Saturday, June 27, 2020

Microcytis Adalah: Morfologi atau Ciri-Ciri, Habitat, Peranan



Microcytis adalah alga yang dominan di seitem [perairan baik dalam kondisi terjadi eutrifikasi maupun tidak karena microcytis hidup pada kondisi perairan yang tercemar berat beberapa penelitian selalu menyebutkan bahwa Microcytis mampuu hidup pada kondisi suhu 36

MORFOLOGI ATAU CIRI-CIRI MICROCYSTIS
Ciri-ciri Microcystis adalah terdiri dari sel-sel kecil (diameternya hanya beberapa mikron) yang tidak memiliki selaput individual Sel-sel tersebut biasanya tergabung menjadi koloni besar yang dapat dilihat dengan mata telanjang yang awalnya berbentuk bulat, namun kemudian mulai kehilangan bentuk menjadi tak teratur.

Warna protoplasnya adalah biru-hijau terang, tampak gelap atau coklat karena efek optik vesikel yang terisi oleh gas; karakteristik ini dapat digunakan untuk mengenali genus ini.

HABITAT MICROCYTIS
Microcystis diketahui dapat ditemukan di setiap benua Antartika tapi. Ini tinggal di dekat permukaan badan air karena ketergantungan pada oksigen. Karena harus tinggal di dekat permukaan itu membantu organisme untuk hidup secara lebih masih air menyedot sebagai danau. Organisme mencatat lain di habitat mikroskopis yang meliputi cacing gelang, dinoflagellata, diatom , arthropoda , ganggang hijau, dan cyanobacteria lainnya. Cacing gelang adalah hewan seperti nematoda terkait erat dengan cacing tanah dan cacing pipih , dinoflagellata sering protista fotosintetik, diatom mengacu pada sekelompok organisme yang dikenal untuk struktur silika mereka indah dan tampaknya tidak wajar, arthropoda adalah hewan yang biasanya berhubungan dengan hewan seperti serangga seperti jangkrik , kepiting , atau bahkan daphnia , dan ganggang hijau juga protista photsynthetic. Ada penelitian yang menunjukkan korelasi positif antara tingginya jumlah dinoflagellata dan Microcystis. M. aeruginosa menyebabkan ganggang yang merupakan mencegah beberapa kutu daun mencapai permukaan dan memperoleh oksigen.

PERANAN MICROCYTIS
Alga ini dapat menjadi sangat berbahaya ketika terjadi blooming kearena menyebabkan dampak yang tidak di inginkan di perairan dima tersebut menghasi;kan toksin microsytin yang stabil hepatoksik. Toksin tersebut dapat mengahambat proses metaabolisme juga menyebabkan kematian pada ikan ikan dan organism melalui rantai makanan. Manusia juga kontak dengan perairan yang terjadi blooming Microcytis akan dapat memeyebabkan pernyakit diare iritasi serta penyakit hati.

PENULIS
Bayu Nadya Risky Iri
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2014
                                         
EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment