Sunday, October 18, 2020

Perifiton Adalah, Merupakan; Definisi, Ciri-Ciri, Jenis, Peranan di Perairan, Kelimpahan + Rumus

 


Definisi Perifiton

Menurut Sigee (2005) dalam Yuhana et al. (2011), perifiton merupakan semua mikroorganisme “seperti tumbuhan” atau mikroflora yang hidup pada suatu substrat terendam air, termasuk di dalamnya adalah alga mikroskopis, bakteri dan fungi. Mikro-invertebrata dan protozoa yang merupakan mikroorgnisme “seperti hewan” meskipun ditemukan dalam komunitas perifiton, namun tidak dianggap sebagai komponen penyusun perifiton. 29-64% materi organik penyusun perifiton dengan substrat bambu adalah mikroalga, sisanya terdiri atas organisme heterotrof termasuk fungi, yeast, protozoa dan mikro-metazoa.

 

Perifiton adalah salah satu biota laut yang berhabitat pada terumbuh karang. Perifiton hidup menempel pada substrat, selain dapat menggambarkan kondisi kualitas perairan, perifiton juga berfungsi sebagai pakan alami ikan dan ternak atau bahan baku pengolah limbah cair secara biologi. Kelompok ini, tidak seperti bentos, tidak dapat menembus substrat (Maghfirah, 2015).

 

Ciri-Ciri Perifiton

Perifiton merupakan jasad yang dapat hidup melekat pada permukaan daun lamun. Organisme perifiton mempunyai peranan penting dalam penyedia produktivitas perairan, karena dapat melakukan proses fotosintesis yang dapat membentuk zat organik dari zat  anorganik. Organisme ini juga memanfaatkan nutrien yang ada di ekosistem lamun.  Beberapa perifiton diantaranya ada yang berbentuk koloni, yang memiliki kemampuan melekat pada permukaan substrat lebih baik daripada mikroalga lainnya. Diatom perifiton merupakan indikator biologi yang baik untuk mengetahui tingkat pencemaran yang terjadi pada suatu badan air (Novianti, 2013).

 

Menurut Agung (2015), bahwa  Perifiton merupakan aufwuchs yaitu sekelompok organisme (umumnya mikroskopis) yang hidup menempel pada benda atau pada permukaan tumbuhan air yang terendam; tidak menembus subtrat; diam atau bergerak dipermukaan subtrat tersebut. istilah aufwuchs dipergunakan secara umum untuk seluruh organisme yang berasosiasi dengan permukaan padat tetapi tidak sampai menembus subtrat tersebut. Komunitas perifiton umumnya terdiri dari alga mikroskopis yang menempel, baik satu sel maupun alga benang terutama dari jenis diatom, jenis alga Conjugales, Cyanophyceae, Euglena-phyceae, Xanthophyceae dan Chryssophyceae.

 

Peranan Perifiton di Perairan

Menurut Miller-Myers dan Virstein, (2000) dalam Wibowo et al . (2014), organisme perifiton merupakan makanan utama bagi invertebrata yang berasosiasi dengan padang lamun. Perifiton mengurangi tingkat fotosintesis makrofita dengan menghalangi cahaya yang ada dan tingkat difusi karbon anorganik. Perifiton dapat mengurangi tingkat fotosintesis 35 sampai 60 % dari tingkat fotosintesis lamun yang sehat. Penurunan intensitas cahaya yang tersedia telah terbukti berkorelasi langsung dengan biomassa perifiton, sehingga mengakibatkan terganggunya para tumbuhan lamun.

 

Menurut Maghfirah (2015), pada perairan lotik (mengalir) alga perifiton lebih berperan sebagai produsen daripada fitoplankton. Hal ini disebabkan karena fitoplankton akan selalu terbawa arus, sedangkan alga perifiton relatif tetap pada tempat hidupnya. Alga perifiton juga penting sebagai makanan beberapa jenis invertebrata dan ikan, karena perifiton relatif tidak bergerak, maka kelimpahan dan komposisi perifiton di laut dipengaruhi oleh kualitas air laut tempat hidupnya.

 

Jenis Perifiton

Menurut Fitriani dan Maulana, (2015), jenis perifiton yang ditemukan di daerah sungai Ray 17 terdapat 11 jenis perifiton yang termasuk dalam 4 kelas, 5 ordo dan 8 famili meliputi Navicula sp., Nitzschia sp., Pinnularia viridis, Synedra acus, Fragilaria capucina, Rhizoclonium sp., Cladophora sp., Mougeotia sp., Gomphosphaeria sp., Merismopedia sp. dan Klebsormidium sp.. Kedalaman substrat perifiton yang paling banyak ditemukan jenis perifiton yaitu 5 jenis adalah kedalaman 1,8 m pada zona penduduk. Sedangkan kedalaman substrat perifiton yang sama sekali tidak ditemukan jenis perifiton adalah kedalaman 0,3 m pada zona penduduk.

 

Jenis perifiton yang ditemukan pada suatu peneitian kualitas perairan di Makassar ada 11 genus. Kesebelas genus tersebut adalah perifiton yang bersifat autotrof yakni divisio Bacillariophyta dengan 5 genus dan Chlorophyta dengan 5 genus serta Xanthophyta dengan 1 genus. Genus perifiton untuk untuk divisio Bacillariophyta adalah Asterionella, Amaphora, Frustulia, Navicula, Nitzchia. Genus perifiton untuk Chlorophyta adalah Mikrospora, Mougeotia, Zygnema, Rhizoclonium, dan Closterium. Dan genus Xanthophyta diwakili oleh Tribonema. Hal ini sejalan dengan teori yang mengemukakan bahwa pada umumnya perifiton yang hidup di perairan terdiri dari Bacillariophyceae (diatom), alga hijau berfilamen (Chlorophyceae), alga biru berfilamen (Myxophyceae), bakteri atau jamur berfilamen, protozoa, dan rotifer (tidak banyak pada perairan tidak tercemar), serta beberapa jenis serangga (Welch 1952 dalam Junda, 2013).


 

Kelimpahan Perifiton + Rumus

Menurut Barus et al. (2013), salah satu biota yang rentan terhadap perubahan kualitas air adalah perifiton dan selanjutnya mempengaruhi biota lainnya pada ekosistem perairan tersebut. Komunitas perifiton berpotensi sebagai indikator ekologis karena perifiton berperan penting sebagai produsen utama dalam rantai makanan, dapat bertahan pada perairan dengan kecepatan arus yang besar, dan kebanyakan jenis-jenis perifiton dapat bersifat sensitif atau toleran terhadap pencemaran, baik terhadap pencemaran organik maupun logam berat. kisaran suhu yang lebih tinggi. Kecepatan arus dari suatu perairan akan mempengaruhi keberadaan perifiton dan plankton yang terdapat didalamnya  Kelimpahan perifiton dan plankton dihitung dengan rumus ( APHA, 2005 ) :

 


Keterangan:

K : kelimpahan perifiton (ind/cm2) dan plankton (ind/l)

N : jumlah perifiton /plankton yang diamati

As : luas substrat yang dikerik (5x5 cm2) untuk perhitungan perifiton dan volume air yang disaring (l) untuk perhitungan plankton

At : luas penampang permukaan SRC (mm2)

Ac : luas amatan (mm2)

Vt : volume konsentrat pada botol contoh (20 ml) untuk perhitungan perifiton dan volume konsentrat pada botol contoh (30 ml) untuk perhitungan plankton

Vs : volume konsentrat dalam SRC (ml)

 

Menurut Simbolon et al. (2016), kelimpahan perifiton berbeda-beda di perairan.  Perbedaan ini diakibatkan oleh adanya kecepatan arus. Pada aliran air yang semakin deras dapat menyebabkan terlepasnya perifiton dari tempat menempelnya. Selain itu, kelimpahan perifiton di perairan juga disebabkan oleh interaksi antar jenis di dalam komunitas.

 

Menurut APHA (2005) dalam Simbolon et al., (2016), kelimpahan perifiton dan plankton dihitung dengan rumus :

 


Keterangan:

K : kelimpahan perifiton (ind/cm2)

N : jumlah perifiton yang diamati

As : luas substrat yang dikerik  untuk perhitungan perifiton  (35 cm2)

At : luas penampang permukaan  cover glass (1000 mm2)

Ac : luas amatan (1000 mm2)

Vt : volume Botol sampel (30 ml)

Vs : volume sampel yang diamati  (1 ml).

