Saturday, August 8, 2020

Anabaena; Klasifikasi, Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri Dll


Klasifikasi Anabaena

Empire : Prokaryota

Kingdom : Eubacteria

Subkingdom : Negibacteria

Phylum : Cyanobacteria

Class : Cyanophyceae

Subclass : Nostocophycideae

Order : Nostocales

Family : Nostocaceae

Genus : Anabaena

Species : Anabaena azollae

 

Morfologi Anabaena

Anabaena  memiliki selaput lendir yang berfungsi melindungi dirinya dari kondisi lingkungan yang ekstrim.  Memiliki  dinding sel yang berfungsi untuk mempertahankan bentuk selnya, juga memiliki akinet berdinding tebal yang mengandung banyak cadangan makanan. Heterosista yang berfungsi mengikat  oksigen dan  baeosit yaitu alat perkembangbiakan vegetatif.

 

Anabaena memiliki  klorofil sehingga mampu berfotosintesis. Dinding sel yang mengandung peptide dan mengandung peptidoglikan sehingga membuat dinding yang keras. Anabaena  tidak memiliki inti sel hanya  filamen yaitu benang halus. Anabaena adalah tanaman bersel satu, berbentuk benang (filamen), pada umumnya tidak bergerak, berbentuk koloni bola lendir yang saling menempel sehingga membentuk filamen lingkaran tunggal seperti rantai kalung.  

 

Anabaena termasuk kedalam phylum Cyanobacteria atau Cyanophyta. Berikut adalah ciri-ciri umum dari phylum Cyanobacteria atau Cyanophyta :

 

• Bersel tunggal ( Uniseluler ), ada pula yang berkoloni.

• Memiliki pigmen klorofil (berwarna hijau), karotenoid (berwarna oranye) serta pigmen fikobilin yang terdiri dari fikosianin (berwarna biru) dan fikoeritin (berwarna merah). Gabungan pigmen-pigmen ini membuat warnanya hijau kebiruan.

• Dinding sel mengandung peptida, hemiselulosa dan selulose, kadang – kadang berlendir.

• Inti sel tidak memiliki membran ( prokariotik)

• Bersifat autotrof (dapat membuat makanan sendiri dari zat anorganik) karena memiliki klorofil.

• Ganggang ini merupakan disebut makhluk hidup perintis karena dapat hidup di tempat-tempat makhluk hidup lain tidak dapat hidup.

• Ganggang hijau biru yang berbentuk filamen dapat juga membentuk spora berdinding tebal yang resisten terhadap panas dan pengeringan dan dapak memfiksasi/mengikat N (nitrogen) yaitu heterokist.Selain heterokist ada juga bagian spora yang membesar berisi cadangan makanan yang disebut akinet.

Reproduksi Anabaena

cara perkembangbiakan yang dikehui ada 3 cara yang ketiga-tiganya termasuk perkembangbiakan vegetatif/aseksual sedangkan perkembangbiakan generatif/seksualnya belum diketahui. ketiga cara tersebut adalah :

 

• Pembelahan Sel

sel membelah menjadi dua bagian yang membentuk sel baru. sel-sel yang terpisah bisa tetap bergabung membentuk koloni. Sel membelah menjadi 2 yang saling terpisah sehingga membentuk sel – sel tunggal, pada beberapa generasi sel – sel membelah searah dan tidak saling terpisah sehingga membentuk filamen yang terdiri atas deretan mata rantai sel yang disebut trikom. Tempat – tempat tertentu dari filamen baru setelah mengalami dormansi ( istirahat yang panjang ). Heterokist dapat mengikat nitrogen bebas di udara. Heterokist adalah sel yang pucat, kandungan selnya terlihat homogen (terlihat dengan mikroskop cahaya) dan memiliki dinding yang transparan. Heterokist terbentuk oleh penebalan dinding sel vegetatif. Sedangkan akinet terbentuk dari penebalan sel vegetatif sehingga menjadi besar dan penuh dengan cadangan makanan (granula cyanophycin) dan penebalan-penabalan eksternal oleh tambahan zat yang kompleks.

