Saturday, April 25, 2020

Ikan Ayam-Ayam (Abalistes Stellaris); Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Ayam-Ayam (Abalistes stellaris) atau nama lokalnya disebut ikan togek. Ikan tersebut dinamakan ikan ayam-ayam karena rasa dagingnya seperti daging ayam.

KLASIFIKASI IKAN AYAM-AYAM (ABALISTES STELLARIS)
Maleva,dian (2012)  Klasifikasi dari Ikan Ayam-Ayam (Abalistes stellaris) adalah sebagai berikut:
Kingdom
: animalia
Phyllum
: chordata
Class
: actinopterygii
Ordo
: tetraodontiformes
Family
: balistidae
Genus
: Abalistes
Spesies
: Abalistes stellaris

HABITAT IKAN AYAM-AYAM (ABALISTES STELLARIS)
Maleva( 2012), Habitat ikan ini adalah di sekitar terumbu karang, dasar pasir atau di sekitar sponge/alga. Pemanfaatan pasca panen ikan ini adalah dijual secara segar di pasar atau berupa ikan yang telah kering atau diasinkan. Penyebaran ikan ini adalah di perairan Indo-Pasifik barat yaitu di laut merah serta di bagian timur Afrika sampai Asia Tenggara.Selain itu ikan ayam-ayam berada di utara Jepang, utara sampain selatan negara Australia dan pada wilayah timur Atlantik khususnya dari Saint Helena sampai pantai Afrika Selatan.

Menurut  Bloch dan  Schneider (1801) dalam Luna (2011) , Hidup di daerah pesisir, biasanya ditemukan lebih berlumpur dan berpasir dasar, juga di sekitar terumbu, bersama dengan spons dan ganggang. Memakan hewan bentos. Oviparous. Juga tertangkap dengan-garis panjang vertical. Ikan etong merupakan ikan laut demersal yang berada pada kedalaman 4 sampai 1170meter di bawah laut (Fishbase2003).

FISIOLOGI IKAN AYAM-AYAM (ABALISTES STELLARIS)
Ikan air tawar cenderung untuk menyerap air dari lingkungannya dengan cara osmosis, terjadi sebagai akibat dari kadar garam dalam tubuh ikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lingkungannya. Insang ikan air tawar secara aktif memasukkan garam dari lingkungan ke dalam tubuh. Ginjal akan memompa keluar kelebihan air sebagai air seni. Ikan air tawar harus selalu menjaga dirinya agar garam tidak melarut dan lolos ke dalam air. Ginjal mempunyai glomeruli dalam jumlah banyak dengan diameter besar. Ini dimaksudkan untuk lebih dapat menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air seni sebanyak-banyaknya. Ketika cairan dari badan malpighi memasuki tubuli ginjal, glukosa akan diserap kembali pada tubuli proximallis dan garam-garam diserap kembali pada tubuli distal. Dinding tubuli ginjal bersifat impermiable (kedap air, tidak dapat ditembus) terhadap air (Wikipedia, 2015).

MORFOLOGI IKAN AYAM-AYAM (ABALISTES STELLARIS)
Menurut Maleva (2012), Pada umumnya ikan ini memiliki panjang 40 cm dan dapat mencapai panjang maksimum 60 cm. Duri punggung (total keseluruhan) : 3, duri punggung lunak (total keseluruhan) 25-27, siripanal lunak 24-26. sirip dada (pectoral fin) diperbesar dari ukuran dasar dan tepat di belakang celah insang (gill slits) untuk membentuk timpanum fleksibel. Memiliki sisik yang cenderung berukuran besar pada bagian atas sirip pectoral dan pada bagian posterior ditemukan keel.

Menurut  Bloch dan  Schneider (1801) dalam Luna (2011) Duri Duri (total): 3; duri punggung lunak (total): 25-27; Duri dubur 0; Sirip dubur lunak: 24 - 26. Timbangan diperbesar di atas dasar sirip dada dan tepat di belakang celah insang untuk membentuk tympanum fleksibel, sisik tubuh posterior dengan keels menonjol, membentuk pegunungan longitudinal. Sebuah alur menonjol di kulit memperpanjang anterior dari depan mata untuk jarak sekitar 1 diameter mata. Batang ekor tertekan.Sinar sirip ekor dewasa berkepanjangan atas dan di bawah.

CIRI-CIRI IKAN AYAM-AYAM (ABALISTES STELLARIS)
Maleva( 2012), Warna; abu-abu coklat, kuning langsat dipunggung, pucat dibawah; bintik-bintik kecil berwarna biru atau kuning pucat. Menurut Jalaprang ( 2008), ikan ini merupakan ikan laut yang bersisik tebal dengan bntuk badan agak bulat pipih.

