Monday, April 6, 2020

Pengaruh Zooplankton Terhadap Budidaya Ikan (Limnologi Atau Limnology)


z i e z a r i a n: Zooplankton Pemberi Kehidupan di Laut

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Pengembangann usaha perikanan budidaya sangat tergantung kepada ketersediaan induk unggul dan benih berkualitas serta ketersedian pakan. Potensi sumberdaya perikanan budidaya cukup besar dengan aneka jenis ikan dan biota air laut yang bernilai ekonomis memungkinkan untuk dibudidayakan. Pakan merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya perikanan, karena berpengaruh terhadap ketahanan dan perkembangan larva.

Pakan alami mempunyai kandungan gizi yang lengkap, mudah dicerna dalam saluran pencernaan, tidak menyebabkan penurunan kualitas air dan dapat meningkatkan daya tahan benih ikan terhadap penyakit maupun perubahan kualitas air dan ukuran dari pakan alami yang diperlukan untuk benih ikan harus lebih kecil dari ukuran lebar mulutnya.

Jenis pakan yang dapat diberikan pada ikan ada dua jenis, yaitu pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami adalah sejenis pakan ikan yang berupa organisme air renik atau plankton seperti fitoplankton dan zooplankton. Dalam suatu perairan plankton memegang peranan yang sangat penting. Fungsi ekologisnya sebagai produser primer dan awal mata rantai dalam jaringan makanan menyebabkan plankton sering dijadikan skala ukuran kesuburan suatu ekosistim (Umar, 2002 dalam Alamanda et al., 2012).

RUMUSAN MASALAH
Apa yang dimaksud dengan zooplankton?
Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi zooplankton?
Bagaimana pengaruh zooplankton terhadap budidaya ikan?
Apa saja klasifikasi dari zooplankton?

TUJUAN
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui pengaruh zooplankton dalam budidaya ikan, mengetahui pengertian zooplankton, mengetahui klasifikasi  zooplankton dan faktor-faktor yang mempengaruhi zooplankton.

MANFAAT
Manfaat pembuatan makalah ini adalah dapat memahami dan mengetahui pengertian zooplankton, faktor-faktor yang mempengaruhi zooplankton, klasifikasi zooplankton, serta pengaruh zooplankton dalam budidaya ikan.

BAB II
PEMBAHASAN

PENGERTIAN ZOOPLANKTON
Menurut Prasetyaningtyas et al. (2012), Zooplankton merupakan anggota plankton yang bersifat hewani, zooplankton memegang peranan sebagai konsumen primer di dalam perairan.

Zooplankton merupakan organisme air yang memainkan peran yang sangat penting dalam menopang rantai makanan di perairan. Walaupun daya geraknya terbatas dan distribusinya ditentukan oleh keberadaan makanannya, zooplankton berperan pada tingkat energi yang kedua yang menghubungkan produsen (fitoplankton) dengan konsumen dalam tingkat makanan yang lebih tinggi (Handayani dan Patria, 2005).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ZOOPLANKTON
Menurut Indarawati dan Muhsin (2008), faktor yang mempengaruhi tingkat kelimpahan zooplankton adalah sebagai berikut:

SALINITAS
Salinitas dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangbiakan zooplankton, pada kisaran salinitas yang tidak sesuai berpengaruh terhadpa tingkat kelangsungan hidupnya dan pada tingkat pertumbuhannya. Salinitas yang ekstrim dapat menghambat pertumbuhan dan meningkatkan kematian pada zooplankton. Pada salinitas 0-10 ppt hidup plankton air tawar, pada salinitas 10-20 ppt hidup plankton air payau, sedangkan pada salinitas yang lebih besar dari 20 ppt hidup plankton air laut.

SUHU
Secara fisiologis perbedaan suhu perairan sangat berpengaruh terhadap fekunditas, lama hidup, dan ukuran dewasa zooplankton. Secara ekologis perubahan suhu menyebabkan perbedaan komposisi dan kemelimpahan zooplankton. Suhu mempengaruhi daur hidup organisme dan merupakan faktor pembatas penyebaran suatu jenis dalam hal ini mempertahankan kelangsungan hidup, reproduksi, perkembangan dan kompetisi suhu yang baik untuk kemelimpahan zooplankton di daerah tropika secara umum berkisar antara 24-30 ̊C.

DERAJAT KEASAMAN (PH)
Derajat keasaman (pH) mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan organisme perairan, sehingga sering dipakai untuk menyatakan baik  buruknya suatu perairan. pH dapat mempengaruhi plankton dalam proses perubahan dalam reaksi fisiologis dari berbagai jaringan maupun pada reaksi enzim. Kisaran pH optimum bagi pertumbuhan plankton adalah 5,6-9,4.

OKSIGEN TERLARUT (DO)
Oksigen terlarut adalah gas untuk respirasi yang sering menjadi faktor pembatas dalam lingkungan perairan. Ditinjau dari segi ekosistem, kadar oksigen terlarut menentukan kecepatan metabolisme dan respirasi serta sangat penting bagi kelangsungan dan pertumbuhan organisme air.

