Sunday, August 2, 2020

Cyanophyta ( Alga Hijau – Biru )


Cyanophyta ( Alga Hijau – Biru )

Yang termasuk divisi ini adalah alga hijau – biru yanhg dikenal sebagai organism prokaryotic penghasil oksigen. Alga ini merupakan kelompok primitive yang kecil, mencangkup sekitar 2.500 species dalam 150 genus, semua dimasukan dalam satu kelas yaitu Cyanophyceae. Anggota – anggota Class ini merupakan jenis – jenis alga yang palinmg sederhana, semua bersifat mikroskopik, dan dianggap sebagai organism perintis.

 

Ciri – ciri Cyanophyta, yaitu :

1. Del alga ini selain mengandung klorofil, yaitu a juga memiliki pigmen yang khas dari klas ini yaitu FIKOBILIN yang terdiri dari C-fikosianin ( biru ) dan C-fikoeritrin ( merah ). Disamping pigmen – pigmen diatas masih ada pigmen lain yaitu XANTOFIL yang dikenal sebagai myxoxantin dan myxocantofil.

2. Tubuh alga ini berupa thallus prokariotik, yang terdiri satu sel koloni atau berbenmtuk filament.

3. Pada alga ini tidak terjadi reproduksi aseksual, walau penelitian terakhir menunjukan terjadinya rekombinansi genetic pada beberapa species.

4. Pada alga ini juga tidak ditemukan flagel, walau pada sel reproduksi sekalipun ( spora ), sehingga gerakan yang terjadi pada alga ini disebabkan gerakan meluncur atau tersentak.

5. Cadangan makanan dari alga ini adalah tepung myxophycean dan materi mengandung protein yaitu cyanophycin.

 

Pembentukan Spora

a. Akinet , merupak sel khusus yang umum ditemukan pada beberapa jenis algae yang memiliki heterokista, ukurannya lebih besar dibanndingkan sel vegetative. Seperti halnya sel spora mengandung protoplasma dan ditutupi oleh dinding sel asal dari induknya dan lapisan antara yang melingkupinya. Akinet merupakan sel istirahat dan merupakan modifikasi yang maju satu sel istirahat.sebagai contoh akinet dari nostoc dan Cylindrospermium tahan panas pada temperature yang lebih tinggi dari pada sel vegetative.

b. Endospora, merupakan spora kecil yang dibentuk secara endogen pada sel vegetative yang uniseluler atau bentuk bantalan pada Chamaesiphonales yang tidak membentuk hormogonia. Saat pembentukan endospora sel vegetative ukurannya bertambah, protoplasma terpisah secara dua – dua berturut – turut. Sejumlah besar protoplas anakan satu inti dibentuk, tiap protoplas anakan mensekresi dinding yang mengelilinginya sehingga terbentuk endospora.

c. Pada Chamaesiphon dinding sel pecah pada ujung distal dari sel vegetative. Spora sedikit demi sedikit keluar pada ujung yang membuka dari protoplasma yang menonjol keluar. Spora demikian disebut eksospora. Tiap eksospora dekelilingi oleh membrane tipis.

d. Nannokista, pada beberapa Cyanophyta yang tidak berbentuk filament seperti pada Mycrocystis kandungan sel terbagi secara cepat tanpa membesarnya sel. Membelah berturut – turut diikuti tertutupnya / terpisahnya satu dengan yang lain. Sejumlah sel anakan dihasilkan pada tiap sel induk. Nannokista merupakan protoplas biasa. Berbeda dengan sel vegetative terutama ukurannya yang sangat kecil. Nannokista masak itu kemudian menjadi koloni baru.

 

Perkembangan secara vegetative ; dengan pembelahan sel, fregmentasi dan pembentukan hormogonia. Reproduksi seksual ; perkembangbiakan secara seksual belum pernah ditemukan. Namun fenomena para seksual yaitu genetic rekombinan telah ditemukan pada beberapa alga hijau – biru seperti yang telah diselidiki pada Anacystic, Anabaena nidulans, Cylindrospermum majus.

 

Pembiakan

1.  Belahan Binary

2. Fragmentasi

3. Hormogonium

4.  Untuk Filamen Berselaput Nipis

5. Filamen Yang Tebal Hasil Pseudocabang

6. Heterosista

8. Akinet

9. Endospora 

10. Eksospora

 

Pigmen Sel

Terdiri dari klorofil a dan sejumlah pigmen lain seperti fikobilin ( terdiri dari C-fikosianin dan C-fikoeritrin dua pigmen khas pada Cyanophyta tidak ditemukan pada kelompok alga lain ), B-karotin dan Santifil. Jenis pigmen yang dimiliki oleh Cyanophyta paling banyak dibandingkan dengan organism fotosintetik lainnya, karena itu juga Cyanophyta merupakan nkelompok organism fotosintetiki yang paling efisien dalam melakukan fotosintetik.

 

Diferensiasi Sel

Alga hijau – biru, pada umumnya menunjukan berbagai diferensiasi sel yang masih sederhana. Trikom dari beberapa genus bentuk filament menunjukan difrensiasi dari sel vegetative menjadi heterokista maupun akinet yang mempunyai struktur dan sifat biokimia khusus. Heterokista berbeda dari sel vegetative dan berada diantara panjang dari trikom sebagai spasi antara yang khas.keberadaan heterokista merupakan gambaran yang khas pada Cyanophyceae, sel lebih besar dan terlihat jernih dibandingkan sel yang lain dalam trikom.

 

Penulis

Lisma Wardani

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2014

 

Editor

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment