Wednesday, July 1, 2020

Volvox Adalah; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Volvox adalah salah satu spesies ganggang hijau yang berbentuk koloni. Koloni Volvox berbentuk menyerupai bola.

KLASIFIKASI VOLVOX
Divisio : Chlorophyta
Kelas : Chlorophyceae
Ordo : Volvocales
Familia : Volvocaceae
Genus : Volvox
Spesies : Volvox  sp. (Imam Prasetyo, 1967 dalam Aprilisa, 2011)

MORFOLOGI VOLVOX
Pada sel-sel vegetatif, bagian tepi berflagel dua. Koloni sel tersebut dihubungkan satu dengan yang lain melalui benang-benang sitoplasma. Koloni berbentuk bola jumlah antara 500 – 5000 buah. Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata. Koloni merupakan bola berlubang, yang dindingya terdiri atas ratusan atau ribuan sel-sel biflagelata yang terjalin dalam suatu matriks bergelatin. Sel-sel itu umumnya dihubungkan oleh untaian sitoplasma; jika diisolasi, sel-sel ini tidak dapat bereproduksi. Koloni besar yang terlihat di sini akhirnya akan melepaskan kolono “anak” berukuran kecil di dalamnya. Volvox hidup di air tawar misalnya di sawah atau di kolam

HABITAT VOLVOX
Sebagai plankton di dalam air tawar. Koloni volvox biasanya ditemukan di sekitar sawah maupun di kolam. Volvox tumbuh baik di badan air eutrofik yang menyediakan segala nutrisi bagi pertumbuhannya. Volvox memberitahu kami bahwa mereka tumbuh di kolam yang lebih dalam, laguna dan parit, yang menerima limpahan air hujan. Pada tahun 1700, Antonie van Leeuwenhoek, seorang pedagang Belanda, yang dikenal sebagai 'bapak mikrobiologi', ditemukan dan dijelaskan 'Volvox'. (Priyanto, 2012).

REPRODUKSI VOLVOX
Menurut Smith (1995) dalam Aprilisa (2011), perkembangbiakan volvox adalah secara :
       Seksual secara oogami
       Aseksual dengan pembelahan sel membentuk koloni anakan

Sedangkan menurut Priyanto (2012), perkembangbiakan volvox adalah :

Volvox yang berkoloni bereproduksi aseksual dengan fragmentasi. Reproduksi aseksual berlangsung dengan cara pementukan anak koloni. Mula-mula sel-sel tertentu membesar, kemudian tumbuh ke arah, dalam membentuk anak koloni-koloni baru ini akan terlepas pada saat koloni induk pecah.

Koloni Volvox yang mengandung anak koloni brereproduksi seksual dengan konjugasi sel-sel gamet, dan Reproduksi secara seksual terjadi melalui oogami. Berikut ini proses reproduksi Volvox:
Sel-sel tertentu seperti yang membentuk koloni membesar dan berkembang menjadi sel telur. Sperma dihasilkan oleh koloni yang sama atau koloni lain. Selanjutnya sel-sel sperma berenang menuju sel telur dan membuahinya membentuk zigot. Untuk sementara waktu zigot mengalami masa istirahat. Zigot yang bersifat dorman ini memiliki dinding yang tebal dengan ujung tonjolan-tonjolan seperti duri, yang aktif kembali kemudian mengalami meiosis menghasilkan zoospore yang bersifat haploid

TINGKAH LAKU VOLVOX
1. Volvox tumbuh baik di badan air eutrofik yang menyediakan segala nutrisi bagi pertumbuhannya.
2. Setiap sel dalam koloni Volvox memiliki dua flagela. Organisme ini memiliki sepasang vakuola kontraktil beserta kloroplas yang berbentuk seperti cangkir.
3. Sel-sel Volvox dapat berupa sel tunggal atau biflagelata.
4. Sel-sel individu Volvox melekat satu sama lain dengan bantuan helai sitoplasma. Sel-sel individual ditandai dengan adanya bintik-bintik merah pada permukaannya.
5. Gerakan flagelar sel dalam koloni Volvox digunakan untuk berenang atau berpindah tempat.
6. Pada koloni Volvox tertentu, sel-sel di anterior memiliki kemampuan phototactic.
7. Sel posterior koloni Volvox lebih memiliki fungsi sebagai alat reproduksi.
8. Volvox adalah organisme polifiletik yang berarti memiliki beberapa garis keturunan.
9. Ukuran koloni Volvox berkisar antara 100-6000 mikron.
10. Sebagian besar spesies Volvox merupakan organisme mikroskopis sehingga tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Namun, beberapa koloni memiliki ukuran hingga 1 mm.
11. Organisme parasit yang disebut Proales dikenal memakan sel koloni Volvox.

PERAN VOLVOX DI PERAIRAN
1. Ganggang yang bersifat saprofit membantu menguraikan sisa makanan.
2. Merupakan produsen penting di perairan (fitoplankton) yang penting.
3. Di semua lingkungan menghasilkan gas oksigen selama fotosintesis. Pada unit pengolahan limbah, gas ini merupakan gas penting untuk degradasi limbah oleh bakteri aerob.
4. Menghasilkan bahan industri dan bahan makanan yaitu: tanah diatom, algin, keragen, agar-agar, vitamin, dan protein.
5. Beberapa jenis menghasilkan racun. Racun dihasilkan secara ekstraseluler atau dilepaskan


PENULIS

Mega Charisma Amelia
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2014

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment