Thursday, June 25, 2020

Daphnia Sp Adalah; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Daphnia sp. adalah komponen utama zooplankton air tawar dengan panjang tubuh antara 0,2 - 3,2 mm (Pennak, 1953). Daphnia sp. mempunyai bentuk tubuh pipih bilateral.Tubuh ditutupi oleh cangkang dari kutikula yang mengandung khitin transparan yang disebut karapaks (Djarijah, 1995). Pembagian segmen tubuh Daphnia sp. hampir tidak terlihat. Daphnia sp. memiliki tubuh transparan sehingga organ tubuh bagian dalam terlihat jelas.Pada bagian kepala terdapat mata majemuk, ocellus, dan dua pasang antena yaitu antena pertama dan antena kedua yang bercabang dengan panjang mencapai setengah atau lebih dari panjang tubuh yang berfungsi untuk berenang, maxilla, dan mandibula (Ebert, 2005).

KLASIFIKASI DAPHNIA
Phylum : Arthropoda
Sub phylum : Crustacea
Kelas : Branchiopoda
Ordo : Cladocera
Family : Daphnidae
Genus : Daphnia
Spesies : Daphnia sp
      
MORFOLOGI DAPHNIA
Secara morfologi pembagian segmen pada tubuh Daphnia sp.hampir tidak terlihat. Pada bagian tubuh menyatu dengan kepala. Bentuk tubuh membungkuk kearahbagian bawah, hal ini terlihat dengan jelas melalui lekukannya. Beberapa spesies Daphnia sebagian besar anggota tubuh tertutup oleh carapace, dengan kaki semu yang berjumlah enam pasang dan berada pada rongga perut. Bagian tubuh yang paling terlihat adalah mata, antena dan sepasang setae.

Pada dinding tubuh Daphnia sp. bagian punggung membentuk suatu lipatan yang menutupi anggota tubuh lain sehingga terlihat seperti cangkang. Bagian ini membentuk kantung sebagai tempat menampung telur. Pada bagian cangkang tersebut terbentuk karena banyak menyerap air, kulit yang lunak kemudian menjadi keras. Kerasnya cangkang terbentuk ketika mineral-mineral pembentuk cangkang tersedia di perairan.

HABITAT DAPHNIA
Habitat Daphnia sp. adalah air tawar yang tergenang (Nasution dan Supranoto, 2004). Daphnia sp. menjadi zooplankton dominan di perairan, Daphnia sp. juga dapat hidup pada bagian atas kolom air di dekat permukaan air yang kaya fitoplankton (Clare, 2002). Daphnia sp. merupakan plankton yang mempunyai ukuran tubuh kecil dan lemah untuk melawan arus yang kuat. Daphnia sp. hanya mampu bergerak migrasi secara vertikal (Waterman, 1960). Pennak (1989) menyatakan bahwa Daphnia sp. dapat tumbuh pada lingkungan dengan kisaran pH antara 6,5 – 8,5, dimana kisaran pH optimumantara 7,2 – 8,5,salinitas umumnya sekitar 1,5 ppt, sedangkan suhu optimum untuk Daphnia sp. adalah 18 – 24oC. Konsentrasi oksigen terlarut optimum yaitu di atas 3,5 mg/l.Pada kandungan amoniak antara 0,35 – 0,61 ppm, Daphnia sp. masih dapat hidup dan berkembangbiak dengan baik (Mokoginta, 2003).

FISIOLOGI DAPHNIA
Beberapa Daphnia memakan jenis crustacean dan rotifer (Branchionus), namun sebagian besar Daphnia adalah filter feeder dengan memakan alga biru kuran kecil dan berbagai macam detritus organik termasuk bakteri. Partikel makanan yang tersaring kemudian dibentuk menjadi bolus yang akan turun melalui rongga pencernaan sampai penuh dan melalui anus ditempatkan di bagian ujung rongga pencernaan. Sepasang kaki pertama dan kedua digunakan untuk membentuk arus kecil saat mengeluarkan partikel makanan yang tidak mampu terserap.

REPRODUKSI DAPHNIA
Mekanisme reproduksi Daphnia adalah dengan cara parthenogenesis (tanpa kawin),dan sebagian besar telur yang dihasilkan akan menetas menjadi Daphnia betina. Kemudian satu atau lebih individu muda dirawat dengan menempel pada tubuh induk. Pertambahan ukuran terjadi sesaat setelah telur menetas di dalam ruang pengeraman. Daphnia sp. dewasa berukuran 2,5mm, anak pertama sebesar 0,8 mm dihasilkan secara parthenogenesis. Menurut Siregar (1996) jika kondisi lingkungan hidup Daphnia sp. tidak sesuai  dan kondisi pakan tidak memadai, beberapa Daphnia sp. akan memproduksi telur berjenis kelamin jantan. Kehadiran jantan ini dapat membuahi telur Daphnia (ephippium), satu ekor Daphnia sp. jantan dapat membuahi ratusan betina dalam satu periode. Telur dari hasil pembuahan dapat bertahan dan berkembang hingga fase gastrula dan segera memasuki fase dorman. Selain itu telur ini juga terlindungi dengan mekanisme pertahanan terhadap kondisi lingkungan yang buruk. Selanjutnya Daphnia sp. hidup dan berkembang biak secara aseksual. Perkembangan naupli hingga pada fase dewasa dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Pada suhu 220C-310C dan pH 6,5-7,4 dapat berkembang menjadi dewasa dalam waktu 4 hari dan bertahan hidup selama 12 hari.

PARAMETER KUALITAS AIR
Kualitas air merupakan suatu hal yang menentukan optimalisasi kehidupan bagi organisme perairan, termasuk pada Daphnia sp.  Organisme ini dapat hidup dan berkembang biak dengan baik pada kondisi yang stabil. Faktor-faktor yang mempengaaruhi antara lain oksigen terlarut (DO), pH, suhu, amoniak, dan ketersediaan nutrient.  Oksigen terlarut (DO) merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Daphnia sp. Pada umumnya Daphnia sp. dapat hidup pada kondisi oksigen terlarut (DO) diatas 3 mg/l (Ebert, 2005). Kondisi oksigen terlarut tersebut dibutuhkan oleh Daphnia sp. dalam proses metabolisme di dalam tubuhnya. Suhu yang masih dapat ditoleransi oleh Daphnia sp. bervariasi sesuai pada lingkungan tersebut. Daphnia sp. umumnya dapat hidup optimal dengan kisaran suhu 22-31oC (Radini, 2004), sedangkan kisaran derajat keasaman (pH) pada Daphnia sp. yang masih dapat ditolerir adalah 7,2–8,5 (Clare,2002). Dengan meningkatnya suhu dan pH maka akan mempengaruhi peningkatan kadar NH3 di perairan. Menurut Lavens dan Sorgeloos (1996) kadar amoniak untuk Daphnia sp. masih dapat hidup yaitu pada konsentrasi 0,2 ppm. Sedangkan menurut Radini (2004) Daphnia sp. masih bertahan pada kadar ammonia di bawah 0,2ppm dan dapat berkembang biak dengan baik.

PENULIS
Fadilla Septi Kartikasari
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2014

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
http://eprints.umg.ac.id/206/2/BAB%20II.pdf

No comments:

Post a Comment