Thursday, February 13, 2020

Belut Moray; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Belut moray (Moray Eel - Muraenidae - Muraena Retifera) adalah ikan yang ramping, ikan asli yang tinggal di sudut-sudut dan celah-celah bebatuan karang di laut subtropis dan sedang. Mereka adalah pemakan yang rakus, namun mereka bukanlah perenang yang handal karena kurangnya sirip-sirip dada. Sebaliknya mereka mengintai hampir tak bergerak di celah-celah batu karang, sering dengan hanya kepala mereka saja yang mengintip keluar, menunggu makanan berenang mendekatinya.

KLASIFIKASI BELUT MORAY
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Chordata
Class
: Actinopterygii
Order
: Anguilliformes
Family
: Muraenidae
Genus
: Gymnothorax
Species
:Gymnothorax undulatus

MORFOLOGI BELUT MORAY
Umumnya tubuh moray bermotif bertotol-totol dan berwarna cerah. Hal ini dijadikannya sebagai sarana kamuflase. Moray masih tergolong kelompok ikan meskipun bentuknya mirip ular. Berbeda dengan bentuk ikan pada umumnya, tubuh moray seperti belut yakni sisiknya begitu kecil dan siripnya memanjang. Moray memiliki panjang tubuh 1 hingga 3 meter dengan berat lebih dari 36 kg. Moray terpanjang yg pernah ditemukan adalah moray raksasa slender (Strophidon sathete) dg panjang mencapai 4 meter. Moray hidup secara soliter, tersebar diseluruh perairan tropis dunia, termasuk Indonesia.

Sirip punggung memanjang dari tepat di belakang kepala sepanjang belakang dan bergabung mulus dengan ekor dan sirip dubur. Sebagian besar spesies kurangnya sirip dada dan perut, menambah penampilan serpentin mereka. Mata mereka agak kecil; morays bergantung pada akal mereka yang sangat maju bau, berbaring di menunggu untuk menyergap mangsa.

Kepala belut moray 'terlalu sempit untuk menciptakan tekanan negatif kebanyakan ikan digunakan untuk menelan mangsanya.  Sangat mungkin karena ini, mereka memiliki satu set kedua rahang di tenggorokan mereka disebut rahang faring , yang juga memiliki gigi.  Ketika makan, moray meluncurkan rahang tersebut ke dalam mulut, di mana mereka menangkap mangsa dan mengangkutnya ke dalam sistem pencernaan dan tenggorokan.  Belut moray adalah satu-satunya hewan yang menggunakan rahang faring untuk secara aktif menangkap dan menahan mangsa.

Gigi belakang bengkok dan primitif namun mekanisme gigitan yang kuat juga membuat gigitan pada manusia lebih parah, karena belut tidak dapat melepaskan cengkeramannya, bahkan dalam kematian, dan harus membongkar secara manual off.  Sementara mayoritas tidak diyakini berbisa , bukti menunjukkan beberapa spesies mungkin.

REPRODUKSI BELUT MORAY
Belut moray cenderung kawin ketika air hangat menjelang akhir musim panas.  Moray eel pembuahan adalah yg menelur, yang berarti bahwa telur dan sperma dibuahi di luar rahim, dalam air sekitarnya, yang dikenal sebagai pemijahan.  Lebih dari 10.000 telur dapat dilepaskan pada waktu, yang berkembang menjadi larva dan menjadi bagian dari plankton.  Hal ini dapat berlangsung hingga satu tahun untuk larva belut moray telah tumbuh cukup besar untuk berenang ke dasar laut untuk bergabung dalam komunitas di bawah ini.

CIRI-CIRI BELUT MORAY
Tubuh belut laut berbentuk bulat memanjang. Sirip dada yang relatif kecil dan terletak tepat di belakang kepala. Bentuk tubuh memanjang seperti ular. Panjang tubuh belut laut bervariasi tergantung jenisnya yaitu antara 50-125 cm. Ketiga siripnya yang meliputi sirip punggung, sirip dubur dan sirip ekor menyatu.

