3 cm”. Skripsi. Malang : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya.
Suntoro,Susilo H., Djajal Tanjung Harminani.1993.Anatomi dan Fisiologi Hewan. Universitas Terbuka, Depdikbud : Jakarta.

No comments:

Post a Comment