Wednesday, February 12, 2020

Ikan Platy Pedang; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Platy Pedang memiliki ciri-ciri yaitu tubuh memanjang dengan potongan melintang compressed, mempunyai gonopodium berbentuk jangkar yang mengembang dan pedang panjang. Plati pedang ini sebenarnya adalah sirip anal yang tumbuh memanjang. Sirip punggung dan ekornya relatif lebar. Ada beberapa alasan mengapa ikan plati pedang (Xiphophorus helleri) diterima oleh banyak orang yang membudidayakannya, selain keindahan bentuk, warna, mudah dikembangbiakkan, ikan ini juga bersifat sosial yang tinggi sehingga dapat hidup berdampingan damai dengan ikan hias lain di dalam akuarium. Asal ikan famili poecilidae ini adalah perairan anak sungai, kolam serta muara sungai amazon sebelah utara sepanjang Trinidad dan Barbos. Famili ini merupakan ikan yang pertama kali dikenal sebagai ikan hias asal sungai amazon. Induk ikan plati pedang beranak setelah 5-7 hari. Induk pelati pedang betina dapat menghasilkan sekitar 80-125 ekor dan interval dilakukan pemijahan pemijahan untuk beranak kembali kadang-kadang membutuhkan waktu sampai 1 bulan (Febriyantoro, 2014).


KLASIFIKASI IKAN PLATY PEDANG

Menurut Nugroho (2008), ikan platy pedang termasuk ke dalam family poecilidae yang berasal dari Amerika Serikat. Adapun klasifikasi ikan platy pedang adalah :

Kingdom
: Animalia
Filum
: Chordata
Kelas
: Osteichthyes
Ordo
: Cyprinodontoidea
Family
: Poecilidae
Genus
: Xyphophorus
Spesies
Xyphophorus helleri

MORFOLOGI IKAN PLATY PEDANG

Menurut Susanto (2003), Ciri-ciri ikan plati pedang yaitu tubuh memanjang dengan potongan melintang compressed, mempunyai gonopodium berbentuk jangkar yang mengembang dan pedang panjang. Pedang ini sebenarnya adalah sirip anal yang tumbuh memanjang. Sirip punggung dan ekornya relatif lebar.


Nama ilmiahnya berasal dari paruhnya yang panjang dan tajam menyerupai pedang (Latin gladius) atau tombak. Pedang tersebut bersama dengan bentuk tubuh yang melancip memungkinkan ikan pedang menyibak air dengan mudah dan lincah. Berlawanan dengan kepercayaan, pedangnya itu tidak dipakai menombak, melainkan untuk memukul untuk melukai mangsanya, untuk membuat mangsa tersebut mudah ditangkap. Untuk menangkap mangsanya, ikan pedang sangat bergantung pada kecepatannya yang dapat mencapai 80 kilometer per jam serta kelincahan dalam air. Ikan ini pun di juluki ikan tercepat di laut. Satu penggunaan untuk pertahanan yang mungkin dari pedangnya adalah melindungi dirinya dari pemangsa alaminya yang sedikit. Hiu mako sirip-pendek adalah salah satu binatang laut jarang yang cukup besar dan cepat untuk mengejar dan membunuh seekor ikan pedang, namun hiu itu tidak selalu menang. Kadang-kadang, saat berjuang melawan seekor hiu, seekor ikan pedang dapat membunuh hiu tersebut dengan menusuknya di insang atau perut.


REPRODUKSI IKAN PLATY PEDANG

Tingkah laku dalam reproduksi ikan amat unik. Sebelum memijah induk jantan dan betina yang sudah matang gonad akan berenang berenang dengan mencari tempat untuk meletakkan telur (sarang). Waktu bertelur biasanya jam 5-7 pagi. Walaupun mereka ikan dasar, tetapi untuk tempat telur biasanya dipilih tempat di kolom air. Pada dinding akuarium, potongan paralon, batang dan permukaan daun atau obyek lain. Peternak umumnya memberikan potongan paralon sebagai sarang. Tempat tersebutakan dibersihkan pemukaannya dengan mulut. Jantan umumnya lebih aktif daripada betina. Sesudah itu induk akan lebih aktif berenang, sesekali mereka bersinggungan. Sebelum ovulasi induk betina akan menempatkan mulutnya di lubang genital jantannya dan dikenal dengan “posisi T” dan sperma akan diisapnya. Ovulasi akan terjadi setelah itu dan induk akan diam di dasar selama 1-1,5 menit, telur yang keluar sebanyak 2-5 butir. Telur ini akan ditempatkan di kantong yang dibentuk oleh pasangan sirip perut yang dibengkokkan. Setelah itu baru induk betina membawa larvanya ke tempat yang sudah dibersihkan dan meletakkan telur disitu. Semakin induk jantan akan selalu menunggu di belakang betina untuk proses ulang (satyani, 2005).


