Saturday, April 4, 2020

Pengaruh pH Untuk Budidaya Ikan (Limnologi Atau Limnology)

Vaginal pH balance: Normal levels and natural remedies

BAB 1 PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Dalam suatu usaha budidaya perikanan, sangat penting untuk dipelajari kondisi kualitas suatu perairan untuk dijadikan indikasi kelayakan suatu perairan untuk budidaya perikanan. Untuk mengelola sumberdaya perikanan yang baik maka salah satu persyaratan yang harus diperhatikan adalah kualitas perairan.

Kualitas perairan ditentukan oleh beberapa faktor biologi, faktor kimia, dan faktor fisika. Salah satu faktor kimia yang menentukan kulaitas air adalah kadar pH atau kadar keasaman dari perairan tersubut. fluktuasi kualitas air dipengaruhi antara lain oleh agitasi udara, fotosintesis tumbuhan air, dan aktivitas mikroba dekomposter. Kadar oksigen rendah dan pH yang rendah akan berpengaruh terhadap aktivitas respirasi ikan.

Ph sangat penting sebagai parameter kualitas air karena dapat mengontrol tipe dan laju kecepatan reaksi beberapa bahan di dalam air, selain itu ikan dan mahluk-mahluk akuatik lainnya hidup pada selang pH tertentu, sehingga dengan diketahuinya nilai pH maka kita akan tahu apakah air tersebut sesuai atau tidak untuk menunjang kehidupan organisme air termasuk di dalamnya ikan dan tumbuhan air.

RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
Bagaimana pengaruh kadar pH terhadap organisme budidaya?
Bagaimana hubungan pH dengan ekositem budidaya?

TUJUAN
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk :
Untuk mengetahui pengaruh kadar pH terhadap organisme budidaya
Untuk mengetahui hubungan pH dengan ekosistem budidaya
BAB 2 PEMBAHASAN

PENTINGNYA PH DALAM KEGIATAN BUDIDAYA
Dalam kegiatan budidaya pengukuran pH dalam kegiatan pembudidayan sangantlah penting. Pengecekan perairan agar kondisi perairan tersebut munjadi tempat yang nyaman untuk organisme yang kita budidayakan hidup dan tidak mengalami gangguan. Pengencekan pH untuk wilayah perairan sendiri biasanya dilakukan dengan menggunakan beberapa alat. Alat-alat yang digunakan biasanya antara lain : pH meter, pH paper, dan pH pen. Menurut Tatangidatu (2013) pH yang baik untuk kegiatan budidaya ikan air tawar berkisar antara 6 – 9.
Kuantitas air di alam ini jumlahnya relatif Kualitas air adalah kondisi kualitatif air yang diukur dan diuji berdasarkan parameter tertentu dan metode tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 1 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115: Tahun 2003), kualitas air tersebut dapat dinyatakan dengan parameter fisik karakteristik air dan kualitas air sungai. Parameter fisik menyatakan kondisi fisik air atau keberadaan bahan-bahan yang dapat diamati secara visual/kasat mata.Parameter fisik tersebut adalah kandungan partikel/padatan, warna, rasa, bau, dan suhu (Supiyati, 2012 dalam Nisa, 2015).

PENGARUH PH TERHADAP ORGANISME BUDIDAYA
Makhluk hidup atau biota perairan tawar masing-masing memiliki kondisi pH yang berbeda-beda. Pengaruh pH pada biota terletak pada aktivitas enzim, misalnya dalam pH asam, enzim akan mengalami protonasi. Keasaman juga berpengaruh pada tingkat kelarutan suatu nutrien dalam perairan, yang menentukan keberadaan suatu organisme. Polusi juga bisa diindikasi dari pH yang terkait dengan konsentrasi oksigen (pH rendah pada konsentrasi oksigen rendah).

Organisme akuatik dapat hidup dalam suatu perairan yang mempunyai pH netral. pH yang ideal bagi kehidupan organisme akuatik pada umumnya berkisar 7 sampai 8,5. Kondisi perairan yang bersifat asam maupun basa membahayakan karena dapat menyebabkan terjadinya gangguan metabolisme dan respirasi. Nilai pH rendah dapat menyebabkan mobilitas berbagai senyawa logam berat semakin tinggi sedangkan pH yang tinggi akan menyebabkan keseimbangan antara amonium dan amoniak akan terganggu sehingga dapat menyebabkan meningkatkan konsentrasi amoniak yang bersifat toksik bagi organisme. Menurut Kasry (2012) toleransi organism air terhadap pH bervariasi, hal ini tergantung pada suhu air, oksigen terlarut, keberadaan anion dan kation serta jenis dan stadium organisme.

