Saturday, October 26, 2019

Survival Dan Mortalitas (Biologi Perikanan)



Mortalitas didefinisikan sebagai jumlah individu yang hilang atau mati selama satu interval waktu tertentu. Dalam dunia Perikanan mortalitas dibedakan menjadi dua mortalitas penangkapan (F) dan kelompok yaitu mortalitas alami (M).

Mortalitas alami adalah mortalitas yang disebabkan oleh faktor selain dari penangkapan seperti kanibalisme, suhu yang tidak stabil, predasi, stress pada waktu pemijahan, kada amonia yang tinggi, kelaparan dan umur yang tua. Survival adalah cara ikan bertahan hidup di lingkungannya. 


Pendahuluan
•Salah satu cara untuk menentukan survival & mortalitas individu-individu dalam populasi yaitu dgn menguji cohort individu dari lahir hingga mati.
Cohort adalah kelompok organisme yg memiliki usia sama yg tumbuh dan bertahan hidup dgn laju yg sama.
•Populasi biasanya dibentuk oleh organisme-organisme dari berbagai cohortyg berbeda.

Survival rate
Survival rate (kelangsungan hidup) :
1.Proporsi organisme untuk hidup dari waktu ke waktu.
2.Dipengaruhi umur

Ada 2 cara pendugaan survival :
1)Tabel Kohort (Cohort Life Table)
2)Static Life Table

Metode Survival
•Metodesurvival (S) adalah dengan membandingkan ikan yang hidup pada akhir periode(Nt) dengan jumlah ikan pada awal periode pengamatan(No).
•Formula:
S=Nt/No

•Dimana N mewakili jumlah yg didapat pada tiap umur dari contoh yg mewakili; sehingga kecepatan mortalitas seketika (Z) :
Z = -(log e Nt–log e No)
Z = -log e S = -ln S

Cohort Life Table
•Mengidentifikasi individu-individu yang lahir pada waktu (tahun) yang sama& mencatat kematian yang terjadi.
•Digunakan untuk organisme yang mudah ditelusuri & dicatat; plant, sessile animals mobile animal on small island
•Kelebihan tabel kohort: mudah dilakukan
•Kekurangannya:
1.Sulit menduga untuk organisme yang siklus

hidup panjang & mobile.
2. Rumit bila terjadi perubahan lingkungan


Static life table
Static life table dapat dibuat dgn mengetahui atau mengestimasi usia saat kematian individu-individu dari suatu populasi.
•Digunakan untuk organisme yang mudah ditentukan umurnya : fish(otolith), trees(tree rings), turtles(carapace) & some mammals.
•Kelebihan : a) tidak membutuhkan kelompok umur yang sama, b) data bisa diambil secara random
•Kekurangan: Harus tahu umur tiap individu saat mati.


Survivorship Curves


•Type I populations experience greatest mortality at older ages (Some plants & most mammals have high survivorship of young)
•Type II have a constant death rate per unit time (Some birds & amphibians have a more constant survivorship or mortality through life), and
•Type III populations have mortality concentrated at the youngest ages (Many plants, invertebrates, amphibians, and fishhave very low survivorship as juveniles).

Contoh survival tahunan populasi
•Suatu populasi dengan mortalitas yang tetap akan mempunyai jumlah rekruit yang tetap sama dengan ikan mati.
•Sebagai contoh: kita duga survival tahunan populasi ialah 50%.
•Jika tiap tahun ada 1.000 ikan yg masuk kedalam populasi, kemudian setelah11 tahun populasi itu akan mempunyai struktur umum:

Umur: 1 2 3 45 6 7 8 910 11
Jumlahikan: 1000 500 250 ?62 31 16 8 ?2 1

Distribusi frekuensi umur hasil dari 50% & rekruitmen yg konstan 1000 anak/tahun


Contoh Populasi


Mortalitas
•Ada 2 cara untuk menduga mortalitas :
1.Mempertimbangkan populasi yang dipanen sebagai pengukuran jumlah eksploitasi,
2.Mempertimbangkan beberapa usaha alat penangkapan tertentu yang proporsional dengan kekuatan fishing mortality

Kecepatan Eksploitasi
•Kecepatan eksploitasi atau pendugaan kematian karena fishing (fishing mortality) merupakan kemungkinan ikan mati karena penangkapan perikanan selama periode tertentu.

Contoh:
•Populasi terdiri dari 1.000 ekor ikan pada awal musim penangkapan. 350 diambil pada waktu penangkapan, → Maka kecepatan eksploitasi atau dugaan kematian karena perikanan adalah:

= 350/1000
= 0,35

•Jadi, kecepatan eksploitasi adalah total hasil tangkapan dibandingkan dengan besarnya populasi awal.
•Jika diketahui nilai keduanya, maka ratio di atas merupakan nilai parameter dan bukan dugaan.
•Salah satu metode untuk menghitung survival & mortalitas adalah pengetahuan umur ikan dalam populasi tersebut. Marking dan tagging juga sangat membantu dalam penghitungan survival dan mortalitas.

•Misal, pada awal tahun populasi ikan tersebut 1.000 ekor. Pada akhir tahun atau awal tahun berikutnya, diketahui populasi ikan tersebut ternyata hanya 200 ekor. Disini, laju mortalitas = A
Dimana ;

A=(No-Nt)/No

•A=laju mortalitas,
•No=jumlah ikan awal pengamatan
•Nt= jumlah ikan akhir pengamatan

Kecepatan Mortalitas Seketika (Z)
•Perhitungannya berdasarkan waktu satu tahunya itu logaritma natural dari survival dengan tanda yang berlawanan:


Kecepatan Mortalitas Seketika (Z)

•Mortalitas ini adalah jumlah semua kekuatan mortalitas dalam populasi. Mortalitas populasi berasal dari mortalitas yang disebabkan oleh fishing (F) dan mortalitas alami (M).
•Dalam hal ini


Bagian –bagian dari mortalitas :
1.Penangkapan,
2.Pemangsaan,
3.Penyakit,
4.Kecelakaan, bencana alam dll
•Bagian-bagian tersebut dikelompokkan dalam 2 kelompok :
–mati karena perikanan (F), dan
–mati alami (M)
•Sehingga, Survival adalah peluang untuk hidup dalam satu saat tertentu yg sama dgn peluang tidak ditangkap (e –Ft) & peluang tidak mati secara alami (e –Mt).
•Mortalitas merupakan salah satu pelengkap dari Survival.

Hubungan F & M
• Hubungan mortalitas karena penangkapan dan alami adalah :


• Jika mortalitas karena fishing = F, maka dugaan mortalitas karena fishing = E.
• Bila mortalitas karena alami = M, maka dugaan mortalitas karena alami = D.
• Kecepatan mortalitas seketika (Z), kecepatan survival (S)

Contoh Soal
Dalam suatu perairan telah ditebar 1.000 ekor ikan. Satu tahun kemudian dipanen ada 600 ekor ikan. Selama setahun itu terjadi 50 hari usaha penangkapan. Dalam 50 hari itu telah ditangkap100 ekor (E = 0,1) dan ikan mati alami sebanyak 300 ekor (D = 0,3).
Hitunglah mortalitas karena fishing (F) dan mortalitas karena alami (M) !


Latihan Soal
1.Pada awal tahun ditebar populasi ikan lele di kolam 5.000 ekor. Pada akhir tahun atau awal tahun berikutnya, diketahui populasi ikan tersebut ternyata hanya 3.500 ekor. Berapa survival (S) dan mortalitas (A) ikan lele tersebut ?
2.Dalam suatu kolam telah ditebar 2.000 ekor ikan. Satu tahun kemudian dipanen ada 1.300 ekor ikan. Selama setahun itu terjadi penangkapan 80 hari usaha penangkapan. Dalam 80 hari itu telah ditangkap 200 ekor (E = 0,1) dan ikan mati alami sebanyak 500 ekor (D = 0,25).

Hitunglah mortalitas karena fishing (F) dan mortalitas

karena alami (M) !

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment