Thursday, February 20, 2020

Ikan Parang-Parang Atau Wolf Harring; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Wolf Harring atau ikan parang-parang adalah Famili (Chirocentridae) dari dua spesies laut ikan pari yang berhubungan dengan ikan haring. Kedua spesies memiliki tubuh memanjang dan rahang panjang dengan gigi tajam yang memudahkan selera rakus mereka, sebagian besar untuk ikan lainnya. Kedua spesies mencapai panjang 1 m. Mereka memiliki sisi perak dan punggung kebiruan.

KLASIFIKASI IKAN PARANG-PARANG
Ordo
: Malacopterygii
Family
: Chirocentridae
Genus
: Chirocentrus
Species
: Chirocentrus nodus

Chirocentrus dorab

MORFOLOGI IKAN PARANG-PARANG
Ikan parang-parang/golok-golok(Chirocentridae) adalah ikan yang bentuk tubuhnya yang panjang seperti parang yang mengkilap, dengan warna tubuh yang keperak-perakan. Sisiknya sangat halus dengan bagian atas agak kelabu, bagian tengah keperak-perakan. Bagian belakang badan kecuali di bagian kepalanya terdapat lekukan dan cekungan. Sirip punggung terletak jauh di belakang badan, pangkalnya hanya di depan sedikit dari sirip dubur. Jari-jari sirip dubur terletak jauh dan bertaut antara satu sama lain. Sirip ekor bercagak, sirip perut di tengah-tengah antara kepala dan batang ekor. Sirip dada bisa lebih panjang dari kepala dan terletak di profil perut. Tekaknya bersudut dan satu bercak hitam ditemukan di bagian ekor. Sisik yang halus bertipe cycloid dengan sirip dada bertipe abdominal serta sirip ekor homoserkal. Ikan ini termasuk kelompok golongan fisotomi, mempunyai tulang antara daging (intermuscular bones). Maxilla biasanya bundar dan memiliki premaxilla. Bentuk tubuh yang panjang dan pipih yang mana di bawah dan di atas sirip dada ada sisik tambahan, pada pangkal sirip ekor ada 2 sisik yang panjang. Perut yang tajam, sisik halus dan warna yang mengkilap menjadi ciri khas dari jenis ikan ini. Termasuk ikan buas, predator. Hidup di daerah pantai sampai kedalaman 200 m, sering berenang dan meloncat-loncat di atas permukaan air. Ukuran : Dapat mencapai panjang 100 cm, umumnya 30 – 50 cm.

HABITAT IKAN PARANG-PARANG
Penyebaran ikan ini di dunia tersebar antara 200 LS – 180LU dan 450BT – 750BB. Mulai dari kepulauan Madagaskar, Fiji, New Caledonia, timur/barat Afrika, Selat India dan hampir semua perairan pasifik mulai dari Jepang, Filipina, Malaya , New Guinea dan seluruh perairan Indonesia. Parang-parang umumnya terdapat di Indonesia pada lintang 70LS – 100LU dan 900BB – 1350bb. Tapi walaupun demikian penyebarannya pun tidak merata pada setiap lintang wilayah tersebut. Hal ini disebabkan oleh tingkat pengaruh lingkungan. Di perairan Indonesia ikan Parang-parang umumnya ditemukan di seluruh wilayah penangkapan, meliputi perairan barat Sumatera (DI Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu dan Lampung), timur Sumatera (Jambi, Sumatera Selatan dan Lampung), Selat Malaka (DI Aceh, Sumatera Utara dan Riau), Perairan selatan Jawa (Yogyakarta dan Jawa Timur), utara Jawa (DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur), Bali dan Nusa Tenggara, selatan atau barat Kalimantan, timur Kalimantan.

REPRODUKSI IKAN PARANG-PARANG
Ikan parang-parang ini berkembang biak dengan bertelur, meskipun sedikit informasi yang tersedia mengenai sistem kawin spesifik spesies ini. Sistem perkawinan cenderung mirip dengan anggota lain dari Clupeoides subordo. Clupeoides umumnya tersebar telur pelagis, yang dibuahi dan kemudian hanyut melalui saat ini atau mematuhi substrat. (Luther, 1973; Whitehead, 1985).

