Saturday, November 2, 2019

Pemberian Suplemen Dan Pakan (Dasar Akuakultur Atau Aquaculture)



1. PENDAHULUAN (PERTEMUAN I)

1.1. Pengantar

Di alam, ikan dapat memenuhi kebutuhan makannya dengan pakan yang tersedia di alam. Dalam hal ini ikan mempunyai kesempatan untuk memilih. Oleh karena itu, pakan yang berasal dari alam selalu sesuai dengan selera ikan. Dalam lingkungan budidaya, ikan lebih tergantung pada pakan buatan dan tidak mempunyai kesempatan untuk memilih. Pakan buatan adalah pakan yang dibuat dengan formulasi tertentu berdasarkan pertimbangan kebutuhannya. Pembuatan pakan sebaiknya didasarkan pada pertimbangan kebutuhan nutrisi ikan, kualitas bahan baku, dan nilai ekonomis. Dengan pertimbangan yang baik, dapat dihasilkan pkan buatan yang disukai ikan, tidak mudah hancur dalam air, aman bagi ikan. Pemberian pakan yang bersifat melengkapi dari keanekaragaman bahan makanan yang diberikan kepada ikan atau biota perairan merupakan suatu bahan suplemen yang akan sangat berguna di dalam memenuhi kebutuhan gizi. Hal ini akan meningkatkan vigor dari biota air yang bersangkutan

 

1.2 Tujuan

Penguasaan materi di dalam modul ini, dirancang untuk dasar landasan tentang proses

budidaya perikanan, dimana disini akan dijelaskan tentang :

· Pengertian mengenai Formulasi pakan

· Pengertian dan penjelasan mengenai kebutuhan Nutrisi

· Sifat-sifat fisik pakan mulai dari tekstur pakan hingga bahan-bahan pakan yang

biasa digunakan serta komponen non nutrient didalam sebagai suplemen dalam

pakan ikan budidaya.

 

1.3 Definisi

Dalam budidaya ikan secara intensif, pakan buatan disediakan untuk memenuhi kebutuhan ikan, dimana biaya pakan dapat mencapai 60% dari biaya produksi. Berdasarkan tingkat kebutuhannnya pakan buatan dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu (1) pakan tambahan, (2) pakan suplemen, dan (3) pakan utama. Pakan tambahan adalah pakan yang sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan pakan. Dalam hal ini, ikan yang dibudidayakan sudah mendapatkan pakan dari alam, namun jumlahnya belum memadai untuk tumbuh dengan baik sehingga perlu diberi pakan buatan sebagai pakan tambahan. Pakan suplemen adalah pakan yang sengaja dibuat untuk menambah komponen nutrisi tertentu yang tidak mampu disediakan pakan alami. Sementara pakan buatan adalah pakan yang sengaja dibuat untuk menggantikan sebagian besar atau keseluruhan pakan alami.

 

2. FORMULASI PAKAN

• Nutrisi makanan lengkap harus digunakan setiap kali makanan alami yang tidak tersedia atau saat makanan alami hanya memberikan kontribusi kecil untuk gizi

• ketika jumlah zat substansial untuk produksi alami tersedia maka makanan tambahan hanya sebagai pelengkap saja

• Disini fokus pada pakan nutrisi-lengkap pakan buatan

 

3. KEBUTUHAN NUTRISI

• Sebagian besar persyaratan gizi yang telah dipublikasikan fokus pada juvenil ikan / udang

• banyak merupakan percobaan lab tunggal, tanpa pembanding/tidak didukung oleh peneliti lain

• kinerja optimal pakan dapat dipengaruhi oleh manajemen, faktor lingkungan & ukuran ikan / udang

• Dalam merumuskan diet untuk spesies yang tidak diketahui menggunakan persyaratan gizi untuk suatu spesies yang dekat kekerabatannya

• Sebagian besar variasi antara spesies air dapat dikaitkan dengan apakah ikan tsb:

1) Coldwater vs warmwater; 2) air tawar vs laut; 3) krustasea vs finfish

• Nilai dalam tabel kebutuhan gizi hanya mewakili nilai minimum, tidak

memungkinkan untuk kehilangan selama pemrosesan & penyimpanan

• Asam Amino & mineral; stabil thd panas, kelembaban, oksidasi

• vitamin & lipid tidak stabil (dipengaruhi o/ panas, oksidasi, cahaya, kelembaban,

dll;_ simpan di tempat sejuk dingin)

• 50% asam askorbat (Vit C) hilang dalam pengolahan, daya simpan pakan 2-3 bulan dalam penyimpanan

 

4. SIFAT-SIFAT FISIK PAKAN

4.1Tekstur pakan

Tekstur pakan juga penting untuk beberapa spesies: bberapa lebih suka pakan basah vs kering (misal: belut, salmon) kadang-kadang petani lebih memilih pelet mengapung, krn memungkinkan konfirmasi konsumsi

(petani dpt menebak berapa yang dikonsumsi)

• pakan apung dapat merugikan sehubungan dengan konsumsi o/ kompetitor

• udang suka pelet tenggelam (dengan kerapatan yang lbh besar dari air,

1g/cm3)

 


4.2 Bahan-bahan Pakan

Pakan yang dibuat merupakan :

1. sumber protein (asam amino)

2. sumber energi (COH)

3. Sumber lemak (termasuk asam lemak esensial)

4. Supplement vitamin /premix

5. Supplement mineral /premix

6. growth/pigment enhancers

7. Bahan untuk meningkatkan palatabilitas pakan

8. Bahan untuk meningkatkan daya simpan (shelf life)

 

Bahan-bahan yang sering digunakan sebagai campuran pakan ikan/udang

antara lain :

 

a. Fish Meal (FM/Tepung Ikan)

• Jika terbuat dari ikan utuh kualitas baik & diproses dengan benar, dpt mjd sumber protein kualitas tertinggi yang tersedia juga kaya sumber energi dan mineral

• mudah dicerna, enak untuk ikan (palatability), juga berfungsi sebagai attractan (bau ikan)

• biasanya mengandung protein sekitar 65%, dan 80% yang dpt dicerna

• tinggi di Lys & MET (rendah pada tanaman)

• Tepung ikan juga mengandung 1-2,5% asam lemak n-6, penting untuk ikan & semua jenis udang

• Jika dibuat dari produk sampingan, kualitasnya tidak sebagus hasil tangkapan

• Masalah yang ditemui: kadar abu tinggi. kadang-kadang dapat menyebabkan ketidakseimbangan mineral

• Penggunaannya seminimal mungkin karena biaya yang tinggi sebagian dapat diganti dengan bungkil kedelai & tepung hewani lainnya

• Bila menggunakan FM, hrs diingat bahwa FM tidak dpt disimpan selamanya_ kadar lemak yang tinggi _ ketengikan

• lebih lanjut, tidak FM semua diciptakan sama kualitasnya

• Beberapa jenis (menhaden) kualitasnya > bagus dibanding ikan lain (tepung sardin)

• FM harus digiling dengan baik & disaring untuk menghilangkan bagian2 yang sulit dicerna

• negara-negara produsen besar USA,Peru, Meksiko, Ekuador

 

b. Soybean Meal (SBM/Tepung Kedelai)

• Tepung kedelai memiliki salah satu profil asam amino esensial terbaik dari semua bahan pakan tumbuhan yang kaya protein (tabel.Lovell dibawah ini)

• SBM mencukupi kebutuhan EAA (Essential Amino Acids) pada jenis ikan Lele

• Namun pada belut dapat mengalami defisiensi karena kebutuhan MET / CYS adalah dua kali ikan Lele

• Beberapa ikan tidak menyukai SBM (unpalatable) sehingga penggunaannya memiliki batas maksimum

 


Tepung kedelai umumnya digunakan untuk pengganti tepung ikan, tetapi hanya batas tertentu, namun ini hanya berlaku untuk beberapa jenis ikan\ (salmonid) sedangkan ikan catfish (Lele) tidak bisa.

· Udang dapat mengkonsumsi pakan dengan kandungan tepung kedelai tinggi, namun tetap harus diberi tepung ikan dalam jumlah yang mencukupi

· Masalah yang timbul dalam penggunaan T. kedelai: high loss on energi, lipid & mineral. Pada kadar tepung ikan yang tinggi (sebagai pengganti tepung ikan) dpt terjadi kerugian energi, mineral dan lemak.

· Jenis lain tepung kedelai dikenal sebagai “bungkil kedelai"

bungkil kedelai berasal dari kedelai yang dikuliti mengandung 25% ME, 85% P dan 90% asam lemak n-3 lebih sedikit daripada ikan teri

· Kedelai juga mengandung tripsin-inhibitor. Tripsin-inhibitor dapat mengurangi kecernaan protein kedelai oleh enzim tripsin, solusi: kedelai dipanggang sebelum penggilingan (menghancurkan inhibitor)

 

c. Grains (biji2an) &By-products

• Biji2an terutama digunakan sebagai sumber COH. Biji-bijian utuh, memberikan kontribusi sekitar 62% -72% pati