 

• Fragmentasi

Fragmentasi adalah cara memutuskan bagian tubuh tumbuhan yang kemudian membentuk individu baru. Pada filamen yang panjang bila salah satu selnya mati maka sel mati itu membagi filament menjadi 2 bagian atau lebih. Masing – masing bagian disebut hormogonium. Fragmentasi juga dapat terjadi dari pemisahan dinding yang berdekatan pada trikom atau karena sel yang mati yang mngkin menjadi potongan bikonkaf yang terpisah atau necridia. Susunan hormogonium mungkin meliputi kerusakan transeluler.

 

• Spora vegetative

Spora vegetatif yang dimaksud disini adalah heterokist. Pada keadaan yang tidak menguntungkan heterokist tetap mampu bertahan karena dinding selnya tebal dan banyak mengandung bahan makanan. Setelah lingkungan kembali menguntungkan heterokist dapat membentuk filamen baru.

 

Fisiologi Anabaena

Sel-selnya merupakan koloni berbentuk benang, atau diselubungi suatu membran. Benang-benang itu melekat pada substratnya, tidak bercabang, jarang mempunyai percabangan sejati, lebih sering mempunyai percabangan semu. Benang benang itu selalu dapat membentuk hormogonium. Sel-selnya bulat, merupakan benang-benang dan akhirnya membentuk koloni yang berlendir. Pada jarak-jarak tertentu pada benang¬benang itu terdapat sel-sel yang dindingnya tebal, kehilangan zat¬zat warna yang berguna untuk asimilasi, hingga kelihatan kekuning-kuningan dan dinamakan heterosista. Heterosista ini dalam keadaan khusus dapat tumbuh menjadi benang baru, tetapi fungsinya belum dikenal dan biasanya lekas mati.

 

Tingkah Laku Anabaena

Pada Azolla pinnata  terdapat mikroba yang disebut Anabaena sp, yang memiliki akinet berdinding tebal yang mengandung banyak cadangan makanan, terdapat heterotista yang berfungsi mengikat oksigen. Anabaena sendiri bersifat koloni sehingga pada mikroskop hanya nampak rantai-rantai yang berwarna hijau, pada umumnya tidak bergerak  karena tidak memiliki bulu cambuk dan mengandung peptidoglikan sehingga membuat dindingnya tebal. Pada Azolla pinnata Anabaena sp bersimbiosis untuk mengikat nitrogen, untuk kelangsungan hidup pada paku sawah ini, Anabaena  mengikat oksigen dari hasil fotosintesis.

 

Peran Anabaena Dalam Perairan

Anabaena berperan penting di dalam perairan. Berikut adalah peranan dari Anabaena di dalam perairan :

• Anabaena sp ini dapat menambat nitrogen dengan bersimbiosis dengan paku air, dan tumbuhan paku air ini sangat berguna bagi kesuburan tanaman, misalnya padi di sawah, berfungsi seperti pupuk.

• Menghasilkan oksigen di dalam erairan karena dapat berfotosintesis

• Membuat perairan tampak hijau

• Sebagai produsen bagi zooplankton, larva ikan, atau udang kecil

• Selain mensintesa nitrogen, anabaena juga mengeluarkan vitamin B12, auxin, dan asam askrobat yang meningkatkan pertumbuhan padi lewat perairan sawah

 

Habitat Anabaena

Anabaena hidup di air tawar, didalam tanah, sisa makhluk hidup, serta bersimbiosis dengan tumbuhan Azolla pinnata. Temperatur udara yang sesuai untuk Azolla berkisar antara 20-35°C, sedangkan keperluan pH air/lumpur  juga juga bervariasi antara 4-7 dan bertahan pada penerimaan pencahayaan > 25 % (Lumpkin, 1987); pada pH masam 4,5-5,0 kolam nutrisi fermentative juga masih berkembang beberapa hari namun akan ikut terdekomposisi setelah lebih dari satu minggu (Widyasunu et al., 2011 d). Bahkan beberapa mampu hidup pada perairan dengan suhu sampai 850C (sumber air panas) sehingga Ganggang Biru merupakan salah satu vegetasi perintis.

 

Editor

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment