Wednesday, January 1, 2020

Bintang Mengular; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



            KLASIFIKASI BINTANG MENGULAR
            Kingdom : Animalia

            Phylum : Echinodermata

            Class : Ephioroidae

            Order : Ophiurida

            Family : Ophiothrichidae

            Genus : Macrophiothrix
            Species : Macrophiothrix belli
            Nama Lokal : Bintang Mengular           

            MORFOLOGI BINTANG MENGULAR
Hewan jenis ophiuroidea tubuhnya memilki 5 lengan panjang. Lima tangan ini juga bisa digerakkan sehingga menyerupai ular. Oleh karena itu sering disebut bintang ular. Mulut terdapat oral. Hewan tidak mempunyai anus, sehingga sisa makanan atau kotorannya dikeluarkan dengan cara dimuntahkan melalui mulutnya.  Hewan ini hidup dilaut dangkal atau didalam. Biasanya bersembunyi disekitar batu karang, rumput laut, atau mengubur diri dilumpur/pasir. Sangat aktif didalam air makananya adalah udang , kerang atau serpihan organisme lain(sampah). Echinoidea tubunya dipenuhi duri tajam, duri tersusun dari zat kapur. Duri ini ada yang pendek dan adapula yang panjang seperti landak, itulah sebanya hewan sering disebut landak laut. Jenis hewan biasannya hidup disela-sela pasir bebatuan sekitar pantai atau didasar laut. Tubuhnya tanpa lengan hampir bulat atau gepeng. Ciri lainnya adalah mulutnya yang terdapat dipermukaan oral dilengkapi dengan 5 buah gigi sebagai alat untuk mengambil makanan. Hewan ini memakan bermacam-macam makanan laut misalnya hewan lain yang telah mati, atau organisme kecil laiinnya. Alat pengambil makanan digerakkan oleh otot yang disebut lentera aristoteles. Sedangkan anus, madreporid dan lubang kelamin terdapat dipermukaan atas.


            REPRODUKSI BINTANG MENGULAR
Echinodermata mempunyai jenis kelamin terpisah, sehingga ada yang jantan dan betina. Fertilisasi terjadi di luar tubuh, yaitu di dalam air laut. Telur yang telah dibuahi akan membelah secara cepat menghasilkan blastula, dan selanjutnya berkembang menjadi gastrula. Gastrula ini berkembang menjadi larva. Larva atau disebut juga bipinnaria berbentuk bilateral simetri.  Larva ini berenang bebas di dalam air mencari tempat yang cocok hingga menjadi branchidaria, lalu mengalami metamorfosis dan akhirnya menjadi dewasa. Setelah dewasa bentuk tubuhnya berubah menjadi radial simetri.


            FISIOLOGI BINTANG MENGULAR
Seperti echinodermata lainnya, Ophiuroidea memiliki rangka dari kalsium karbonat.Bentuk tubuh bintang ular mirip dengan Asteroidea. Kelima lengan ophiuroidea menempel pada cakram pusat yang disebut calyx.Ophiuroidea memiliki lima rahang. Di belakang rahang ada kerongkongan pendek dan perut besar, serta buntu yang menempati setengah cakram. Ophiuroidea tidak memiliki usus maupun anus. Pencernaan terjadi di perut. Pertukaran udara dan ekskresi terjadi pada kantong yang disebut bursae. Umumnya ada 10 bursae.Kelamin terpisah pada kebanyakan spesies. Ophiuroidea memiliki gonad. Gamet disebar oleh bursal sacs. Sistem saraf terdiri atas cincin saraf utama yang bekerja di sekitar cakram utama. Ophiuroidea tidak memiliki mata, atau sejenisnya. Tetapi, mereka memiliki kemampuan untuk merasakan cahaya melalui reseptor pada epidermis.Baik Ophiurida maupun Euryalida memiliki lima lengan yang panjang, langsing, fleksibel, dan berbentuk seperti cambuk. Mereka dibantu dengan rangka internal yang terbuat dari kalsium karbonat.Pembuluh dari sistem vaskular air berakhir di kaki tabung. Sistem vaskular air umumnya memiliki satu madreporit. Kaki tabung tidak memiliki penghisap dan ampulla.Ophiuroidea memiliki kemampuan untuk meregenerasi kaki yang putus. Ophiuroidea menggunakan kemampuan ini untuk melarikan diri dari predator, seperti kadal, yang mampu memutuskan ekor mereka untuk membingungkan pengganggu.


            PERANAN BINTANG MENGULAR DI PERAIRAN
Hewan ini adalah pencegah pertumbuhan alga pada terumbu karang. Pemakan bangkai, sisa-sisa hewan, dan kotoran hewan laut lainnya. Oleh karena itu hewan ini sering disebut sebagai hewan pembersih laut/pantai.


            FAKTOR PERTUMBUHAN BINTANG MENGULAR
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan dapat dibagi menjadi dua, yaitu: faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi gendan hormon. Gen merupakan faktor keturunan yang diwariskan dari orang tua (induk) kepada keturunannua, sedangkan hormon merupakan senyawa organik yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan hewan. Faktor eksternal meliputi air, nutrisi, cahaya, aktivitas, dan lingkungan.


        PENULIS
        Alma’as Qonita M

        FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015


          EDITOR
          Gery Purnomo Aji Sutrisno
          FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015


            DAFTAR PUSTAKA
            http://agusrinal.blogspot.co.id/

            http://teripangemas.com/morfologi-dari-teripang/

http://www.academia.edu/8378206/Hewan_Animalia_Ciri_dan_Klasifikasi_Echinodermata

            http://www.marinespecies.org/

            https://id.scribd.com/doc/60502301/KUL-2-TERIPANG-Holothuroidea

            https://id.wikipedia.org

            https://izetmutaqien.wordpress.com/2014/10/28/echinodermata/

            https://izetmutaqien.wordpress.com/2014/10/28/echinodermata/

            https://www.googleimage.co.id

            www.biologimu.com

            www.coremap.or.id

            www.materibiologi.com/ciri-ciri-kelas-ophiuroidea-contoh-ophiuroidea/

No comments:

Post a Comment