Monday, March 2, 2020

Ikan Lele Phyton Atau Paiton; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Lele Phyton atau juga sering disebut dengan Lele Paiton merupakan jenis baru dari ikan lele hasil persilangan antara lele dumbo lokal dan lele Thailand yang dinilai memiliki kualitas bagus serta kemudahan saat dibudidaya. Ikan ini pertama kali dikembangkan pada 2004 oleh para sekelompok pembudidaya ikan lele yang ada di Kabupaten Pandeglang, Banten. Awalnya pengembangan ini hanya dilakukan percobaan dan bukan melalui proses riset di laboratorium. Namun, secara tidak sengaja muncullah jenis baru, yaitu lele phyton yang ukurannya lumayan besar serta cocok untuk konsumsi.

KLASIFIKASI IKAN LELE PHYTON ATAU PAITON
Kingdom
: Animalia
Sub-kingdom
: Metazoa
Phyllum
: Chordata
Sub-phyllum
: Vertebrata
Klas
: Pisces
Sub-klas
: Teleostei
Ordo
: Ostariophysi
Sub-ordo
: Siluroidea
Familia
: Clariidae
Genus
: Clarias
Spesies
: Clarias sp

MORFOLOGI IKAN LELE PHYTON ATAU PAITON
Ikan Lele Phyton mempunyai kulit berlendir dan tidak bersisik, mempunyai pigmen hitam yang berubah menjadi pucat apabila terkena cahaya matahari.  Mulutnya lebar, mampu memakan berbagai makanan,  dari zooplankton renik sampai ikan dan pemakan bangkai.  Sekitar mulut ada delapan kumis, yaitu nasal, maksila, mandibula luar dan mandibula dalam.  Sirip tunggal terdapat pada punggung, ekor dan dubur sedangkan sirip-sirip yang berpasangan terdapat pada dada dan perut.  Mempunyai alat pernafasan tambahan berupa arborescent organ  (Arifin, 1991).

Bahtiar (2006), juga menjelaskan bahwa ikan Lele Phyton dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, sirip punggung dan sirip anus yang panjang menyatu dengan sirip ekor, sehingga nampak seperti sidat yang pendek. Kepalanya keras menulang di bagian atas, mata kecil dan mulut lebar terletak di ujung moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang berguna untuk bergerak di air yang gelap. Lele juga memiliki alat pernafasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya dan sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya.

CIRI-CIRI IKAN LELE PHYTON ATAU PAITON
Lele Phyton memiliki ciri morfologi yang identik dengan Lele Dumbo sehingga sulit dibedakan, Lele Phyton memiliki tubuh yang licin dan hanya bagian kepalanya saja yang terlihat agak lonjong. Jika ikan ini terkejut, warna tubuhnya berubah menjadi loreng seperti mozaik hitam-putih layaknya Lele Dumbo pada umumnya. Mulutnya lebar dan dilengkapi kumis sebanyak 4 pasang yang berfungsi sebagai alat peraba pada saat mencari makan atau bergerak, yakni nasal, maksila, mandibula luar dan mandibula dalam (Arifin, 1991).

Untuk memudahkan berenang, Lele Phyton dilengkapi sirip tunggal dan sirip berpasangan. Sirip tunggal yang dimiliki adalah sirip punggung, sirip ekor, dan sirip dubur, sedangkan sirip berpasangan adalah sirip perut dan sirip dada. Sirip dada yang runcing dan keras disebut patil, berguna sebagai senjata dan alat bantu untuk bergerak, patil Lele Phyton tidak beracun (Suyanto, 1986).

HABITAT IKAN LELE PHYTON ATAU PAITON
Habitat Lele Phyton adalah perairan air tawar seperti sungai dengan arus tidak deras, kolam, danau atau rawa. Dengan organ pernafasan tambahan didepan insangnya, Lele dapat memperoleh oksigen langsung dari udara. Karena itulah Lele mampu hidup di perairan yang beroksigen rendah. Lele tidak cocok dengan daerah tinggi (700 m dpl) dan tumbuh lambat pada suhu dibawah 200 C. (Suyanto et al, 2007).

