Sunday, January 5, 2020

Chiton (Chiton Sp); Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Chiton merupakan hewan laut yang hidup di substrat yang termasuk Phylum Moluska Kelas Polyplachopora. 

KLASIFIKASI CHITON (CHITON SP.)
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Sub-Phylum : Visceroconcha
Class : Polyplachopora
Sub-Class : -
Order : Chitonida
Sub-Order : Ischnochitonina
Family : Chitonidae
Species : Chiton sp.
Nama Lokal : Chiton (Marinespecies,2015)

MORFOLOGI & FISIOLOGI CHITON (CHITON SP.)
Ukuran terbesarnya adalah 23cm. Sedangkan panjangnya mencapai 12cm. Hewan ini berbentuk eliptikal. Selain itu, hewan ini mempunyai kaki pipih yang menempati seluruh permukaan tubuhnya. Cangkang pada chiton ini bergabung menjadi satu dengan 8 lempeng yang tumpang tindih. Insangnya berbentuk seperti sisir. Jumlah insang Chiton 4-8 insang dalam celah mantel. Hewan ini bersifat nocturnal  (aktif pada malam hari) (Romimohtarto,2009).


HABITAT CHITON (CHITON SP.)
Habitat Chiton merupakan laut.

REPRODUKSI CHITON (CHITON SP.)
Sistem reproduksi, terdiri atas sebuah gonade yang terdapat di anterior rongga pericardium di bawah keping cangkang bagian pertengahan. Chiton sp bersifat diocious. Telur atau sebuar atau sperma dilepaskan dari gonade ke dalam air (lingkungan sekitar) melalui gonofer. Chiton sp ini tidak melakukan kopilasi. Hewan jantan melepaskan sperma yang selanjutnya diikutkan aliran air untuk responsnya. Fertilisasi terjadi di lingkungan eksternal atau di dalam rongga mantel. Telur yang telah dibuahi berkembang menjadi trochophore dan tidak memiliki fase larva fiiliger (Romimohtarto,2009).

Chiton bereproduksi dengan mengeluarkan sel sperma dan sel telur ke laut (diluar tubuh) yang disebut dengan fertilisasi eksternal. Dengan itu telur akan dibuahi. Telur yang telah dibuahi akan menetas, telur yang sudah menetas akan berubah menjadi larva. Larva ini akan mengapung seperti plankton. Setelah itu mereka akan menetap di dasar laut. Beberapa chiton mempertahankan larva mereka dalam tubuhnya (Romimohtarto,2009).

SISTEM PENCERNAAN CHITON (CHITON SP.)
Sistem pencernaannya terdiri dari mulut, faring, esophagus, lambung, usus dan anus. Terdapat redula, yaitu gigi tipis seperti tanduk yang digunakan untuk mengoyak makanan. Sebagian besar spesies ini mengikis selaput alga di bebatuan. Terkadang juga menyerang hewan lain yang tidak sengaja terperangkap. Radula yang merupakan gigi pemotong inilah yang membantu Chiton untuk menangkap magsa (Wijarni,1990)

SISTEM PERNAFASAN CHITON (CHITON SP.)
Chiton bernafas menggunakan insang, bentuk insang ini seperti sisir. Terdapat empat pasang sisir, namun juga bisa mencapai 8 sisir. Insang tersusun dalam satu baris filama yang disebut netdum. Netdumnya juga berjumlah satu buah. Mulutnya dilengkapi dengan sebuah radula atau gigi. Radula berjumlah tiga buah atau kurang dalam satu baris (Brotowijoyo,1984).

MANFAAT CHITON (CHITON SP.) 
Spesies ini biasanya dimanfaatkan sebagai makanan bagi spesies yang ukurannya lebih besar. Saat ini spesies ini hanya dimanfaatkan sebagai makanan hewan ternak dam hewan air lainnya. Sampai saat ini belum ada penelitian yang memastikan apakah hewan ini bisa dimanfaatkan dalam bidang lain. Namun manusia belum dipastikan dapat mengkonsumsi hewan ini atau tidak. Bahaya dari hewan ini adalah apabila manusia menginjaknya, karena beberapa spesies hewan ini memiliki racun (Romimohtarto,2009).

PENULIS
Fairus Nafidya
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015


EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Brotowijoyo.1984. Zoologi dasar : Erlangga
Google image. 2015. Chiton sp. http://googleimage.com
Marinespecies.2015. Chiton sp. http://marinespecies.com
Romimohtarto.2009. Biologi laut. Jakarta : Angkasa putra
Wijarni.1990. Avertebrata air. Malang : UB Press

No comments:

Post a Comment