REPRODUKSI IKAN AYAM-AYAM (ABALISTES STELLARIS)
Ikan ayam melakukan fertilisasi eksternal dengan frekuensi pemijahan. Acuan Garter serikat reproduksi nesters parental perawata. Deskripsi siklus hidup dan perilaku kawin oviparous, pasangan yang berbeda selama pembibitan (Fishbase, 2003).

PERAN IKAN AYAM-AYAM (ABALISTES STELLARIS) DI PERAIRAN
Makanan utama ikan etong adalah plankton, kadang kadang sponge. Abalistes stellaris termasuk salah satu ikan predator yang memangsa ikan-ikan yang lebih kecil di sekitarnya (Fishbase, 2003).

TINGKAH LAKU IKAN AYAM-AYAM (ABALISTES STELLARIS)
Semua tingkah laku ikan itu merupakan resultante sejumlah rangsangan motoris yaitu rangsangan eksternal dan rangsangan internal berasal dari sekresi hormon, sedangkan rangsangan luar berasal dari berbagai macam sumber seperti faktor lingkungan, zat kimia dan lain-lain yang dimediasikan melalui organ-organ sensori dari visual. Begitu ikan memperlihatkan suatu tindakan sebenarnya merupakan suatu fenomena yang dinamik, termasuk tingkah laku "hibernasi" dan "aestivasi" musim panas (Mandala, 2010).

MANFAAT IKAN AYAM-AYAM (ABALISTES STELLARIS)
Ikan ini dinamakan ayam-ayam karena memiliki rasa seperti ayam, pengolahan ikan ayam-ayam umumnya dijadikan ikan bakar, dimana kulitnya dipisahkan terlebih dahulu dari dagingnya. Limbah kulit ikan ayam-ayam per harinya bisa mencapai 20-30 kg dan tidak ada penanganan maupun pengolahan limbah kulit ikan ayam-ayam. Ikan ayam-ayam memiliki ciri khas tekstur kulit yang sangat tebal yang berbeda dari ikan jenis lainnya. Jika dimanfaatkan dengan baik, maka limbah kulit ikan ayam-ayam berpotensi sebagai sumber gelatin halal yang sangat menjanjikan.

PENULIS
Noerikke Dwi N.
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Fishbase.2003.Abalistesstellaris.(terhubungberkala)http://www.fishbase.de/ summary. Diakses 25 Desember 2015.
Fishes Of Western Indonesia and Sulawesi. Barkeley Book.Pte Ltd, Terrer Road, Singapore.
Jalaprang.2008.Ciri Khusus Ikan. Jakarta : Gramedia.
Jaziri, A. A., H. Muyasyaroh., dan M. Firdaus. 2019. Karakteristik Fisikokimia Gelatin Kulit Ikan Ayam-Ayam (Abaliste stellaris) dengan Pra-Perlakuan Konsentrasi Asam Sitrat. Buana Sains. Vol 19 No 1: 1-16.
Kottelat, M dan A.J Witten., Kartikasari, S.N dan S. Wirjoatmodjo 1993. Freshwater
Lesmana DS dan Darmawan I. 2001. Budidaya Ikan Hias Air Tawar Populer. Cet ke- 2. Jakarta : Penebar Swadaya.
Lingga, P., dan Heru S. 20013. Ikan Hias Air Tawar. Penebar Swadaya. Jakarta.
Maleva.2012.Cara Pengembangbiakan Ikan Ayam-ayam. Yogyakarta : kanisius.
Mandala. 2010. Tingkah Laku Pemijahan Biota Akuatik. http://mandala-manik.blogspot.com/2010/07/tingkahlakupemijahanbiotaakuatik.html. Diakses pada tanggal 26 Desember 2015.
Mustafakamal, A.S., I.S. Kamaruddin, A. Cristianus, S.K. Daud dan L. Yuabit. 2012. Feeding Habits of Fishes in the Pangkalan Dawi – Pulau Dula Section of Kenyir Lake Terengganu, Malaysia. Journal Asian Fisheris Science. 25: 144-157.
Rukmini, 2012. Teknologi Budidaya Biota Air. Karya Purta Darwati, Bandung.
Sugianti B., Enjang Hernandi Hidayat ,Nuah Japet ,Yeni Anggraen. 2014. Daftar Pisces Yang Berpotensi Sebagai Spesies Asing Invasif Di Indonesia Cetakan ke-2 (Edisi Revisi).Kementerian Kelautan Dan Perikanan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan Pusat Karantina Ikan. Jakarta.
Tang, U.M dan Affandi, R. 2001. Biologi Reproduksi Ikan. IPB Press, Bogor.
Www.wikipedia.com. Diakses 30 Desember 2015

No comments:

Post a Comment