Sedikit informasi yang tersedia mengenai pengembangbiakan ikan parang-parang. diyakini berkembang biak sekali setiap tahun, memproduksi banyak keturunan. Laporan aktivitas pemijahan bervariasi berdasarkan lokasi. Pemijahan umumnya terjadi dari bulan April sampai Juni, tapi di beberapa daerah pemijahan terjadi hingga akhir Oktober. Dalam beberapa kasus di sekitar Kepulauan Rameswaram, pemijahan telah dilaporkan dimulai pada bulan Desember. (Luther, 1973; Luther, 1985b; Whitehead, 1985)

CIRI-CIRI IKAN PARANG-PARANG
Ikan parang-parang tergolong pada kelluarga Trichiuridae, bentuk tubuhnya panjang gepeng dan hampir menyerupai bentuk pita(taeniform),ekornya panjang seperti pecut, kulitnya tidak bersisik ,warnanya putih seperti perak,sedikit kekunung-kuningan. Sirip punggungnya satu dimulai dari belakang kepala terus sampai ke ekor,jumlah jari-jari sirip lunaknya 140-150 buah.Sirip ekor tidak tumbuh.Sirip dubur terdiri dari sebaris duri-duri kecil yang lepas.Sirip dada mempunyai 11 jari-jari lunak.Sirip perut tidak ada .Rahang bawah lebih panjang dari pada rahang atasnya,kedua rahang bergigi yang kuat dan tajam-tajam,bersifat carnivore,panjang tubuhnya bisa mencapai lebih dari satu meter.

MANFAAT IKAN PARANG-PARANG
Ikan Parang-parang (Chirocentrus dorab) ini termasuk ikan pelagis kecil, secara ekonomisnya dapat dilihat dari pemasarannya dalam bentuk segar asing, dan kering. Jumlahnya tidak banyak tetapi hampir setiap hari ada dipasaran ikan ini termasuk ikan ekonomis rendah sehingga lebih murah untuk di beli. Keunggulan atau keuntungan dari ikan ini yaitu dapat di jadikan sebagai kerupuk yang terkenal dengan nama "Kerupuk Ikan Parang" di Kelantan dengan harganya yang sangat murah, bisa di konsumsi oleh siapa saja, sangat ekonomis dan tahan lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologis, alat tangkap dan daerah penyebaran ikan Parang-parang (Chirocentrus dorab). Ikan Parang-parang (Chirocentrus dorab) memiliki kisaran penyebaran yang cukup luas di Indonesia, disamping dapat ditangkap dengan alat tangkap yang bervariasi dan dapat diolah menjadi produk pasca panen (post-harvest product), menjadikan ikan ini memiliki potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan menjadi salah satu komoditi ikan ekonomis penting.

TINGKAH LAKU IKAN PARANG-PARANG
Ikan parang parang ini memiliki kemampuan yang fenomenal untuk mendengar karena dua pasang gelembung udara di dalam telinga batin mereka. Beberapa anggota sub ordo ini bahkan dapat mendeteksi frekuensi ultrasonik Beberapa spesies yang sama dari ikan ini tidak hanya bereaksi, tetapi juga menghasilkan frekuensi tinggi suara dengan mengeluarkan gelembung udara. Mereka makan terutama pada siang hari. Makanan utamanya adalah ikan yang bergerombol.

PERAN IKAN PARANG-PARANG DI PERAIRAN
Ikan parang-parang ini adalah predator umum sarden. Mereka juga bertindak sebagai tuan rumah untuk lintah laut, Nerocila Phai pleura, yang melekat pada daerah branchial / bahu sejumlah ikan. Lintah tidak menyebabkan kerugian bagi ikan yang sedangkan makan. Ketika lintah lepas dari inangnya, ia meninggalkan luka kulit kecil pada titik melekatnya. Lesi ini memungkinkan akses masuk yang mudah bagi mikroba patogen dan infeksi seperti vibriosis. Vibriosis adalah infeksi yang disebabkan oleh sekelompok bakteri dari genus g. Vibrio. 

PENULIS
Arif Yusuf Julionarta
FPIK Universitas Brawijaya

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya

DAFTAR PUSTAKA
http://animaldiversity.org/accounts/Chirocentrus_dorab/
http://eol.org/pages/994538/details
http://eprints.undip.ac.id/27740/
https://en.wikipedia.org/wiki/Fish_reproduction
https://en.wikipedia.org/wiki/Wolf_herring
http://www.iftfishing.com/blog/mancing/fishypedia/ikan-parang-parang/
http://anzilarizkiwahyumuharrama.blogspot.co.id/2012/02/klasifikasi-ikan-air-laut.html

No comments:

Post a Comment