Monday, January 13, 2020

Karang Jamur; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Karang jamur (Fungia danai) merupakan salah satu spesies karang yang hidup soliter (free-living) dan mampu hidup di berbagai macam substrat. Sebagian besar spesies ini dapat ditemukan pada lereng terumbu yang memiliki substrat patahan karang. Spesies ini juga dapat ditemukan di rataan terumbu maupun dasar perairan yang berpasir. Pada fase juvenil (anthocaulus), karang jamur hidup dengan cara menempel pada substrat yang keras, tetapi akan melepaskan diri dari substrat tersebut saat berukuran 1 cm (anthocyanthus). Pada awal fase anthocyantus, tingkat kematian karang jamur sangat tinggi dan hanya sebagian kecil yang dapat bertahan hidup hingga dewasa. Beberapa spesies dari genus karang jamur (Podabacia dan Lithophyllon) tidak memiliki fase anthocyantus dan tetap menempel pada substrat keras selama masa hidupnya. Karang jamur merupakan salah satu spesies karang yang memiliki karakter yang unik. Spesies ini memiliki kemampuan untuk menghindari interaksi dengan organisme kompetitor yang dapat membahayakan hidupnya (Hermanto, 2017).

KLASIFIKASI KARANG JAMUR
Filum
: Cnidaria
Sub filum
: Anthozoa
Kelas
: Anthozoa
Subkelas
: Zoantharia
Ordo
: Scleractinia
Sub ordo
: Fungiina
Famili
: Fungiidae
Genus
: Fungia
Species
: Fungia danai
Nama umum
: Karang jamur

Karang jamur digolongkan kedalam famili Fungiidae. Famili ini merupakan salah satu dari 18 famili karang batu yang menyusun gugusan terumbu karang di wilayah Indo-Pasifik, dengan jumlah spesies kurang lebih 41 spesies. Perairan Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan, memiliki keanekaragaman karang jamur cukup tinggi, yaitu terdiri dari 34 spesies karang jamur yang berasal dari 11 genus. Di perairan Pulau Gangga, Sulawesi Utara, ditemukan 16 spesies karang jamur yang terdiri dari tujuh genus (Hermanto, 2017).

CIRI-CIRI KARANG JAMUR
1.  Dalam daur hidupnya hanya mempunyai polip
2.  Reproduksi secara seksual dan aseksual.
3.  Hidup secara soliter, memiliki tentakel beragam warna.
4.  Terdapat lingkar tahun.

MORFOLOGI KARANG JAMUR
Karang jamur memiliki tubuh berbentuk lingkaran, ditengah-tengah tubuhnya terdapat lekukan, hidupnya menempel dan warnanya bermacam-macam. Karang jamur memiliki diameter kurang lebih 6 inchi tumbuh melingkar atau berbentuk oval seperti lempengan yang lepas di dasar dan nampak seperti jamur, memiliki tonjolan di punggungnya dari tepi hingga ke bagian tengah mulutnya. Karang ini memiliki keterbatasan untuk bergerak. mereka mampu bergerak di berbagai jenis substrat. Karang ini hanya bergerak sekitar 30 cm per hari. Fungia mendapatkan makananya dengan cara mengambil dari plankton. Hidupnya menempel dan memiliki berbagai warna yang sangat bervariasi. spesies ini bebas atau melekat pada substrat , dimana semua mempunyai septa pada permukaannya (oral side) yang membentuk jalur radial dari mulut yang terletak di tengah.

REPRODUKSI KARANG JAMUR
Reproduksi karang jamur berlangsung dengan cara spermatozoa pada jantung dipancarkan kedalam air lalu berenangmen cari tubuh betina. Bisa juga dilakukan dengan cara bertunas (aseksual). Sedangkan system pernapasan berlangsung secara difusi osmosis langsung dari permukaan tubuhnya .Hewan ini tidak memiliki alat ekskresi khusus, dan memiliki habitat di perairan laut hangat dan jernih dengan menempelkan diri pada substrat menggunakan aboral yang terletak pada bagian ventral tubuhnya.

HABITAT KARANG JAMUR
Karang jamur (Fungiidae) merupakan salah satu famili dari karang keras (scleractinian) yang hidupnya lepas dari substrat (free-living) dan umumnya ditemukan di perairan Indo Pasific. menyebutkan karang Fungiidae mempunyai ciri khas yaitu hidup soliter atau membentuk koloni, bebas atau melekat pada substrat. Bahkan bahwa karang jamur merupakan karang yang unik diantara jenis scleractinian lainnya, karena sebagian besar individu karang ini mampu berpindah dari satu habitat ke habitat lain selama fase bentik. Karang jamur ditemukan di perairan Indonesia sebanyak 29 spesies dan merupakan 70% dari yang ada di perairan Indo-Pasifik (tropis) sebanyak 41 spesies (Souhoka, 2016).

Fungia concinna menyebar dari Laut Merah bagian timur sampai Kepulauan Tuamotu, Great barrier reef, Laut Coral bagian timur sampai pantai Barat Australia. Sebaliknya spesies Herpolitha weberi, Polyphyllia talpina dan Fungia scabra frekuensi kehadirannya rendah (50%) karena ditemukan dalam jumlah individu yang sedikit yaitu Fungia scabra 4 individu dan Herpolitha weberi serta Polyphyllia talpina masing-masing 2 individu. menyatakan karang jamur jenis Herpolitha weberi dan Fungia scabra biasanya hidup pada daerah yang tenang dan teduh serta bersubstrat dasar pasir. Kondisi seperti ini dapat dijumpai di Stasiun 2, Stasiun 3 dan Stasiun 4 yang posisi stasiun pengamatan sedikit berteluk, sehingga air cukup tenang dan substrat dasarnya didominasi oleh pasir. Walaupun jenis Herpolitha weberi dan Fungia scabra mempunyai frekuensi kehadiran yang rendah tetapi kedua spesies ini dapat ditemukan di perairan Philipina, Singapura, Indonesia dan Australia terutama di Great barrier reef. Di samping itu kehadiran karang jamur pada suatu perairan dipengaruhi oleh faktor fisik perairan seperti salinitas, suhu, kecerahan perairan maupun beberapa parameter kimia air laut seperti fosfat dan nitrat (Souhoka, 2016).

Banyak di temukan Indonesia yang beriklim sedang .Namun, ada beberapa juga yang di temukan di daerah yang beriklim tropis. Karang ini melekat pada substrat yang ada, karang ini memiliki tentakel yang berongga, digunakan untuk menempel pada batuan yang ada. Hidup di perairan dengan suhu sedang.Hidupnya pun juga di permukaan di tempat yang masih mendapatkan akses sinar dari matahari.

TINGKAH LAKU KARANG JAMUR
Karang jamur Fungia concinna biasanya hidup berkelompok dan ditemukan di kedalaman antara 3 – 7m serta sebarannya hampir di seluruh perairan Indonesia (Suharsono, 2010). Karang jamur memiliki tingkah laku bergerak hanya 30 cm per harinya, untuk mendapatkan makanan karang jamur mengambil nutrisi dari plankton. Tempat hidupnya menempel pada substrat dan warnanya sangat berfariasi.

PERAN KARANG JAMUR DI PERAIRAN
Salah satu scleractinian yang berperan sebagai komponen utama pembentuk terumbu karang adalah karang jamur. Spesies ini memiliki peranan yang cukup penting sebagai mikrohabitat untuk biota laut lainnya seperti udang, ikan cryptobenthic, teritip serta kepiting. Kemampuan berpindah dari satu habitat ke habitat lainnya selama fase bentik merupakan salah satu karakter yang cukup unik pada spesies ini.

Karang jamur, karang secara tidak langsung memiliki peran dalam menjaga kualitas air. Coelenterata dari kelas Anthozoa merupakan pembentuk ekosistem terumbu karang yang menjadi habitat ikan dan hewan laut lainnya. Kerang kaluar beberapa jenis Coelenterata dapat digunakan sebagai hiasan akuarium. Secara fisik hutan bakau mempunyai fungsi sebagai penahan angin. Sebagai karang penghalang, karang ini dapat melindungi pantai dari abrasi air laut.serta merupakan tempat persembunyian dan perkembangbiakan ikan.

MANFAAT KARANG JAMUR
Karang jamur memiliki manfaat sebagai habitat bagi organisme laut seperti zooxanthella, ikan, udang, kepiting, barnakel, bivalvia dan cacing. Heliofungia actiniformis merupakan salah satu spesies karang jamur yang diketahui pernah berasosiasi dengan 23 spesies organisme laut yang lain. Selain itu Hoeksema dan Fransen mengungkapkan bahwa tujuh spesies udang ditemukan pada spesies ini. Beberapa jenis ikan cryptobenthic seperti Eviota pellucida dan E. Lachdeberei juga menggunakan tentakel Heliofungia actiniformis sebagai mikro habitat (Hermanto, 2017).

PENULIS
Ulfa Gita Anjeli
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Allan.1962. HewanAir.London.Theyc.Y Mosby Company
Helm and Bourn.2004.Avertebrate Water.. USA: W,B Sounders Company
Hermanto, B. 2017. Biodiversitas dan Sebaran Karang Jamur (Fungiidae) di Perairan Teluk Amurang, Minahasa Selatan. Jurnal Oseanologi dan Limnologi di Indonesia.  2(3): 13-23
Romimahtarto.2009. Biologilaut. Malang. Alfabeta
Romimahtartodansrijuwana. 2007. BiologiLaut. Malang: Alfabeta
Souhoka, J. 2016. Struktur Komunitas Karang Jamur (Fungiidae) di Perairan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Biota Vol. 1 (2): 51−61
Swenmen.2001. AvertebratadanInvertebrata Air. USA: W,B Sounders Company
Wijarni. 1984. Avertebrata Air. Universitas Brawijaya
Zipcodezoo. 2015. http://www.zipcodezoo.com. diakses pada tanggal 4 November 2015

2 comments: