Friday, May 15, 2020

Ikan Zebra (Brachydanio Rerio); Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Zebra (Danio rerio) merupakan golongan ikan cyprinid yang mempunyai ukuran tubuh kecil, yaitu antara 3-5 cm. Pada tubuh ikan zebra ditutupi oleh garis-garis berwarna putih kekuningan dan hitam yang berawal dari pangkal ekor sampai operculum. Garis horizontal ini memperlihatkan kesan langsing pada ikan jantan. Warna pada ikan jantan terlihat lebih cerah dan menarik dibandingkan dengan ikan betina. Bentuk tubuh ikan zebra pipih dengan perut sedikit membundar. Pada betina yang sudah matang gonad, perut akan tampak sangat membundar. Dalam jumlah banyak, ikan zebra membentuk barisan lalu memperlihatkan gerakan serasi dan terlihat menawan. Ikan ini juga mempunyai kebiasaan untuk tidak berganti pasangan bila memijah, walaupun pemijahannya secara masal. Pakan yang dikonsumsi oleh ikan zebra jenisnya beragam, khususnya pakan hidup seperti artemia dan cacing sutera (Nagel, 2002). Dalam Rahman, et al. (2012).

KLASIFIKASI IKAN ZEBRA
Menurut Zipcodezoo (2011), klasifikasi ikan zebra adalah sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Infraphylum : Gnathostomata
Superclass : Osteichthyes
Class : Actinopterygii
Subclass : Actinopterygii
Infraclass : Actinopteri
Order : Cypriniformes
Family : Cyprinidae
Tribe : Danionini
Genus : Brachydanio
Species : Brachydanio Rerio

HABITAT IKAN ZEBRA (BRACHYDANIO RERIO)
Ikan zebra berasal dari sungai wilayah Himalaya Tenggara dan di temukan di beberapa bagian di India, Pakistan, Bangladesh, Nepal, dan Burma. Spesies ini muncul di wilayah Gangga, India Timur dan pada umumnya mendiami sungai, kanal, parit, kolam, termasuk sawah (Zipcodezoo, 2011). Ikan zebra hidup diperairan terbuka dan luas dengan gerakan air yang lambat atau tenang. Suhu perairan 18oC-28oC, pH 6,5-8, kesadahan 5-12 dan DO lebih dari 5 ppm. Ikan ini perlu adanya sinar matahari yang cukup dan terdapat tanaman air (Widiastuti, 2011). Ikan zebra tersebar dari India sampai AsiaTenggara terutama Indonesia (Axelrod, 1997 dalam Ismara, 2006).

FISIOLOGI IKAN ZEBRA (BRACHYDANIO RERIO)
Menurut Ismara (2006), ketika kondisi lingkungan buruk, seperti kualitas air buruk, suhu air yang turun secara drastis, ikan zebra sangat mudah terserang penyakit seperti cendawan. Suhu merupakan salah satu paameter lingkungan yang berpengaruh langsung pada sistem fisiologis ikan. Hal ini dikarenakan ikan memiliki sifat poikilotermal dimana tingkat laju metabolismenya dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suhu lingkungan (Philips, 1972 dalam Ismara, 2006).

MORFOLOGI IKAN ZEBRA (BRACHYDANIO RERIO)
Pada tubuh ikan ini ditutupi oleh garis-garis berwarna putih kekuningan dan hitam yang berawaldari pangkal ekor sampai operkulum.Garis horizontal ini memperlihatkan kesan langsing padaikan jantan.Warna pada ikan jantan terlihat lebih cerah dan menarik dibandingkan dengan ikan betina.Bentuk tubuh pipih dengan perut sedikit membundar. Pada betina yang sudah matanggonad, perut akan tampak sangat membundar. (Axelrod, 1997 dalam Ivonvernanda, 2014).

Menurut Zipcodezoo (2011), ikan zebra dinamai zebra karena mempunyai garis strip dari operculum sampai pangkal ekor. Bentuk tubuhnya fusiform dan lateral compress dengan mulut agak mengarah keatas. Ikan zebra dapat tumbuh panjang hingga 6,4 cm, tetapi berada dalam penangkarannya hanya 4 cm. Umurnya dalam penangkaran sekitar 2-3 tahun. Jika dalam kondisi yang sangat ideal mencapai umur 5 tahun.

CIRI-CIRI IKAN ZEBRA (BRACHYDANIO RERIO)
Menurut Zipcodezoo (2011), ikan zebra jantan tubuhnya berbentuk torpedo dengan garis-garis emas diantar garis-garis biru, sedangkan betina mempunyai tubuh lebih besar, perut berwarna keputihan dengan garis-garis perak bukan emas. Menurut Widiastuti (2011), ciri-ciri yang khas pada ikan zebra yaitu variasi siripnya. Gerakannya sangat gesit dan lincah sehingga terkesan sangat liar. Ikan ini bukan tergolong predator sehingga dapat dipelihara bersama ikan hias yang lain dalam aquarium sama.