HUBUNGAN PH DENGAN EKOSITEM BUDIDAYA
Derajat keasaman perairan  juga dipengaruhi oleh keadaan tanah. Nilai pH asam tidak baik untuk budidaya ikan dimana produksi ikan dalam suatu perairan akan rendah. Pada pH air netral sangat baik untuk kegiatan budidaya ikan, biasanya berkisar antara 7 – 8, sedangkan pada pH basa dan asam tidak baik untuk kegiatan budidaya. Pengaruh pH air pada perairan dapat berakibat terhadap komunitas biologi perairan.

Perubahan pH dapat mempunyai akibat buruk terhadap kehidupan biota perairan baik secara langsung maupun tidak langsung. Tinggi atau rendahnya pH air dipengaruhi oleh senyawa / kandungan dalam air tersebut. Faktor yang mempengaruhi pH air yaitu sisa-sisa pakan dan kotoran yang mengendap di dasar kolam. Selain itu juga berasal dari kandungan CO2 yang tinggi hasil pernafasan (terjadi menjelang fajar sampai pagi hari).

Dampak perubahan pH :
Terganggunya proses metabolisme ikan
Ikan mudah terserang penyakit
Pertumbuhan menurun, stress
pH tinggi dapat meningkatkan kandungan ammonia sehingga kualitas air terganggu.
           
Cara mengatasi pH air, diantaranya yaitu :
Sebelum pengisian air, kolam dikeringkan kemudian diberi kapur secara merata.
Dilakukan pengendapan sebelum air dimasukkan ke dalam kolam
Penggantian air untuk membuang sisa-sisa pakan dan kotoran dari dasar kolam.

BAB 3 PENUTUP

KESIMPULAN
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pH sangatlah penting dalam kegitan budidaya dimana jika pH tidak stabil maka organisme budidaya juga dapat terganggu.

Dampak perubahan pH :
Terganggunya proses metabolisme ikan
Ikan mudah terserang penyakit
Pertumbuhan menurun, stress
pH tinggi dapat meningkatkan kandungan ammonia sehingga kualitas air terganggu.

Cara mengatasi pH air, diantaranya yaitu :
Sebelum pengisian air, kolam dikeringkan kemudian diberi kapur secara merata.
Dilakukan pengendapan sebelum air dimasukkan ke dalam kolam
Penggantian air untuk membuang sisa-sisa pakan dan kotoran dari dasar kolam.

SARAN
Jika kita ingin terjun ke bidang budidaya hal penting yang harus kita lakukan adalah mengetahui batsan-batasan dari parameter kualitas air yang kita gunakan untuk budidaya. Terutama untuk mengetahui kualitas pH perairan.

PENULIS
Kurnia Wisnu Nugroho                      

Immanudin Nur Rahman   
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno 
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015              

DAFTAR PUSTAKA
Zaidul, rozeff. 2016. Pengontrolan ph air secara otomatis pada kolam pembenihan ikan kerapu macan berbasis arduino. Jurusan teknik elektro. Fakultas teknik. Universitas maritim raja ali haji
Nisa, khairuman. Zulkifli, n. Ramija, e,k. 2015. Studi kualitas perairan sebagai alternatif pengembangan budidaya ikan di sungai keureuto kecamatan lhoksukon kabupaten aceh utara provinsi nanggroe aceh darussalam. Program studi manajemen sumberdaya perairan:  fakultas pertanian universitas sumatera
Tatangindaty, frits. Kaleresan, okstan. Rompas, robert. 2015. Studi parameter fisika kimia air pada areal budidaya ikan di danau tondano, desa paleloan, kabupaten minahasa.
Kasry, adnan. 2012. Kualitas perairan muara sungai siak ditinjau dari parameter fisik-kimia dan organisme plankton
Rustam.2011. Analisis parameter fisik, kimia, biologi, dan daya dukung
Lingkungan perairan pesisir untuk pengembangan usaha budidaya udang windu di kabupaten barru

No comments:

Post a Comment