Sunday, November 15, 2020

Ikan Layang; Klasifikasi, Morfologi, Habitat, Tingkah Laku



Ikan layang (Decapterus) termasuk komponen perikanan pelagis yang penting di Indonesia dan biasanya hidup bergerombol dengan ikat lain seperti lemuru (Sardinella sirm), lembang (Sardinella fimbriala, S. perforala), kembung (Rastrelliger kanaguaa. R. brachysoma), selar (Canax sp.) dan ekor kuning (Caerio sp.). Diperairan Indonesia terdapat 5 tenis yang umum dijumpai yaitu Decapterus lajang, D. russelli, D. macrosoma. D. kurroides dan D. maruadsi. Kelima jenis tersebut terdapat pula di perairan Maluku (BURHANUDDIN et. al. 1983, WEBER & BEAUFORT 1931). Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Klasifikasi Ikan Layang

Ikan  layang  merupakan  salah  satu  hasil  perikanan  lepas  pantai  yang terdapat  di  Indonesia.  Ikan  ini  termasuk  jenis  pemakan zooplankton,  hidup  di dekat  permukaan  laut  (pelagis)  dan membentuk  gerombolan  besar.  Klasifikasi ikan layang (Saanin 1984) adalah sebagai berikut:

Filum : Chordata

Subfilum : Vertebrata

Kelas : Pisces

Subkelas : Teleostei

Ordo : Percomorphi

Sub ordo : Percoidea

Famili : Carangidae

Genus : Decapterus

Spesies : Decapterus sp

 

Morfologi Ikan Layang

 

 

Bagian   punggung   ikan   layang   berwarna   biru   kehijauan   dan   bagian perutnya   berwarna   putih   perak   sedangkan   sirip-siripnya   berwarna   kuning kemerahan.  Bentuk  tubuhnya  memanjang  dan  dapat  mencapai  30  cm.  Pada umumnya,  rata-rata  panjang  badan  ikan  layang  adalah  20-25  cm.  Ikan  layang memiliki  dua  sirip  punggung,  dua  sirip  tambahan  di  belakang  sirip  punggung kedua dan satu sirip tambahan di belakang sirip dubur. Ikan layang memiliki sirip kecil  (finlet)yang  merupakan  ciri  khas  dari  genus Decapterus (Saanin  1984)

 

Decapterus lajang : Dl I procumbent. VIII; D2 I. 31 - 34; A II, I. 27 - 30; P.22 panjangnya sama dengan panjang kepala tanpa moncong (snout); 1.1.28 - 30 yang terlebar 0,2 tinggi 4,5; Moncong 3 x kepala; Rahang atas mencapai lengkung mata terdepan; Dalam keadaan segar sirip berwarna merah jambu. Pada bagian belakang tutup insang terdapat totol hitam, tubuh bagian atas berwarna hitam dan bagian bawah putih. Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Decapterus russelli : Dl I procemben, VII; D2 I, 30 - 32, A II; I, 24 - 27; P. 21 - 23, lebih pendek dari panjang kepala; L1 40 yang terlebar 0,2 - 0.25 tinggi tubuhnya; Tinggi tubuh mendekati 3,5 - 5.5; Kepala 3,4 - 3,5; Mata 3,6 - 4,0; Moncong 3x kepala; rahang atas hampir mencapai lengkung mata terdepan. Ikan ini dalam keadaan segar seluruh tubuhnya berwarna merah jambu, dan pada bagian belakang tutup insang terdapat totol hitam. Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Decapterus macrosoma : D1 procumbent VIII; D2 I, 32 - 35; A. II, I, 27 - 30; P. 22 -23, lebih panjang dari kepala tanpa moncong; LI. 2 7 - 2 8 yang terlebar 0,15 – 0,2 tinggi tubuh; tinggi tubuh mendekati 4,8 – 5,5; Kepala 4; Mata 4; Moncong 3x kepala; rahang atas tidak mencapai lengkung mata terdepan; Sirip-sirip berwarna merah jambul kekuning-kuningan. Tubuh bagian atas kehijau-hijauan dan bagian bawah putih, dan bagian belakang tutup insangnya bertotol hitam. Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Decapterus kurroides : Dl I procumbent, VIII; D2 I, 29; A. II, I. 23; P 20 – 21, sama dengan atau lebih sedikit lebih panjang dari kepala; LI. 30 yang terlebar 0,18 - 0,25 tinggi tubuh; Tinggi tubuh mendekati ± 5,33; Kepala 4.50; Mata 4.50; Moncong 3,05-3,1x kepala; Rahang atas berakhir dibawah lengkung mata terdepan; Sirip berwarna merah jambu, tubuh bagian atas hijau dan bagian bawah putih. Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Decapterus maruadsi : Dl I procumbent, VIII; D2 I, 32 - 35; A. II, 1, 2. 27 - 30; P. 22 - 23, sedikit lebih panjang dari kepala tanpa moncong; LI 28 - 30 terlebar 0,15 - 0,2 tinggi tubuh; Tinggi tubuh 4,0 - 4,2; Kepala 3,9 – 4,0; Mata 3,9 – 4,0; Moncong 3,76x kepala; Rahang atas hampir mencapai lengkung mata terdepan; Tubuh bagian atas berwarna hijau gelap bagian bawah putih, dan di tengah tubuhnya terdapat sirip memanjang yang berwarna kuning. Bentuk umum serta bagian-bagian tubuh ikan layang Decapterus spp. Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Habitat Ikan Layang






