Wednesday, May 20, 2020

Ikan Lumo (Labiobarbus Ocellatus); Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Lumo (Labiobarbus ocellatus) mempunyai ciri-ciri morfologi sebagai berikut:tubuh relatif panjang yaitu 100–219 mm. Jumlah sisik linea lateralis ± 40–44 buah, jari-jari  sirip  punggung berjumlah ± 25-26 buah, sisik sirip punggung bagian depan berjumlah ± 12-13 buah, setiap gill rakers memiliki helai insang ± 35-45 buah, jumlah sisik pada sirip ekor bagian bawah ± 22 buah, dan memiliki ciri yang sangat khas yaitu ada bercak  hitam di ujung depan dan belakang linea lateralis. Memiliki sirip punggung, sirip dada, sirip perut dansirip dubur.  Rahang  bawah  lebih pendek daripada  rahang atas dan memiliki 2 pasang sungut. Mulut kecil dan kedua  rahang tidak memiliki gigi. Ikan Lumo bersifat herbivor (Rainboth, 1996).

Genus Labiobarbus terdiri atas 4 spesies yaitu Labiobarbus ocellatus, Labiobarbus leptocheilus, Labiobarbus kuhlii, dan Labio barbus  lineatus. Ikan dari Genus Labio barbus memiliki ciri tubuh yang relatif sama, yang membedakan adalah ukuran sisik dan bintik hitam di bagian depan atau belakang linea lateralis.

KLASIFIKASI IKAN LUMO (LABIOBARBUS OCELLATUS)
Klasifikasi ikan Lumo menurut Heckel (1843) dalam Fishbase (2013) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Actinopterygii
Ordo : Cypriniformes
Family : Cyprinidae
Genus : Labiobarbus
Spesies : Labiobarbus ocellatus
         
MORFOLOGI IKAN LUMO (LABIOBARBUS OCELLATUS)
Ikan Lumo mempunyai ciri-ciri morfologi sebagai berikut: tubuh relative panjang yaitu 100-219 mm. Jumlah sisik linea lateralis kurang lebih 40-44 buah, jari-jari sirip punggung berjumlah kurang lebih 25-26 buah, sisik sirip punggung bagian depan berjumlah kurang lebih 12-13 buah, setiap gill rakers memiliki helai insang kurang lebih 35-45 buah, jumlah sisik pada sirip ekor bagian bawah kurang lebih 22 buah. Ikan lumo bersifat Herbivore(Rainboth 1996 dalam Tholifin et al., 2014).

HABITAT IKAN LUMO (LABIOBARBUS OCELLATUS)
Habitat ikan Lumo adalah perairan sungai dengan kedalaman sekitar 2-3 m dan dasar berlumpur. Habitat ikan Lumo meliputi perairan tawar, muara, dan hulu sungai, rawa, rawa banjiran sampai di danau. Populasi ikan Lumo lebih banyak tertangkap di perairan sungai yang dangkal. Distribusinya tersebar dari semenanjung Malaysia dan kepulauan Sunda Besar Sumatra dan Kalimantan dimana telah didata dari beberapa daerah aliran sungai utama, termasuk Pahang, Batang Hari, dan Kapuas (Fishbase, 2013).

TINGKAH LAKU IKAN LUMO (LABIOBARBUS OCELLATUS)
Ikan Lumo merupakan spesies ikan pelagis terutama di daerah sungai. Ketika musim hujan dan sungai mengalami banjir ikan Lumo banyak ditemukan di rawa atau tempat yang tergenang air selama musim hujan. Pada lokasi tersebut banyak ditemukan berbagai jenis pakan alami, berupa fitoplankton, perifiton, alga bentik, dan beberapa zooplankton. Lumo berenang dengan tubuh hamper sepenuhnya vertical dan kepala berada di sebelah atas (Fishbase, 2013).

REPRODUKSI IKAN LUMO (LABIOBARBUS OCELLATUS)
Reproduksi merupakan mata rantai dalam siklus hidup yang berhubungan dengan mata rantai yang lain untuk menjamin keberlanjutan spesies. Sebagian besar organisme akuatik menghabiskan sebagian besar hidup dan energinya untuk melakukan reproduksi(Nikolsky, 1963 dalam Pratiwi, 2014).

