Friday, February 21, 2020

Ikan Marlin; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan marlin merupakan ikan yang termasuk kedalam “scombroid fish”, yang terdiri dari ±5 spesies dan hidup di daerah yang bersuhu tropis di seluruh dunia, dikedalaman 400-500 meter dibawah permukaan laut dan mengadakan migrasi (ruaya) untuk bertelur. Badannya berbentuk cerutu dan panjangnya kira-kira 14,5 ft (4,5 meter) dan beratnya mencapai 1190 pounds (540 kg) untuk marlin terbesar yang pernah ditemukan. Ikan ini termasuk ikan perenang cepat, dan termasuk ikan pemakan daging atau karnivora (Abdiawan 2008). 

KLASIFIKASI IKAN MARLIN
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Chordata
Superklas
: Gnathostomata
Klas
: Osteichthyes
Superklas
: Actinopterygii
Intraklas
: Teleostei
Divisi
: Euteleostei
Superordo
: Acanthopterygii
Ordo
: Perciformes
Subordo
: Xiphioidei
Famili
: Xiphiidae
Genus
: Xiphias

Xiphias gladius-Ikan  pedang (Swordfish)
Famili
: Istiophoridae
Genus
: Istiophorus
Istiophorus platypterus-Ikanclayaran Indo-Pasifik (Sailfish)
Genus
: Tetrapturus
Tetrapturus audax-Setuhuk loreng Indo-Pasifik (Striped marlin)
            
Tetrapturus angustirostris - Ikan todak paruh pendek Indo-Pasifik  (Shortbill spearfish)
Genus
: Makaira
  
Makaira indica-Setuhuk hitam Indo-Pasifik (Black marlin)
Makaira mazara-Setuhuk biru Indo-Pasifik (Blue marlin)


MORFOLOGI IKAN MARLIN



Berikut merupakan Morfologi Ikan Marlin:
1.
Sirip dada : Kuat. Tidak dapat dilipat sepanjang badan (melengkung seperti setengah sabit. Potongan melintangnya aerofil).
2.
Sirip punggung pertama (bila diangkat sepenuhnya) : Terendah dari seluruh marlin. ujungnya agak membulat. Tingginya kira-kira setengah lebar badan. Jarang punya bintik-bintik. Kokoh (jari-jari sirip relatif tebal). Pada ikan yang beratnya kurang dari 50 kg.
3.
Sirip dorsalnya relatif tinggi untuk kebanyakan dari panjangnya.
4.
Sirip punggung kedua & anal kedua : Sirip punggung kedua di depan sirip anal.
5.
Sirip perut atau ventral : Sangat pendek. Kurang dari 15% panjang dari rahang bawah sampai cegak ekor.
6.
Garis sisi : Tunggal. Nyata hanya pada spesies kecil (<25 kg).
7.
Sisik : Sisik-sisik relatif dalam tapi bisa dilihat dengan jelas.
8.
Rahang bawah : Pendek. sering melengkung ke bawah pada ujung.
9.
Rasio panjang : % mata –cagak sampai rahang bawah. Cagak berkisar antara 85% dan 88%. Mirip dengan marlin biru.
10.
Paruh : terkokoh diantara marlin biru dan marlin loreng. Dentikel besar dan tajam pada permukaannya. Dapat menyebabkan luka abrasive bila ditangani.
11.
Bentuk badan : Oval dalam potongan melintang. Kuat pada bagian sirip dada, dan lonjong teratur ke arah ekor.
12.
Potongan badan melintang : hubungan panjang-berat untuk marlin biru, marlin loreng dan ikan layaran yang memperlihatkan perbedaan rata-ratanya.
13.
Perhatikan bahwa kurva rata-rata untuk marlin hitam terlihat identik dengan marlin biru.
14.
Warna daging : Putih kemerahan / abu-abu.
15.
Warna / palang-palang tegak lurus : Mungkin memperlihatkan palang-palang bila masih hidup (terutama yuwana) dan hilang ketika mati. Sirip dorsal biasanya berwarna lembayung muda atau pink ketika hidup. Warna badan cenderung menjadi abu-abu puda setelah mati.


