Friday, November 13, 2020

Ikan lele (Clarias Sp.); Klasifikasi, Morfologi, Habitat



Gambar Ikan lele (Clarias sp.) (Yuniar, 2017)

 

Klasifikasi Ikan lele (Clarias sp.)

Menurut Apriyani (2017), klasifikasi ikan lele (Clarias sp.) adalah sebagai berikut:

Filum : Chordata

Kelas : Actinopterygii

Ordo : Ostariophysi

Subordo : Siluroidae

Famili : Clariidae

Genus : Clarias

Spesies : Clarias sp.

 

Morfologi Ikan Lele (Clarias Sp.)

Morfologi ikan lele secara umum, ikan lele memiliki bentuk tubuh bulat dan memanjang. Tubuh lele memiliki warna yang berbeda untuk setiap jenis lele. Tiap-tiap lele mempunyai warna khas yang membalut tubuhnya. Ikan lele memiliki ukuran mulut yang relatif lebar dan hampir membelah setengah dari lebar kepalanya. Ikan lele memiliki kumis yang terletak di area sekitar mulutnya. Kumis ini pula yang meyebabkan ikan lele sering disebut catfish. Kumis ini memiliki fungsi sebagai alat untuk meraba pada saat mencari makan atau bergerak biasa. Kumis ini juga digunakan sebgaai alat bantu untuk berenang, ikan lele juga mempunya 3 sirip tunggal, yaitu sirip dubur, sirip ekor dan sirip punggung. Ikan lele juga mempunyai dua buah sirip yang bepasangan, yaitu sirip perut dan sirip dada yang digunakan untuk menjaga keseimbangan ikan lele saat diam atau tidak bergerak. Ikan lele memiliki organ arborescent atau insang tambahan yang berfungsi sebagai alat untuk bertahan hidup saat ikan lele berada pada tempat hidup yang hanya mengandung sedikit oksigen (Apriyani, 2017).

 

Habitat Ikan Lele (Clarias Sp.)

Menurut Suyanto (2008), habitat ikan lele adalah semua perairan air tawar. Lele tidak pernah ditemukan hidup di air payau atau asin. Sungai yang airnya tidak terlalu deras atau perairan yang tenang, seperti danau, waduk, telaga, rawa, serta genangan kecil merupakan lingkungan hidup ikan lele. Ikan lele memiliki organ arborescent atau insang tambahan yang berfungsi sebagai alat untuk bertahan hidup saat ikan lele berada pada tempat hidup yang hanya mengandung sedikit oksigen. Ikan lele juga relatif tahan tehadap pencemaran bahan-bahan organik sehingga ikan ini mampu hidup di perairan yang kotor.

Ikan lele hidup dengan baik di dataran rendah sampai daerah perbukitan yang tidak terlalu tinggi. Apabila suhu tempat hidupnya terlalu dingin, misalnya di bawah 200C, pertumbuhannya agak lambat. Pada pegunungan dengan ketinggian di atas 700 mdpl, pertumbuhan ikan lele kurang begitu baik (Suyanto, 2008). Ikan lele banyak ditemukan di Benua Afrika dan Asia Tenggara. Komoditas perikanan ini terdapat di perairan umum yang berair tawar. Penyebaran lele di Asia, yaitu di negara Indonesia, Thailand, Filiphina, dan Cina. Ikan lele di beberapa negara, khususnya di Asia telah ditenakkan dan dipelihara di kolam, seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Laos, Filipina, Kamboja, Birma, dan India (Mahyuddin, 2007).

 

Penulis

Mia Surantika Devi

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2014

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment