Saturday, May 30, 2020

Ikan Hampala; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Hampala adalah salah satu genus dari famili Cyprinidae. Weber and Beaufort (1916), membagi genus Hampala menjadi tiga jenis berdasarkan pola bercak hitam di tubuhnya yaitu, Hampala ampalong mempunyai dua bercak hitam besar sepanjang gurat sisi, satu dibawah sirip punggung dan satu terletak di ujung sirip dubur. Hampala bimaculata mempunyai dua bercak hitam melintang sisi badan, satu dibawah sirip punggung dan satu di depan batang ekor. Hampala macrolepidota pada ikan yang berukuran besar memiliki bercak hitam antara sirip punggung dengan sirip perut yang kemudian menjadi samar-samar pada ikan yang sangat besar.

Salsabila (1987), melaporkan di Danau Singkarak ada dua jenis genus Hampala yaitu yang memiliki bercak hitam H. macrolepidota (nama daerah: Barau) dan yang lainnya tidak memiliki bercak hitam Hampala sp. (nama daerah: Sasau). Roesma (2013), juga melaporkan bahwa di Danau Maninjau juga ditemukan ikan H. macrolepidota dan Hampala sp.

KLASIFIKASI IKAN HAMPALA
Menurut Fishbase (2015),klasifikasi dari ikan barau yaitu :
Ordo : Cypriniformes,
Famili : Cyprinidae,
Genus  : Hampala
Spesies : Hampala macrolepidota

CIRI-CIRI IKAN HAMPALA
Memiliki mulut yang lebar, ikan hampala yang besar memiliki warna bagaikan intan uang hitam yang mengkilat-kilat yang menyambung dari ekor ke atas bagian tubuh tubuh perut bawah. Namun warna seperti intan yang mengkilat-kilat tidak ditemukan pada hampala kecil dibawah 1kg (Wisaksono,2011).

MORFOLOGI IKAN HAMPALA
Memiliki ciri-ciri bibir atas terpisah dari moncong oleh suatu lekukan yang jelas, pangkal bibir atas terpisah oleh lapisan kulit moncong, mulut terminal atau subterminal, gurat sisi mempunyai 25-30 sisik, sirip perut depan datar atau membulat, sirip anal memiliki 5 jari-jari bercabang tidak memiliki duri pada sirip punggung, hidup di perairan air tawar yaitu di danau dan sungai dan tersebar luas di perairan Indo-Australia (Sumatra, Jawa, Borneo), Malaka, Siam, Indo-China. (Weber and Beaufort, 1916 ; Kottelat et al. 1993 ; Sulaiman & Mayden, 2012).

Ciri-ciri ikan hampala yaitu bentuk tubuh bilateral simetris, mempunyai satu pasang sungut. Warna tubuh keperak-perakan, punggungnya berwarna gelap, mempunyai bercak hitam diantara sirip punggung. Ukuran tubuhnya : TL 180mm, SL 140mm, Bdh 50mm dan Hdl 45mm. Ikan hampala mempunyai D I. 8, P 19 horizontal, V 8, A 7 dan C `16 (Kottelat et al,1993).

TINGKAH LAKU IKAN HAMPALA
Ikan hampala yang kecil akan berenang di permukaan air sungai atau waduk secara bergerombol. Ikan-ikan kecil ini akan berenang dari sungai ke hulu, danau atau waduk (Wisaksono,2011).

HABITAT IKAN HAMPALA
Ikan hampala ini hampir bisa ditemukan di Jawa, Kalimantan, Sumatra, Semenanjung Malaysia, Thailand, Vietnam hingga China. Di Sumatra bisa di Sungai Asahan dan anak sungai di Danau Toba serta anak sungainya, sungai Musi dan Danau Singkarak dan anak sungainya serta sungai besar lain di Sumatra. Di Kalimantan bisa ditemukan semua sungai disana seperti Kapuas,Barito dan Mahakam. Hampala paling menyukai lokasi di lubuk sungai, waduk atau danau yang beraliran deras dan dangkal. Biasanya lokasi demikian banyak dihuni oleh ikan-ikan kecil yang siap disantap olehnya. Jika dalam waduk ikan ini lebih memilih dekat di daerah yang berpasir, bebatuan sebagai bendungan dan kerikil hal ini berkaitan juga karakter ikan dalam mencari makan (Wisaksono,2011).