Daerah sebaran ikan layang sangat luas, yaitu di perairan tropis dan subtropis. Sebagian besar populasi ikan ini terdapat di Samudera Atlantik bagian utara sampai ke Cape Cod dan sebelah selatan sampai keBrasilia. Di wilayah Indo-Pasifik ikan ini tersebar antara Jepang di bagian utara dan pantai Natal di bagian selatan. Menurut HANDENBERG (1937), di laut Jawa ikan ikan tersebar mengikuti pergerakan salinitas dan persediaan makanan yang sesuai dengan hidupnya. Penyebaran kelima jenis ikan layang marga Decapterus baik di perairan lndonesia maupun di mancanegara :

 

Decapterus lajang : Indonesia : Laut Jawa (termasuk Selat Sunda, Selat Madura dan Selat Bali), Selat Makasar, Ambon dan Ternate. Mancanegara : Sebelah timur di samudera Hindia, termasuk Afrika Selatan. Sebelah utara di Filipina Pulau-pulau Bonin dan Jepang (Weber & BEAUFORT 1931, TIEWS et al. 1968). Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Decapterus russelli : Indonesia : Laut Jawa, Sulawesi. Selayar, Ambon, Selat Makasar, Selat Bali, Selat Sunda dan Selat Madura. Mancanegara : Jenis ikan ini tersebar luas di daerah lndo-Pasifik, mulai dari laut Merah dan pantai timur Afrika Selatan terus ke Aden, Sekotra, Zanzibar, Madagaskar, Arab Selatan, Malaysia, ke arah utara sampai ke Filiphina. Pulau-pulau Riu Kiu dan Jepang (WEBER & BEAUFORT 1931). Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Decapterus macrosoma : Indonesia : Selai Bali, Laul Banda, Ambon, Selat Makassar dan Sangihe. Mancanegara : Pantai Natal, Filiphina, Formosa, Pulau-pulau Bonin, Riu Kiu, pantai selatan Jepang dan Australia (WEBER & BEAUFORT 1931). Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Decapterus kurroides : Indonesia : Pelabuhan Ratu, Labuhan, Muncar, Bali dan Aceh. Mancanegara : Filiphina, Jepang dan Taiwan, timur India (TIEWS et al. 1968). Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Decaplerus maruadsi : Indonesia : Jenis ini tertangkap di Pulau Banda. Mancanegara : Papua Nugini dan Hawaii (MUNRO, 1955, 1967). Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

lkan layang adalah jenis ikan yang hidup dalam air laut yang jernih dengan salinitas tinggi. Ikan ini berasal dari perairan bebas dan bersifat pelagis, karena itu Laut Jawa bukanlah merupakan "fishing ground yang tetap sepanjang tahun, tetapi suatu wilayah migrasi (HANDERBERG 1937; SOEMARTO 1958). Selanjutnya dikatakan oleh HANDENBERG (1937), bahwa ikan layang bersifat "stenohalina" hidup di air Laut yang bersalinitas tertentu yaitu antara 32-33‰, sehingga dalam kehidupannya dipengaruhi oleh musim dan ikan ini selalu bermigarasi musiman. Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Ikan layang muncul di permukaan karena di pengaruhi oleh migrasi harian dari organisme lain yang terdapat di suatu perairan. Pada siang hari gerombolan-gerombolan ikan bergerak kelapisan atas. Perpindahan tersebut disebabkan oleh adanya perpindahan masal dari plankton nabati yang diikuti oleh plankton hewani dan binatang-binatang yang lebih besar termasuk ikan (ASIKIN, 1971). Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Menurut HANDENBERG (1937), migrasi ikan layang di perairan Indonesia mempunyai hubungan dengan pergerakan massa air laut walaupun secara tidak langsung. Selama musim timur sedang berlangsung air yang bersalinitas tinggi mengalir dari Laut Flores dan dari Laut Pasifik melalui Selat Karimata dan Selat Sunda. Pada permulaan ikan layang yang

masih kecil yang berasal dari Laut Flores bermigrasi ke barat dan sesampainya di Pulau Bawean ikan ini sudah dewasa. Dalam migrasi ini mereka memijah. Pada puncaknya musim timur pada bulan-bulan JuniSeptember terdapat banyak ikan layang di Laut Jawa. Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

VEEN (1953) mengatakan bahwa lndonesia terletak di daerah tropis mengenal dua musim yaitu musim barat atau musim penghujan, biasanya antara bulan Oktober - bulan Maret dan Musim timur atau musim kemarau antara bulan Juni - September. Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Pada musim timur air laut Flores yang salinitas tinggi antara 33,5 – 34,4 ‰, masuk ke Selat Makassar bersalinitas 33‰ dan campuran ini mengalir ke Laut Jawa yang bersalinitas rendah. Oleh karena itu campuran ini maka sesampainya di Kepulauan Seribu arus ini terbagi ketiga jurusan, yaitu ke Selat Gaspar, Selat Karimata dan Selat Sunda. Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

