Friday, April 3, 2020

Pengaruh Limbah Rumah Tangga Dalam Budidaya Ikan (Limnologi Atau Limnology)



BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Menurut Subekti (2009), pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin pesat dan diiringi dengan semakin merebaknya permukiman akan berpengaruh terhadap jumlah buangan limbah cair yang ditimbulkan oleh aktifitas dalam rumah tangga. Kondisi perairan di kota-kota besar mempunyai kondisi yang sangat memprihatinkan. Pencemaran air sungai yang meningkat khususnya pada sungai-sungai yang melintasi perkotaan dan permukiman yang padat, Hal itu disebabkan karena sampai saat ini sistem pengolahan dan pembuangan limbah rumah tangga di kota-kota besar masih menggunakan cara tradisional yaitu mengalirkan secara langsung melalui saluran pembuangan menuju ke riol utama kota dan berakhir di pantai atau laut sebagai saluran pembuangan akhir. Akibat yang dapat ditimbulkan yaitu terjadinya kerusakan lingkungan pada tempat-tempat pembuangan limbah rumah tangga seperti sungai, rawa-rawa dan perairan pantai. Demikian pula pencemaran pada sumur-sumur penduduk beserta sumber air lainnya sebagai akibat rembesan limbah rumah tangga baik dari saluran pembuangan maupun dari badan-badan air yang telah tercemar. Oleh karena itu peran serta masyarakat serta industri atau kegiatan yang menghasilkan limbah harus menerapkan pembangunan berwawasan lingkungan.

Menurut Efendy (2013), berdasarkan data survei Direktorat Pengembangan Air Minum (2006), menyebutkan bahwa dalam satu hari tiap orang di Indonesia rata – rata memakai air bersih sebesar 144 liter. Sebagian besar penggunaan air bersih digunaan untuk proses mencuci pakaian dan mandi. Jika dalam satu hari setiap dibutuhkan 100 liter air untuk mandi dan mencuci maka sejumlah itulah air bersih terbuang ke lingkungan. Air bekas cucian dan kamar mandi sudah terkontaminasi dengan senyawa basa yang didominasi dengan limbah sabun dan deterjen. Sehingga pembuangan limbah deterjen secara langsung ke lingkungan akan menurunkan kualitas tanah. Limbah detergen yang dibuah ke sungai akan menurunkan kualitas air sungai dan membunuh mikroorganisme yang hidup di sungai.

Air limbah rumah tangga adalah salah satu bentuk pencemaran suatu perairan. Dan semakin banyak pertumbuhan jumlah penduduk, maka akan semakin banyak pula air limbah yang berasal dari limbah rumah tangga. Jika pembudidaya melakukan budidaya dekat dengan pemukiman, tentunya dapat mengalami penurunan kualitas air dikarenakan faktor limbah cair dari pemukiman yang memungkinkan masuk ke dalam kolam budidaya. Dan nantinya akan menurunkan tingkatan produktivitas kolam budidaya tersebut.

RUMUSAN MASALAH
Apakah penjelasan dari pengertian limbah rumah tangga?
Apa saja jenis-jenis limbah rumah tangga?
Bagaimana sifat limbah rumah tangga yang ada?
Apa pengaruh dari limbah rumah tangga dalam budidaya ikan?
Bagaimana cara menanggulangi limbah rumah tangga dalam budidaya ikan?

MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari makalah ini adalah agar mahasiswa/i atau pembaca dapat mengetahui dan mengerti tentang limbah rumah tangga, pengaruhnya dalam budidaya, dan bagaiman cara penanganannya.

Tujuan dari makalah ini adalah agar mahasiswa/i atau pembaca dapat mengaplikasikan cara penanganan yang baik dan benar jika ada bahan limbah dari rumah tangga yang mengganggu budidaya yang dimiliki.

BAB II
PEMBAHASAN

PENGERTIAN LIMBAH DOMESTIK (RUMAH TANGGA)
Menurut Efendy (2013), limbah merupakan buangan atau bekas yang berbentuk gas, cair, dan padat. Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa air limbah domestik merupakan air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan pemukiman (real estate), rumah makan (restaurant), perkantoran, perniagaan, apartemen, dan asrama. Air limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari kamar mandi, cucian, dan air bekas industri rumah tangga. Jumlah air limbah rumah tangga yang terbuang akan selalu bertambah sesuai dengan peningkatan pertumbuhan penduduk.

Limbah adalah buangan tidak diinginkan karena tidak menghasilkan nilai ekonomis yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik itu industri maupun dari rumah tangga. Limbah yang dihasilkan dari kegiatan tersebut di atas memberikan dampak negative seperti timbulnya pencemaran pada air sehingga berpengaruh pula terhadap kesehatan manusia. Limbah domestik adalah limbah cair yang berasal dari masyarakat urban termasuk di dalamnya limbah kota dan aktifitas industri. Pada umumnya limbah domestik mengandung sampah padat yang berupa tinja dan limbah cair yang berasal dari sampah rumah tangga (Subekti, 2009).

