Sunday, June 28, 2020

Closterium Sp; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Closterium adalah genus dari ganggang dari keluarga Closteriaceae. Closterium juga termasuk ke dalam phytoplankton.

KLASIFIKASI CLOSTERIUM SP
Domain : Eukaryota
Kingdom : Protista
Division : Chlorophyta
Class : Zygnemophyceae
Order : Desmidiales
Family : Closteriaceae
Genus : Closterium

MORFOLOGI CLOSTERIUM SP
Closterium memiliki bentuk tubuh seperti bulan sabit. Sel berbentuk lanset, yaitu berbentuk seperti mata tobak dan tidak berlekuk. Panjang sel 145-260 μm dan lebar 30-32 μm. Bentuk tepi ventral lurus dan tepi dorsal melengkung serta membengkak pada bagian tengah, sedangkan bentuk (apeks) ujung runcing. Pada kloroplasnya terdapat garis longitudinal (ridge) berjumlah 4-5 dan terdapat 6-8 pirenoid.

HABITAT CLOSTERIUM SP
Clostridium hidup di perairan payau dan perairan air tawar. Karena Sebagian besar Closterium hidup di perairan payau dan tawar.

REPRODUKSI CLOSTERIUM SP
Closterium dapat melakukan perkembangbiakan dengan dua cara yaitu seksual dan aseksual. Perkembangbiakan aseksual yaitu dengan cara pembelahan biner dari sel induk dipartisi. Sedangkan yang seksual dengan cara konjugasi untuk membentuk sebuah hypnozygote. Closterium merupakan unisellular. Kelompok yang merupakan uniseluler relatif paling dekat dengan tanaman darat. Ganggang ini mampu membentuk dua jenis aktif diploid zygospores .Beberapa populasi membentuk zygospores dalam satu klon sel (homothallic), sedangkan yang lain membentuk zygospores antara klon sel yang berbeda (heterotolik). Strain heterotolik memiliki dua jenis kawin, mt (-) dan mt (+). Ketika sel-sel dari jenis kawin berlawanan dicampur dalam media kawin nitrogen-kekurangan, mt (-) dan mt (+) sel pasangan satu sama lain dan melepaskan protoplas. Rilis ini kemudian diikuti oleh fusi protoplas (konjugasi) yang mengarah ke pembentukan zygospore diploid. Seks feromon disebut protoplas-release merangsang protein yang diproduksi oleh mt (-). dan mt (+) sel memfasilitasi proses ini. Strain homothallic dari Closterium membentuk zygospores selfing melalui konjugasi dua sel adik gametangial berasal dari satu sel vegetatif. Konjugasi di strain homothallic terjadi terutama pada kepadatan sel rendah dan diatur oleh ortolog dari heterotolik feromon seks spesifik.

TINGKAH LAKU CLOSTERIUM SP
Tingkah laku Closterium seperti plankton pada umumnya yaitu melayang-layang di dalam perairan. Closterium menyukai perairan yang relatif berarus tenang dan memiliki kadar pH yang relatif netral. Spesies dari jenis ini sangat mudah ditemukan di perairan payau ataupun tawar, karena jumlahnya masih banyak di dalam habitatnya.

PERAN CLOSTERIUM SP DI PERAIRAN
Seperti phytoplankton pada umumnya, Closterium memiliki peranan  menjaga ekosistem perairan. Khusunya perairan payau dan perairan air tawar. Termasuk didalamnya ekosistem mangrove. Closterium dimanfaatkan sebagai makan oleh zooplankton yang ada sekitar perairan payau tersebut. Phytoplankton memiliki peranan yang sangat penting bagi perairan.

JENIS-JENIS CLOSTRIDIUM
1.
Clostridium cornu
2.
Clostridium ehrenbergii
3.
Clostridium gracile
4.
Clostridium incurvum
5.
Clostridium littorale
6.
Clostridium lunula
7.
Clostridium moniliferum
8.
Clostridium navicula
9.
Clostridium peracerosum
10.
Clostridium peracerosum-strigosum-littorale complex
11.
Clostridium pleurodermatum
12.
Clostridium pusillum
13.
Clostridium selenastrum
14.
Clostridium spinosporum
15.
Clostridium tumidum
16.
Clostridium venus
17.
Clostridium wallichii

PENULIS
Romi Dwi Nanda
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2014

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment