Tuesday, February 18, 2020

Ikan Jenaha; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Jenaha adalah ikan laut dasar yang hidup secara berkelompok di dasar-dasar karang atau terumbu karang. Mempunya ciri tubuh yang bulat pipih dengan sirip memanjang sepanjang punggung. Jenis ikan Jenaha banyak ditemui di Indonesia.

Ikan Jenaha umumnya menghuni daerah perairan karang ke daerah pasang surut di muara, bahkan beberapa spesies cenderung menembus sampai ke perairan tawar. Jenis Jenaha berukuran besar umumnya membentuk gerombolan yang tidak begitu besar dan beruaya ke dasar perairan menempati bagian yang lebih dalam daripada jenis yang berukuran kecil. Selain itu biasanya ikan Jenaha tertangkap pada kedalaman dasar antara 40–50 meter dengan substrat sedikit karang dan salinitas 30–33 ppt serta suhu antara 5-32ºC. 

Jenaha merupakan salah satu jenis ikan demersal ekonomis penting yang cukup banyak tertangkap di perairan Indonesia. Jenis ikan tersebut biasanya tertangkap di perairan paparan (continental shelf). Beberapa Jenis diantaranya berada pada habitat perairan yang sedikit berkarang.


KLASIFIKASI IKAN JENAHA
Nama kakap diberikan kepada kelompok ikan yang termasuk dalam tiga genus yaitu LutjanusLatidae dan Labotidae. Jenis-jenis yang termasuk Lutjanidae biasanya disebut jenaha, dan jenis lainnya yaitu Lates calcarifer yang termasuk suku Latidae umumnya disebut kakap putihdan Lobotossurinamensis.
Kingdom
: Animalia
Filum
: Chordata
Sub filum
: Vertebrata
Kelas
: Pisces
Sub Kelas
: Teleostei
Ordo
: Percomorphi
Sub Ordo
: Perciodea
Famili
: Lutjanidae
Genus
Lutjanus
Spesies
Lutjanus argentimaculatus forsscal 

MORFOLOGI IKAN JENAHA
Ciri-ciri morfologi ikan jenaha (Lutjanus argentimaculatus forsskal) memiliki bentuk tubuh yang memanjang dan agak pipih (depres), letak mulut berada di tengah (terminal), jenis ikan ini mempunyai gigi kecil yang tajam namun tersusun dengan  jarang (villiform) umumnya gigi tersebut tidak nampak jika dilihat hanya sekilas, sisik tersusun secara rapat dengan operculum yang tajam. Warna tubuh ikan ini pada bagian dorsal/ punggung berwarna merah gelap sedangkan warna tubuh  pada bagian ventral/ perut berwarna merah pudar,  sirip ekor ikan ini berbentuk cagak, gambar ikan jenaha dapat dilihat dibawah.

  
HABITAT IKAN JENAHA
Ikan jenaha termasuk salah satu jenis ikan yang hidup dan banyak dijumpai di perairan pantai, perairan karang, dan muara-muara sungai di seluruh di dunia terutama pada daerah subtropis. Habitat ikan merah (Lutjanus boutton) ditemukan di habitat karang, sehingga disebut juga sebagai ikan demersal (Manickchand, et al, 1996, McPherson, 1992).


Kelompok ikan dari famili Lutjanidae pada umumnya menempati wilayah perairan dengan substrat sedikit berkarang dan banyak tertangkap pada ke dalaman antara 40-70 m terutama untuk yang berukuran besar, ikan muda yang masih berukuran kecil biasa menempati daerah hutan bakau yang dangkal atau daerah-daerah yang banyak ditumbuhi oleh rumput laut (Widodo et al., 1991 dalam Herianti dan Djamal, 1993). Grimes (1987) menyatakan kelompok ikan jenaha umumnya hidup di perairan dengan substrat dasar sedikit berkarang, pada kedalaman antara 40-100 m, sedangkan ikan-ikan muda didapatkan di daerah hutan bakau, rumput laut, dan karang-karang dangkal.


REPRODUKSI IKAN JENAHA
Reproduksi merupakan mata rantai dalam siklus hidup ikan, yang berhubungan dengan mata rantai yang lain untuk menjamin keberlangsungan hidupnya (Nikolsky, 1963). Dalam biologi perikanan, analisis siklus hidup yang berhubungan dengan reproduksi terutama difokuskan pada ikan betina karena produksi keturunan (telur) pada ikan betina sangat terbatas dibandingkan produksi sperma pada ikan jantan (Helfman et al., 1997 in Murua et al., 2003).

Parameter lingkungan yang konstan sepanjang tahun, diharapkan membuat reproduksi mengikuti suatu pola berkala.Rokop (1974) in Nybakken (1988) melaporkan reproduksi berbagai peghuni dasar laut dalam berlangung konstn sepanjang tahun tanpa adanya puncak musiman. Sedangkan di bagian mesopelagik (perairan tengah) seperti habitat A.virescens, daur reproduksi ikan-ikan terjadi secara musiman misalnya di musim semi dan musim panas.Dilaporkan, ikan jenaha memijah pada waktu malam hari dekat perairan terbuka dan bersamaan dengan waktu pasang purnama atau bulan penuh dan dilakukan dalam keadaan dimana kecepatan arus angin minimum (Grimes, 1987 in Herianti dan Djamal, 1993).