Jadi, limbah merupakan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga). Yang mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Limbah-limbah tersebut dalam berbagai macam bentuk; ada sampah, air kakus (black water), dan air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water). Limbah domestik akan merusak kualitas parameter perairan kolam budidaya didekatnya jika tidak di tanggulangi dengan cepat dan terlanjur masuk ke dalam ekosistem kolam budidaya.

JENIS-JENIS LIMBAH DOMESTIK (RUMAH TANGGA)
Menurut Simanungkalit (2010), berdasarkan karakteristiknya, limbah dapat digolongkan menjadi 4 macam, yaitu:
Limbah cair, contoh : air bekas cucian, air bekas memasak, air bekas mandi, dan lain-lain.
Limbah padat, limbah padat berasal dari kegiatan industri dan domestik.
Limbah domestik pada umumnya berbentuk limbah padat rumah tangga, limbah padat kegiatan perdagangan, perkantoran, peternakan, pertanian serta dari tempat-tempat umum. Jenis-jenis limbah padat: kertas, kayu, kain, karet/kulit tiruan, plastik, metal, gelas atau kaca, organik, bakteri, kulit telur, dan lain-lain.
Limbah gas dan partikel.
Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Menurut Damanhari dan Padmi (2010), limbah yang dihasilkan dari kegiatan rutin (sehari-hari) manusia, umumnya dalam bentuk:
Cair: dari kegiatan mencuci pakaian dan makanan, mandi, kakus (tinja dan air seni), menyiram, dan kegiatan lain yang menggunakan air di rumah.
Padat: dikenal sebagai sampah (domestik).

Jenis-jenis limbah domestik ada dalam berbagai macam dan bentuk. Ada yang cair, padat, gas dan bahkan dalam bentuk bahan berbahaya dan beracun. Contoh pada umumnya untuk limbah domestik cair adalah air detergen, contoh untuk limbah domestik padat adalah botol-botol plastik dan kaleng-kalengan, contoh untuk limbah domestik dalam bentuk gas yaitu asap kendaraan bermotor, dan contoh untuk limbah domestik B3 adalah sisa bahan kimia seperti pestisida dan sebagainya langsung ke lingkungan. Jadi, limbah domestik dalam jenis apapun akan mengganggu kegiatan budidaya di sekitarnya yang masuk melalui pencemaran tanah maupun pencemaran air yang mengalir (sungai) dan masuk ke dalam kolam budidaya.

SIFAT LIMBAH DOMESTIK (RUMAH TANGGA)
Berdasarkan sifatnya, limbah sendiri dibagi menjadi 2 (dua) macam, yaitu limbah organik (degradable) dan limbah anorganik (nondegradable). Menurut Widjajanti (2009), Limbah anorganik adalah limbah yang tidak dapat diuraikan oleh organisme detrivor atau diuraikan tetapi dalam jangka waktu yang lama. Bahan yang diuraikan berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaruhi, seperti mineral, minyak bumi dan berasal dari proses industri, seperti botol, plastik, dan kaleng. Limbah organik dapat dimanfaatkan baik secara langsung (contohnya untuk makanan ternak) maupun secara tidak langsung melalui proses daur ulang (contohnya pengomposan dan biogas). Limbah anorganik yang dapat di daur ulang, antara lain adalah plastik, logam, dan kaca. Namun, limbah yang dapat didaur ulang tersebut harus diolah terlebih dahulu dengan cara sanitary landfill, pembakaran (incineration), atau penghancuran (pulverisation).

Sedangkan menurut Damanhari dan Padmi (2010), Sampah yang berasal dari pemukiman/tempat tinggal dan daerah komersial, selain terdiri atas sampahorganik dan anorganik, juga dapat berkategori B3. Sampah organik bersifat biodegradable sehingga mudah terdekomposisi, sedangkan sampah anorganik bersifat non-biodegradable sehingga sulit terdekomposisi. Bagian organik sebagian besar terdiri atas sisa makanan, kertas, kardus, plastik, tekstil, karet, kulit, kayu, dan sampah kebun. Bagian anorganik sebagian besar terdiri dari kaca, tembikar, logam, dan debu. Sampah yang mudah terdekomposisi, terutama dalam cuaca yang panas, biasanya dalam proses dekomposisinya akan menimbulkan bau dan mendatangkan lalat.