SOEMARTO (1958), mengatakan bahwa pada musim timur ikan layang dari Laut Flores masuk ke Laut Jawa dan banyak ikan tertangkap di Pulau Bawean, Kepulauan Karimun Jawa, di perairan Pekalongan, Tegal dan Cirebon. Ikan layang yang masuk ke Laut Jawa dari Laut Flores pada waktu musim timur disebut ikan layang timur. Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Pada musim barat, ikan layang dari Samudera Indonesia dengan mengikuti arus laut melewati Selat Sunda masuk ke Laut Jawa, dan ikan layang ini disebut ikan layang barat. Pada musim barat ikan layang yang tertangkap di pantai utara Jawa merupakan ikan layang campuran yaitu ikan layang barat dan ikan layang timur. Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Menurut SOEMARTO (1958). selama musim kemarau ikan layang timur menyebar ke arah barat dan pada waktu musim hujan akan kembali ke arah timur. kemungkinan pada musim hujan ikan layang barat dan ikan layang timur batas penyebarannya bercampur pada waktu dan daerah tertentu, sehingga ikan layang timur yang kembali ke arah timur pada waktu musim hujan disebut ikan layang barat. Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Selain group ikan layang timur dan ikan layang barat kemungkinan di perairan laut Jawa masih ada group ikan layang lainnya yaitu ikan layang utara. Ikan layang ini pada bulan Desember - Maret mengikuti arus laut Cina Selatan masuk ke Laut Jawa melalui Selat Gaspar dan Selat Karimata. Ikan layang yang berasal dari Laut Cina Selatan disebut ikan layang utara. Akan tetapi ikan layang ini di kepulauan Seribu dan Teluk Jakarta tidak pernah tertangkap. Karena ada suatu daerah perairan yang bersalinitas rendah sehingga menghalangi group ikan layang utara untuk bermigrasi ke pesisir pantai utara Jawa (SOEMARM, 1958). Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Ikan layang selain melakukan migrasi musiman, karena kebiasaan hidupnya sangat peka terhadap salinitas rendah, juga ikan layang setiap harinya melakukan migrasi yaitu disebut migrasi harian. Ikan layang melakukan migrasi harian karena di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu, yang secara tidak langsung jenis pakannya itu dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari (HELA & LAEVASTU 1961). Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Tingkah Laku Ikan Layang

Tingkah Laku Ikan PARRIS (dalam WIDJOJO 1966). menyatakan bahwa pada umumnya ikan pelagis sangat aktif dan dapat berenang sangat cepat, susunan pendengaran dan pengelihatannya baik. Daya pengelihatan yang dominan ini, sangat diperlukan oleh ikan-ikan tersebut untuk memilih makanannya. Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Menurut HELA & LAEVASTU (1961), pada umumnya ikan pelagis naik ke permukaan sebelum matahari terbenam dalam kelompok besar. Sesudah matahari terbenam ikan ini menyebar dan menuju tempat yang lebih dalam. Dan selanjutnya dikatakan pula olehnya bahwa ikan pelagis jenis Sardinella sirm sangat aktif pada waktu pagi dan sore hari. Sedangkan pada waktu siang hari berada sekitar 30 meter dibawah permukaan air laut. Perilaku ini sama halnya dengan kelakuan ikan layang dan diduga bahwa pergerakan ikan tersebut mengikuti pergerakan planktonplankton yang merupakan makanannya yang mana plankton-plankton pada waktu siang hari turun ke bawah menjauhi permukaan laut (WIDJOJO, 1966). Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Kelompok besar ikan layang selalu bergerak dibawah bayang-bayang dari benda yang mengapung di laut untuk perlindungan (SOEMARTO, 1963). Dijelaskan pula oleh WIDJOJO (1966). bahwa ikan layang dalam kelompok besar, pada waktu pagi dan sore hari aktif makan disekitar bayang-bayang rumpon. Rumpon ini merupakan tempat berlindung dari serangan ikan-ikan buas. Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

SOEPANTO (1969), mengatakan bahwa penangkapan ikan disekitar rumpon yang ditanam di perairan pantai utara Jawa Tengah, terutama ditujukan untuk penangkapan ikan layang. Selain itu tertangkap pula ikan lemuru (Sardinella sirm), kembung (Rastrelliger kanagurta, R. branchysoma) dan Selar (Caranx sp.). Dalam (Abdul Samad Genisa, 1998).

 

Penulis

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

Abdul Samad Genisa. 1998. Beberapa Catatan Tentang Blologi Ikan Layang Marga Decapterus.Jurnal Oseana, Volume Xxiii, Nomor 2, 1998 : 27 – 36

Ikan Layang https://docplayer.info/32406848-Bab-ii-tinjauan-pustaka-2-1-klasifikasi-dan-deskripsi-ikan-layang-decapterus-sp.html

No comments:

Post a Comment