Saturday, November 14, 2020

Edwardsiella tarda; Klasifikasi, Morfologi, Habitat, Identifikasi

 


Klasifikasi Bakteri Edwardsiella tarda

Menurut Park, et al. (2012), klasifikasi ilmiah dari bakteri Edwardsiella tarda adalah sebagi berikut :

Kingdom : Bacteria

Filum : Proteobacteria

Kelas : Gamma Proteobacteria

Ordo : Enterobacteriales

Famili : Enterobacteriaceae

Genus : Edwardsiella

Spesies : Edwardsiella tarda

 

Morfologi Bakteri Edwardsiella tarda

E. tarda merupakan bakteri Gram-negatif yang berbentuk batang bengkok, dengan ukuran 1 x 2-3 µm, bersifat gram negatif bergerak dengan bantuan flagella, tidak membentuk spora atau kapsul dan bersifat fakultatif anaerob. (Park, et al.,  2012). Morfologi sel berbentuk batang (Resty, et al., 2013). Karakeristik Edwardsiella tarda adalah bakteri Gram negatif yang berbentuk batang pendek (Supriadi, et al., 2014).

 

Habitat dan Penyebaran

Bakteri ini dapat dijumpai di lingkungan air tawar dan air laut, dengan suhu optimal bagi pertumbuhannya sekitar 350C. Pada suhu di bawah 100C atau di atas 450C tidak dapat tumbuh. Bakteri ini dapat bertahan pada natrium klorida 0-4%, pH 4,0-10,0, dan suhu 14-45 °C (Park, et al., 2012).

 

Menurut Narwiyani dan Kurniasih (2011), Edwardsiella tarda sudah tersebar di beberapa negara diantaranya adalah Eropa, Jepang, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, Singapura, dan Malaysia. Di Indonesia, E. tarda sudah pernah ditemukan di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. E. tarda dapat diidentifikasi melalui gejala klinis, isolasi dan identifikasi secara morfologi dan molekuler DNA. E. tarda merupakan penyebab septicemia dengan luka serius pada kulit, menyerang organ dalam seperti: hati, ginjal, limpa, dan otot. Bakteri ini menyerang mekanisme pertahanan tubuh inang, karena itu proses proliferasi bakteri ini sangat cepat di dalam inang dan menyebabkan kematian.

 

Identifikasi Bakteri Edwardsiella tarda

Edwardsiellosis dapat ditularkan secara horizontal antara ikan sakit dan ikan sehat, dapat bertahan di dalam air dan lumpur sehingga air dan lumpur yang sudah bebas dari ikan sakit dapat menjadi karier dan menyebabkan penyakit. Edwardsiella dapat hidup pada perairan tawar dan dapat dibawa oleh berbagai jenis hewan seperti reptil (kura-kura), katak, lobster air tawar, babi serta manusia. Strain E. tarda pada ikan diperoleh proses penularan hanya antar ikan. Edwardsiellosis dapat didiagnosa dengan cara isolasi dan identifikasi agen penyebabnya, imunohistokimia pada organ yang terinfeksi, molekuler dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) (Narwiyani dan Kurniasih, 2011).

 

Pada bentuk infeksi kronis, setelah bakteri menginfeksi kantung olfaktorius selanjutnya menyebar ke sepanjang saraf olfaktorius menuju otak, menyebabkan meningoenchephalitis. Infeksi E. tarda secara akut diduga melalui mukosa usus dan menyebabkan bakteremia. Kedua bentuk serangan penyakit Enteric Septicemia of Catfish (ESC) ini dapat menimbulkan tingkat keparahan yang tinggi dan menyebabkan kematian ikan lebih dari >50% (Susanti,et al., 2016).

 

Penulis

Mia Surantika Devi

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2014

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

 

Daftar Pustaka

Narwiyani, S. dan Kurniasih. 2011. Perbandingan patogenesitas, Edwardsiella tarda pada ikan mas koki (Charassius auratus) dan ikan celebes rainbow (Telmatherina celebensis). J. Ris. Akuakultur. 6(2): 291-301.

Park, S.B., T. Aoki, and T. Sung, J. 2012. Pathogenesis of and strategies for preventing Edwardsiella tarda infection in fish.Veterinary Research. 43: 1-11.

No comments:

Post a Comment