• Pati cukup baik dicerna oleh warmwater spesies (tropis) (60-70%), tetapi tidak untuk ikan temperate (dingin)

• Pemanasan melalui ekstrusi dapat meningkatkan kecernaan 10 - 15%

juga dapat digunakan sebagai agen pengikat (binding agents)

• Jagung umumnya digunakan di AS, tetapi tinggi xanthophyll (pigmen),

memberikan warna kuning padam jaringan ikan (tidak baik untuk penjualan ikan)

• Gluten tepung jagung mengandung protein tinggi (60%) dan berisi MET tingkat tinggi (sangat baik untuk formulasi)

• Bekatul sering digunakan di negara-negara berkembang karena limbah produksi beras lokal

• Dedak padi merupakan sumber COH yang baik, namun tinggi serat dan lemak

• Gluten gandum adalah sumber protein yang baik, tapi terlalu mahal, sering digunakan sebagai bahan pengikat (binder)

 

d. Animal By-products (limbah produksi hewani)

• Tepung daging & tepung tulang adalah produk sampingan dari rumah

penyembelihan

• mengandung protein kasar 50-55%

• kualitas proteinnya rendah, sehingga hanya sedikit berguna & bervariasi tergantung pada sumber & kualitas daging

• Dpt mjd sumber energi yang baik

• masalah: kadar abu tinggi

• Daya cerna dpt ditingkatkan dengan pengeringan

• by-products unggas (Poultry By-products Meal) sering digunakan oleh pabrik yang juga memproduksi pakan ayam

• tepung bulu ayam tinggi protein, tapi sulit dicerna

 

e. Crustacean Meals (tepung Crustacea)

• Limbah udang dpt menjadi sumber pakan yang cukup baik (keoala

Karapas/shell terutama kitin, daya cernanya rendah

• Amoniak dalam kitin sekitar 10-15% dr seluruh N (total N) dalam tepung

• Merupakan sumber asam lemak n-3, kolestrerol & astaxanthin (karotenoid)

sangat cocok & sering berfungsi

• Sebagai atraktan dalam feed, sekitar 1-2%

Jenis alternative lain: tepung krill, tepung Artemia

 

f. Lemak dan Minyak

• Sebagai sumber energi, asam lemak esensial, atraktan, dan sebagai pelais pellet untuk mengurangi abrasi

• baik lemak hewan & tumbuhan dpt digunakan, lemak hewan lebih murah & daya atraktan tinggi

 

• Lemak hewani laut sering ditambahkan sebagai sumber asam lemak (jk tdk tdk

ada sumber asam lemak laut)

• sumber: menhaden, hiu, mnyk hati ikan cod, lemuru, layang, cumi, dll

• harus berhati-hati dalam penyimpanan minyak, krn mudah teroksidasi _ tengik (rancidification)

 

g. Bahan pakan berserat

• Kebanyakan hewan monogastric (misal ikan) tidak dpt mencerna bahan pakan berserat dengan baik

• Kandungan serat dalam pakan maksimal 3-5%. Penambahan serat tdk akan memberikan keuntungan

• kadar serat tinggi mengurangi kapasitas pengikatan pakan, menghambat asupan

(karena palatabilitas dikurangi), meningkatkan laju & produksi limbah (faeces) sumber: dedak

 

h. Binding Agents (bahan pengikat)

• Binding agen benar-benar diperlukan untuk pakan pelet, tetapi belum tentu untuk pakan ekstrusi feed (kami mendiskusikan hal ini nanti) pada pakan ekstruksi, semua bahan di gelatinasi oleh suhu tinggi sehingga

saling mengikat /menempel satu sama lain

• Tabel 5.4 menunjukkan: most organic binders are good for about 30 min of submergence, starch is often used at over 10%, however it will hydrate and swell the pellet. Chemical binders (e.g., Basfin) have good binding potential,

form cross-linkages with COH and PRO, but are toxic

• pengikat organik adalah yang paling baik untuk pakan

• memiliki sekitar 30 menit daya apung

• Pati sering digunakan lebih dari 10% dalam formulasi pakan, namun akan

meghidrasi & memperbesar ukuran pellet (mengembang)

• Pengikat kimia (misal, Basfin) memiliki potensi yang mengikat baik, tetapi Beracun

 


5. NON-NUTRIENT DIET COMPONENT/FEED SUPPLEMENT (PERTEMUAN II)

 

Fakta Dasar

• Selain nutrisi penting, pakan jg berisi bahan-bahan organik dan anorganik yang memiliki berbagai efek pada spesies akuatik: menguntungkan, merugikan atau dpt diabaikan

• Bahan2 tsb dpt mempengaruhi pertumbuhan, kesehatan atau produk olahan

• tersedia scr alami, sengaja atau tidak sengaja ditambahkan dapat diproduksi melalui pertumbuhan mikroba

 

a. Minyak Ikan, Serat

• Minyak ikan laut mengandung 20-25% PUFA's (Poly Unsaturated Fatty Acids), bersifat “autooksidasi", PUFA menghasilkan pembentukan radikal bebas & senyawa peroksida, ini beracun karena reaksi dengan nutrisi lain, sehingga jumlah dalam pakan harus dibatasi, juga menyebabkan kerusakan selular / subselular

• Efek dapat dikurangi dengan penambahan Vit E (sebagai antioksidan)

• Serat juga dapat sedikit "beracun" karena meningkatkan laju kerja usus yaitu menyebabkan penurunan ketersediaan nutrisi

 

b. Diet Additives: Hormones

• kontrol hormonal yang digunakan untuk budidaya mono-seks

• Tujuan: mengurangi reproduksi & meningkatkan pertumbuhan

ex. Steroid androgenik (ethyltestosterone) pada ikan nila = jantan 90%

efek tdk sama untuk jenis ikan lain

• 17-alpha-methyltestosterone meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup pada salmonids

• Andorgenic lebih baik daripada estrogenik _digunakan sebagai implan pada sapi

 

c. Binder (bahan Pengikat)

• Pakan pellet yang dikukus, terutama untuk udang, mengandung pengikat

• Ini digunakan untuk meningkatkan stabilitas air (mengurangi daya larut & gizi yang hilang)

• Ada 2 jenis : matriks organik (lignosulfonat atau polisakarida) & senyawa kimia (hexametaphosphate natrium)

• tidak ada bukti pengaruh buruk spesies perikanan budidaya


d. Antibiotics

• Beberapa pakan dpt diformulasi dengan penambahan antibiotik untuk perawatan vibriosis & infeksi bakteri lain

• Tiga antibiotik yang disetujui di AS adl sulfadimethoxine, sulfamerazine dan terrymycin (oxytetracycline, OTC)

• OTC komersial tersedia sebagai “obat ikan" (udang) pakan, dosis 1.5 mg / kg pakan

• Penggunaan antibiotik harus dihentikan 14-21 hari sebelum panen (atau tergantung peraturan negara pengimpor)

 


e. Attractants

• Atraktan adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pakan untuk

stimulan/perangang nafsu makan ikan (udang)

• hemat biaya karena menyebabkan udang / ikan untuk makan _ meningkatkan palatability

• Memfasilitasi masuknya produk sampingan, biasanya dicampur dalam pakan sebanyak 0,5-1,0%, terutama karena biaya yang mahal

Contoh: tepung krill, Artemia tepung, minyak ikan, tepung ikan

• Kadang-kadang digunakan untuk mengurangi kandungan protein pakan


f. Antioxidants

• Oksidasi lipid dalam pakan atau bahan pakan dapat menyebabkan penurunan nilai gizi terutama bberapa jenis lemak tertentu dan vitamin

• Hal ini juga dapat menyebabkan produksi radikal bebas dan peroksida beracun

• Potensi untuk pembentukan senyawa-senyawa beracun dikurangi dengan senyawa sintetis seperti BHA (hydroxyanisole butylated, BHT (hydroxytoluene butylated), juga melalui senyawa alam (Vit E)

 


PENULIS

Maheno Sri Widodo

Rinda Puspitasari

Dosen FPIK Universitas Brawijaya

 

PUBLISHER

Gery Purnomo Aji Sutrisno

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

 

DAFTAR PUSTAKA

· Poedjiadi, 2006. Dasar-dasar biokimia, UI Press. Jakarta

· Sudarmadji, S.,Haryono, B.,Suhardi, 2003. Analisa bahan makanan dan pertanian.,Liberty. Yogyakarta

· Winarno, F.G., 1984. Kimia Pangan dan Gizi, PT. Gramedia Jakarta.

 

PROPAGASI

 

1. Latihan

Apakah yang dimaksud dengan Non- nutrient Diet Component/feed supplement dan mengapa keberadaannya penting didalam pakan?

 

2. Pertanyaan

a) Bahan-bahan apa sajakah yang sering digunakan sebagai campuran pakan ikan/udang?

b) Apakah sajakah pertimbangan pembuatan pakan buatan dan suplemen ditinjau dari jenis dan tekstur?

 

3. Tugas

Carilah informasi data mengenai teknologi pembuatan pakan buatan pada jurnal atau literatur data (buatlah komentar dan makalahnya).

No comments:

Post a Comment