Saturday, May 16, 2020

Ikan Golsom; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Golsom merupakan salah satu ikan asing dari famili Cichlidae yang meningkat populasinya di Waduk Cirata, Jawa Barat. Ikan golsom merupakan ikan predator yang berasal dari Afrika dengan ciri khusus berupa corak warna yang khas, seperti bentuk tubuh bulat memanjang (elongate) dan memiliki 4-5 bercak (blotch) membulat di sepanjang linea lateralis (Yamamoto & Tagawa, 2000; Stiassny et al., 2008). Ciri lainnya yaitu sisik berwarna kuning hingga olive (kuning zaitun), terdapat serangkaian titik berwarna merah tipis memanjang horizontal di bagian tengah tubuhnya, serta terdapat spot berwarna merah magenta pada tutup insang (operculum) (Yamamoto & Tagawa, 2000). Klasifikasi ikan golsom menurut ITIS (2011) adalah Kelas: Actinopterygii, Ordo: Perciformes, Famili: Cichlidae, Genus: Hemichromis, dan Spesies: Hemichromis elongatus, Guichenot 1861. Dalam (Herdianto dan Purnamaningtyas, 2013).

KLASIFIKASI IKAN GOLSOM
Menurut Guichenot (1861), klasifikasi ikan golsom sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Superclass : Osteichthyes
Class : Actinotherygii
Subclass : Neopterygii
Infraclass : Teleostei
Superorder : Acanthopterygii
Order : Perciformes
Suborder : Labroideis
Family : Cichilidae
Genus : Hemichromis
Species : Hemichromis elongates

HABITAT IKAN GOLSOM
Menurut Capuli dan Musschot (2010), ikan golsom berasal dari Afrika Barat (Guinea, Sierra Leone, Togo, Benin, Nigeria), kemudian menyebar dari Kamerun hingga Republik Kongo, serta sepanjang Sungai Kongo, Okavango, dan Zambesi. Penyebaran di daerah Zambezi dan Kongo dilaporkan mewakili populasi spesies yang berbeda.

Sumber mencatat penyebaran ikan ini di luar rentang geografinya. Di kepulauan Hawai dengan ancaman invasi terhadap komunitas ikan local yang perlu diwaspadai (Yamamoto dan Tagawa,2000). Pada habitat alaminya, ikan golsom biasa ditemukan di danau dangkal dan sungai (Capuli dan Musschot,2010). Menurut Capuli (2010), ikan golsom mampu hidup di daerah tropis dan menyukai suhu perairan dengan kisaran 22-25◦C serta pH 6,5-7,5.

FISIOLOGI IKAN GOLSOM
Ikan golsom memakan ikan, udang, zoobenthos, dan serangga air, namun pada ebberapa penelitian lebih menyukai memakan ikan (piscivorous). Ikan golsom tergolong benthopelagic atau ikan yang dapat mencari makan di kolom maupun dasar perairan (Capuli&Musschoot,2010).

MORFOLOGI IKAN GOLSOM
Ikan golsom mempunyai bentuk tubuh bulat memanjang, tinggi badan sekitar 31,3-39,4% dari panjang standar, panjang kepala sekitar 35,5-39,0% dari panjang standar. Posisi mulut superior dan dapat disembulkan, mulut menonjol dengan gigi pada rahang atas yang tajam, serta bibir bawah melipat, biasanya 2 baris gigi pada rahang atas. Tulang tapis insang yang berdekatan dengan sudut ceratobranchial-epibranchial, seringkali berbentuk flat dengan landasan sedikit berbentuk. Posisi sirip perut terhadap sirip dada adalah abdominal, sirip perut bagian pertama memanjang baik pada ikan jantan maupun betina, beberapa sirip punggung dan dubur jari-jari lemah berbentuk bulat memanjang, sirip dubur berbentuk subtruncate pada kedua jenis kelamin (Capuli & Musschoot, 2010).

Sisik ikan golsom yang berdekatan dengan dada lebih kecil daripada sisik pada bagian tubuh lainnya. Sisik berwarna kuning hingga olive, terdapat serangkaian titik berwarna merah tipis memanjang horizontal di bagian tengah tubuhnya, terdapat spot berwarna merah magenta pada tutup insang. Sirip dorsal dan anal ikan ini akan sedikit memanjang ketika memasuki fase memijah. Tubuh berwarna kuning hinnga olive, bagian punggung sedikit lebih gelap daripada bagian dada dan perut, pada stadia junevil tubuh berwarna kuning atau coklat pucat dengan bercak yang menonjol sepanjang lineal lateralis. Pada bagian kepala terdapat garis hitam vertical memanjang melewati mata hingga bibir bagian atas. Pangkal sirip punggung dan dubur bagian atas berwarna kemerahan (Capuli&Musschoot, 2010).

Menurut Loiselle (1992), ikan golsom memiliki baris gigi di setiap rahang, terdapat 16-24 gigi sepanjang tulang faring bawah pada bagian posterior, rahang bawah sangat menonjol, gigi taring semu terdapat pada bagian anterior rahang atas dan bawah.

CIRI-CIRI IKAN GOLSOM
Menurut Capuli & Musschoot (2010), ikan golsom tidak memiliki organ khusu yang membedakan antara ikan jantan dan betina atau tidak memiliki sexual dimorfisme secara khsusus, namun ikan jantan biasanya lebih besar dan lebih berwarna cerah daripada betina.

REPRODUKSI IKAN GOLSOM
Menurut Capuli&Muschoot (2010), ikan golsom ini tergolong ovipar atau bertelur. Ikan golsom dewasa, baik jantan maupun betina akan menjaga sarang dan anakan (substrate brooder) mereka. Ikan golsom akan meletakkan telurnya pada substrat dengan fekunditas hingga 800 telur. Substrat dapat berupa bebatuan, cabang pohon yang terendam, dan substrat dengan permukaan keras lainnya. Ikan golsom cenderung berkembang biak di awal musim panas (Yamamoto&Tagawa,2000).

PERAN IKAN GOLSOM DI PERAIRAN
Ikan golsom dikenal sebagai ikan predator yang sangat agresif dan bersifat territorial, sehingga dikhawatirkan akan berdampak negates bagi komunitas ikan di sekitarnya (Gunther, 1984). Menurut Tjahjo & Purnamaningtyas (2010), ikan golsom dapat diartikan bersifat subtitusi terhadap predator yang telah ada, baik secara kuantitatif maupun ekologi. Ikan golsom termasuk predator dengan index preponderance adalah 100% memakan ikan, terutama ikan-ikan kecil. Ikan ini juga termasuk ikan yang sangat agresif dan bersifat menjaga teritorialnya (Tjahjo et al., 2009).

Ikan Golsom memanfaatkan kelompok makanan dalam jumlah yang banyak dan seimbang. Hal tersebut berarti ikan golsom memiliki kemampuan untuk menyesuaikan terhadap fluktuasi kesediaan pakan dengan baik. Menurut Crowder et al. (1981); Yap (1987) bahwa ikan yang memiliki relung yang luas menunjukan kesuksesan keberadannya di perairan. Ikan golsom di Situ Panjalumemanfaatkan kelompok sumber daya pakan yang beragam secara merata. Ikan tersebutmemakan tumbuhan, serangga, larva serangga, detritus, udang, dan moluska. Luasnya relung makanan jenis ikan golsom menunjukan ikan tersebut memiliki peluang untuk menjadi populasi yang besar di perairan Situ Panjalu (Suryandari dan Purnomo, 2010).

TINGKAH LAKU IKAN GOLSOM
Menurut Tjahjo et al., (2009), ikan golsom adalah ikan hias yang hidup di perairan air tawar. Tetapi ikan ini juga ditemukan di muara yang airnya agak payau. Sifatnya agresif dan senang menggali dasar sehingga tidak cocok dipadukan dengan tanaman air.

MANFAAT IKAN GOLSOM
Walaupun populasinya cukup melimpah, namun ikan ini tidak bernilai ekonomis di pasaran (Herdianto dan Purnamaningtyas, 2013). Akan tetapi menurut saya dari hasil riset membaca artikel di google bahwa ikan golsom ini memiliki manfaat lain yaitu dimanfaatkan sebagai ikan hias akuarium mungkin karena warnanya yang unik dan sedap dipandang mata hehe.

PENULIS
Shierly Raghvira Ramadhaniar
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Capuli, E. E. & T. Musschoot.2010.hemichromis elongates
Guichenot.1861.Taxonomy and nomenclature o hemichromis elongates
Herdianto, D. A., Dan S. E. Purnamaningtyas. 2013. Reproductive Biology Of Banded Jewel Cichlid (Hemichromis Elongatus, Guichenot 1861) In Cirata Reservoir, West Java . Bawal Vol. 5 (3) 159-166
Loiselle,P. V.1992. An annotated key to the genus Hemichromis Peters 1985. Buntbarsche Bulletin 148;2-19pp.
Suryandari, A., Dan K. Purnomo. 2010. Luas Relung Dan Kompetisi Pakan Komunitas Ikan Di Situ Panjalu, Jawa Barat.Bawal Vol. 3 No. 3-Desember 2010 : 159-164
Tjahjo, D. W. H. & S. E. Purnamaningtyas.1010. keanekaragaman jenis ikan di Waduk Ir. H. Djuanda. Prosiding. Seminar Nasional Ikan VI:161-167pp.
Tjahjo, D. W. H., S. E. Purnamaningtyas & A. Suryandari.2009.evaluasi peran jenis ikan dalam pemanfaatan sumber daya pakan dan ruang di Waduk Ir. H. Djuanda, Jawa Barat. Jurnal penelitian perikanan Indonesia Vol. 15 No.4:267-276pp.
Tjahjo,D. W. H& S. E, Purnamaningtyas.2009.Perubahan komposisi jenis ikan pasca pembendungan waduk saguling dan cirata, serta pengembangan budidaya ikan di Waduk Ir. H, Djuanda. Prosiding. Seminar nasional tahunan VI. Hasil penelitian perikanan dan kelautan.
Yamamoto, M. N. & A. W. Tagawa.2000.Hawai’I’s nnative and exotic freshwater animals. Mutual Publishing,Honolulu, Hawaii.200 p.

No comments:

Post a Comment