PERAN ZOOPLANKTON PADA BUDIDAYA IKAN
Zooplankton menempati posisi penting dalam rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan di perairan. Kelimpahan zooplankton akan menentukan kesuburan suatu perairan oleh karena itu, dengan mengetahui keadaan plankton (zooplankton termasuk di dalamnya) di suatu daerah perairan, maka akan diketahui kualitas perairan tersebut.

Zooplankton menempati posisi penting dalam rantai makanan dan jarring-jaring kehidupan di perairan. Kemelimpahan zooplankton akan menentukan kesuburan suatu perairan oleh karena itu, dengan mengetahui keadaan plankton (zooplankton termasuk di dalamnya) di suatu daerah perairan, maka akan diketahui kualitas perairan tersebut (Prasetyaningtyas et al., 2012).

Menurut Kaswandi (2011) dalam Arief Rachman and Elly Asniariati (2012), mengatakan bahwa Zooplankton memegang peranan penting dalam jaring-jaring makanan di perairan yaitu dengan memanfaatkan nutrient melalui proses fotosintesis. Dalam hubungannya dengan rantai makanan, terbukti zooplankton merupakan sumber pangan bagi semua ikan pelagis, oleh karena itu kelimpahan zooplankton sering dikaitkan dengan kesuburan perairan.

KLASIFIKASI ZOOPLANKTON
Arinardi et al., (1994) dalam Arief Rachman and Elly Asniariati (2012), mengatakan bahwa beberapa filum hewan terwakili di dalam kelompok zooplankton. Zooplankton terdiri dari beberapa filum hewan antara lain: filum Protozoa, Cnidaria, Ctenophora, Annelida, Crustacea, Mollusca, Echinodermata, dan Chordata.

PROTOZOA
Protozoa dibagi dalam 4 kelas yaitu: Rhizopoda, Ciliata, Flagellata dan Sporozoa. Kelas Sporozoa tidak ada yang hidup sebagai plankton karena semuanya merupakan plankton seperti Plasmodium dan Nyzobulus yang hidup dalam tubuh manusia dan ikan. Mengenai Flagellata, dalam hal ini ”Zooflagellata” yang hidup sebagai plankton (freeliving) sebetulnya semuanya merupakan tipe holozoik dari alga yang berflagel seperti Pyrrophyta.

Beberapa flagelata diklasifikasikan sebagai fitoflagelata, akan tetapi karena memiliki sedikit pigmen fotosintesis dan makan dengan cara memangsa maka dimasukkan ke dalam golongan zooplankton. Jenis ini paling banyak terdapat dalam peridinia dan paling banyak diketahui adalah Nocticula miliaris dengan  ciri–ciri memiliki diameter 200–1200 µm dan ditandai dengan flagelum yang panjangnya sama dengan tubuhnya, jenis ini dapat melakukan bioluminisense.

CNIDARIA
Cnidaria terdiri dari klas Hydrozoa, Scypozoa, dan Anthozoa. Hanya pada kelas Hydrozoa, dimana Hydra juga termasuk dan terdiri dari spesies-spesies berupa ubur-ubur kecil yang hidup sebagai plankton.

Bentuk morfologi Cnidaria terkadang sangat rumit walaupun memiliki struktur yang sederhana. Cnidaria memiliki 2 lapisan sel, yaitu external dan lapisan internal yang dipisahkan oleh lapisan gelatin non selular yang disebut mesoglea. Karakteristik penting Cnidaria adalah adanya sel penyengat (nematocysts) yang menyuntikkan venum yang dapat melumpuhkan mangsanya.

CTENOPHORA
Filum Ctenophora yang secara taksonomi masih dekat dengan Cnidaria sebagian besar bersifat planktonik. Semua Ctenophora adalah karnivora rakus, yang menangkap mangsanya dengan tentakel-tentakel yang lengket atau dengan mulutnya yang sangat lebar. Untuk bergerak dalam air menggunakan deretan-deretan silia yang besar yang disebut stenes. Perbedaan Ctenophora dengan Cnidaria adalah tidak adanya sel penyengat (nematocysts) pada Ctebophora tetapi memiliki sel pelengket yang disebut coloblast dimana sel ini dapat melekatkan mangsanya.

ANNELIDA
Annelida ini cukup banyak terdapat sebagai meroplankton di laut. Di perairan air tawar jenis Annelida ini hanya terdapat lintah (ordo Hirudinae) dan dapat menjadi parasit pada ikan-ikan yang dipelihara di kolam. Banyak meroplankton dari Annelida ini terdapat di pantai-pantai yang subur, seperti halnya meroplankton dari Crustacea. Larva-larva Annelida bernama trochophore larva, jika baru keluar dari telur, berbentuk bulat atau oval, besilia dan mempunyai tractus digesvitus agar di lautan bebas dapat memakan nanoplankton dan detritus yang halus.

ARTHROPODA
Bagian terbesar zooplankton adalah anggota filum arthropoda. Dari phylum Arthropoda hanya Crustacea yang hidup sebagai plankton dan merupakan zooplankton terpenting bagi ikan di perairan air tawar maupun air laut. Crustacea berarti hewan-hewan yang mempunyai sel yang terdiri dari kitin atau kapur yang sukar dicerna. Crustacea dapat dibagi menjadi 2 golongan: Entomostracea atau udang-udangan tingkat rendah dan Malacostracea atau udang-udangan tingkat tinggi. Sebagian besar dari larva Malacostracea merupakan meroplankton dan sebagian besar mati sebagai plankton karena dimakan oleh spesies hewan yang lebih besar atau mati karena kekurangan makanan. Entomostracea yang terdiri dari ordo-ordo Branchiopoda, Ostracoda, Copepoda dan Cirripedia, tidak mempunyai stadium zoea seperti halnya Malocostracea. Entomostracea yang merupakan zooplankton ialah Cladocera, Ostracoda dan Copepoda, sedangkan dari Malacostracea hanya Mycidacea dan Euphausiacea yang merupakan zooplankton kasar atau makrozooplankton.

MOLUSKA
Moluska terdiri dari klas Gastropoda, Pelecypoda (Bivalvea) dan Cephalopoda. Di perairan air tawar, meroplankton dari Gastropoda dan Bivalvea tidak begitu berperan penting. Filum Moluska biasanya terdiri dari hewan-hewan bentik yang lambat. Namun, terdapat pula bermacam moluska yang telah mengalami adaptasi khusus agar dapat hidup sebagai holoplankton. Moluska planktonik yang telah mengalami modifikasi tertinggi ialah ptepropoda dan heteropoda.  Kedua kelompok ini secara taksonomi dekat dengan siput dan termasuk kelas Gastropoda. Ada dua tipe pteropoda, yang bercangkang (ordo Thecosomata) dan yang telanjang (ordo Gymnosomata).

ECHINODERMATA
Phylum Echinodermata hanya larva-larva dari beberapa ordo yang termasuk meroplankton. Ada larva yang bentuknya seperti larva Chordata, sehingga ada anggapan bahwa Chordata adalah keturunan Echinodermata. Genus-genus Echinodermata yang larva-larvanya merupakan meroplankton ialah Bipinaria, Brachiolarva dan Auricularia, yang ada pada waktunya akan mengendap semua pada dasar laut sebagai benthal-fauna. Semua Echinodermata melalui fase larva pelagik dalam perkembangannya. Sama seperi hewan lainnya lamanya menjadi larva pelagik tergantung pada telurnya, kurang baik atau sudah bagus.

CHORDATA
Chordata termasuk dalam ordo Mamalia, menurut evolusi merupakan keturunan dari spesies-spesies yang hidup sebagai zooplankton dan bentuknya mirip dengan larva-larva Echinodermata. Dari 4 subfilum dari Chordata hanya ada 2 yang hidup sebagai zooplankton yaitu Enteropneusta dan Urochordata. Larva-larva dari Enteropneusta inilah yang bentuknya seperti larva Echinodermata, seperti Tornaria-larva.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Zooplankton merupakan organisme air yang memainkan peran yang sangat penting dalam menopang rantai makanan di perairan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelimpahan zooplankton antara lain yaitu salinitas, suhu, derajat keasaman (pH) dan oksigen terlarut (DO). Peran zooplankton pada budidaya ikan yaitu sebagai rantai makanan pada suatu ekosistem perairan dan sebagai pakan alami bagi ikan. Jadi, keberadaan zooplankton sangat penting bagi budidaya ikan.

SARAN
Pada makalah limnologi yang berjudul “Pengaruh Zooplankton Terhadap Budidaya Ikan” diharapkan agar pembaca lebih memahami dengan jelas tentang pembahasan yang sudah ada di makalah ini supaya bisa lebih bermanfaat kedepannya.

PENULIS
Devina Putri Eka Pratiwi                 
Safira Cynthia Ainindita                  
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Alamanda, Shella., Sri Wiedarti, & Triastinurmiatiningsih.  2012. Kualitas Air Dan Keanekaragaman Jenis Plankton Di Sungai Cisadane, Jawa Barat. Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Pakuan, Bogor.
Handayani, Sri., & Mufti P. Patria. 2005. Komunitas Zooplankton Di Perairan Waduk Krenceng, Cilegon, Banten. Makara Sains. 9 (2): 75-80.
Indrawati dan Muhsin. 2008. Keanekaragaman Tumbuhan Air Pada Perairan Sungai Dan Rawa Di Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara. Warta Wiptek. 16 (2): 116-122.
Prasetyaningtyas, Tia., Bambang Priyono, & Tyas Agung Pribadi. 2012. Keanekaragaman Plankton Di Perairan Tambak Ikan Bandeng Di Tapak Tugurejo, Semarang. Unnes Journal of life science. 1 (1): 55-61.
Rachman, Arief. & Elly Asniariati. 2012. Zooplankton Spatial Distribution And Community Structure In Banggai Sea. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 4 (2): 247-258.

No comments:

Post a Comment