Sunday, April 26, 2020

Fahaka Puffer Atau Ikan Buntal; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Tetraodon Lineatus yang lebih dikenal dengan sebutan Fahaka Puffers adalah ikan yang memiliki bentuk tubuh bulat memanjang yang ditutupi dengan duri pendek dan memiliki warna abu-abu kecokelatan di bagian belakang yang secara bertahap warna tersebut menjadi lebih terang hingga pada bagian bawah berwana keputihan. Tetraodon lineatus memiliki garis-garis kuning yang mengalir di tubuhnya dan perut yang berwarna kuning. Fahaka puffers muda menunjukkan warna belang-belang tanpa warna yang kuat sedangkan yang lebih tua mengembangkan warna yang lebih kuat secara bertahap, dengan beberapa garis-garis kuning muncul pada bagian tubuhnya tersebut. Panjang tubuh maksimal mencapai 43 cm dengan ukuran jenis ikan jantan dan betina tidak berbeda. Jenis ikan ini dapat mengubah warna tubuh tergantung dengan kondisi lingkungan. Jika ikan tersebut stres, warna tubuh cenderung terlihat lebih gelap dari biasanya. Ikan ini memiliki kemampuan untuk mengembangkan perutnya dengan udara atau air hingga ukurannya menjadi 2 atau 3 kali dari ukuran normal sehingga cukup besar untuk bisa menakut-nakuti predator.

KLASIFIKASI FAHAKA PUFFER ATAU IKAN BUNTAL
Ikan Buntal jenis ini memiliki taksonomi sebagai berikut :
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Chordata
Class
: Actinopterygii
Ordo
: Tetraodontiformes
Family
: Tetraodontidae
Genus
: Tetraodo

MORFOLOGI FAHAKA PUFFER ATAU IKAN BUNTAL
Tetraodon lineatus yang lebih dikenal dengan sebutan fahaka puffers adalah ikan yang memiliki bentuk tubuh bulat memanjang yang ditutupi dengan duri pendek dan memiliki warna abu-abu kecokelatan di bagian belakang yang secara bertahap warna tersebut menjadi lebih terang hingga pada bagian bawah berwana keputihan. Tetraodon lineatus memiliki garis-garis kuning yang mengalir di tubuhnya dan perut yang berwarna kuning. Fahaka puffers muda menunjukkan warna belang-belang tanpa warna yang kuat sedangkan yang lebih tua mengembangkan warna yang lebih kuat secara bertahap, dengan beberapa garis-garis kuning muncul pada bagian tubuhnya tersebut. Panjang tubuh maksimal mencapai 43 cm dengan ukuran jenis ikan jantan dan betina tidak berbeda.

Memiliki bentuk tubuh bulat memanjang yang ditutupi dengan duri pendek dan memiliki warna abu-abu kecokelatan di bagian belakang yang secara bertahap warna tersebut menjadi lebih terang hingga pada bagian bawah berwana keputihan. Tetraodon lineatus memiliki garis-garis kuning yang mengalir di tubuhnya dan perut yang berwarna kuning. Fahaka puffers muda menunjukkan warna belang-belang tanpa warna yang kuat sedangkan yang lebih tua mengembangkan warna yang lebih kuat secara bertahap, dengan beberapa garis-garis kuning muncul pada bagian tubuhnya tersebut

TINGKAH LAKU FAHAKA PUFFER ATAU IKAN BUNTAL
Jenis ikan ini dapat mengubah warna tubuh tergantung dengan kondisi lingkungan. Jika ikan tersebut stres, warna tubuh cenderung terlihat lebih gelap dari biasanya. Ikan ini memiliki kemampuan untuk mengembangkan perutnya dengan udara atau air hingga ukurannya menjadi 2 atau 3 kali dari ukuran normal sehingga cukup besar untuk bisa menakut-nakuti predator.