JENIS IKAN MARLIN

SWORDFISH ATAU IKAN TODAK (XIPHIAS GLADIUS)

Swordfish (xiphias gladius) | I'd say the length of this swo… | Flickr

Todak (Xiphias gladius) atau adalah sejenis ikan laut yang rahang atas dan moncongnya memanjang berbentuk seperti pedang pipih dan kuat, berukuran hampir sepertiga panjang badan ikan tersebut. Tubuh ikan todak panjang membulat dapat mencapai 2 - 4,6 m dandapat berbobot hingga 650 kg. Kulitnya licin dan tidak bersisik, bagian atas tubuhnya berwarna keunguan atau kebiruan dan bagian bawah tubuhnya keperakan. Banyak terdapat di perairan tropis dan perairan iklim sedang.

Ikan todak satu - satunya anggota famili Xiphiidae. Nama ilmiahnya berasal dari paruhnya yang panjang dan tajam menyerupai pedang (Latin gladius) atau tombak. Pedang tersebut bersama dengan bentuk tubuh yang melancip memungkinkan ikan todak menyibak air dengan mudah dan lincah. Berlawanan dengan kepercayaan, pedangnya itu tidak dipakai menombak, melainkan untuk memukul untuk melukai mangsanya, untuk membuat mangsa tersebut mudah ditangkap. Untuk menangkap mangsanya, ikan todak sangat bergantung pada kecepatannya yang dapat mencapai 80 km/jam serta kelincahan dalam air. Ikan ini dijuluki ikan tercepat di laut. Satu penggunaan untuk pertahanan yang mungkin dari pedangnya adalah melindungi dirinya dari pemangsa alaminya yang sedikit. Hiu mako sirip-pendek adalah salah satu binatang laut yang cukup besar dan cepat untuk mengejar dan membunuh seekor ikan todak, namun hiu itu tidak selalu menang. Terkadang saat berjuang melawan seekor hiu, seekor ikan todak dapat membunuh hiu tersebut dengan menusuknya di insang atau perut.

Todak betina lebih besar dari yang jantan, dengan jantan yang lebih berat dari 135 kg jarang ditemukan. Ikan todak betina dewasa pada umur 4-5 tahun di Pasifik barat-laut sementara jantan dewasa sekitar umur 3 sampai 4 tahun. Di Pasifik Utara, pemijahan berkelompok terjadi di air yang lebih hangat daripada 24 °C dari bulan Maret hingga Juli dan sepanjang tahun di Pasifik katulistiwa. Ikan todak dewasa mencari makan yang berupa ikan pelagis seperti tuna kecil, lemadang, barakuda, dan ikan terbang, makarel, dan juga spesies bentik seperti hake dan rockfish. Jika ada, cumi-cumi juga mangsa yang penting. Ikan todak dewasa dianggap memiliki sedikit pemangsa, sedangkan ikan todak muda sangat rentan dimangsa oleh ikan pelagis besar.

Ikan todak bukan ikan yang hidup berkelompok. Mereka berenang sendirian dan dalam pengelompokan yang berjauhan, terpisah sekitar 10 meter dari ikan todak tetangganya. Mereka sering ditemukan berjemur di permukaan, mengudarakan sirip punggung pertamanya. Penumpang kapal melaporkan hal ini sebagai pemandangan indah, seperti lompatan kuatnya yang membuat spesies ini dikenal. Lompatan ini oleh beberapa peneliti dianggap untuk melepaskan hama, seperti remora atau lamprey. Lompatan itu juga bisa menjadi cara ikan todak makan di permukaan dengan mengejutkan ikan kecil saat todak itu melompat dari air, membuat ikan kecil tersebut lebih mudah ditangkap untuk dimakan. Meskipun ikan todak termasuk hewan berdarah dingin, mereka mempunyai organ khusus dekat mata untuk menghangatkan mata dan juga otak mereka. Suhu 10 sampai 15° C di atas suhu air sekitarnya telah diukur. Pemanasan mata meningkatkan penglihatannya, dan meningkatkan kemampuannya dalam menangkap mangsa. Dari lebih dari 25.000 spesies ikan bertulang sejati, hanya 22 yang diketahui mampu menghangatkan bagian tubuh tertentu di atas suhu air sekitarnya. Di antara ikan-ikan tersebut adalah ikan todak, marlin dan tuna.

Ikan todak makan setiap hari, seringkali pada malam hari saat mereka naik ke permukan dan air dekat permukaan untuk mencari ikan yang lebih kecil. Mereka telah diamati bergerak melewati sekawanan ikan, menebaskan pedangnya untuk membunuh atau mengejutkan mangsanya. Di Atlantik Utara bagian barat, cumi-cumi merupakan makanannya yang populer. Ikan seperti menhaden, makerel, bluefish, silver hake, butterfish, dan hering juga merupakan makanan ikan todak.

BLACK MARLIN ATAU MARLIN HITAM (MAKAIRA INDICA)


Ikan ini terdapat di Samudra Hindia dan menjadi buruan dalam kegiatan hobi olahraga memancing di Pelabuhan Ratu. Selain itu juga terdapat pada Samudra Pasifik. Berada pada air dengan suhu 15 - 30° C serta jarang dijumpai pada perairan dingin. Ikan ini dapat dengan cepat diidentifikasi karena ini satu-satunya marlin yang memiliki sirip punggung yang kaku. Sirip ini tidak bisa dilipat ke badannya. Garis punggungnya jarang sekali tampak jelas pada ikan dewasa. Punggungnya berwarna biru tua yang langsung berubah warna   menjadi putih pada garis punggung. Jika sedang melompat atau sedang makan, maka akan terlihat garis biru yang samar di sisinya. Makanannya terdiri dari sotong, makarel, bonito, dan ikan terbang.

Marlin hitam memiliki tenaga, ukuran dan ketangguhan yang menjadi tantangan pemancing. Ikan ini dikenal dengan kecepatan renangnya dan diikuti gerak menyelam yang dalam. Ikan terbesar yang pernah ditangkap beratnya mencapai 700 kilogram. Ikan jenis ini suka   bermigrasi pada perairan hangat dengan kisaran suhu 15 – 30° C, seringkali berada dekat dengan pulau dan koral. Mereka berada pada kedalaman 0 - 915 m, dan sering  berenang-renang pada kedalaman 30 m di perairan Indo-Pasific yaitu pada habitat perairan tropis dan subtropics. Ikan ini bermigrasi ke Samudra Atlantic dengan melalui Cape of Good Hope tetapi tidak ada tempat pemijahan yang menetap selama bermigrasi di Samudra Atlantic.

WHITE MARLIN ATAU MARLIN PUTIH (TETRAPTURUS ALBIDUS)

White marlin - Wikipedia

Ikan ini tersebar di Samudra Atlantik, Teluk Meksiko dan Laut Karibia serta juga di Laut Tengah di Eropa. Ikan ini bisa bermigrasi ke perairan tropis. Dan kerap berada dekat dengan pantai. Ciri yang paling menonjol adalah sirip dorsal, pektoral dan ekornya berbentuk bulat bukan tajam. Sirip pektoralnya dapat dibengkokkan hingga rapat dengan tubuhnya. Garis sisinya sangat jelas. Warna ikan ini lebih mendekati warna hijau dibandingkan marlin lainnya. Berat maksimum ikan ini mencapai 682 kilogram, dan yang terberat ditangkap di Iquique, Cili seberat 537 kilogram. Cucutnya paling panjang, lurus dan lebar. Hidup pada suhu 13 - 22° C. Ikan ini ditemukan di hampir semua perairan di permukaan bumi.

Ciri paling mudah adalah sungut tajam yang menyerupai pedang. Pedang ini digunakan untuk bertahan atau membunuh, menyerang mangsanya. Makannya seperti marlin lainnya berupa sotong, lumba-lumba, dan makarel. Punggungnya bisa berwarna coklat tua, perunggu, ungu metalik, biru keabu-abuan atau hitam sama sekali. Sisinya bisa gelap, dan bagian bawahnya putih. Ikan ini mudah takut oleh kedatangan kapal dan tingkahnya tidak menentu walau jarang sekali mereka menyerang kapal. Sungutnya kerap digunakan untuk memotong tali pancing. Ikan marlin putih adalah jenis ikan pelagic dan oceanic, dapat ditemukan pada kedalaman laut 325 kaki (100 m). Spesies ini berhabitat pada perairan subtropics bersuhu 22°C dengan salinitas 35-37 ppt. kecepat berenang mencapai 8-37 km/jam. Ikan marlin putih memijah satu kali dalam setahun pada musim panas, ketika memijah mereka bermigrasi dari perairan subtropics.