Pada umumnya, limbah domestik bersifat degradable atau dapat diurai dan nondegradable atau tidak dapat diurai. Contoh limbah domestik yang dapat diurai seperti tinja dan sisa bahan makanan yang dapat diurai menjadi pupuk kompos atau pupuk organik. Sedangkan contoh limbah yang tidak dapat diurai yaitu kaleng, kaca, logam, dan sebagainya. Limbah rumah tangga berisifat toksik terhadap budidaya perairan. Karena limbah rumah tangga mengandung banyak bakteri, parasit, dan virus yang berasal dari limbah organik seperti feses manusia, sisa makanan, sisa sayuran, dan lain-lain. Limbah rumah tangga juga tidak hanya mencemari dalam  budidaya namun di sekitar lingkungan. Pada sungai yang terdapat limbah akan mempengaruhi laju pertumbuhan organisme didalamnya.

PENGARUH LIMBAH DOMESTIK (RUMAH TANGGA) DALAM BUDIDAYA IKAN
Air bekas cucian yang dibuang ke sungai dapat mengancam lingkungan. Zat yang ada di dalam detergen memacu pertumbuhan enceng gondok dan gulma air. Ledakan jumlah tanaman penggangu ini akan menghambat aliran sungai dan menimbulkan pendangkalan. Tanaman yang menutup permukaan air menghambat masuknya sinar matahari dan oksigen ke air. Akibatnya kualitas air menurun dan ikan akan makin susah hidup. Pengaruh yang sama akan terjadi jika busa detergen yang menumpuk di sungai-sungai menutup permukaan air. Adanya bahan buangan zat kimia yang berupa sabun (detergen) yang berlebihan di dalam air ditandai dengan timbulnya buih-buih sabun pada permukaan air. Bahan antiseptik dalam sabun atau detergen mengganggu kehidupan mikroorganisme, yang ada di dalam air bahkan dapat mematikan. Salah satu organisme air yang akan terganggu diantaranya adalah ikan (Kamiswari et al., 2013).

Zat toksik dari detergen yang tidak dapat ditolerir oleh ikan sehingga merusak sistem respirasi tubuh pada ikan. Ikan yang fisiologi tubuhnya dapat menolerir zat toksik tersebut dapat bertahan hidup hingga akhir penelitian demikian sebaliknya. Konsentrasi 0% dan 1% dapat ditolerir oleh semua populasi yang ada pada setiap akuarium. Sehingga kematian konsentrasi tersebut tidak ada dan paling rendah dari konsentrasi lainnya. Sedangkan konsentrasi 2-5% ikan tampak ada yang tidak mampu menolerir lingkungan yang buruk akibat limbah detergen sehingga terjadi kematian yang berbeda pada setiap konsentrasi tersebut (Yuliani et al., 2015).

Limbah rumah tangga sangat mempengaruhi kehidupan budidaya perairan dan lingkungan. Limbah rumah tangga dapat membuat air tercemar yang menimbulkan bau tidak sedap. Sehingga mengakibatkan bertambahnya populasi mikroorganisme atau bakteri pathogen yang dapat menularkan penyakit pada organism air khususnya ikan. Limbah organic juga dapat membuat kandungan oksigen rendah sehingga kualitas air menjadi menurun.

CARA PENANGANAN LIMBAH DOMESTIK (RUMAH TANGGA) DALAM BUDIDAYA IKAN
Biodegradasi merupakan salah satu pengolahan limbah secara biologi yang sering dipilih karena efektif untuk pengolahan limbah organik terlarut dan membutuhkan biaya yang sedikit. Namun keberhasilan pengolahan limbah secara biologi sangat tergantung pada aktivitas dan kemampuan mikroorganisme pendegradasi bahan organik dalam limbah.  Prinsip pengolahan limbah secara biologi adalah pemanfaatan aktivitas mikroorganisme seperti bakteri, fungi, dan protozoa. Mikroorganisme tersebut merombak limbah organik menjadi senyawa organik sederhana dan mengkonversikannya menjadi gas karbondioksida (CO2), air (H2O) dan energi untuk pertumbuhan dan  reproduksinya (Doraja et al., 2012).

Menurut (Fauzi et al . 2011), penanganan limbah dosmetik adalah dengan metode biology irigation . Metode ini merupakan metode pengolahan limbah rumah tangga dengan metode irigasi yang diberi tanaman air dengan model irigasi yang dibuat sedemikian rupa sehingga waktu resisten air dalam irigasi tersebut lebih lama. Hal ini bertujuan agar penyerapan limbah oleh tanaman air tersebut menjadi efesien.

