Friday, July 24, 2020

Rotifera Habrotrocha pusilla atau Callidina pusilla; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Habrotrocha pusilla is a species of Habrotrocha, described by Bryce in 1893. synonyms: species Habrotrocha pusilla / Callidina pusilla / species Callidina pusilla.

Klasifikasi Rotifera Habrotrocha pusilla atau Callidina pusilla
Kingdom : Animalia
Phylum :Rotifera
Class : Rotatoria
Order: Eurotatoria
Family: Philodinaea
Genus : Callidina

kingdom: Animalia
phylum: Rotifera
class: Eurotatoria
order: Bdelloidea
family: Habrotrochidae
genus: Habrotrocha

Morfologi Rotifera Habrotrocha pusilla atau Callidina pusilla
Tubuh  rotifera dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu bagian anterior yang pendek ,badan yang besar dan kaki. Dibagian anterior terdapat corona dan mastax yang merukan ciri khas filum Rotifera. Corona terdiri atas darah sekitar mulut yang bercilia, dan cilia ini melebar di seputar tepi anterior hingga seperti bentuk mahkota.  Mastax terletak antara mulut dan pharynx. Mastax ialah pharynx yang berotot , bulat atau lonjong, dan bagian dalamnya terdapat trophi, semacam rahang berkitin. Trophi terdiri atas 7 buah gigi yang saling berhubungan. Mastax berfungsi untuk menangkap dan menggiling makanan,bentuknya beraneka ragam disesuaikan dengan tipe kebiasaan makan rotifera.

Habitat Rotifera Habrotrocha pusilla atau Callidina pusilla
Habitat : dengan ganggang hijau mucilagenous , bersama-sama dengan : Macrotrachela papillosa , M. plicata plicata , M. quadricornifera , Bryceella perpusilla status taksonomi : Diterima spesies Menurut The katalog of Life , 3 Januari 2011 Asli nama Callidina pusilla Bryce , 1893 Habitat Tidak ada di laut , Air Tawar.

Spesies Habrotrocha merupakan penghuni umum di antara Sphagnum ( Bateman 1987; Peterson, 1997 dkk , B łedzki . & Ellison 1998) . Habitat bagi Habrotrocha , khususnya H. rosa , termasuk tanaman pitcher ( Sarracenia purpurea ) , di mana mereka adalah sumber makanan utama bagi anggota co - habiting dari Culicidae ( nyamuk ) ( Bateman 1987) fisiologi  menyebabkan jumlah populasi nyamuk meningkat ( Błedzki & Ellison 1998) . Rotifera merupakan sumber penting dari N dan P di rawa / fen penghuni tanaman pitcher. Rotifera memegang peranan penting dalam rantai makanan pada ekosistem perairan tawar

Reproduksi Rotifera Habrotrocha pusilla atau Callidina pusilla
Reproduksi rotifer seperti halnya aschelminthes yang lain , semua rotifera juga dioecious. Reproduksi selalu seksual. Individu jantan selalu lebih kecil dari yang betina, biasanya mengalami degenerasi yaitu tidak mempunyai alat pencernaan, hanya memiliki alat reproduksi saja. Partenogenesis merupakan peristiwa yang umum terjadi. Perkawinan pada rotifera biasanya dengan jalan “hipodermic impregnation”, dimana sperma masuk melalui diding tubuh. Tiap nucleus pada ovari menjadi sebuah telur.

Kebanyakan spesies mempunyai ovari dengan sepuluh sampai dua puluh nuclei, maka telur yang dihasilkan selama hidupnya tidak lebih dari jumlah tersebut. Rotifera jantan siap melakukan perkawinan satu jam setelah menetas kemudian akan mati. Bila tidak menemukan rotifera betina , maka rotifera jantan akan mati pada umur 2 sampai 7 hari tergantung jenisnya.

Pada mulanya betina miktik menghasilkan 1- 6 telur kecil. Betina miktik adalah betina yang dapat dibuahi. Telur yang dihasilkan oleh betina miktik akan menetas menjadi jantan. Jantan ini akan membuahi betina miktik dan menghasilkan 1-2 telur istirahat. Telur ini mengalami masa istirahat sebelum menetas menjadi betina amiktk. Betina amiktik adalah betina yang tidak dapat dibuahi. Dari betina amiktik yang terjadi ini maka reproduksi secara aseksual akan terjadi lagi. Betina miktik hanya akan menghasilkan telur miktik demikian pula sebaliknya.

Walaupun telah banyak literatur yang menerangkan adanya perubahan antara betina amiktik menjadi betina miktik ini, namun pembiakan secara bisexual ini belum banyak diketahui secara jelas. Untuk beberapa genera dari famili Brachionidae diketahui bahwa kondisi yang menentukan seekor betina menjadi amiktik atau miktik terjadi beberapa saat sebelum telur mulai membelah. Hal ini juga menunjukkan banwa yang mngontrol produksi betina miktik ini pada umumnya adalah kondisi lingkungan (faktor luar) dan bukan merupakan faktor dalam semata (Davis, 1955).