 

Publiher

Gery Purnomo Aji Sutrisno S.Pi

 

Daftar Pustaka

Agung, H. Y.,  Ruswahyuni dan Agung, S. 2015. Kelimpahan perifiton pada karang masif dan bercabang di perairan pulau panjang Jepara. Diponegoro journal of maquares management of aquatic resources. 4: 99-108.

Barus, S. L., Yunasfi dan A. Suryanti. 2014. Keanekaragaman dan kelimpahan perifiton di perairan sungai Deli Sumatera Utara. Jurnal Aquacoastmarine. 2(1): 139-149.

Firiani dan F. Maulana. 2015. Identifikasi jenis perifiton sebagai penentu kualitas air di sungai Ray 17 kelurahan Berangas Barat kabupaten Barito Kuala. Jurnal Pendidikan Hayati. 1(4): 44-49.

Junda, M., Hijriah dan Y. Hala. 2013. Identifikasi perifiton sebagai kualitas air pada tambak ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Bionature. 14(1) : 16-24.

Maghfirah. 2015. Analisi terumbu karang buatan (TKB) dalam habitat perifiton menggunakan correspondence analysis dan detrended correspondence analysis. Skripsi. Universitas Jember. 1-44.

Maghfirah. 2015. Analisi terumbu karang buatan (TKB) dalam habitat perifiton menggunakan correspondence analysis dan detrended correspondence analysis. Skripsi. Universitas Jember. 1-44.

Novianti M., N. Widyorini dan D. Suprapto.2013. Analisis kelimpahan perifiton pada kerapatan lamun yang berbeda di perairan pulau panjang, jepara. Journal Of Management Of Aquatic Resources. 2(3): 219-225.

Simbolon, C., M. B. Mulya dan Desrita. 2016. Keanekaragaman perifiton di sungai belawan kecamatan Pancur Batu kabupaten Deli Serdang provinsi Sumatera Utara. Jurnal  Aquacoastmarine. 11(1): 1-10.

Yuhana, N., A. Irianto dan H. Pramono. 2011. Rekayasa mikroorganisme inisiator perifiton pada kolam budidaya ikan tilapia dengan pemberian konsorsia mikroorganisme unggul. Jurnal Perikanan. 8(1): 13-21.

5 comments:

  1. perbedaan spesifik perifiton dan fitoplankton apa ya? karena beberapa jenis di atas ada yang termasuk dari fitoplankton

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Plankton
      menurut Nybakken plankton adalah suatu organisme yang hanyut bebas dan sangat lemah daya renangnya
      plankton terbagi 2 yaitu fitoplaankton dan zooplankton mereka terdiri dari mikroorganisme tumbuhan dan hewan dengan kemampuan bergerak terbatas. namun ada juga yang memiliki kemampuan bergerak hingga mencapai jarak yang relatif jauh dibanding ukuran tubuhnya, disebut hetoplankton

      2. Periphyton
      organisme yang tersangkut atau melekat pada batang dan tumbuhan yang berakar atau ada juga yang bergerak lurus ke dasar (Odum,1971).
      menurut webbel (1979) berdasarkan tipe subtrat yang di hinggapinya periphyton di klasifikasi sebagai berikut:
      epilithic adalah periphyton yang menempel pada batu
      epipelic adalah periphyton yang menempel pada permukaan sedimen
      epiphitic adalah periphyton yang menempel pada permukaan daun atau batang tumbuhan
      epizolic adalah periphyton yang menempel pada permukaan hewan
      episamic adalah adalah periphyton yang menempel pada permukaan pasir

      Delete
  2. kalau dilihat dari jenisnya ada yang sama antara perifiton dan fitoplankton

    ReplyDelete
  3. bisa jadi sifat hidupnya ketika dia melayang layang di air disebut fitoplankton, tapi ketika dia menempel di substrat perifiton. bener nggak ya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komunitas perifiton yang memiliki sifat
      hidup menempel, lebih berperan sebagai produsen di
      sungai, dibandingkan dengan fitoplankton. Hal
      ini terjadi karena fitoplankton akan selalu terbawa
      arus, sedangkan alga perifiton relatif tetap pada
      tempat hidupnya. Dengan sifatnya yang menetap,
      perifiton penting sebagai makanan beberapa jenis
      invertebrata dan ikan(Niken, et al, 2017). Jadi pengalaman sy yg pernah praktek perifiton menempel di bebatuan dan substrat dan ga berpindah tempat, sedangkan plankton pergerakan dipengaruhi arus.

      Delete