Marlin putih mengumpulkan makan pada siang hari. Mereka sering beraggragate di dekat tepi antara badan air dengan suhu dan salinitas  yang berbeda. Confluences ini menghasilkan upwellings yang kaya akan nutrisi, menggambar baitfish, dan dengan demikian daerah makan akan menguntungkan untuk marlin putih dan ikan predator lainnya. Ada beberapa bukti bahwa marlin putih dapat setrum atau membunuh mangsanya dengan menusuk atau menyayat mereka. Tidak seperti ikan todak yang menggunakan teknik yang sama, sebagian besar mangsa dalam perut marlin putih muncul tanpa garis miring. Hal ini menunjukkan bahwa marlin putih lebih sering menyalip mangsa dengan kecepatan daripada melukai lebih dulu. Mangsa marlin putih adalah cumi-cumi, Ikan bertulang, lumba-lumba, pelari biru, makarel, ikan terbang, dan bonito. Sebagian besar distribusi marlin putih bersamaan dengan tuna kuning dan blue marlin.

BLUE MARLIN ATAU MARLIN BIRU (MAKAIRA NIGRICANS)

Related image

Ikan ini hidup pada perairan hangat. Ikan ini tidak seperti marlin hitam, dijumpai juga di Samudra Atlantik berada pada kawasan tropik dari samudra itu. Ikan ini tidak terdapat dikawasan perairan Pelabuhan Ratu. Ciri ikan ini adalah sirip pektoralnya tidak pernah kaku, bahkan ketika telah mati masih bisa dilipat ke dalam tubuhnya. Sirip dorsalnya tinggi dan tajam, tingginya lebih dari lebarnya tubuh ikan. Sirip ekornya besar dan berujung tajam. Ikan jenis ini termasuk petarung agresif yang kerap kali melompat ke udara, seakan-akan tidak kenal lelah. Mereka berenang dengan cepat dan kuat. Marlin biru merupakan jenis ikan yang bermigrasi, biasanya ditemukan lepas pantai diperairan tropis atau subtropis. Mereka dikenal untuk membuat migrasi musiman biasa bergerak menuju khatulistiwa di musim dingin dan jauh lagi di musim panas dengan beberapa migrasi mencakup seluruh Atlantik. Mangsa marlin biru adalah gurita, cumi-cumi, dan ikan pelagis seperti tuna sirip hitam dan ikan tongkol. Mereka berburu pada siang hari jarang berkumpul dan lebih memilih untuk berburu sendirian. Marlin biru menggunakan moncong panjang tajam untuk mengiris atau setrum mangsa. Sangat sedikit yang diketahui tentang pemijahan marlin biru kecuali bahwa mereka melakukan fertilisasi secara eksternal. Mereka   bertelur di Atlantik timur selama musim panas. Telur transparan dan pola dan ukuran 1 mm.

HABITAT IKAN MARLIN

Banyak orang melihat ikan marlin sebagai ikan permainan yang menjadi target utama dalam olahraga memancing. Karena ukuran dan fisik mereka, marlin ini populer di kalangan striker pemancing. Penelitian di lepas pantai Australia menunjukkan makhluk besar jauh lebih mudah untuk menangkap sekitar bulan purnama dan seminggu setelah itu karena mangsanya pindah ke lapisan permukaan, yang pada gilirannya memaksa ikan marlin untuk berburu di daerah yang lebih luas.