Dalam akuarium, kombinasi ikan ini adalah 3 betina untuk 1 jantan. Alat kelamin jantan disebut gonopodium, terletak di bagian sirip perut. Saat kawin, jantan secara konstan akan mengejar betina sambil “mencium” area sirip perut betina. Tidak lama setelah itu mereka akan melancarkan serangan dengan menginseminasi sperma lewat gonopodium mereka. Proses kawin ini berlangsung cepat. Betina memiliki kemampuan menyimpan sperma hingga 1 tahun, sehingga terkadang ditemukan betina dapat berkali-kali melahirkan tanpa kehadiran jantan selama persediaan sperma masih ada. Seekor betina dapat melahirkan antara 2-50 anak. Selang 28 hari kemudian mereka dapat melahirkan batch berikutnya. Setelah dilahirkan, anakan sebaiknya dipisahkan dengan ikan dewasa, karena sangat sering ditemukan kasus ikan dewasa memakan anak yang baru lahir. Dari sejak lahir, setiap anak sepenuhnya mampu berenang dan makan. Anak biasanya bersembunyi di sekitar tanaman air. Anak akan menjadi induk setelah berumur 3-5 bulan (Timang, dkk. 2010).


CIRI-CIRI IKAN PLATY PEDANG

Menurut Susanto (2003), Ciri-ciri ikan plati pedang yaitu tubuh memanjang dengan potongan melintang compressed, mempunyai gonopodium berbentuk jangkar yang mengembang dan pedang panjang. Pedang ini sebenarnya adalah sirip anal yang tumbuh memanjang. Sirip punggung dan ekornya relatif lebar.


Sedangkan menurut Daelami (2001), Ada beberapa alasan mengapa ikan plati pedang diterima oleh banyak orang yang membudidayakannya, selain keindahan bentuk, warna, mudah dikembangbiakkan, ikan ini juga bersifat sosial yang tinggi sehingga dapat hidup berdampingan damai dengan ikan hias lain dalam akuarium.


HABITAT IKAN PLATY PEDANG

Suhu untuk pemeliharaan yang baik sekitar 29-30° C. Sementara pH air optimum sekitar (6,5-7,0) dan kekerasan sekitar 10-12 dH. Ukuran ikan pedang dewasa berkisar antara 10-12 cm. Di dalam akuarium, ikan pedang lebih menyukai berenang di area sekitar permukaan (top level). Perbandingan jumlah ikan pedang jantan dan betina yang ideal adalah 1:3. Ikan pedang jantan terkenal aktif secara seksual. Jika jumlah jantan melebihi rasio ideal, ikan pedang betina akan mudah kelelahan dan stress karena terus menerus diganggu oleh beberapa pejantan (Sandra, 2013).


MANFAAT IKAN PLATY PEDANG

Ikan pedang bisa dijadikan sebagai ikan peliharaan. Anda bisa memelihara ikan ekor pedang didalam akuarium berkapasitas 10 galon air atau lebih. dikarenakan ikan ekor pedang yaitu type ikan perenang aktif perihal itu dapat amat baik dipelihara di akuarium yang kian lebih kapasitas 10 galon. dikarenakan perihal ini dapat berikan mereka cukup area untuk berenang berkeliling akuairum.


Ikan pedang juga sangat baik dikonsumsi untuk kesehatan. Asupan yang direkomendasikan adalah 200-600mg dari ikan dan dari tanaman adalah 1-2g. Sumber omega-3 yang baik adalah dari ikan langsung, jika dibandingkan dengan kapsul minyak ikan. Asam lemak omega-3 yang ditemukan pada ikan adalah EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid). Tubuh kita tidak dapat memproduksi sama lemak omega-3 sehingga kita harus memperolehnya dari asupan makanan luar.