Ikan Lele hidup dengan baik di daerah dataran rendah sampai daerah yang tingginya maksimal 700 m dpl. Elevasi tanah dari permukaan sumber air dan kolam adalah 5-10 %. Tanah yang baik untuk kolam pembesaran adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos, berlumpur dan subur. Lahan yang dapat digunakan untuk budidaya Lele dapat berupa sawah, pecomberan, kolam pekarangan, kolam kebun, dan blumbang. Selain itu sebaiknya lokasi pembuatan kolam berhubungan langsung atau dekat dengan sumber air dan tidak dekat dengan jalan raya. (Arifin, 1991)

REPRODUKSI IKAN LELE PHYTON ATAU PAITON
Untuk melestarikan jenis atau kelompoknya, ikan lele bereproduksi agar menghasilkan keturunan. Adapun ciri-ciri spesifik alat reproduksi lele jantan, yaitu alat kelamin lele jantan yang berbentuk runcing dan memanjang. Kantong spermanya (testis) berjumlah 2 buah yang berbentuk pipih memanjang serta berwarna putih. Sementara itu, ciri spesifik alat reporduksi induk lele betina, yaitu alat kelaminnya berbentuk bulat (oval) dan mempunyai kantong telur (ovarium) sebanyak 2 buah. Lele berkembang biak secara ovipar (eksternal), yaitu pembuahan terjadi di luar tubuh. Artinya, spermatozoa membuah telur di luar tubuh ikan. Untuk membuahi telur, spermatozoa harus bergerak. Spermatozoa pada induk jantan tersebut bersifat immotile dalam cairan plasmanya dan akan bergerak apabila bercampur dengan air. Pertemuan gamet jantan dan betina ini akan membentuk zigot sebagai cikal bakal menjadi generasi baru. Perkembangan gamet jantan (sperma) maupun betina (ovum) diatur oleh hormon sejenis gonadotropin (Mahyuddin, 2011).

TINGKAH LAKU IKAN LELE PHYTON ATAU PAITON
Ikan lele adalah ikan yang hidup di air tawar. la bersifat noktumal, artinya ia aktif pada malam hari atau lebih menyukai tempat yang gelap. Pada siang hari yang cerah, ikan lele lebih suka berdiam di dalam lubang-lubang atau tempat yang tenang dan aliran air tidak terlalu deras.

Ikan lele membuat sarang di dalam lubang-lubang di tepian sungai, tepi-tepi rawa atau pematang sawah, dan kolam yang teduh dan tenang. Berhubung sifat-sifat dan tingkah lakunya itu, memancing ikan lele pada malam hari lebih berhasil daripada siang hari, karena ikan lele aktif mencari makan pada waktu malam atau sesudah matahari terbenam.

Lele yang dipelihara di kolam atau sawah, apabila hendak ditangkap pada siang hari, cara yang mudah ialah meletakkan tabung-tabung dari bambu atau lainnya, di dasar kolam/sawah, lalu menggiring ikan lele agar berkumpul di dalam tabung sehingga mudah ditangkap dengan cara mengangkat tabung tadi.

MANFAAT IKAN LELE PHYTON ATAU PAITON
1.   Sumber protein yang baik. Ikan lele adalah salah satu ikan tawar yang tinggi akan protein. ...
2.   Mengandung banyak Fosfor. Fosfor dalam ikan lele mencapai 168 mg/100 gram. ...
3.   Kesehatan kardiovaskular. ...
4.   4. Rendah lemak dan kalori. ...
5.   Mengandung banyak Omega 3. ...
6.   Sebagai sumber protein pendek.

PERAN IKAN LELE PHYTON ATAU PAITON DI PERAIRAN
Lele Phyton pada dasarnya tergolong hewan karnivora, dengan makanan alami hewan kecil seperti Daphnia, Cladosera, Copepoda, cacing, larva serangga, siput dan lain-lain. Namun pada kondisi disekitar manusia, ikan Lele Phyton  memakan sisa limbah rumah tangga bahkan tinja. Mereka mencari makan didasar kolam, namun jika ada makanan yang terapung akan diambil pula. (Suyanto, 2007).


PENULIS
Andrie Budi Setya Sasongko
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015


EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Arifin, M.Z. 1991. Budidaya Lele. Dohara prize. Semarang
Asmawi, S. 1986. Pemeliharaan Ikan dalam Keramba.Jakarta:Gramedia.
Bachtiar, Yusuf. 2006. Panduan Lengkap Budi Daya Lele Dumbo. Bogor : AgroMedia. Bandung; Penerbit ITB.
http://mbahbongkot.blogspot.com/2014/02/ikan-lele.html
https://id.theasianparent.com/manfaat-ikan-lele

No comments:

Post a Comment