REPRODUKSI IKAN MARLIN
Seperti kebanyakan ikan laut terbuka, ikan marlin disiarkan petelur. Betina melepaskan telur mereka, dan laki-laki sperma mereka, ke laut terbuka, dan pembuahan berlangsung didalam air dan sekitarnya. Telur mengapung sampai larva kecil menetas, mungkin satu sampai dua hari setelah pembuahan. Jelas, dengan jenis reproduksi ini, sebagian besar telur dan sperma yang diperlukan untuk menjamin bahwa beberapa pembuahan terjadi, dan bahwa ada cukup muda diproduksi untuk mengimbangi tingginya angka kematian diawal kehidupan. Banyak telur dan larva yang jatuh dimangsa predator. Telur blue marlin cukup kecil, hanya 0,05 inci (1,25 milimeter) di diameter ketika siap bertelur. Namun, tidak semua telur dalam ovarium adalah ukuran yang sama, dan mereka tidak semua siap untuk pemijahan pada waktu yang sama. ada enam sekumpulan telur dalam ovarium pada awal musim pemijahan, setiap batch ukuran yang sedikit berbeda. Seekor betina mungkin memunculkan beberapa kali dalam setiap musim sebagai telur yang matang dan menjadi siap untuk rilis. Pemijahan berkali-kali selama semusim merupakan bagian dari strategi yang baik untuk proses reproduksi.

CIRI-CIRI IKAN MARLIN
Ciri-ciri ikan blue Marlin adalah sirip pektoralnya tidak pernah kaku, bahkan ketika telah mati masih bisa dilipat ke dalam tubuhnya. Sirip dorsalnya tinggi dan tajam, tingginya lebih dari lebarnya tubuh ikan. Sirip ekornya besar dan berujung tajam. Ikan jenis ini termasuk petarung agresif yang kerap kali melompat ke udara, seakan-akan tidak kenal lelah. Mereka berenang dengan cepat dan kuat. Namun memang ikan blue marlin secara visual lebih mempesona karena garis-garis biru di badannya lebih indah dibanding dengan ikan black marlin yang polos.

TINGKAH LAKU IKAN MARLIN
Makanan ikan marlin adalan ikan cero, mullet, lumba-lumba, cumi-cumi, ikan terbang dan ikan-ikan kecil lainnya. Selain itu ikan marlin sangat suka umpan buatan yang dipakai manusia untuk memancing. Itu sebabnya ikan ini mudah dipancing tetapi karena kekuatannya yang besar dia susah sekali ditangkap. Namun ikan marlin ini tidak akan berhasil dipancing bila terjadi badai.

PERAN IKAN MARLIN DI PERAIRAN
Ikan Marlin ini adalah ikan yang Sangat kuat dan luar biasa cepat bias dibilang ikan ini adalah ikan petarung  yang mana bukan hanya menguji pemancing dan pirantinya tetapi juga seluruh kru kapal. Biasanya akan menari dipermukaan jika terpancing dan melakukan lompatan-lompatan spektakuler. Ketika pertama kali terpancing akan melompat beberapa kali, kemudian menyelam dikedalaman tanpa pernah muncul kembali.

MANFAAT IKAN MARLIN
Ikan marlin ini memiliki manfaat, antara lain sebagai primadona buruan bagi para pemancing, karena kekuatannya yang membuat sensasi strike menjadi lebih hidup. Memiliki kandungan DHA dan Omega 3 yang juga sangat tinggi membuat ikan ini dijadikan sebagai makanan yang baik untuk tumbuh kembang anak.

PENULIS
Arif Yusuf Julionarta
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA

Arifati, A., N. Agustina., M. Nurdin., R. Nafilat., K. Dwi P dan A. Tristiana P. 2014. Makalah Ikan Marlin. Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Hal 1-10

http://lahainanews.com/page/content.detail/id/500184/Understanding-marlin-reproduction.html%3Fnav=21
http://michaelrisdianto.blogspot.co.id/2009/11/black-blue-marlin-di-indonesia-agar.html
http://syfajaar.blogspot.co.id/2013/10/black-marlin-fish.html
http://www.seputarikan.com/2014/06/sekilas-tenteng-ikan-black-marlin.html
Pepperell, Julian and Peter Grewe. 1999. “A Field Guide to the Indo-Pacific-Billfishes.”
S, Gede Merta, dan Craig Proctor. 1999. “Suatu Panduan Untuk Mengidentifikasi Ikan-ikan Paruh Panjang di Lapangan.”

No comments:

Post a Comment