Penanganan limbah rumah tangga terhadap budidaya dapat dilakukan dengan cara pemanfaatan aktivitas bakteri Eco Bast seperti Lactobacillus sp,  Rhodopseudomonas sp, Actinomycetes sp, Streptomyces sp, dan Yeast . Yang masing-masing memiliki peranan penting dalam sistem penguraian dan pelepasan ion gas-gas beracun yang terjerambab dalam air limbah. Yang dapat menimbulkan bau tak sedap dan menurunkan kadar BOD, COD, TSS, H2S, NHx, Methylmercaptan dan lain-lain. Sehingga air limbah yang dilepaskan ke sungai menjadi aman bagi makhluk hidup lainnya.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil yaitu
Limbah domestik atau rumah tangga merupakan hasil buangan dari aktivitas pemukiman masyarakat, restauran, dan kegiatan masyarakat lainnya.
Jenis-jenis limbah domestik terbagi menjadi 4 (empat), yaitu: limbah cair, limbah padat, limbah gas, dan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).
Sifat limbah domestik sendiri dibagi menjadi 2 (dua) macam, yaitu biodegradable dan non-biodegradable. Biodegradable adalah limbah domestik yang bersifat organik dan dapat diurai kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Sedangkan non-biodegradable adalah limbah domestik yang bersifat anorganik dan tidak dapat diurai kembali.
Limbah domestik (rumah tangga) sangat berpengaruh dalam budidaya perikanan. Limbah tersebut dapat menyebabkan bau dan penimbunan bakteri dan virus penyakit yang dapat menjangkitkan ikan atau organisme akuatik lainnya yang di budidayakan.
Penanggulangan masalah limbah dalam kolam budidaya dapat dilakukan dengan cara biodegradasi, biology irigation, dan pemanfaatan bakteri Eco Bast untuk mengurangi kerugian yang disebabkan oleh limbah domestik ke dalam ekosistem budidaya, baik kolam, tambak bahkan sungai sekalipun.

SARAN
Indonesia sangat kaya akan organisme akuatik yang dapat dibudidayakan dan bermanfaat dalam bidang ekonomis masyarakat sendiri. Namun akan sangat disayangkan apabila aktivitas masyarakat itu sendiri yang merusak usaha budidaya. Selain akan mematikan nilai produktivitas pada kolam budidaya, tentunya akan merugikan pembudidaya. Maka dari itu diharapkan agar walaupun Indonesia adalah negara keempat terpadat di dunia, Indonesia dapat mengatasi masalah limbah domestik yang berlebihan agar tidak mengganggu ekosistem sekitar dan juga tidak mengganggu kegiatan kolam atau tambak budidaya.

PENULIS
Silvia Anggaita                      
Sasadhara Putri Widura       
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Damanhuri, Enri dan Padmi, Tri. 2010. Pengelolaan Sampah. Diktat Kuliah TL-3104. Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Bandung: Institut Teknologi Bandung
Doraja, P. H., Shovitri, Maya., dan Kuswytasari, N.D. 2012. Biodegradasi Limbah Domestik dengan Menggunakan Inokulum Alami dari Tangki Septik. Jurnal Sains dan Seni ITS. Jurusan Biologi FMIPA. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Vol 1 No 1. ISSN: 2301-928X
Efendy, Ach. Haris. 2013. Pembuatan Air Bersih dari Air Limbah Rumah Tangga Berbasis Filter Sedergana Sistem Terpusat di Kabupaten Jember. Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Jember: Universitas Jember
Fauzi, Ahmad., Halawa, Christian., Herdiana, Lella. 2011. Pengolahan Air Limbah Domestik dengan Metode Biology Irigation Memanfaatkan Eceng Gondok Eichhornia crassipes (Mart) Solms. di Bak Penampungan sebagai Penyerap Polutan untuk Mengurangi Limbah Organik dan An-Organik. Bogor: Institut Pertanian Bogor
Kamiswari, Rizky., Hidayat, M. Thamrin., Rahayu, Yuni Sri. 2013. Pengaruh Pemberian Deterjen terhadap Mortalitas Ikan Platy sp. Jurnal Lentera Bio. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. ISSN: 2252-3979
Simanungkalit, Elisabet. 2010. Penentuan Kadar COD (Chemichal  Demand) pada Limbah Cair di PT. Industri Karet Nusantara. USU Institutional Repository. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Medan: Universitas Sumatera Utara
Subekti, Sri. 2009. Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga. Jurnal Dinamika Sains. Fakultas Teknik, Teknik Lingkungan. Semarang: Universitas Pandanaran. Vol 7 No 14
Widjajanti, Endang. 2009. Penanganan Limbah Laboratorium Kimia. Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA. Yogyakarta: UNY
Yuliani, Rifky Luvia., Purwanti, Elly., Pantiwati, Yuni. 2015. Pengaruh Limbah Detergen Industri Laundry terhadap Mortalitas dan Indeks Fisiologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Malang: FKIP UMM. Hlm 822-828

No comments:

Post a Comment