PERAN IKAN HAMPALA DI PERAIRAN
Ikan hampala merupakan predator air tawar yang menyukai makanan ikan, udang, serangga dan larva serangga,suka tinggal di perairan lambat mengalir.Menjadi yang makan ikan setelah mencapai 20 cm (Fishbase, 2015)

FISIOLOGI IKAN HAMPALA
Menurut Alim (2013),sistem sirkulasi bertanggung jawab untuk mengangkut darah dan nutrisi ke seluruh tubuh. Pada ikan dengan darah yang kekurangan oksigen. Darah dibawa oleh vena ke sinus venosus. Sinus venosus adalah konstituen penting dari sistem sirkulasi vertebrata rendah. Darah yang terdeoksigenasi dikumpulkan oleh pembuluh darah kemduian terakumulasi dalam sinus venosus, sebelum memasuki jantung. Darah pertama memasuki atrium jantung, yang merupakan ruang besar. Kemudian memasuki ventrikel, dari mana ia dipompa ke dalam tabung bulbus arteriosus. Melalui bulbus arteriosus, darah menuju aorta kemudian mencapai insang. Insang adalah organ pernapasan pada ikan dan mereka melaksanakan kegiatan yang dilakukan oleh paru-paru manusia. Mereka memfasilitasi pertukaran gas, yaitu penyerapan oksigen dari air dan eliminasi karbon dioksida. Kemudian darah yang mengandung banyak oksigen diangkut seluruh tubuh dengan bantuan pembuluh darah. Darah memfasilitasi transportasi oksigen dan nutrisi. Darah juga mengandung karbon dioksida yang diangkut ke jantung dan kemudian ke insang, setelah itu dikeluarkan dari tubuh.

REPRODUKSI IKAN HAMPALA
Menurut Effendie (1978) pada proses reproduksi, sebelum terjadi pemijahan sebagian besar hasil metabolisme tertuju untuk perkembangan gonad. Gonad semakin bertambah berat diimbangi dengan semakin bertambahnya ukuran ikan.Secara garis besar, perkembangan gonad ikan dibagi atas dua tahap perkembangan utama, yaitu tahap pertumbuhan gonad hingga ikan mencapai tingkat dewasa kelamin (sexually mature) dan tahappematangan produk seksual (gamet). Tahap pertumbuhan berlangsung sejak ikan menetas atau lahir hingga mencapai dewasa kelamin, dan tahap pematangan berlangsung setelah ikan dewasa. Proses pematangan akan terus berlangsung dan akan berkesenambungan selama fungsi reproduksi ikan berjalan normal. Selama proses perkembangan gonad baik pada tahap pertumbuhan maupun tahap pematangan, gonad ikan akan mengalami serangkaian perubahan secara sitologik, histologik dan morfologik, sejalan dengan ini gonad juga akan mengalami perubahan berat, volume dan morfologi.Biasanya indikator dalam menentukan sampai sejauh mana perkembangan yang telah dialami oleh gonad dalam proses oogenesis pada ikan betina atau spermatogenesis pada ikan jantan seialu menggunakan perubahan berat, volume dan morfologi gonad yang terjadi. Tingkat kematangan gonad tertinggi terjadi pada saat ikan akan melakukan pemijahan, pada saat tersebut telur di dalam ovarium atau  spermatozoa dalam testis juga akan mencapai ukuran yang maksimum.

MANFAAT IKAN HAMPALA
Aktivitas penangkapan ikan di Danau Ranau cenderung meningkat termasuk penangkapan ikan hampal, ikan hampal yang bernilai ekonomis menjadi tangkapan utama saat ini selain ikan mujaer. Harganya yang cukup mahal menyebabkan ikan hampal banyak dicari sebagai ikan konsumsi. Ikan hampal juga merupakan ikan predator utama di perairan Danau Ranau terutama ikan dengan ukuran besar (>30 cm) yang disebut oleh masyarakat setempat ikan sebarau. Untuk mempertahankan produksi ikan tersebut selain melakukan konservasi dan pengaturan penangkapan dapat dilakukan dengan penebaran kembali ikan hampal di Danau Ranau. Dukungan Balai Benih Ikan (BBI) milik Dinas Perikanan Kabupaten OKU Selatan di Kota Batu Kecamatan Warkuk dapat dimanfaatkan untuk melakukan penebaran kembali tersebut (Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia).

PENULIS
Wiji Dina Anggraini
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Alim,Tanri. 2013. Sistem peredaran darah pada ikan. http://www.biologi-sel.com/2013/05/sistem-peredaran-darah-pada-ikan.html. Diakses Pada 11 Desember 2015 Pukul 12.00 WIB.
Effendie, M.I. 1978. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama,Yokyakarta.
Fishbase,2015. Hampala macrolepidota. http://fishbase.org. Diakses 15 Desember 2015 Pukul 19.15 WIB.
http://scholar.unand.ac.id/19735/10/BAB%20I.pdf
https://www.sea-ex.com/thailand/angling/hampala-barb.htm
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia. Volume 9 Nomor 2 November 2017
Kottelat, M, AJ Whitten, SN Kartikasari, S Wirjoatmodjo. 1993. Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi: Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi. Jakarta: Periplus Editions (HK) Ltd.   
Wisaksono. 2011. Ikan Hampala Liar dan Bertenaga. http://sonimancing.blogspot.co.id/2011/12/ikan-hampala-liar-dan-bertenaga.html . Diakses pada 15 Desember pukul 18.45 WIB

No comments:

Post a Comment