TINGKAH LAKU IKAN PLATY PEDANG

Ikan pedang bukan ikan yang hidup berkelompok. Mereka berenang sendirian dan dalam pengelompokan yang berjauhan, terpisah sekitar 10 meter dari ikan pedang tetangganya. Mereka sering ditemukan berjemur di permukaan, mengudarakan sirip punggung pertamanya. Penumpang kapal melaporkan hal ini sebagai pemandangan indah, seperti lompatan kuatnya yang membuat spesies ini dikenal. Lompatan ini oleh beberapa peneliti dianggap untuk melepaskan hama, seperti remora atau lamprey. Lompatan itu juga bisa menjadi cara ikan pedang makan di permukaan dengan mengejutkan ikan kecil saat pedang itu melompat dari air, membuat ikan kecil tersebut lebih mudah ditangkap untuk dimakan. Meskipun ikan pedang termasuk hewan berdarah dingin, mereka mempunyai organ khusus dekat mata untuk menghangatkan mata dan juga otak mereka. Suhu 10 sampai 15 °C di atas suhu air sekitarnya telah diukur. Pemanasan mata meningkatkan penglihatannya, dan meningkatkan kemampuannya dalam menagkap mangsa.


Ikan pedang makan setiap hari, seringkali pada malam hari saat mereka naik ke permukan dan air dekat permukaan untuk mencari ikan yang lebih kecil. Mereka telah diaamati bergerak melewati sekawanan ikan, menebaskan pedangnya untuk membunuh atau mengejutkan mangsanya. Di Atlantik Utara bagian barat, cumi-cumi merupakan makanannya yang populer. Ikan seperti menhaden, makerel, bluefish, silver hake, butterfish, dan hering juga merupakan makanan ikan pedang.


Ikan ini mudah takut oleh kedatangan kapal dan tingkahnya tidak menentu walau jarang sekali mereka menyerang kapal. Sungutnya kerap digunakan untuk memotong tali pancing.


PERAN IKAN PLATY PEDANG DI PERAIRAN

Ikan pedang telah diamati bergerak melewati sekumpulan ikan, menebaskan pedangnya untuk membunuh atau mengejutkan mangsa. Ikan pedang merupakan ikan pemangsa bagi ikan-ikan yang berukuran kecil darinya. Misalnya makerel, bluefish, silver hake, butterfish, sailfish, tuna, lumba-lumba dan blue marlin.


Hiu mako sirip-pendek merupakan predator bagi ikan pedang ini. Hiu sirip pendek adalah salah satu binatang laut jarang namun cukup besar dan cepat untuk mengejar dan membunuh seekor ikan pedang, akan tetapi kadang hiu itu tidak selalu menang. Kadang saat melawan seekor hiu, seekor ikan pedang dapat membunuh hiu tersebut dengan menusuknya di insang atau perut.


PENULIS

Chusnul Liyah

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015


EDITOR

Gery Purnomo Aji Sutrisno

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015


DAFTAR PUSTAKA

Agustina, Sandra. 2013. Komunitas Fitoplankton Di Perairan Mangrove Baros. Kabupaten Bantul. FakultasPertanian, Universitas Gadjah Mada,. Yogyakarta.

Daelami.2001.Usaha Pembenihan Ikan Hias Air Tawar. Jakarta: Penebar Swadaya.

Febriyanto, D. 2014. Pengamatan Pergerakan Sirip-Sirip Ikan dan Mekanisme Ikan Mengambil Makanan dan Laju Menghancurkan Makanan di Dalam Lambung. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Riau, Pekanbaru.

http://achrimu21.blogspot.com/2013/11/laporan-seksualitas_4.html

http://ajasmanfaat.blogspot.com/2013/02/ikan-pedang-swordtail.html

http://zanepedia.blogspot.com/2014/04/deskripsi-ikan-pelati-pedang.html

Nugroho, S. 2008. Analisis Finansial Usaha Ikan Hias Air Tawar Heru Fish Farm di Desa Kota Batu Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Satyani, D. 2005. Catfish Kecil Unik, Corydoras Sp. Untuk akuarium, Tingkah Laku Biologi dan Reproduksinya, Jurnal Ikhtiologi Indonesia, Volume V. Nomor 1 : 25-64, Instalasi Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar, Depok.

Susanto. 2003. Ikan Hias Air Tawar. Penebar Swadaya. Jakarta.

Timang, Y., Sitti, R. A., Muhammad, R. A dan Rispa, P. 2010. Mekanisme Pergerakan Sirip-sirip ikan. Universitas Hasanuddin, Makassar.

No comments:

Post a Comment