REPRODUKSI IKAN ZEBRA (BRACHYDANIO RERIO)
Penelitian Maack (2002) melaporkan ikan zebra memijah dengan interval 1,9-2,7 hari tetapi terkadang interval pemijahan ikan zebra bisa lebih lama lagi, mulai 5 hari bahkan sampai 1 minggu. Perkembangan gonad ikan zebra dapat diamati secara mikroskopis yaitu dengan histologi gonad, sedangkan secara makroskopis perkembangan gonad dapat ditentukan dengan mengamati rongga perut ikan. Dalam perkembangan gonadnya ikan zebra mempunyai siklus yang relatif pendek, yaitu dari stadia larva sampai stadia siap mijah hanya membutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan. Menurut Maack & Segner (2004), ikan zebra yang berumur 2 minggu gonadnya hanya mengandung primary germ cells (PGC). Setelah ikan berumur 4 minggu maka ovary mulai dapat ditemukan, sedangkan persentase ovary tertinggi ditemukan pada minggu ke 6 dan 7. Sekitar setengah dari  jumlah ikan ovary terus berkembang, pada separo ikan lainnya ovary mulai bertransformasi menjadi testes. Testis ikan zebra pertama kali dapat ditemukan pada saat ikan berumur 7 minggu. Pematangan gonad akan terus berlangsung sampai ikan zebra  berumur sekitar 3-4 bulan. Ikan zebra akan bertelur di pagi hari, bahwa dalam sekali pengeluaran induknya mampu menghasilkan 21-60 butir telur. Jumlah total telur yang dihasilkan dalam sekali  bertelur antara 400-500 butir. Telurnya bersifat non adhesive (tidak merekat) dan menetas setelah 20-48 jam dari masa pengeluaran. Larvanya mampu bertahan selama 3-4 hari (masa kuning telur sudah habis). Frekuensi pergantian air yang cukup, adanya  beberapa tanaman air atau substrat lain dan tempat pemeliharaan yang cukup menerima cahaya akan merangsang kegiatan pemijahan (dalam Maharani, 2014).

PERAN IKAN ZEBRA (BRACHYDANIO RERIO) DI PERAIRAN
Peranan ikan zebra pada perairan menurut praktikum Ichtyologi yang baru saja saya laksanakan adalah ikan zebra menjadi salah satu indikator rheotaksis positif. Dalam praktikum tersebut ikan zebra suka mendekati sumber air. Ikan zebra juga sangat cocok untuk ikan hias pada akuarium. Ikan ini selain menjadi komoditas ikan hias juga sering dijadikan sebagai ikan uji pada penelitian seperti penelitian genetik (ikan transgenik), nutrisi ikan dan lingkungan (Alimuddin, 2005 dalam Ismara, 2006).

TINGKAH LAKU IKAN ZEBRA (BRACHYDANIO RERIO)
Sifat yang menarik dari zebra jika ia ditaruh dalam jumlah yang banyak didalam aquarium, mereka suka membentuk barisan. Lebih dari itu meski kesan mereka terlihat liar tetapi amat mudah ditangkap. Dengan membuat suara kecipak air sekitarnya, dengan ramai-ramai ikan ini berbondong-bondong mendekat dan saat itulah mereka bisa diserok dengan mudah. Mereka juga dikenal amat rakus makan. Jika ia diberi makanan jentik nyamuk atau cacing merah dalam sekejap akan ludes dilahapnya. Tempat pemeliharaan yang digemarinya hendak diberi tanaman air. Karena ia bergerak cukup gesit maka sebaiknya dalam aquarium disediakan ruang kosong (Permana, 2013).

MANFAAT IKAN ZEBRA (BRACHYDANIO RERIO)
Ikan ini bermanfaat sebagai ikan hias di akuarium karena warnanya yang unik dan mencolok, sangat menarik perhatian bagi yang melihatnya. Ikan zebra kurang disukai oleh masyarakat di sekitar Danau Beratan karena kurang bernilai ekonomis dari segi konsumsi. Upaya pengendalian ikan zebra memerlukan beberapa informasi dasar mengenai aspek biologinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis salah satu aspek biologi ikan zebra berupa prediksi sebaran ukuran dan kondisi A. nigrofasciata di Danau Beratan (Rahman, et al. 2012).

PENULIS
Saraswati Destri Pritaningtyas
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
https://www.flickr.com/photos/petermaguire/33600846850
Ismara, D. D. 2006. Pengaruh manipulasi suhu media terhadap penampilan reproduksi ikan Zebra (Brachydanio rerio). Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.
Ivonvernanda. 2014. Ekologi ikan. www.ivonvernanda.tumblr.com/post/70681656795/ ekologi-ikan.html. Diakses pada tanggal 26 Desember 2015 pukul 07.16 WIB.
Maharani. 2014. Reproduksi ikan Zebra. www.scribd.com/doc/21134543/reproduksi-ikan-zebra#scribd. Diakses pada tanggal 27 Desember 2015 pukul 14.29 WIB.
Permana, E. 2013. Morfologi ikan Zebra dan sistematika ikan Zebra. http://elfianpermana010.wordpress.com/2013/06/16/budidaya-ikan-zebra/ Diakses pada tanggal 26 Desember 2015 pukul 11.30 WIB.
Rahman, A., A. A. Sentosa., dan D. Wijaya. 2012. Sebaran ukuran dan kondisi ikan zebra Amatitlania nigrofasciata (Günther, 1867) di Danau Beratan, Bali. Jurnal Iktiologi Indonesia, 12(2):135-145
Widiastuti. 2011. Teknik pembenihan ikan pink zebra (Brachydanio rerio) di perternakan ikan hias “Usaha Mandiri” Ngelegok Kabupaten Blitar, Jawa Timur. PKL Universitas Airlangga.
Zipcodezoo. 2011. Brachydanio rerio. www.zipcodezoo.com

No comments:

Post a Comment