HABITAT BELUT MORAY
Moray menghabiskan waktunya dg bersembunyi dibalik karang bebatuan, kebanyakan mereka hanya akan menampilkan kepalanya saja sambil memamerkan mulutnya yang lebar disertai gigi-gigi runcing tajam sehingga mereka nampak menyeramkan. Dengan gigi tajamnya itu, moray dapat menimbulkan luka serius bagi para penyelam yang menganggu atau mencoba bermain-main dengannya. Tapi serangan ini sangat jarang terjadi, sebab mereka pada dasarnya ialah hewan yang tidak agresif dan hewan pemalu. Mereka aktif pada malam hari untuk mencari makan berupa bintang laut, gurita, cumi-cumi dan terkadang makanan bangkai pun disantap juga.

MANFAAT BELUT MORAY
Beberapa dapat dijadikan perikanan komersial namun sebgian lagi dapat dijadikan indikator pada keracunan Ciguatera. Selain itu secara prospek ekonomi keberadaan Gymnothorux undulatus dapat menjadi biota yang memperkaya keanekaragaman yang menarik perhatian penyelam dan penghunjung ekowisata bahari. Belut moray berasosiasi dengan karang keliling coralgroupers (Plectropomus pessuliferus).

TINGKAH LAKU BELUT MORAY
Belut laut menghabiskan waktunya dg bersembunyi dibalik karang bebatuan, kebanyakan mereka hanya akan menunjukkan kepalanya saja sambil memamerkan mulutnya yang lebar disertai gigi-gigi runcing tajam sehingga mereka terlihat menyeramkan. Dengan gigi tajamnya itu, belut laut dapat menimbulkan luka serius bagi para penyelam yang menganggu atau mencoba bermain-main dengannya. Tapi serangan ini sangat jarang terjadi, sebab mereka pada dasarnya ialah hewan yang tidak agresif dan hewan pemalu. Mereka aktif pada malam hari untuk mencari makan berupa bintang laut, gurita, cumi-cumi dan terkadang makanan bangkai pun disantap juga.

PERAN BELUT MORAY DI PERAIRAN
Morays adalah karnivora dan pakan terutama pada ikan lainnya, cumi, moluska, dan krustasea. Kerapu, barakuda dan ular laut antara beberapa predator mereka. Ada perikanan komersial untuk beberapa spesies, tetapi beberapa Ciguatera menyebabkan ikan keracunan. Morays bersembunyi di celah-celah karang sampai mangsa cukup dekat untuk menangkap. Mereka kemudian terjang keluar dan klem mangsa di rahang mereka yang kuat.

PENULIS
Ihda Khozainul Busyro
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Brusca, R. C. dan Brusca, G. J. 1990. Invertebrates. Sinaver Associates, Inc.. Publisher Sunderland, Massachusetts.
Edwards MM, Haines A (2001) Evaluating smart growth: Implications for small communities. Journal of Planning Education and Research 27:49-64
Leach, Maria. 2001. The new book of knowledge. New York: Glolier, Inc.
Matoa. 2010. “Paul” Si Cerdas dari Jenis Hewan Invertebrata. http://matoa.org/paul-si-cerdas-dari-jenis-hewan-invertebrata/ [23 Oktober 2010]
Nelson, J.S. 1994. Fishes Of The World, 3rd editions. John Wiley & Sons, Inc., New York,  xv+600 pp.
Saktiono, 2005. Biologi I. PT. Intan Pariwara.Jakarta.
Rovara, O., I.E. Setiawan & M.H. Amarullah. 2007. Mengenal Sumberdaya Belut Laut .BPPT- HSF, Jakarta.
Saanin, H. 2001. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan 1 dan 2. Bina Tjipta. Bogor.
Stewart, Doug. 1997. Is the octopus really the invertebrate intellect of the sea? National Wildlife. Feb/Mar 1997, vol.35 no.2.
Wood, J. B., Kenchington, E. dan O’Dor, R.K. 1997. Reproduction and embryonic development time of Bathipolypus articus, a deep-sea octopod (Cephalopoda : Octpods). Malacologia Printed.

No comments:

Post a Comment