CIRI-CIRI IKAN JENAHA
Ciri-ciri ikan jenaha (Lutjanus sp.) mempunyai tubuh yang memanjang dan melebar, gepeng atau lonjong, kepala cembung atau sedikit cekung. Jenis ikan ini umumnya bermulut lebar dan agak menjorok ke muka, gigi konikel pada taring-taringnya tersusun dalam satu atau dua baris dengan serangkaian gigi caninnya yang berada pada bagian depan. Ikan ini mengalami pembesaran dengan bentuk segitiga maupun bentuk V dengan atau tanpa penambahan pada bagian ujung maupun penajaman. Bagian bawah pra penutup insang bergerigi dengan ujung berbentuk tonjolan yang tajam. Sirip punggung dan sirip duburnya terdiri dari jari-jari keras dan jari-jari lunak.

Sirip punggung umumnya ada yang berkesinambungan dan berlekuk pada bagian antara yang berduri keras dan bagian yang berduri lunak. Batas belakang ekornya agak cekung dengan kedua ujung sedikit tumpul. Warna sangat bervariasi, mulai dari yang kemerahan, kekuningan, kelabu hingga kecoklatan. Mempunyai garis-garis berwarna gelap dan terkadang dijumpai adanya bercak kehitaman pada sisi tubuh sebelah atas tepat di bawah awal sirip punggung berjari lunak. Umumnya berukuran panjang antara 25 – 50 cm, walaupun tidak jarang mencapai 90 cm (Gunarso, 1995)

MANFAAT IKAN JENAHA
Sudah tidak asing lagi tentunya bahwa mengkonsumsi ikan sangat di anjurkan oleh para ahli gizi untuk memenuhi asupan nutrisi setiap harinya kandungan gizi dan vitamin dalam ikan di ketahui cukup tinggi salah satunya adalah ikan jenaha, Selain rasanya yang lezat ikan jenaha juga kaya akan manfaat bagi kesehatan. Ikan jenaha mengandung Vitamin dan Mineral yaitu:

Selenium
Selenium adalah salah satu zat antioksidan yang berperan untuk menangkal senyawa radikal bebas yang mengakibatkan kerusakan DNA yang dapat menyebabkan penyakit rheumatoid arthritis, kanker dan penyakit jantung. 

Vitamin A
Vitamin A penting untuk sistem kekebalan tubuh, serta untuk produksi dan pemeliharaan tulang dan kulit dan kesehatan mata, vitamin A juga berperan dalam sel reproduksi dan diferensiasi. 

Mengkonsumsi Vitamin A dalam jumlah yang cukup setiap hari dapat mengurangi risiko masalah mata seperti katarak atau degenerasi makula terkait usia. Vitamin A adalah nutrisi yang larut dalam lemak dan membutuhkan sumber lemak makanan yang diserap oleh usus.

Kalium
Hal ini diperlukan oleh tubuh untuk memicu enzim yang dibutuhkan dalam metabolisme energi dan untuk kesehatan jantung dan otot rangka berkontraksi dengan baik. 

Diet yang tidak memiliki tingkat yang memadai kalium dapat meningkatkan risiko stroke, tekanan darah tinggi, osteoporosis dan batu ginjal. Seseorang juga bisa menjadi kekurangan kalium jika terlalu sering mengkonsumsi sejumlah besar natrium. 

Asam Lemak Omega 3
American Heart Association (AHA) melaporkan bahwa makan ikan yang banyak mengandung asam lemak omega-3 secara teratur dapat mengurangi risiko penyakit jantung, aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah) dan kolesterol tinggi. 

TINGKAH LAKU IKAN JENAHA
Ikan jenaha tergolong diecious yaitu ikan ini terpisah antara jantan dan betinanya. Hampir tidak dijumpai seksual dimorfisme atau beda nyata antara jenis jantan dan betina baik dalam hal struktur tubuh maupun dalam hal warna. Pola reproduksinya gonokorisme, yaitu setelah terjadi diferensiasi jenis kelamin, maka jenis seksnya akan berlangsung selama hidupnya, jantan sebagai jantan dan betina sebagai betina. Jenis ikan ini rata-rata mencapai tingkat pendewasaan pertama saat panjang tubuhnya telah mencapai 41–51% dari panjang tubuh total atau panjang tubuh maksimum. Jantan mengalami matang kelamin pada ukuran yang lebih kecil dari betinanya.

Kelompok ikan yang siap memijah, biasanya terdiri dari sepuluh ekor atau lebih, akan muncul ke permukaan pada waktu senja atau malam hari di bulan Agustus dengan suhu air berkisar antara 22,2–25,2ºC. Ikan jenaha jantan yang mengambil inisiatif berlangsungnya pemijahan yang diawali dengan menyentuh dan menggesek-gesekkan tubuh mereka pada salah seekor betinanya. Setelah itu baru ikan-ikan lain ikut bergabung, mereka berputarputar membentuk spiral sambil melepas gamet sedikit di bawah permukaan air. Secara umum ikan jenaha yang berukuran besar akan bertambah pula umur maksimumnya dibandingkan yang berukuran kecil. Ikan jenaha yang berukuran besar akan mampu mencapai umur maksimum berkisar antara 15–20 tahun, umumnya menghuni perairan mulai dangkal hingga kedalaman 60–100 meter (Gunarso, 1995).

Gunarso W. 1995. Mengenal ikan jenaha, Komoditi Ekspor Baru Indonesia. Diktat Kuliah Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor. Ikan jenaha pada umumnya merupakan jenis ikan karnivora, makanannya terdiri dari ikan-ikan kecil, krustasea, invertebrate lainnya (FAO, 1974). Makanan utama ikan merah adalah ikan, tetapi sering didapatkan makan udang, kepiting, stomatopoda, amphipoda dan Gastropoda. 

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh (Allen, 1985) menyimpulkan bahwa kelompok ikan Famili Lutjanidae merupakan ikan pemakan plankton (flankton feeder) yang bertolak belakang dengan hasil penelitian dari Biki (1988) yang menemukan ikan-ikan  Famili Lutjanidae merupakan ikan karnivor yang makanan utamanya adalah krustase. Namun kebiasaan makan sangat dipengaruh oleh umur ikan (bukaan mulut), sehingga dugaan kuat terhadap ikan yang mengkonsumsi planton merupakan jenis ikan yang bukaan mulutnya masih kesil atau anakan ikan, sebelum merubah makanan utamanya sabagai karnivor (Michelle R. Heupel et al, 2009, Monteiro, D. P et al, 2009).

Perbedaan kebiasaan makan pada umumnya dipengaruhi oleh umur dan panjang ikan, terutama pada ikan-ikan akan mengalami perubahan diet umur dan ukuran tubuh, ukuran kecil cenderung memakan alga renik dan pada saat ukuran besar maka kebiasaan makan akan berubah ).  Ikan jenaha (Lutjanus sp.) menerima berbagai informasi mengenai keadaan sekelilingnya melalui beberapa inderanya, seperti melalui indera pengelihatan, pendengaran, penciuman, peraba, linea lateralis dan sebagainya (Michelle R. Heupel, et al, 2010).

PERAN IKAN JENAHA DI PERAIRAN

Jenis ikan jenaha termasuk ikan carnivor. Ikan ini merupakan predator yang senantiasa aktif mencari makan pada malam hari (nocturnal). Aktivitas ikan nocturnal tidak seaktif ikan diurnal atau ikan yang aktif pada waktu siang hari. Pergerakan ikan nocturnal  cenderung lambat ataupun pasif, adapun arah pergerakannya tidak seluas ikan diurnal. Diduga ikan nocturnal lebih banyak menggunakan indra perasa dan penciuman dibandingkan indra penglihatannya. Bola mata yang besar menunjukkan ikan nocturnal menggunakan indra penglihatannya untuk ambang batas intensitas cahaya tertentu, tetapi tidak untuk intensitas cahaya yang kuat. Ikan jenaha lebih suka mencari makan pada malam hari dari pada siang hari, sehingga kemungkinan terbesar tertangkap pada malam hari lebih besar, karena pada umumnya ikan jenaha termasuk ikan nocturnal, yaitu ikan jenaha lebih mengandalkan indra penciuman dalam memakan umpan atau mangsanya.


PENULIS
Faizatus Sholihah
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015


EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015


DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2011.HubunganOtakIkanDenganProsesPematanganGonad(TKG).http://singgih.jigsy.com/entries/general/hubungan-otak-ikan-dengan proses-pematangan-gonad-tkg. 20 Oktober  2015.

Kurniawan, B. A. 2001. Aplikasi Metode Schaefer Terhadap Hasil Tangkap dan Pola Musim Penangkapan Ikan Kakap Merah (Lutjanus spp) yang Didapatkan di PPN Pekalongan Jawa Tengah. Laporan Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Melianawati, R dan Restiana Wisnu Aryati2012. Budidaya Kakap Merah (Lutjanus sebae). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Vol. 4, No. 1, Hal. 80-88.

Purba, Resmayeti. 1994. Perkembangan Awal Ikan Kakap Merah, Lutjanus argentimaculatus. Oseana, Volume XIX, No 3 : 11-20.

Supria dan Ruswantoro. 2011. Pemijahan dan Pemeliharaan Larva dan Benih Kakap Merah Lutjanus argentimaculatus. Buletin Budidaya Laut No. 22. Pesawaran. Lampung.

Wontek, R. 2012. Makanan dan Kebiasaan Makan. http://dunia-budidaya.blogspot.com/2009/07/makanan-dan-kebiasaan-makan.html. 20 Oktober 2015.

No comments:

Post a Comment