Monday, January 6, 2020

Abalon, Abalone, Atau Kerang Mata Tujuh; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Abalon, Abalone, Atau Kerang Mata Tujuh Termasuk Gastropoda mempunyai bentuk tubuh yang tidak simetri dengan mantelnya yang terletak di bagian depan, cangkang berikut isi perutnya tergulung spiral ke arah belakang. Karena letak mantel di bagian depan inilah yang mengakibatkan gerakan torsi atau perputaran poros pertumbuhan siput gastropoda. Proses torsi ini dimulai sejak dari perkembangan larvanya. Pada umumnya pergerakan berputar dengan arah yang berlawanan dengan arah jarum jam dengan sudut 180sampai kepala dan kaki kembali lagi ke posisi semula (Nontji, 1993).

KLASIFIKASI ABALON, ABALONE, ATAU KERANG MATA TUJUH
Phylum : Mollusca
Sub-Phylum : Eutrochozoa
Class : Gastropoda
Sub-class : Vengastropoda
Order : Archaeogastropoda
Sub-order : Vegistastropoda
Family : Haliotrididae
Genus : Haliotis
Species : Haliotis asinina
Nama spesies : Kerang mata tujuh 

MORFOLOGI ABALON, ABALONE, ATAU KERANG MATA TUJUH
Menurut Wijarni (1984) Haliotis asinina atau yang biasa dikenal dengan nama kerang mata tujuh atau kerang abalone memiliki satu cangkang yang terletak pada bagian atas. Pada cangkang tersebut terdapat lubang-lubang dalam jumlah yang sesuai dengan ukuran abalone, semakin besar ukuran kerang abalone maka semakin banyak lubang yang terdapat pada cangkang. Lubang-lubang tersebut tertata rapi mulai dari ujung depan hingga belakang cangkang. Kerang abalone juga mempunyai mulut dan sungut yang terletak di bawah cangkang serta sepasang mata.


HABITAT ABALON, ABALONE, ATAU KERANG MATA TUJUH DI PERAIRAN 
Kelas gastropoda merupakan merupakan kelompok moluska yang paling berhasil menduduki sebagai habitat. Terdapat di darat, perairan tawar, dan yang paling banyak dilaut. Bentuk tubuh dan cangkang sangat beraneka ragam. Terdapat lebih dari 60.000 spesies hidup dan 15.000 spesies fosil. Sejak periode Cambrian, dan diduga sampai sekarang sedang dalam puncak perkembangan evousinya. Peranan dari spesies ini yaitu sebagai dalam mengubah detritus organik menjadi biomassa invertabrata, yang pada akhirnya biomassaini berperan dalam siklus makanan dan energy (Rusyana,2013).

REPRODUKSI ABALON, ABALONE, ATAU KERANG MATA TUJUH
Menurut Rusyana (2013) kerang abalon atau kerang mata tujuh memiliki cara berkembang biak yang sama dengan kerang sisir yaitu dengan cara seksual. Perkembang biakan secara seksual yaitu dengan membentuk ovum dan spermatozoa bersama-sama di ovutestis. Ovutestis adalah kelenjar kecil berwarna putih kemerahan. Kelenjar ini terletak dengan cara melekat diantara kelenjar pencernaan. Pada apex dan massa vasceral vagina dan penis memiliki hubungan terbuka dengan satu ruangan. Hubungan tersebut adalah atrium genital yang mempunyai lubang keluar.

FISIOLOGI ABALON, ABALONE, ATAU KERANG MATA TUJUH
Menurut Rusyana (2013) spesies ini memiliki organ-organ dalam tubuh yang saling berhubungan satu sama lain sehingga membentuk suatu sistem, contohnya sistem pencernaan dan sistem pernafasannya. Pada sistem pencernaan Haliotis asinina atau yang dikenal kerang mata tujuh mempunyai sistem pencernaan yang kompleks. Pada spesies ini makanannya berupa tumbuh-tumbuhan. Makanan yang dia makan dipotong-potong oleh mandibula. Pada bagian mulut terdapat radula yang berfungsi untuk mencacah makanan. Zat-zat makanan diserap di dalam saluran-saluran pencernaan makanan yang terdiri atas rongga mulut - faring - esofagus - temolok - lambung - intestin - rektum dan kemudian berakhir di anus.

Pada sistem pernafasannya Haliotis asinina ini adalah organisme yang memiliki sepasang insang untuk pernafasan. Letak insang ini berada di dalam rongga mantel, dibawah deretan lubang cangkang. Air laut masuk melalui lubang pada cangkang, masuk kedalam rongga mantel bagian depan dan keluar melalui insang. Pada saat air melewati insang, oksigen diserap dan gas sisanya dibuang.

TINGKAH LAKU ABALON, ABALONE, ATAU KERANG MATA TUJUH
Pada siang hari atau suasana terang, kerang abalone lebih cenderung bersembunyi di karang-karang dan pada suasana malam atau gelap lebih aktif melakukan gerakan berpindah tempat. Ditinjau dari segi perairan, kehidupan kerang abalone sangat dipengaruhi oleh kualitas air. Secara umum, spesies kerang abalone mempunyai toleransi terhadap suhu air yang berbeda-beda, contoh; H. kamtschatkana dapat hidup dalam air yang lebih dingin sedangkan H. asinina dapat hidup dalam air bersuhu tinggi (300C). Parameter kualitas air yang lainnya yaitu, pH antara 7-8, Salinitas 31-32 ppt, H2S dan NH3 kurang dari 1 ppm serta oksigen terlarut lebih dari 3 ppm (Nontji, 1993).

PENULIS
I Gede Arya Corry
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015


EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Nontji, Anugrah. 1993. Laut Nusantara. Cetakan Kedua. Djambatan: Jakarta.
Rusyana, Adam. 2013. General Zoology. Bandung: Alfabeta.
Wijarni. 1984. Avertebrata Air. Malang: Universitas Brawijaya.
Zipcodezoo.com. 2015. http://www.zipcodezoo.com/  Diakses pada tanggal 1 November 2015.

No comments:

Post a Comment