HABITAT FAHAKA PUFFER ATAU IKAN BUNTAL
Habitat atau ekologi ikan Tetraodon lineatus ini banyak ditemukan di perairan tawar sampai air payau. Ikan ini bersifat demersal dan hidup pada kisaran pH 7,0 dan pada iklim tropis dengan kisaran suhu 24°C - 26°C. Ikan yang sengaja dijual sebagai hewan peliharaan aquarium ini hidup pada habitat aslinya di daerah Benin, Burkina Faso, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, Mesir, Ethiopia, Gambia, Ghana, dan Guinea. Sedangkan untuk penyebaran daerah asing, ikan ini sudah tersebar di wilayah Afrika Timur yaitu sungai Nil bagian atas, dan Danau Turkana, di wilayah Afrika Utara, yaitu di bagian bawah dari sungai Nil. Selain itu juga ikan ini statusnya sudah ada di Indonesia.

REPRODUKSI FAHAKA PUFFER ATAU IKAN BUNTAL
Reproduksi dan perkembanganbiakan ikan ini melalui pemijahan. Proses pemijahan terjadi secara alamiiah pada induk yang sudah matang gonad. Penampakan morfologi pada induk yang sudah matang terlihat pada bentuk tubuh yang membulat. Pemijahan yang dilakukan terjadi persial, dalam 1 periode sepasang ikan dapat melakukan 4 kali proses pemijahan dengan selang waktu memijah sekitar 14-18 hari. Jumlah telur yang dihasilkan lebih dari 1000 – 1900 butir telur.

CIRI-CIRI FAHAKA PUFFER ATAU IKAN BUNTAL
Ciri khusus dan tingkah laku yang dimiliki ikan ini adalah dengan adanya racun yang dapat membahayakan hewan air lain dan juga berbahaya pada manusia yang terkena zat racun tersebut. Ikan jenis ini merupakan predator pada malam hari, duri pada ikan ini sangat berbahaya karena mengandung racun. Seperti jenis ikan buntal lainnya, ikan buntal jenis ini juga akan mengembangkan badannya bila merasa terancam.

MANFAAT FAHAKA PUFFER ATAU IKAN BUNTAL
Ikan ini termasuk ikan predator dan sengaja dijual sebagai hewan peliharaan aquarium. Selain itu Menurut Wibowo, et al. (2016), ikan ini memiliki manfaat lain yaitu dimanfaatkan terutama pada bidang farmasi. Tetrodotoksin dapat digunakan sebagai obat anastesi lokal (dapat memblok syaraf). Tetrodotoksin yang dicampur dengan bupivacaine dan dexamethasone dapat meningkatkan waktu anastesi. Obat berbahan dasar dari tetrodotoksin yang pertama kali dipasarkan adalah Tectin, obat ini dikembangkan oleh WEX  Pharmaceutical Inc. Dalam dosis kecil, obat ini sangat mampu mengurangi rasa sakit kronis yang dialami oleh pasien kanker (Wibowo et al, 2016).

PERAN FAHAKA PUFFER ATAU IKAN BUNTAL DI PERAIRAN
Ikan Buntal hidup di perairan umum seperti danau dan sungai. Pakan di alam berupa molluska, ikan kecil dan invertebrate lainnya. Ikan Buntal juga dapat memakan bagian sirip ikan yang jadi mangsanya. Ikan Buntal sering dijadikan ikan hias dalam akuarium dan biasanya dapat dipelihara secara kelompok dengan sesama jenisnya. Ikan Buntal menyerang mangsanya yang bergerak kemudian memakan mangsanya dengan cara menerkam dan mengigitnya. Apabila ukuran mangsanya lebih besar, ikan Buntal dapat membunuh mangsanya terlebih dahulu kemudian memakannya secara bertahap sampai habis (Wibowo et al, 2016).

PENULIS
Prastyani Putri Andari
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
http://www.bkipm.kkp.go.id/bkipmnew/ias/ias_dtl/8
Wibowo, R. A., T. Anggraini., A. Pertiwiningrum., dan S. Triatmojo. 2016. Eco Leather Penyamakan Ikan Buntal. Yogyakarta: ATK Press. 101 Halaman
www.alamikan.com
www.googleimage.com
www.lalaukan.blogspot.co.id

No comments:

Post a Comment