Ikan memiliki variasi strategi reproduksi agar keturunan yang dihasilkan mampu bertahan hidup. Ada tiga strategi reproduksi yang paling utama: 1) memijah hanya jika energy (lipid) cukup tersedia; 2) memijah dalam proporsi ketersediaan energy; dan 3) memijah dengan mengorbankan semua fungsi yang lain, jika sesudah itu individu tersebut akan mati. Berdasarkan strategi reproduksi yang dimiliki oleh ikan maka dikenal tipe reproduksi seksual dengan fertilisasi internal dan reproduksi seksual dengan fertilisasi eksternal(Fujaya, 2004 dalam Fishbase, 2013).

CIRI-CIRI IKAN LUMO (LABIOBARBUS OCELLATUS)
Warna tubuh ikan Lumo adalah putih keperakan dengan cirri khas yaitu bintik hitam pada belakang operculum (penutup insang) dan pangkal ekor yang berada pada garis linea lateralis. Lumo memiliki bentuk mulut yang meruncing dengan moncong terlipat, serta bentuk tubuh pipih memanjang. Bentuk tubuh pada ikan memudahkan ikan dalam mencari makan dan menghindar dari predator serta dapat berenang cepat meski arus air cukup deras(Tholifin et al., 2014).

PERAN IKAN LUMO (LABIOBARBUS OCELLATUS) DI PERAIRAN
Ikan Lumo adalah ikan yang bersifat herbivore yaitu pemakan organisme bentik, tumbuhan air, lumut dan lain sebagainya, sehingga dalam hal ini peran dari ikan lumo adalah predator bagi beberapa organisme bentik seerti plankton serta tumbuhan air yang menjadi makanannnya (Fishbase, 2013).

FISIOLOGI IKAN LUMO (LABIOBARBUS OCELLATUS)

a. sistem ekskresi ikan lumo (labiobarbus ocellatus)
Mekanisme sistem ekskresi pada ikan yang hidup di air tawar adalah ikan tidak banyak minum, aktif menyerap ion organik, melalui insang dan mengeluarkan urine yang encer dalam jumlah yang besar. Sistem ekskresi melibatkan organ insang, kulit, ginjal, yang berfungsi untuk mengekskresikan zat-zat sisa metabolisme yang mengandung Nitrogen. Insang sebagai organ pernafasan ikan, sedangkan kulit sebagai organ ekskresi karena mengandung kelenjar keringat yang mengeluarkan 5%, 10% dari proses metadysme(Fishbase,2013).

Osmoregulasi merupakan suatu fungsi fisiologis yang membutuhkan suatu energi, yang dikontrol oleh penyerapan selektif ion-ion yang melewati insang dan pada beberapa bagian tubuh lainnya dikontrol oleh pembuangan yang selektif terhadap garam-garam. Kemampuan osmoregulasi bervariasi tergantungsuhu, musim, umur, kondisi fisiologis, jenis kelamin dan perbedaan genotif. Ketika suatu organisme air (ikan) dimasukkan ke dalam suatu lingkungan dengan salinitas yang berbeda, maka proses osmoregulasi akan cenderung tinggi dibandingkan dengan lingkungan awalnya. Hal ini disebabkan karena dalam proses ini ikan akan cenderung mengontrol keseimbangan dalam tubuhnya. Oleh Karen itu, jika pada kondisi tersebut ikan tidak dapat menetralkannya maka akan berdampak pada fungsi kehidupan organisme itu sendiri (Kusrini, 2007).

b. sistem pencernaan ikan lumo (labiobarbus ocellatus)
Ikan membutuhkan materi (nutrien) dan energy untuk aktifitas kehidupannya. Nutrien yang dibutuhkan dalam hal ini berupa protein, lemak, dan karbohidrat. Selain itu, ikan juga memerlukan vitamin dan mineral dalam jumlah yang memadai. Sebagai organisme heterotrof, ikan membutuhkan semua itu yang berasal dari makanan. Mencari makanan bagi ikan merupakan kegiatan rutin keseharian, bahkan sebagian ikan mengembangkan organ agar dapat menemukan dan mendapatkan makanan(Raharjo dkk, 2011).

Pencernaan adalah suatu proses penyederhanaan makanan melalui mekanisme fisik dan kimiawi sehingga menjadi bahan yang mudah diserap dan disebarkan ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah. Sistem pencernaan meliputi organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan, mekanismenya, dan penyediaan bahan-bahan kimia, serta pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak tercernakan keluar dari tubuh(Raharjo dkk, 2011).

Dalam sistem pencernaan, terdapat organ-organ yang terlibat dalam proses pencernaan makanan. Dilihat dari fungsinya, organ pencernaan ikan dapat dibedakan atas dua bagian, yaitu saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan adalah organ-organ yang bekerja langsung dalam proses pencernaan dan penyerapan makanan, sedangkan kelenjar pencernaan adalh organ-organ yang berperan dalam menghasilkan cairan digestif yang digunakan dalam proses pencernaan, yakni hati dan pankreas.

REPRODUKSI IKAN LUMO (LABIOBARBUS OCELLATUS)
Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan tersebut untuk berproduksi dalm kondisi lingkungan yang berubah-ubah dan kemampuan untuk mempertahankan populasinya. Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari system reproduksi yang terdiri dari komponen kelenjar kelamin atau gonad, dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut testis beserta salurannya. Sementara beberapa kelenjar endokrin mempunyai peranan dalam mengatur sistem reproduksi(Hoar dan Randall,1983).

Ovary pada ikan terdiri dari banyak telur. Setiap jenis ikan memiliki ukuran telur sendiri, ada yang besar dan adpula yang kecil. Ukuran telur akan menentukan jumlah telur yang dimiliki oleh seekor induk. Ukuran telur ikan banyak ditentukan oleh ukuran kuning telurnya. Makin besar kuning telur maka makin besar pula peluang embrio untuk bertahan hidup.

Testis adalah organ reproduksi jantan yang terdapat berpasangan dan terletak dibawah tulang belakang. Testis ikan berbentuk seperti kantong dengan lipatan-lipatan, serta dilapisi dengan suatu lapisan sel spermatogenik (spermatosit). Sepasang testis pada jantan tersebut akan mulai membesar pada saat terjadi perkawinan, dan sperma jantan bergerak melalui vas deferens menuju celah atau lubang urogenital. Testis berjumlah sepasang digantungkan pada dinding tengah rongga abdomen oleh mesorsium. Bentuknya oval dengan permukaan yang kasar. Kebanyakan testisnya panjang dan seringkali berlobus (Raharjo,1980).

MANFAAT IKAN LUMO (LABIOBARBUS OCELLATUS)
Nelayan disekitar Sungai Tulang Bawang menyatakan  bahwa  ikan Lumoyang banyak  tertangkap  di Perairan Sungai Tulang  Bawang memiliki  ciri-ciri sirip dorsal panjang yang tergolong dalam genus Labiobarbus ocellatus, selain itu ada juga ikan Lumoyang memiliki sirip dorsal pendek yang merupakan genusThynnichthys thynnoides.

Penangkapan ikan Lumo Sungai Tulang Bawang menggunakan perangkap yang dirancang khusus dan diletakkan di bibir sungai, warga sekitar  menyebutnya dengan nama waring. Ada juga yang menggunakan jaring  insang  dan  beberapa alat  tangkap  lain  seperti  sero,  pancing,  jermal,  dan  bubu, namun pada umumnya kebanyakan nelayan sekitar sungai Tulang Bawang menangkap ikan menggunakan waring. Pada umumnya masyarakat sekitar sungai Tulang Bawang memanfaatkan ikan Lumo sebagai bahan  untuk membuat umpan pancing, ada juga yang memanfaatkan ikan Lumo untuk dikonsumsi dan ikan hias.

PENULIS
Sofi Ayu Andini
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Fishbase. 2013. Ikan Lumo (Labiobarbus ocellatus). http://www.fishbase.org/summary/Labiobarbusocellatus.htmldiakses pada 20 Desember 2015
Fujaya,Y.2004.Fisiologi Ikan. Rineka Cipta:Jakarta.
Kusrini, E. 2007. Adaptasi Fisiologis Terhadap Salinitas. Rineka Cipta:Jakarta.
Pratiwi, T.Y. 2014. “Gambaran Reproduksi Ikan Wader pari (Rasbora argyrotaenia) pada Bulan Desember-Januari Tahun 2013-2014 di Sungai Kaporan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo”. Skripsi. Malang : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya.
Raharjo, M.F. 1980. Ichthyologi. Depatemen Biologi Perairan, Fakultas Perikanan,IPB
Raharjo, M.F.,dkk.2011.Ikhtiologi.Lubuk Agung:Bandung.
Tholifin,A.,B.Putri, R.Diantari, I.G.Yudha. 2014. Pola Pertumbuhan dan Reproduksi Ikan Lumo (Labiobarbus ocellatus) di Sungai Tulang Bawang Provinsi Lampung. Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan. Halaman 213-220.

No comments:

Post a Comment