Tingkah Laku Rotifera Habrotrocha pusilla atau Callidina pusilla
Habitat terkaya bagi rotifera dikenal sebagai zona vegetasi. Di sinilah kehidupan tanaman akan melimpah dan rotifera dapat ditemukan di atas permukaan tanaman atau memiliki gaya hidup sessile dengan menjadi permanantly melekat pada tanaman dengan menggunakan kaki mereka di ujung posterior (Artana, 2012). Rotifer memiliki masa hidup yang tidak terlalu lama. Usia betina pada suhu 25◦C adalah antara 6-8 hari sedangkan yang jantan hanya 2 hari. Rotifer memiliki toleransi salinitas mulai dari 1-60 ppt, perubahan salinitas yang tiba-tiba dapat mengakibatkan kematian. Salinitas diatas 35 ppt akan mencegah terjadinya reproduksi seksual. Pencegahan ini merupakan hal yang diinginkan dalam kultur missal disebabkan karena keberadaan individu jantan dan kista akan mengurangi tingkat pertumbuhan populasi rotifera. Intensitas cahaya yang baik untuk kehidupan rotifer yaitu 2000-5000 lux, pH berkisar 7,5 sampai 8,5, kosentrasi amoniak bebas tidak boleh lebih dari 1 ppm. Rotifera bereproduksi setiap 18 jam sekali.

Fekunditas total untuk seekor betina secara aseksual dan dalam kondisi yang baik maka 20-25 individu baru. Kuntitas dan kualitas makanan memberikan peranan penting dalam pertubuhan rotifer.Telah ada bukti bahwa variasi dalam distribusi spasial rotifera dalam tubuh air hadir. Ada dikatakan distribusi vertikal di mana kedalaman adalah varaible kunci dalam faktor-faktor yang mempengaruhi rotifer tersebut. Kedalaman yang berbeda menyebabkan variasi suhu, oksigen, cahaya, kepadatan makanan, tekanan predator, dan faktor lainnya. Ini termasuk efek dari arus air memungkinkan spesies yang berbeda dari Rotifera untuk hadir pada kedalaman yang berbeda pada waktu tertentu.

Seiring dengan distribusi verticle, ada juga distribusi horizontal di mana spesies yang berbeda dari rotifera dapat ditemukan di sekitar tepi badan air dari mereka yang ditemukan di tengah. Faktor yang berkontribusi terhadap variasi ini meliputi gerakan gelombang dan arus, kelimpahan jenis rotifera cenderung meningkat dengan meningkatnya kelimpahan fitoplankton, dan menurun dengan meningkatnya suhu, salinitas, dan oksigen terlarut, konsentrasi oksigen, pH, dan suhu (Rimper, 2008).

Peran Rotifera Habrotrocha pusilla atau Callidina pusilla di Perairan
Rotifera memegang peranan penting dalam rantai makanan pada ekosistem perairan tawar. Disatu pihak memakan serpihan-serpihan organik dan ganggang bersel satu ,dilain pihak rotifera merupakan makanan bagi hewan yang lebih besar seperti cacing-cacing dan crustacea.Brachionus merupakan rotifera yang banyak dibudidayakan sebagai makanan alami untuk larva ikan dan udang. Karena berukuran kecil sekitar 300 mikro,dan berkembang biak dengan cepat,hingga cocok untuk makanan burayakikan mas yang baru habis kuning telurnya.Didaerah tropis,Brachionus mulai bertelur pada umur 28 jam ,dan setelah 24 jam telur menetas.Selama hidupnya yang 11 hari ,seekor Brachionus menghasilkan  20 butir telur.Pada habitat yang tercemar bahan organik dan berlumut,biasanya banyak dijumpai Bdelloidea seperti Philodina dan Rotaria.

Sebagaian besar larva ikan umumnya memakan tumbuhan dan atau hewan yang berukuran 4-200 mikron. Jenis tumbuhan dan hewan tersebut termasuk didalamnya adalah plankton, yakni organisme yang hidup melayang  dalam air gerakannya selalu mengikuti arus. Namun demikian dari sejumlah spesies yang diketahui tidak seluruhnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami bagi pemeliharaan larva, organisme yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan alami dalam pemliharaan larva harua memenuhi kriteria tertentu yaitu: ukuran sel sesuai dengan bukaan mulut larva, kandungan nutrisi cukup tinggi, mudah dicerna dan dapat diserap dalam tubuh larva, gerakannya lambat sehingga larva ikan mudah menangkapnya, mudah dikultur dan mampu bertahan hidup terhadap lingkungan yang fluktuatif salinitas, suhu, dan intensitas cahaya, pertumbuhan populasi membutuhkan waktu yang relatif cepat sehingga dengan segera dapat digunakan dalam keadaan segar dan hidup, usaha pembudidayaannya memerlukan biaya yang relatif sedikit, selama daur hidupnya tidak menghasilkan bahan beracun yang dapat membahayakan kehidupan larva.

Fisiologi Rotifera Habrotrocha pusilla atau Callidina pusilla
Tubuh yang sempit , transparan , dan tidak berwarna adalah ukuran kecil . Ini hanya mencapai 212 mm panjang . Mimbar pendek dan lebar . Roda - organ sangat kecil , dan agak lebih lebar dari setengah jarak antara mulut - ujungnya . Roda - tangkai yang dengan pengecualian dari sulkus kecil benar-benar tumbuh bersama-sama , dan hampir lebih tinggi dari diameter roda - disc . Kaki ini sangat singkat dengan tombol kecil di sisi medial dorsal pertama kaki - sendi . Taji pendek , kerucut dan tidak menyentuh . D. f .: 4/3 atau 3/3 . Hewan tetap biasanya dalam shell yang terbuat dari puing-puing . Shell berwarna coklat . Individu-individu Bohemian tertangkap adalah tanpa kerang , yang menurut Murray terjadi juga di negara-negara lain.

Penulis
M. Hafiidh
Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2014

Editor
Gery Purnomo Aji Sutrisno
Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment