Saturday, June 13, 2020

Closterium Sp Adalah; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Closterium Menurut Mahfud (2009), adalah anggota sub-kelompok yang disebut Desmids. Beberapa desmids membentuk koloni, tapi soliter Closterium adalah. Intinya adalah di tengah dengan kloroplas berbentuk kerucut di setiap sisi. Setiap kloroplas berisi serangkaian penyimpanan pati yang disebut organel pyrenoids Dalam Closterium hidup, masing-masing ujung beruang sel vakuola kecil berisi beberapa butir gipsum yang "menari" oleh gerakan Brown.

MORFOLOGI CLOSTERIUM SP
Menurut Rai dan Misra (2008), klasifikasi dari closterium adalah:
Kingdom : Plantae
Phylum : Charophyta
Class : Charophyceae
Order : Zygnemetales
Family : Desmidiaceae
Genus : Closterium

MORFOLOGI CLOSTERIUM SP
Menurut Rai dan Misra (2008), sel berbentuk lanset, yaitu berbentuk seperti mata tobak dan tidak berlekuk. Panjang sel 145-260 μm dan lebar 30-32 μm. Bentuk tepi ventral lurus dan tepi dorsal melengkung serta membengkak pada bagian tengah, sedangkan bentuk (apeks) ujung runcing. Pada kloroplasnya terdapat garis longitudinal (ridge) berjumlah 4-5 dan terdapat 6-8 pirenoid.

Menurut Tjitrosoepomo (1989), bentuknya mirip seperti sabit memanjang, melengkung dan meruncing di bagian ujungnya, memiliki kloroplast sehingga dapat berfotosintesis, memiliki banyak vakuola di bagian ujung reproduksi dengan aseksual yaitu dengan pembelahan  biner, sedangkan dengan seksual yaitu dengan konjungasi untuk membentuk sebuah hypnozyngote.

HABITAT CLOSTERIUM SP
Habitat Closterium sp yaitu pada daerah-daerah  perairan.Sangat penting dalam ekosistem perairan karena merupakan produsen  primer yaitu dapat sebagai penghasil oksigen dan zat organik.

REPRODUKSI CLOSTERIUM SP
Menurut Wijiyono dan Artiningsih (2013), Closterium memiliki sistem reprosuksi. Sistem reproduksi dari closterium adalah seksual dan aseksual. Selain itu, reproduksinya secara konjugasi dan fragmentasi.

PERAN CLOSTERIUM SP DI PERAIRAN
Menurut Kumar (2012), Closterium moniliferum, salah satu jenis ganggang mikro yang hidup di air tawar, memiliki potensi untuk membersihkan limbah nuklir yang larut dalam air. Potensi tersebut dipaparkan oleh ilmuwan Northwestern University di Evanston Illinois, Minna Krejci, dalam acara American Chemical Society di Anaheim, California. Menurut Krejci, alga tersebut mampu membersihkan limbah Strontium-90, salah satu limbah nuklir paling berbahaya dan memiliki waktu paruh 30 tahun. Closterium moniliferum akan menyaring Strontium-90 dari air, mengakumulasi dalam bagian sel-nya yang disebut vakuola dan mengendapkannya dalam bentuk kristal.

PENULIS
M Farid Dimyati
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2014

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Kumar. Dilip.2012. "Closterium moniliferum" berpotensi pembersih nuklir?http://rahasiapengetahuanku.blogspot.com/2012/02/closterium-moniliferum berpotensi.html
Mahfud.2009.PROTISTA.http://mahfudmahfoed.blogspot.com/2009_11_01_archive.html Diakses pada 6 April 2015
Rai, S.K & P.K. Misra. 2008. On Some Desmids From Koshi Tappu Wildlife Reserve, Nepal. Ecoprint Vol 15: 47-58.
Tjitrosoepomo. 1989. Taksonomi Tumbuhan Rendah, Yogyakarta: Gajah Mada University Pres The Academy of Natural Sciences of Drexel Univ. 2011. Phycology Section: ecology    and taxonomy of freshwater algae, particularly diatoms.  Benjamin Franklin Parkway, Philadelphia         
Wijiyono, Sri Artiningsih.2013. Keanekaragaman Fitoplanton Di Dalam Kolam Bioremediasi Di Ptapb – Batan Yogyakarta. Prosiding Seminar Penelitian Dan Pengelolaan Perangkat Nuklir Pusat Teknologi Akselerator Dan Proses Bahan-Batan

No comments:

Post a Comment